Images

meet riri riza




Hari ini anak kosmik bikin acara seminar media dan pendidikan. Dengan pembicara riri riza dan A.Makmur Makka. seminar ini menjadi follow up figur buat anak 2007 dan juga atas kerjasama IMIKI (ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia).

tulisan ini, tidaklah untuk meriview ulang diskusi tentang media. pada dasarnya fungsi media sebagai pendidikan tidaklah dilihat dalam artian sempit. namun haruslah diteropong lebih jauh. media mungkin telah kebablasan dan yang harus diciptakan adalah upaya untuk membuat audience mampu melek terhadap media. KPI dan Media watch menjadi pendukung utama dalam upaya mengembalikan media kefungsinya semula.

membaca film pun seperti itu juga adanya. lahirnya beragam film dengan genre horor, sex, dan drama percintaan yang laku dipasaran menjadi sebuah tanda tanya dari kebangkitan film indonesia. apakah film kemudian betul-betul menjadi manifestasi kultural atau ia hanya menjiplak mentah-mentah genre hollywood?

sekali lagi upaya literasi untuk mampu membaca film adalah sebuah langkah yang signifikan yang mampu membuat audience bisa menyaring produk media yang baik, layak, yang diinginkan dan juga dibutuhkan.


Arena selebritas

Seperti sebuah acara jumpa fans yang selalu menghadirkan sosok artis, begitu juga adanya seminar ini. kehadiran riri riza menjadi sebuah magnet untuk para audience yang notabenenya anak komunikasi yang mengenal riri riza. atau at least bagi para pencinta film indonesia.
seminar ini dibagi dalam dua sesi. dan bisa ditebak sesi kala riri riza menjadi pembicara adalah seri yang paling ditunggu-tunggu.

para audience begitu antusias. berfoto, bertanya atau sekedar bersalaman. dan begitu pula adanya saya. larut dalam selebritas sang sutradara muda ini. meminta tanda tangan dan berfoto bersama. bahkan anak-anak dra9ons berusaha untuk berfoto bareng. tapi nyatanya hanya saya dan echy yang berhasil berfoto bersama.

(telah berapa lama sepak terjang kita kawan, untuk hal seperti ini kita belum terlalu kompak.mungkin kita harus sering-sering berlatih.meski layaknya sebuah ajang jumpa fans ini adalah pencapaian terbaik hari ini. suatu saat kita yang harus berada di posisi riri riza, kawan!!!!!)

(photos taken by Muh.Yusran)

Images

aku dan ponakanku


ini aku dan ponakanku....
jangan pikir macam-macam ya....
(kemarin dititip di kampus, bundanya lagi kerja)
hehehehe

(photo taken by triyudha)
Images

please...don't leave me

sekali lagi....dan akan berkalikali lagi. ditinggalkan....
sebuah kata yang tak kusuka.selalu menyisakan ruang kosong di hati. menyesakkan dan menyakitkan. butuh waktu untuk memulihkan hati dan mengisi kekosongan itu.

aku hanya takut, kekosongan itu tak diisi lagi olehmu...

aku akan merindukanmu
aku akan menyayangimu
aku akan mencintaimu

aku masih merindukanmu
aku masih menyayangimu
aku masih mencintaimu

aku selalu merindukan
aku selalu menyayangimu
aku selalu mencintaimu

(still????.....always!!!!!)

cepatlah pulang...kuingin membuat pahatan itu lagi bersamamu...
Images

realistis

"sudah saatnya realistis".
(itu kata yang paling tepat untukku)

pagi ini kulangkahkan kaki dengan semangat 45 untuk ngurus seminarku.tapi tak kutemuka ibu ida loket akademik jurusan. mataku iseng membaca tempelan-tempelan pengumuman di dinding kaca akademik jurusan. pengumuman-pengumuman yang dulunya tak pernah menarik aku baca.

