Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2011

31 Juli Pertama Kita

Subuh dini hari. Kita terbangun. Bercerita tentang setahun yang kita lalui dengan ajaib. Kita mendedah satu persatu setiap anugerah. Bersyukur pada Tuhan bahwa hidup bersama adalah sebuah jalan yang indah. Tak mulus mungkin, penuh hambatan tapi tetap membahagiakan.
Apalah arti 31 juli. Tak ada. Kecuali karena aku mengingatnya bahwa itu adalah tanggal lahir sang penyihir cilik harry potter yang sama-sama kita gandrungi. Karena dasar itu pulalah aku memilih tanggal 31 juli 2010 untuk tanggal pernikahan kita. Aku mengandaikannya seperti memasuki Hogwarts yang magis.Tapi,hei ini lebih ajaib dari Hogwarts.
Kamu menerima aku apa adanya. Segala kekurangan dan kelebihan. Memakan tiap masakan yang aku sajikan. Meski kadang dengan rasa tak karuan. Menggangguimu menulis dengan segala perintah-perintah sepeleku. Membujuk setiap ku merajuk.Menceritakanku banyak cerita-cerita lucu.Menemaniku bercerita tentang buku, film, dan segala hal yang kita sukai bersama. Menemaniku jalan-jalan keliling kota dan…

Goodbye,Senior...

Ada rasa yang menggantung disini. Aku tak ingin mengidentifikasikannya. Aku sangat tahu ia apa. Tapi aku tak ingin menyebut namanya.Biarlah ia sesakral dia yang tak boleh disebut namanya.
Aku pernah telah menjadi tegar tanpamu. Tapi tak pernah mampu aku menolakmu.Setiap kamu menjejak semestaku maka kau meninggalkan prasasti yang tak lekang di sana.Aku seperti mengelem hati yang rapuh. Belum kering lem tersebut kamu telah datang kembali menorehkan patahan-patahan yang tak pernah sanggup aku halangi. Mantraku lumpuh dan aku tak bergeming.Mungkin ketika kamu meminta nyawaku sekalipun saat itu aku akan memberikannya. Dirimu serupa mutan yang memiliki kekuatan hipnotis yang membuatku turut dalam skenariomu.
Dan sekelebat kemudian kamu pergi. Meninggalkan hati yang kembali menjadi keping. Meninggalkanku sendirian menata keping yang serupa puzzle. Menebak bentuknya, mengelemnya, dan menangisi kembali. Dan kamu serupa meminta ijinku untuk pergi.Semudah membalikkan telapak tangan. Seperti caramu…

Pemilik Cinta Sejati itu bernama Snape

Ribetnya Makan di Cozy Kozy

Baru kali ini aku cukup merasa ribet untuk makan di foodcourt. Tepatnya di Cozy KOzy Karebosi Link. Setiap customer membayar mengggunakan kartu member yang berisi deposit uang. Deposite uang yang dimiliki akan berkurang sesuai harga makanan dan minuman.
Strategi marketing ini sebenarnya adalah untuk membuat pelanggan yang loyal dan datang kembali untuk makan. Namun buatku itu cukup ribet dan kurang nyaman. Untuk mendapat kartu member saya harus membayar 15.000. Hai, saya cuma mau makan, tidak mau menjadi anggota. Uang deposit pun memiliki masa kadaluarsa tiga bulan. Memaksa pelanggan datang dalam jangka waktu 3 bulan untuk mencicipi makanan di sana.
Jadi untuk pertama kali makan disana maka pelanggan membayar lebih Rp.15.000  rupiah dari harga makanan yang dibayar dan dibahasakan sebagai uang jaminan terhadap kartu. Belum lagi harga makanan yang mungkin tidak benar-benar pas dengan deposit yang dimiliki sehingga akan bersisa sedikit. Huuuaaa…ribetnya. 
Kalo kartunya dikembalikan uang Rp.…

