Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2016

Dear My Baby Bump

Apa kabar bayi kecil dalam perut? Do you feel comfortable in my belly? Semoga kamu baik dan sehat selalu. Maafkan mama jika jarang menengokmu lewat USG dokter. How old are you now? Kamu terasa sudah begitu besar dalam perut. Terasa sesak apalagi kalo kamu sudah mulai gerak-gerak dan ngulik-ngulik. Meminjam istilah kakak Ara “Amazing”.
Menginjak usia delapan bulanmu dalam kandungan, kami belum tahu jenis kelaminmu apa. Terakhir ketemu dokter kamu dengan misteriusnya menyembunyikan jenis kelaminmu. Mama dan ayah maunya sih kamu anak laki-laki. Sebab namun untuk anak laki-laki telah disiapkan bersamaan dengan nama kakakmu. Tapi kakakmu Ara ingin kamu jadi adek cewek.  Awalnya sih dia mau adek cowok, terus ganti maunya adek cewek. Kemudian maunya adek cowok lagi. Kalo ditanya dia bakal bilang “aku maunya dua. Brother and Sister. Kayak Dora”.
Jika kamu cewek, mama dan ayah harus kreatif mencarikanmu nama. Maunya pake bahasa Sansekerta, tapi pengennya ada unsur Wolio dan Bugisnya. Nah, bing…

Bersekolah di Tunas Mulia

Setahun sudah Ara bersekolah di Taman Kanak-Kanak Islam Tunas Mulia, Bogor. Tahun kemarin ia duduk di kelas A1. Tahun ini dia bakal duduk di kelas B. Setahun lalu di pertengahan tahun seperti sekarang ini, rasanya begitu galau mencari sekolah buat Ara. Di Bogor ini bertaburan sekolah Taman Kanak-Kanak. Mulai dari yang pakai bilingual, sekolah alam, hingga Islam Terpadu. Belum lagi uang pangkalnya yang memiliki tingkatan yang mulai dari yang murah, menengah, hingga mahal bingits.
Beberapa sekolah yang cukup menarik perhatian pas di kurikulum tapi kemahalan di harga. Ada yang mematok harga uang pangkal 10 juta dengan SPP perbulan bisa mencapai angka satu juta rupiah. Nominal rupiah yang cukup bikin kantong menangis untuk sebuah sekolah taman kanak-kanak.
Kriteria sekolah yang saya dan suami cari sih sebenarnya sederhana. Ga perlu belajar baca tulis hitung dulu yang penting belajar ngaji aja. Soalnya mencari guru ngaji itu susah. Di sekolah-sekolah yang kami datangi tidak memberikan pelaj…

Hamil dan Puasa. Why Not?

Sanggup tidak ya ga makan seharian pas hamil?  Lapar sedikit saat hamil udah kayak mo pingsan aja, apalagi kalo harus puasa?
Pertanyaan-pertanyaan itu cukup menganggu pikiran sesaat sebelum memasuki bulan puasa tahun ini. Kehamilanku sudah memasuki usia 7 bulan.  Beberapa hari sebelumnya sempat mengalami semaput, penglihatan menggelap, mata berkunang-kunang karena kekurangan asupan makanan. Bisa nda ya puasa?
Saya tidak pernah menjalani puasa saat kehamilan pertama. Ara keburu lahir pada hari pertama puasa. Jadinya mau ga mau ya tidak puasa karena nifas. Bulan puasa kali ini terasa berbeda. Dengan perut semakin membuncit dan pengalaman kepayahan hampir pingsan karena kelaparan membuat saya ragu untuk berpuasa.
Tapi, berbekal niat untuk berpuasa dan keinginan untuk menguji daya tahan tubuh, maka saya pun ikut berpuasa di hari pertama Ramadan. Alhamdulillah, tidak ada halangan sama sekali. Tak merasa kepayahan hingga mata berkunang-kunang. Janinnya pun anteng aja dalam perut. Malahan suami…