tiba-tiba saja kertas kusam itu membuatku terjaga. aku tak mampu mengejar bulan enam.terlalu banyak prosedural yang harus aku penuhi dan ujian terakhir padatanggal 16 Mei. padahal aku sudah membuat time schedule untuk mengejar bulan enam. tapi sepertinya bulan enam taklah berjodoh denganku.

aku harus realisitis. target selesai adalah bulan sembilan. and no more excuse. bab 2-kutelah selesai 80%.begitu pula bab 3. untuk bab 4, aku perlu sedikit kerja keras. tapi tak apalah.
sedikit menyelam dan meminum air, tak apalah.

semua harus bisa diselesaikan.Aku tak ingin bertemu Gengeng di Baruga. Dwi harus duluan selesai dibanding dirinya. enak aja (hehehehehe...sorry ye...)

pokoknya timeschedule yang telah ada harus tetap dituruti. semua harus berjalan sesuai rencana. SEMANGAT!!!!!
mungkin ada kerlingan yang terkhusus dari-Nya....amien

Ps : tadi dwi sudah download data dari milis tapi semua hilang gara2 komputernya mati. hiks...untungnya data chatingnya masih ada dari kak kmaruddin azis.makasih kak....
Images

Dimana posisi mahasiswa ilmu komunikasi?????

Aku menulis tulisan ini ketika mulai larut dalam perdebatan antaran pewarta warga dan pewarta professional. Larut dalam dilaketika akan setiap orang adalah wartawan. Merujuk pada semua bahan bacaan yang telah aku baca, setiap orang adalah pewarta. Tak ada hal yang mengkhusus pada seorang wartawan. Semua orang bisa menjadi wartawan. Bhakan dalam kuliah studi kasus pun kesimpulan yang diambil bahwa wartawan bukanlah sebuah profesi. Geliat citizen Journalism pun makin memperkokoh pendapat tersebut.

Tak perlu belajar 4- 7 tahun di universitas dengan program studi jurnalistik untuk menjadi seorang wartawan. Dengan berbekal ijazah SMA pun seseorang telah mampu menjadi wartawan. Cukup pelatihan jurnalistik dasar paling lama 3 bulan, mendapat penjelasan tetang 5 W + 1 H dan melakukan praktek penulisan , seseorang sudah dengan legal mengantongi kartu pers.

Jadi dimana letak posisi mahasiswa komunikasi khususnya konsentrasi jurnalistik. Selalu ada anggapan bahwa jurnalistik hanya mencetak wartawan. Lapangan kerja mahasiswa jurnalistik hanya pada kerja-kerja teknis.

Dan kemudian Apakah mereka memang dicetak untuk menjadi seorang wartawan? Mengapa harus masuk komunikasi dulu untuk menjadi seorang wartawan. Bukannya anak tekhnik, sastra, dan pertanian pun dapat menjadi wartawan?

Dalam sebuah media, statistic jumlah mahasiswa yang beralmamater komunikasi begitu rendah. Jadi apakah anggapan awal tadi masih harus menjadi jawaban bahwa komunikasi hanya mencetak wartawan dan pekerja public relation. Kompas yang notabenenya adalah Koran terbesar di Indonesia lebih memilih calon wartawan bukan dari luaran komunikasi dengan anggapan bahwa seorang wartawan harus memiliki kedalaman ilmu untuk mampu mengetahui akar sebuah permasalahan. Misalnya untuk wartawan ekonomi, mereka mengambil SDM dari lulusan ekonomi dan begitu juga dengan yang lain.

Jauh dari itu, mahasiswa komunikasi tidaklah dicetak menjadi hanya wartawan dan pekerja PR. Ilmu komunikasi pada dasarnya berusaha mencetak para intelektual yang paham pada kerja jurnalistik secara praktis dan juga paham pada teori-teori yang relevan dengan jurnalistik dan media. Mahasiswa komunikasi hendaknya tak hanya sekedar tahu menulis sebuah straight dan feature news tapi mampu memahami bagaimana konstruksi berita itu diproduksi. Memahami kerja media yang telah meghegemoni setiap individu. Tak hanya di jalan raya, mall, kampus, hingga kamar kost dan toilet.

