Skip to main content

November

Apa yang spesial dari November? Pagi ini aku membuka akun facebook-ku. Dan kudapati beberapa status yang  "menyapa" November. Ada apa dengan November? Apakah ia menjadi begitu spesial? Guns and Roses pun bahkan menjadikannya bulan ke sebelas ini dalam salah satu hit populernya, November Rain.


Adakah hujan selalu identik dengan November? Aku juga tahu. Namun akhir Oktober, hujan selalu menyapa. Mungkin akan berlanjut ke November. November mungkin terdengar romantis. Bulan-bulan akhir di penghujung tahun. Bulan yang bagiku seperti alarm yang menyadarkanku bahwa setahun telah hampir terlewati.


Adakah November berarti bagimu? Beberapa teman berulang tahun di bulan ini. Beberapa resolusi mungkin telah tercentang dengan sukses. beberapa masih saja tak menunjukkan realisasi yang begitu maksimal. 
Beberapa bahkan belum berusaha dipenuhi.


Langit November tak tertebak. Pagi ini angin berhembus dingin dan melambai-lambaikan ujung bajuku. Matahari masih saja tetap bersembunyi di balik awan tebal namun berwarna putih. Hujan pun belum mencumbui bumi di November ini.


Adakah November berarti bagimu?

Comments

  1. saya suka November..:-)
    karena November mengingatkan saya kalau tahun sebentar lagi akan berganti dan harapan baru bisa dirajut lagi..
    hahaha..terlalu naif ya..?

    sejujurnya, saya suka semua bulan..

    ReplyDelete
  2. November kali ini semoga tak jadi beku...
    hehehe....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Indecent Proposal

Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi.

Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi mengingat malam itu. Tapi ia terus mendesak. Hingga …

The Intimate Lover

Apa yang akan kamu lakukan jika bertemu Mr. Rightman sesaat sebelum kamu menikah?

Ms. Girl, perempuan yang telah bertunangan bertemu dengan Mr. Boy disuatu hari di dalam lift. Hanya mereka berdua di dalam lift yang meluncur turun dari lantai 20. "Jika tidak ada orang yang bersama kita dilift ini hingga lantai dasar, maka aku akan mentraktirmu minum"kata pria itu. Sayang, sang wanita memilih menginterupsi lift tersebut. Berhenti satu lantai sebelum lantai tujuan mereka dan memilih pergi.

Tapi gerak bumi mendekatkan mereka. Tak berselang waktu mereka kembalib bertemu dan saling bercakap. Tak bertukar nama, memilih menjadi orang asing bagi masing-masing. Bertemu, berkenalan, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama. Menyerahkan pada semesta kapan mereka hendak berpisah.

Namun, ketika semesta mengharuskan mereka berpisah, dua orang tersebut telah saling jatuh cinta. Seberapa pun mereka berusaha berpisah, hati mereka tetap saling ingin bertemu. Saling dekat. Keduanya mem…

Bertemu dr.Bob

Karena jatuh dari tempat tidur (selalu saja saya menyesalkan kejadian ini -_-), saya dan Ara bertemu dengan dr. Bob. Dokter spesialis anak yang berpraktek di RS Bersalin Restu. Info tentang dokter Bob saya peroleh dari kakak saya yang sering membawa anaknya ke dr.Bob. Saya lebih suka menyebutnya dr.Superman. Karena di rumah sakit bersalin Restu ada poster gede Superman. Saya menyenangi dokter Bob. Selama menjadi ibu dan memiliki Ara sejauh ini saya telah bertemu dengan 3 orang dokter anak. Dua dokter pertama tidak terlalu menyenangkan diajak ngobrol. Memposisikan saya sebagai ordinat dan mereka subordinat. Sejak menjadi ibu, saya akhirnya memahami kebutuhan pasien untuk menjadikan dokter sebagai tempat konsultasi. Bukan seorang hakim yang menvonis sakit atau tidak. Mengharuskan makan obat ini dan itu. Saya mengharapkan dokter menjadi rekan bicara dan diskusi tentang kesehatan. Memberikan saran dan tidak melulu menskak mat dengan tindakan ini dan itu. Kalo pun ada tindakan medis yang p…