Biang Roti Bernama Madre

How To Forget Someone

Bagaimana melupakan orang yang membekas di hatimu? Ingatan adalah semua benda tajam yang ada di dunia. Tapi jadilah batu agar ia menjadi tumpul. Seberapa pun kuat ia menebasmu, kau tak bergeming. Beberapa hal menjadi pilihan untuk lupa akan seseorang. Yang paling sering diminta oleh para galauers adalah satu karunia Tuhan bernama "Amnesia". Tapi takkan pernah kamu sengaja membenturkan kepalamu ke tembok hanya untuk lupa. Paling-paling kamu berharap jatuh dari tangga, kecelakaan kendaraan hingga kamu amnesia. Atau mengandaikan diri seperti di film-film drama yang terkena penyakit Alzheimer (Amnesia akut). Atau yang paling hebat kamu mengandaikan sebuah penyalur jasa penggunting neutron yang mengingatkanmu padanya. Yang pasti semua itu hanya ada dalam imajinasimu saja. Kamu tetap akan ingat seberapapun kuatnya kamu lupa. (Mungkin) langkah-langkah ini bisa membantu melupakan seseorang.
1. Blok segala hal tentangnya di jejaring sosial Di zaman internet seperti ini, yakinlah bahw…

Sleeping Child

The milky way upon the
Heavens
Is twinkling just for you
And mr. moon he came by
To say goodnight to you
I’ll sing for you i’ll
Sing for mother
We’re praying for the world
And for the people everywhere
Gonna show them all we care
Chorus:
Oh my sleeping child the world’s so wild
But you’ve build your own paradise
That’s one reason why I’ll cover you sleeping child
If all the people around
The world
They had a mind like yours
We’d have no fighting and no wars
There would be lasting peace on earth
If all the kings and all
The leaders
Could see you here this way
They would hold the earth in their arms
They would learn to watch you play
Chorus:
Oh my sleeping child the world’s so wild
But you’ve build your own paradise
That’s one reason why I’ll cover you sleeping child
I’m gonna cover my
Sleeping child
Keep you away from the world so wild

Kuliner Is A Journey

Karena sekarang saya telah naik derajat menjadi pengguna smartphone blackberry (meskipun jenis yang paling murah) maka saya memiliki kebiasaan baru. Memotret makanan-makanan atau minuman yang saya konsumsi di kafe atau restoran. Seperti kebanyakan orang-orang yang tidak punya kerjaan lantas mempostingnya di fesbuk. Menyenangkan mengabadikan gambar makanan dan minuman itu sebelum masuk ke perut dan diolah di dalam tubuh.
Karena kuliner saat ini adalah sebuah gaya hidup. Kuliner menjadi sebuah identitas. Dan kuliner menjadi sebuah perjalanan. Dan inilah perjalananku dengan beberapa menu yang ada di Makassar.
Kuliner di samping ini bernama Nasi sambal ikan teri. Bisa dinikmati di restoran Mama Ayam Goreng di Lantai 1 Mall Panakukang. Depan Lottemart.
Apa yang istimewa dari menu ini. Jawabnya Ikan Teri. Ikan teri kering yang ditumis bersama bumbu bawang merah dan bawang putih,diberi kecap dan kacang goreng.
Menu ini sebenarnya adalah menu rumahan. Mamaku semasa hidupnya sering buat ikan teri …

Trinity Naked Traveler # 3

Selalu iri setiap membaca tulisan-tulisan di blog trinity apalagi membacanya utuh dalam satu buku. Buku ketiga Trinity Naked Traveler baru saja diluncurkan. Sampulnya berwarna Orange menyala. Simpel seperti buku pertama dan kedua.
Tulisan-tulisannya pun yang berasal dari website Trinity. Jika sering mengikuti update terbaru di blog pribadinya maka tulisan-tulisan itu pula yang akan kau temukan di Trinity Naked Traveler #3. Beberapa tulisan telah saya baca di blognya. Namun ada juga tulisan-tulisan yang belum saya baca. Bedanya mungkin pada tulisan-tulisan yang tampil di blog tidak melalui proses editing sehingga sangat jujur. Sedangkan di buku ada beberapa bagian yang dihilangkan (mungkin mempertimbangkan kesopanan). 
Trinity selalu menyajikan hal-hal diluar kebiasan traveling yang sering ditemukan di berbagai buku dan majalah jalan-jalan. Ia bahkan memaparkan secara transparan pengalaman-pengalamannya baik yang sangat lucu, menyedihkan, hingga paling jorok sekalipun.
Saya paling suka k…

Diam

Diam...
Serupa jalan sunyi yang akan kutempuh
Karena tiap kompromi tak lagi jadi pilihan
Karena hati ini tak pernah sanggup lupa

Biarkan diam yang membungkam ingatan
Berkelebat ia dan ku tak hirau
Seperti waktu, biarkan diam menyembuhkan luka

Tetap Di Sana

Aku menyukainya. Meski kadang ia membuatku sedih tanpa pernah mampu aku jelaskan padanya.Aku berhasil menempatkannya di sana.Berada di sana dan leluasa melihatnya meski ia tak mampu melihatku. Rasa-rasanya mengamati sosoknya dari kaca tembus pandang.Sedang dia tak mampu melihatku. Kupikir itu cukup adil buat kami. Aku mampu mengamatinya tanpa perlu ikut terlibat dalam lingkarannya. Selalu tak mampu aku menahan hasratku jika aku masuk dalam lingkarannya.Serupa lingkaran merlin yang mampu menyedot semua perhatianku.Tak mampu bergerak dan melawan.