Tidak hanya melahirkan kameramen dan fotografer yang tangguh dan lihai mengambil sudut pengambilan gambar, namun juga memahami bagaimana gambar menjadi sebuah penanda dan bagaimana gambar mampu berkisah. Inilah yang kemudian menjadi titik mahasiswa komunikasi berpijak.

Namun, anggapan yang selama ini ada dan beredar bahkan dikalangan mahasiswa komunikasi sendiri adalah ujung-ujungnya setelah sarjana jadi wartawan. Kecenderungan ini menyebabkan banyaknya mahasiswa hanya menjangkau wilayah praktis saja tanpa mendalami wilayah teoritis. Kampus pun tidak menciptakan sebuah suasana intelektual yang mampu memantik kami untuk turut berdiaklektika…..

(jumat, April 18, 2008)

Images

untitled


dari seseorang yang tak romantis....tak pernah romantis.....
tulisan ini pun saya curi dari laptopnya
postingan terakhirku pun tidak dia suka
benci....
Images

Aku tenggelam

Aku tenggelam dalam samudera intelektual yang begitu indah.

Kak…ini kah yang kau rasakan…….????

Begitu indah……

Images

Bab 2 : sebuah tinjauan yang bisa ditulis dengan menutup mata

Sebuah perkembangan. Aku telah berani untuk menekan tuts-tuts komputerku untuk sebuah bab 2. Sama seperti kemarin waktu ku berjibaku dengan bab 1. Aku pun pusing. Kak Yusran selalu bilang “bab 2 itu gampang”. Bab 4 yang susah (aduh…jangan menakut-nakuti dan…).

Kak Riza ikut menimpali, “Bab 2 dan bab 3 itu bisa dikerjakan dengan menutup mata”.

Kali ini aku pun lantas memberanikan diri. Apakah memang bab 2 itu segampang menutup mata??????

Tunggu kabar selanjutnya….

Images

Dapur dwi : sayur santan pertamaku

Masak sayur…untuk yang satu ini aku hanya bisa menjelaskan satu hal “sayur bening”. Hanya sayur ini yang bisa aku buat. Tak ada yang lain. Sayur soup : terlalu bnayak hal yang harus dipotong. Terlalu banyak bumbu yang harus diulek dan sangat repot.

Sayur santan? Aku tak tahu memasaknya. Pusing. Takaran santannya pun bikin pusing.

Trus mengapa hari ini aku masak sayur santan? Merujuk pada keuanganku yang kian menipis dan untuk bertahan hidup saja sudah begitu susah maka aku memutuskan untuk memasak. Telur semakin mahal dan telah berhari-hari aku mengonsumsinya. Bongkar-bongkar rak piring, ternyata ada ikan kering yang selalu mama selipkan kalau mengirim sembako ke pondokanku. Nda tau namanya apa. Tapi ikan ini sangat enak kalo di goreng dan makan saat panas.

Aku pun membayangkan memakannya dengan sayur labu yang bersantan. Pasti sangat enak. Dengan kursus kilat dari mama lewat telepon, pagi ini aku pun memberanikan diri membeli labu dan kelapa parut. Penjual sayur keliling tempatku memebeli sayur pasti heran melihatku membeli labu dan kelapa parut. Dulu-dulunya kan, dwi cuma beli bayam atau kangkung saja. Hehehehe.

Dan pagi ini dengan modal nekat aku memasak sayur. Sink or swim atau try and error. Hehehehe. Kalo salah tinggal buang aja…J

Air labunya sangat banyak. Waktu mendidih pun air masih tetap banyak. Terpaksa deh airnya dibuang hingga sisa sedikit. Takutnya pas nambah santannya bakalan sangat berair. Beberapa potongan tomat dan bawang putih yang sudah diulek sukses masuk di panci sayurku.

