Images

Coretan

Pernah aku kehilangan kontak dengan seseorang. Tak bisa mengiriminya pesan dan tak bisa menemukannya di dunia maya. Inilah yang kutuliskan tentangnya

Ketepian bumi mana aku harus mencarimu?
Aku yakin aku tak perlu mencarimu hingga ujung langit karena kau tak sejauh itu
Aku yakin kamu masih di bumi
Menjejak tanahnya dan meneguk airnya

Atau juga ketika rindu dan mendapati bahwa rindu itu terlarang, kutulis

Setiap aku rindu padamu akan kutuliskan satu cerita untukmu
Agar aku tahu kelak ketika aku tak tahu lagi bagaimana cara merindukanmu
Aku tahu bahwa sebagian dari perjalanan hidupku pernah merindukanmu

( 29 Juli 2010-Saat tak bisa posting di kompasiana:( )
Images

Undangan Pernikahan


Aku masih selalu mencari alasan mengapa aku mencintaimu
Dan semua itu berujung pada sebuah jawaban
“Cinta tak butuh alasan, karena ia adalah ia”
Aku masih ingat saat pertama kali seorang kawan menyebut namamu
Aku masih ingat saat pertama kali dirimu meninggalkan kesan di benakku
Aku masih ingat saat pertama kali kamu datang ke tempat kostku
Semua terasa baru kemarin, Aku dan kamu telah menjadi kita
Cinta ini seperti sebuah roller coaster di dalam hati
Kadang naik, kadang turun, kadang terasa sangat aman, kadang terlalu berbahaya
Ia seperti sebuah gerak naik turun saham dipasar bursa
Tertarik oleh pengaruh ekstern dan intern yang mengelilinginya
Selalu ada yang datang dan pergi, tapi dirimu tetap di sana
Tak pernah beranjak
Cinta ini kadang pasang, kadang surut. Tapi kita selalu mampu merefreshnya.
Tak perlu jutaan kata verbal yang harus aku ucapkan.,mataku telah mampu kau baca
Kau menggenggam tanganku. Menanyakan padaku “apakah aku telah yakin akan dirimu?”
Aku mungkin tak sempurna, dan begitu pun dirimu
Tapi bukankah kita mampu saling melengkapi?
Bersamamu, aku mampu menjadi diriku sendiri
Aku tak perlu memakai topeng dan kau pun demikian
Kita merangkai mimpi yang sama. Aku bertumbuh bersamamu
Lima tahun bukanlah waktu yang lama,
tapi rasanya aku telah memiliki dunia ini seutuhnya karenamu
Aku bermimpi menemanimu di rumah kecil kita
Dengan view laut dan jejeran buku-buku di ruang keluarga
Mimpi itu akan kita bangun di bumi tak lama lagi
Ya…aku yakin pada dirimu

Melalui blog ini aku mengundang rekan-rekan sesama blogger untuk datang menghadiri resepsi pernikahan kami.
Dwiagustriani & M. Yusran Darmawan
31 Juli 2010
12.00-15.00 siang
Gedung serbaguna Albarakat
Jl.Sultan Alauddin no 242, Makassar

Datanglah, Jika tak datang aku menangis (Padang Bulan, Andrea Hirata, Hal 56)
Images

Pencuri Waktu

Ia dengan liciknya mencuri waktu beberapa jam dari waktu bumi. Ia mengambil kesempatan itu seperti tak pernah lagi akan mendapatkannya kembali. Jantungnya adalah serupa gempa bumi yang bergetar tak karuan. Tubuhnya bergetar. Ada hati yang meminta untuk bertemu. Bukan untuk apa-apa. Tapi hanya untuk menyembuhkan rindu yang memadat.

Medan gravitasi mereka tertarik. Sangat kuat. Sebuah kebohongan yang diakui dengan jujur “ aku sangat ingin bertemu”. Tak hanya ia tapi juga seseorang itu. Seseorang yang padanya rindu itu akan ditujukan. Padang hatinya telah bersemai dengan tanaman-tanaman kasih. Kuncupnya mulai mengembang. Ada rindu disana. Dan hanya tangan seseorang itu rindu itu akan dipanen. Disimpan dalam keranjang berwarna-warni. Dan disimpan dalam lemari hatinya.


Ini bukan yang pertama kalinya ia mencuri waktu. Ini adalah kali kesekian. Entah keberapa. Ia sudah sangat ahli mainkan peran ini. Peran yang mampu ia lakoni tanpa menghapal teks. Peran yang ia lakoni dengan full penghayatan. Karena ini adalah lakon hati.