Ia pun tampaknya tak keberatan dengan itu. Tak ada introgasi lebih lanjut dan desakan parah. Tak ada tanya serupa keinginan. untuk mencari tahu alasan. Apakah ia paham atau tidak,aku tak pernah tahu. Biarlah kami memendam alasan alasan itu dalam hati.

Menjadi serupa kelebat adalah yang ingin aku lakukan.Meski kadang aku sakaw oleh rindu untuk melihatnya. Setidaknya mengintip dari kaca kecil tembus pandang itu. Tak perlulah ia tahu serupa apa h…

Jangan Memulai Rindu

Mencoba lupa adalah sebuah ujian. Ingatan serupa kutukan yang melekat dan tak mampu terlumpuhkan.Ia ada dibawah tempat tidurmu. Menjadi bayangan yang melesat sekilas di keramaian.Merajai mimpi-mimpimu saat malam.Membangunkanmu saat tertidur di tengah malam.Dan meninggalkan sesak yang begitu menyakitkan.Sendirian kamu harus bertahan.Meyakinkan dirimu bahwa kamu akan baik-baik saja meski matamu telah kering oleh air mata,meski nafasmu tersedat-sedat karena sisa tangismu yang sesegukan.

Dan ketika kamu telah mampu mengatasinya,tiba-tiba ia yang ingin kamu lupakan dengan begitu lugu menyapamu.Memberi senyum dan menanyakan kabar. Mengatakan rindu dalam bahasa yang hanya mampu kamu dan ia pahami. Ingatan-ingatan itu kembali menikam.Menancapkan jangkarnya lebih dalam di saraf otakmu. Jeratan ingatan itu serupa sulur-sulur tanaman membelit yang ketika kamu berusaha keras lupa maka ia akan membelitmu lebih kuat.

Jangan memulai rindu,kumohon. Aku tahu kamu takkan pernah paham rasa ini. Seperti …

Jika Harry Potter Part 2 Tidak Tayang di Bioskop Indonesia

Gegap gempita dunia menanti episode terakhir film Harry Potter And The Deathly Hallow.Meski para penggemar penyihir bertanda luka petir di dahi ini telah habis untuk edisi bukunya, namun rasanya tetap deg-degan menanti bagaimana visualisasi film dari episode terakhir ini.Menanti final episode ini sama rasanya menanti launching bukunya yang harus inden jauh-jauh hari dan rela ngantri tengah malam,berjam-jam untukl mendapat buku dan tenggelam dalam ceritanya tanpa jeda makan dan minum.Selalu ada seni menunggui prosesi itu dan melewatkannya.Memicu adrenaline dan memuaskan diri jika berhasil menyelesaikannya.

Sama halnya dengan film.Aku pun rela mati-matian menunggu kapan tayang di bioskop-bioskop.Mengantri yang paling depan dan rela menunggu di bioskop untuk segera menontonnya.Pada film pertamanya,aku rela bolos sehari dari sekolah hanya untuk menonton film Harry Potter and Soccerer's Stone. Film kedua aku harus rela membayar lebih untuk pemutaran yang bukan paket nonton hemat karena…

Dan Akhirnya

Dan akhirnya
Malaikat kecil itu beranjak terbang
Sayap kecilnya mengepak cepat
Rasanya perih sesaat
Tapi rasanya begitu melegakan
"Akan kubawa cinta ini pergi
Hingga akhirnya aku kembalikan padamu kelak"