Dan hasilnya : DWI BERHASIL MASAK SAYUR……

Sebuah pencapaian yang lumayan hari ini. Hitug-hitung nambah gizi, irit uang belanja, dan makan makanan organik. Hehehehehe

Sarapan hari ini sangat enak. Nasi panas, ikan kering goreng (pana), dan sayur labu pake santan yang juga panas…..:)

Resep sayur labu santanku :
Labu 1/5 bagian
Kelapa parut segenggam
2 siung bawang putih (ulek)
½ buah tomat

caranya :
potong-potong labu ukuran dadu, cuci. Masak dengan air sedikit saja (pake feeling).
Didihkan hingga labu setengah masak (lembek).
Kelapa parut diperas. Ambil santannya (segelas itu sudah banyak)
Masukkan ke dalam panci bersama bawang putih dan tomat. Tunggu hingga mendidih.
(jangan terlalu lama, pake perasaan saja..hehehehehe)
siap disajikan, jangan lupa garam dan penyedap rasa. OK ( semangkuk lah jadinya)

(15 april 2008)

Images

Ilmiah populer vs ilmiah kaku

Proposal itu telah sampai di tangan pembimbingku. Banyak kritikan. Wajarlah….:)
Judul sedikit nge-feature mungkin, karenanya perlu diganti. Bahasa tulisanku terlalu bertutur. Terlalu ilmiah populer. Waaaahhhhh……

Haruskah aku mengubahnya…???

Itu sudah caraku menulis. Apakah tidak boleh menuliskan sesuatu ilmiah (dalam kasus ini penelitian) dengan gaya ilmiah popular? Bukankah bahasa ilmiah kaku yang membuat sebagian besar orang tak menyukai buku-buku daras.

Pada kebanyakan orang, bahasa bertutur adalah bahasa yang begitu mudah dimengerti. Bahasa yang membumi dan tak perlu berulang kali membacanya untuk dimengerti. Itulah mengapa buku ciklit, teen-lit, metropop adalah jejeran buku terlaris yang selalu menempati ruang depan sebuah toko buku.

Sedangkan buku-buku daras selalu berada di sudut terbelakang. Berdebu. Tak pernah tersentuh apalagi terbaca. Penjualannya pun tak begitu banyak. Sehingga sangat sedikit saya melihat buku-buku teks berlabel “best seller”.

Aku sempat menanyakan hal ini kepada Kak Yusran. “kenapa aku tak pernah tertarik membaca buku teks. Ketika membacanya pun hanya karena kebutuhan tugas. Dan harus mengulang hingga 5 kali untuk menyelesaikan satu buah paragraph. Kenapa berbeda dengan novel? Novel, membacanya berulang kali pun aku tak pernah bosan. Bahkan novel yang aku baca pada kelas 5 SD pun masih bisa aku ceritakan kisahnya sekarang. Sedangkan buku teks yang kubaca semalam, mana singgah di otakku?

Hal yang sama pun terjadi pada Were, temanku. Dia berusaha membaca buku teks yang akan menjadi bahan analisisnya untuk skripsi nanti. Namun, kenyataannya yang ada bagian buku yang ia ingat hanyalah story tentang sang pembuat teori. Bukan history yang menjadi penyebab lahirnya teori itu, dan bukan pada titik focus teori itu.

Penjelasannya menurut Kak Yusran adalah buku-buku teks memang hanya untuk kalangan terbatas. Ia hanya di baca oleh lingkungan akademis. Para peneliti, dosen, dan mahasiswa. Kalo novel dan cerita lainnya memang untuk ditujukan pada semua orang.


Tapi kan, kampanye yang selalu digaungkan adalah upaya untuk bisa membaca bacaan bermutu. Ciklit, teenlit, metro-pop dan semua sejenisnya dikategorikan sebagai bacaan yang tak bermutu ( menurut pemerhati bacaan). Padahal buku-buku ciklit itulah yang mampu diterima oleh orang dengan bahasa yang membumi. Tak ilmiah kaku. Dan dekat dengan keseharian.