Ia mengendap dalam diam. Menunggui dunia senyap dalam sunyi. Berdoa dalam bisikan lirih agar malam tak cepat berujung. Ada rindu yang siap dipanen di sini. Dan seseorang yang kan memanennya telah menunggunya diujung jembatan. Dibalik rimbunan semak dan bangunan tak terpakai. Ia menunggang naga disana. Sang pencuri waktu telah jatuh cinta pada sang penunggang naga. Dan bunga-bunga rindu itu akan segera dipetik.

Mereka bertemu. Tak ada patah kata yang keluar. Hanya peluk yang membahasa diantara mereka. Lama. Tak berjeda. Tak berspasi. Rindu itu tumpah disana. Diatas naga hitam yang siap mengangkasa.


“ Apa kabar?” Tanya sang penunggang naga
.
"Baik. Hanya saja merindukan seseorang” jawab sang pencuri waktu.

Seluruh bagian tubuhnya tahu bahwa ini adalah sebuah kesalahan. Pencuri waktu dan penunggang naga sangat memahami itu. Tak perlu ribuan ceramah kuliah yang perlu mereka dengar. Karena ia sangat paham tentang itu. Jika mencinta adalah sebuah kesalahan ia takkan memilih benar. JIka pun cinta tetap salah, ia akan tetap mencari pembenaran atas kesalahan ini.
Alam sadarnya paham bahwa cinta keduanya sangatlah mengideai. Hanya mampu menjejaki lantai langit tanpa benar-benar mampu mencumbui tanah bumi. Pencuri waktu sangat sadar bahwa waktu untuknya kian menipis. Ia harus segera pergi dan menyulam kisah dengan pencuri yang lain. Penunggang naga pun tak pernah bisa melewati batas pengandaian. Tak pernah benar-benar melafal doa untuk sebuah kemustahilan abadi.

Mereka sangat mengerti bahwa ada batas berdoa. Yaitu ketika kamu secara sadar paham meski berdoa sampai air mata mengering sekalipun Tuhan telah menjawab dengan kata “tidak” jauh sebelum kamu melafalkan doa itu. Karena itu pencuri waktu tak mengandalkan doa kali ini. Ia mengikuti kata hatinya. Mengikuti sebuah keinginan kuat yang membuat hatinya tak tentram. Ia perlu meredakan badai hurricane dalam jiwanya. Dan satu-satunya cara adalah mendatangi sang penyebab badai bermula.Tubuhnya mungkin melemah. Virus mencampuri hidupnya beberapa hari ini. Namun hati ini menderita sakit yang lebih parah. Sakit yang perlu terobati. Badai itu perlu diredakan. Agar bunga rindu mampu dipetik kuntumnya.


Waktu telah benar-benar dicuri olehnya. Mereka mengangkasa tanpa jejak ke langit. Menuju tempat dimana waktu bumi tak terikat olehnya. Medan gravitasi keduanya sangatlah kuat saling tarik menarik. Hanya sebuah tameng yang kuat yang mampu menghindari ledakan benar jika keduanya brsinggungan. Konsekuensi itu telah dipahaminya sejak dulu. Ia adalah tameng bagi dirinya sendiri. Pencuri waktu sadar bahwa hanya dengan kekuatannya semesta yang tak saling berdekatan itu mampu beriirsan tanpa terjadi sebuah guncangan amat dahsyat di kedua universe itu.


Sesekali ada guncangan hebat. Pencuri waktu pun menikmatinya. Adakala dimana sang penunggang naga hampis saja meledakkan keduanya. Namun tameng itu masihlah ampuh.

“Aku harus jadi tameng untuk ini. Karena jika tamengku rapun dan patah maka baju besi yang kau miliki pun takkan membuatmu kebal lagi. Dan semesta kita takkan sama lagi” tutur pencuri waktu.


Penunggang naga pun sangat paham akan ini. Ia mampu menghormati tiap putusan sang Pencuri waktu. Meski di langit yang tak terpetakan ini tetap masih ada aturan yang perlu ia hargai. Aturan-aturan yang dibawa oleh Pencuri waktu maupun aturan-aturan yang melekat secara personal pada dirinya.


Dan detak malam mengikuti detak jantung yang tak karuan menuju ujung waktu. Ada lapis-lapis cinta yang kembali terajut diantara mereka. Lapis yang lebih baru mungkin. Tapi mungkin juga menjadi lapis paling terakhir yang kan mereka rajut. Mereka tak pernah memedulikannya. Karena mereka telah mencuri waktu malam ini untuk bisa lebih bahagia.


“Izinkan aku menghormatimu seperti para perempuan-perempuan dari bangsaku menghormati pria” tutur sang pencuri waktu dan mencium tangan sang penunggang naga.


“Kau telah menempati satu ruang di hatiku. Menjadi bagian yang lebih khusus. Aku mengagumi siat dan karaktermu karena itu aku mencintaimu” kata sang penunggang naga.