Pamit

Malam adalah saat dimana aku mampu merengkuhmu.Pada waktu terbatas antara mimpi dan realitas.Pada waktu sempit dimana aku melempar dadu dan mencari peluang apakah kamu di sana atau tidak.Mengetuk pintumu dan membiarkan aku masuk seperti kawan lama.Aku ingin menanyakan kabarmu, tapi selalu saja tak mampu terlihat lugu.Pada akhirnya kita hanya berbagi tentang cerita rekaan kita.Yang tak pernah benar_benar menginjak bumi.Mengambang di dunia antara mimpi dan khayalan.Sejatinya hanya itu yang kita miliki berdua.Meski aku meyakinkan diri bahwa ikatan ini lebih dari itu.Mampu sedikit lebih kuat.Tapi bumi terlalu kejam untuk aku pijak.Aku dan kamu hanyalah serupa roman picisan yang telah sering terjadi.Dan tak ada lagi isitimewa untuk menyimpannya serupa cerita Romeo dan Juliet
Aku pamit.Untuk semua hal yang pernah kita alami bersama.Untuk setiap detik yang selalu mengambang dalam ingatanku. Aku telah mencintaimu sepenuh hati hingga rasanya ini seperti membunuh jiwaku juga. Aku lelah terus me…

Iridescent

When you were standing in the wake of devastation
when you were waiting on the edge of the unknown
with the cataclysm raining down, insides crying save me now
you were there and possibly alone.

Do you feel cold and lost in desperation
you build up hope, but failure's all you've known
remember all the sadness and frustration
and let it go, let it go.

And in the burst of light that blinded every angel
as if the sky had blown the heavens into stars
you felt the gravity of temper grace falling into empty space
no one there to catch you in their arms


Do you feel cold and lost in desperation
you build up hope, but failure's all you've known
remember all the sadness and frustration
and let it go, let it go. 
Lagu milik Linkin Park ini sudah lama aku dengar. Masuk dalam playlist handphoneku. Kalo sedih dan dengar lagu ini, rasanya seperti ingin nangis bombay. Tapi mendengar lagu ini juga bikin hati jadi lega. Aku suka bagian  reff-nya. 
Do you feel cold and los…

Balada Kain Ungu

Semalam tidurku tidak nyenyak. Suhu kamar yang tidak stabil membuatku harus bolak balik di tempat tidur. Menahan pegalnya jemari yang sepertinya butuh dipijat. Mungkin ini cikal bakal penyakir rematik jika tua nanti. Ah, Aku tak ingin memikirkan yang belum terjadi. Hidup adalah hari ini.
Pukul empat subuh entah lewat berapa. Mungkin sudah hampir jam 5. Kulirik Handphoneku. Jika saja ada yang nyasar di sana. Mengaktifkan semua jejaring sosial. Siapa tahu saja ada yang senasib denganku terkena insomnia dan tak bisa tidur, cukup menyenangkan mengalihkan kantuk dengan sibuk di dunia maya.Tanpa harus bengong sampai mata tertutup kembali.
Ada SMS nyasar subuh-subuh. Membuatku yang tetap ingin tertidur harus membuka mata dan membacanya lebih jelas. Nomornya tak terdaftar di phonebookku. Tapi dari isi pesannya aku langsung tahu siapa pengirimnya. Tukang jahit. Tukang jahit yang kutitipi kain warna ungu buat nikahan teman. Oh, Tuhan...Ada apa dengan kain itu. Ini sudah tanggal 5, dan pernikahan…

Menutup Pintumu

Tak pernah bermaksud melupakanmu. Dirimu selalu ada di benak kapanpun itu. Ketika aku akan terlelap. Ketika aku terbangun. Bahkan dalam ruang bawah sadarku engkau selalu ada. Selalu kuinginkan untuk tahu keadaanmu. Apa yang kamu lakukan. Apa yang kamu rasa. Dan Apa yang kamu pikirkan. Aku tak berharap ada aku di sana dalam benakmu ketika kamu melewatkan hari ini. Aku selalu tahu aku tak punya ruang di sana. 
Aku membuka pintu-pintu dan semua celah yang mampu kau tengok dan menemukanku di sana. Tapi aku tahu kamu takkan pernah mau masuk jika aku tak mengundangmu. Dan aku pun takkan pernah mau mengundangmu. Jadinya aku hanya membuka pintu. Duduk di ruang tamu dan melihatmu dalam benakku bahwa kamu di sana dalam samar tertelan gelap. Dan tak pernah berniat masuk kecuali aku datang menemuimu di depan pintu rumahmu. Mengetuknya dan menarikmu masuk ke ruang tamu rumahku dan bercakap-cakap.
Tahukah kamu pintu-pintu itu tak pernah aku kunci. Bahkan jika kau jeli aku selalu membukanya bukan untu…