Mengapa harus ada batasan buku ini hanya untuk kalangan tertentu. Akan lebih mencerdaskan jika buku itu kemudian bisa menyentuh semua orang dan memberikan pencerahan.

Apa yang membuat orang tak tertarik pada buku teks. Jawabnya, seeprti contoh kasus saya dan Were. Susah di pahami. Butuh berulang-ulang kali untuk mengetahui maksudnya. Bahasanya terlalu tinggi (langitan kata orang). Mungkin pembahasan di dalamnya bagus sebenarnya. Namun, bahasa penyampaiannya yang begitu tinggi sehingga saya tak bisa mengerti dan kemudian memilih menutup buku itu dan membiarkannya berdebu.

Apa yang harus dilakukan? Jawabannya adalah membuat sebuah buku yang mencerahkan namun bahasa yang digunakan membumi. Bertutur dan tak kaku. Contoh kasus buku ES.Ito “Rahasia Meede”. Buku ini berlabel fiksi, namun data sejarah yang ada tentang VOC hingga KMB sangatlah akurat. Bahkan Donny Gahral Adian pun dalam tulisannya di Kompas saat meresensi buku ini, memberi sebuah saran agar buku ini menjadi sebuah buku pegangan sejarah, merujuk pada faktanya yang begitu akurat.

Hal ini pulalah yang harus dilakukan pada buku pelajaran Sejarah dan beberapa mata pelajaran di sekolah-sekolah. Buku-buku pegangan hendaknya dituliskan dengan gaya bertutur, sehingga para siswa mau menyimak dan tertarik pada pelajaran. Tak hanya sekedar menjelaskan kronologis sebuah peperangan dan selanjutnya menjadi sebuah pengantar tidur di kelas.

Penelitian-penelitian di barat pun mulai menggunakan bahasa bertutur. Menceritakan pengalaman dan kemudian merefleksikannya. Pada beberapa penelitian etnografi di jurnal etnografi SAGE, bahasa yang digunakan begitu membumi. Peneliti menggunakan “saya” untuk menceritakan pengalamannya dan kemudian merefleksikan dengan teori yang mereka gunakan untuk menganalisis realitas.


So, haruskah ilmiah kaku? Ini kepentingan kuliah dan sarjana. Jadi nurut aja deh.
Images

patahan imajiku

ini adalah patahan imajiku. andrea hirata meyebutnya mozaik. mereka layaknya puzzle yang bercerai berai namun telah disatukan. disatukan oleh angkatan, sekosmik, gender, kemampuan macalla dan bergosip.

semoga tetap bersahabat hingga anak cucu. tapi semoga tak menjadi besanan. semoga aktivitas gosip kita akan terus berjaya. di kemudian hari, akan tersedia kamar khusus di figur.hanya untuk kita. kita akan menidurkan bayi sambil terus bergosip.
tapi yakinlah, kita adalah tukang pencerita yang cerdas lagi kritis.
hahahahaha

PS : masih ada yang mo dwi posting. tapi hari ini tulisan tela bertumpuk begitu banyak.esok toh masih menunggu untuk mendengar kisah yang lain.

Images

waahhh aku senang, teman-teman nge-blog semua

terima kasih buat dra9ons atau spices atau bumbu dapur atau naga atau apalah yang selalu kusebut sebagai patahan imaji. aku tak pernah menyangka teras imaji yang telah kubangun hampir dua tahun ini memberi inspirasi bagi kalian.

dulunya, kupikir blog ini hanyalah konsumsi pribadiku sendiri. tak ada orang yag mau singgah sekedar melihat sekilas atau salah alamat. tapi ternyata kalian membuatku terharu. aku tak menyangka berenang itu menjadi isu global di antara kita....(hehehehehe)

semangat teman2.mari kita gerakkan fenomena citizen journalism. mari kita tumbuh kembangkan budaya menulis. mari berblog. kabarkan cerita kalian hari ini.kabarkan pada dunia bahwa kita pun punya kisah tentang dunia. tak hanya dunia yang perlu kita simak. duniapun perlu menyimak kita.

ini daftar alamat teman-temanku yang udah nge-blog :
1. ema (roemahjiwa.blogspot.com)
2.darma(singikuzarathustra.blogspot.com)
3.echy (elektrakid.blogdrive.com)
4. santy (cintasangmustafa.wordpress.com)
5. were (lunaphilosopie.wordpress.com)
6.mbak wuri ( helloeuwee.wordpress.com)
7.azmi...(blum bikin)
8. icha...(blum juga )
9.k rahe (telagasafar.blogspot.com)
10. k patang (patag83.blogspot.com)
11....
12......

silakan berkunjung.bagi teman-teman yanglaamt blognya belum ada di daftar silakan publikasikan sendiri.atau koenlah ke shout box-ku. kan kukunjungi blog anda.
selamat nge blog....selamat menulis
Images

HARUS MENANG

Menurut pada jiwa yang terus memahfumkan sebuah kemalasan

adalah ketololan besar

Dan hari ini aku tak boleh menjadi si TOLOL itu. Aku harus melawan. Bertarung, dan menjadi pemenang. Dunia telah menantangku. Dan aku akan menaklukkannya. Aku hanya perlu sedikit berani. Takut adalah musuh terbesar yang sumbernya pada diri. Aku harus bisa.

HARUS MULAI!!!!

SEMANGAT….!!!!!!

Selasa, 7 april 2008 (07.58.59)

Images

Querido (dedicated to ma ch`erie)

Seperti sebuah bom waktu yang akan segera menguncang, meluluhlantakan semua disekitarnya. layaknya pasir waktu yang semakin menipis dari cembung wadahnya.

Tapi aku percaya pada malaikat. Pada tangan Tuhan yang selalu menuntun. Memberi jalan dan terus menyemangati. Pesimis selalu menjadi halangrintang. Ia terjal. Ia curam. Jika kamu salah dalam jejakmu, mungkin jurangnya akan menyambutmu dengan pelukan sayang.

Tapi percayalah pada Tuhan. Seperti aku mempercayai kekuatan-Nya. Ia menyayangiku. Sangat meyayangiku.

Terima kasih telah mengirimkan mata teduh. Hati sabar yang terus menyayangiku. Terima kasih telah mengirimkan paket terindah. Yang menjadi imamku. Menjadi selimut hangat saat badai. Menjadi tempat bersandar untuk semua asaku. Menjadi pohon untuk berteduh dari silau matahari semesta.

Tak pernah berpaling saat ku berpaling. Tetap sabar kala ku tak sabar. Terus menyayangi kala ku jeda untuk menyayangi……

Pasir waktu itu akan kita lambatkan. Akan kita lumpuhkan ledakan waktu. Ia takkan menjarah paksa hati. Karena aku tahu mata teduh itu akan terus membuatku damai…

08.40 wita
pada sebuah kastil dengan view terindah danau unhas

Images

Sekeranjang Maaf

Aku pernah membaca sebuah petuah “sesuatu akan efektif jika dikerjakan dengan kepala kosong”…. Ya…dengan kepala kosong. Tanpa harus mencabangkan pikiran dan manut pada rasa.

Pejamkan mata dan mulai berjalan. Melihatlah dengan hati….
Aku mengartikannya seperti itu. Mungkin tak seperti itu. Tapi bisa jadi seperti itu.

Mumet rasanya. Bawaannya selalu saja menangis. Sedih, sedih, sedih, dan sedih. Dan tak ada seorang pun yang bisa menjadi penyembuh. Hanya diriku. Aku harus mampu menguasai diri. Tapi hidup adalah pertarungan. Kalah atau menang adalah pilihan. Kadang aku putus asa dan memilih kalah. Namun, di sisi lain memaksaku untuk terus menantang hari. Mengangkat kepalaku, bertarung, dan menang. Itu sebuah pilihan yang lain. Aku seakan tak tahu kemana. Mata hati tak menunjukkan arahku untuk melangkah. Tak ada peta, tak ada kompas. Aku hanya punya diriku. Kosongkan pikiran…..

Mungkin hati telah banyak melukai. Aku harus mengosongkan pikiran. Dan semua harus bermula pada hati yang harus meminta maaf dan memaafkan.

Pada teman-teman se-Rush 04 dan KOSMIK,, aku bukanlah teman sejati. Kadang meninggalkan dan terlalu ego pada diri. Bahkan berpikir licik dan picik hanya untuk sebuah ego. Aku bukanlah malaikat. Aku bukanlah pemilik kesempurnaan. Aku hanyalah ketaksempurnaan. MAAF….

Rumah pelangi UKPM, aku pun bukan anggota keluarga yang baik. Pergi jauh dan tak pernah pulang. Tak pernah singgah untuk berbagi kisah. Mendengar kalian berdialektika dengan semua gagasan yang kalian lontarkan. atau sekedar mengintip di balik pintu, menyapa kalian, dan berucap “daag…” MAAF

Untuk tempat kembaliku, MAAF, aku hanyalah anak yang tak tahu terima kasih. Engkau menitipkan banyak mimpi. Mungkin aku telah menghancurkannya. Mematahkannya hingga berkeping-keping, hingga aku pun ikut patah karenanya. Tapi engkau masih tetap menjadi sebuah tempat kembali. Tempat yang kusebut rumah. Selalu mendekapku ketika dunia begitu kejam. Mengalirkan kehangatan hingga menusuk jiwa. Memberikanku kekuatan untuk terus berdiri, melawan dan menjadi pemenang.

Pada dua orang teman, aku tak seperti imaji indah dalam benak kalian. MAAF. Tapi, terima kasih selalu menjadi tempat untuk berlari sejenak dari dunia nyata. Menjadi teman bermain yang selalu membuatku tertawa. Kalian telah memberikan banyak rasa menyenangkan dalam sedikit rasa sedihku.

Querido, MAAF, tak bisa menjadi yang terbaik. Mengabaikan ketika sedih menyelubungiku. Menangis tersedu di saat kau berpaling. Selalu menyalahkanmu. Dan membuatmu sedih. Kaulah pemilik cinta sejati itu….

(selasa 7 april 2008, 07.57)

Images

banyak yang mendukung...

udah lama rasanya buka blog ini lag. tadi baru ngintip. ternyata banyak yang ngasih spirit. banyak yang trus berusaha menyemangati jiwa ini. meski itu hanya dari teman-teman kampus. tapi merekalah yang palinh berarti. yang telah menemani mengarungi samudra kampus selama hampir empat tahun ini.

menemani menapaki jejak-jejak jalan kami sendiri di kampus merah ini. menghirup udara dan debu yang terkadang menyejukkan dan kadang menyesakkan. merekalah yang terus ada saat senang, sedih, marah dan menangisku.

kita sama-sama belajar berenang sekarang, kawan.

echy, belajarlah untuk membuat pelampungmu sendiri. gerakkanlah sedikit kakimu hingga engkau dapat benar-benar mengapung. aku yakin kamu pun bisa berenang.


darma, berenanglah dilautan teori itu. temukan kata terindah yang bisa kau jadikan teman terbaik ketika mengarungi samudra konseptual. kau akan samapi di pula yang indah nantinya. percayalah. (aku telah memilih kawan, dan aku yakin kau pun memilih hal yang sama)

ema, aku tau kau mampu juga berenang. cinta selalu menjadi pemandu yang sempurna. takkan pernah menyesatkan.

k rahe, kamu pun adalah malaikat itu. dunia taklah menjadi indah tanpa dirimu. aku tahu suatu saat nanti kita akan bertemu di sorbone university.

dan kepada semua teman yang telah menemani, aku di sini hanya punya hati yang berkata :
AKU MENYAYANGI KALIAN...