“ Aku pun mencintaimu. Jika kau bertanya “Masihkah”?.Akan kujawab “Selalu”. Aku menitipimu bahagia. Jika kelak ada penunggang perempuan yang mencuri setengah hatimu aku rela memberikan tempatku. Biarlah ia menjadi nyatamu”tutur pencuri waktu.

Jalinan ini tak berujung. Dan kelak mereka akan tahu mengapa mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan cinta yang rumit dan begitu ajaib. Mereka hanya meyakini bahwa tak ada selamat tinggal di sini.


“Sampai Jumpa” kata penunggang naga sambil mengecup kening pencuri waktu.

Ya. Selamat pagi…. (*)

28/07/2010

(Mengantuk dan berusaha menyelesaikannya:)
Images

Melihat Bulan


Semalam aku melihat bulan
Aku melihat awan berarak tipis menutupinya
Aku berbaring di bawah kolong langit
Aku merasa sangat kaya
Semesta malam menjadi milikku
Aku menghitung bintang
Mencari yang paling terang
Tak ada batas teriotori di langit
Ia luas dan begitu bebas

Aku ingin mengajakmu kelak melihat bulan
Seperti peribiru dan kesatria putih yang menyenangi bulan
Aku tak ingin memilikinya langit berselimut bintang itu sendiri
Aku ingin membaginya bersamamu
Dan kita akan sangat kaya karena memiliki langit malam
Images

Beranda Mimpi


Kali ini dia tidak menangis. “Tak ada airmata yang akan keluar “batinnya. Ini adalah serupa upacara perpisahan yang kesekian kalinya dilakukannya. Upacara-upacara yang lalu selalu membuatnya menitikkan air mata. Perpisahan dan airmata seperti sekutu yang menjadikannya sosok yang terluka. Kali ini ia meyakinkan dirinya untuk tidak menangis.

Sore ini adalah sore terakhir. Malam ini adalah malam terakhir. Dan esok pagi ia akan memberikan sebuah penanda serupa gunting yang memutuskan benang.
Berjauhan dari sisi pria itu seperti terhempas ke dunia nyata dan terbakar oleh panas matahari.

Saat ini yang ia butuhkan adalah beranda mimpi-mimpi kecil yang selalu disinggahinya ketika ia berkhayal saat usia belasan. Beranda itu mewujud saat ia bersama pria itu. Pria yang serupa dengan gambaran lelaki yang selalu menungguinya di ujung jembatan ketika ia menghadapi banyak masalah.

Ketika dunia terasa menjauh dan kehilangan gravitasi. Lelaki itu menjadi altar ego yang menunggunya di tepian. Tersenyum dan melambaikan tangan “ Aku menunggumu di ujung sini. Jangan menyerah” katanya.
Saat dunia begitu terik dan jejaring social memaksanya untuk menatap masa depan, ia hanya ingin berada di sisi pria itu. Mencicipi manisnya sebuah mimpi. Membiarkan hati dan pikirannya tak menjejak di bumi realitas. Ia tenggelamkan semua nyata dalam danau mimpi. Ia bebas berlari. Bebas mencumbui dan merasakan cinta kanak-kanak yang semanis coklat.

Semua terasa manis di beranda itu. Pelukan rasa coklat. Ciuman yang semanis eskrim vanilla. Pernah dia mengucapkan selamat tinggal pada beranda itu, tapi cinta itu tak pernah benar-benar pergi. Ia kembali ke sana. Bermain dengan banyak rasa dan jutaan degup jantung. Bermain pengandaian, bermain kejujuran, dan bermain bola mata.
Ia telah beranjak dewasa kini.

Beranda itu tidak lagi cocok untuknya. Ia bukan lagi setengah peri yang mampu melintasi dunia khayal dan dunia mimpi. Sebentar lagi ia menjadi manusia utuh. Manusia yang harus terbangun saat matahari terbit kala pagi dan pulang ke rumah kala malam menjelang. Memintanya tidur agar besok ia tetap mampu menantang matahari.
Tak akan ada lagi malam-malam yang penuh bintang. Penuh cerita dan tawa yang membisik.

Tak akan ada lagi cerita-cerita romantis yang dituturkan karena sudah saatnya ia menuliskan kisahnya sendiri. Karena itu, ia akan menikmati negeri mimpinya sekali lagi. Ia akan menyerap semua cinta yang ia rasakan. Mungkin ia akan melakukan penyerahan yang sempurna. Menyerah atas nama cinta. Meneteskan setitik darahnya sebagai persembahan kepada cinta. Cintanya pada beranda mimpi-mimpi itu.
Ia berusaha bertahan. Berusaha memilah sisi realis dan surealis dalam dirinya. Ia telah mampu membedakannya kini. Ia telah memilih bahwa hidup adalah sebuah kenyataan yang tak serupa dunia mimpi.

Karena itu ia ingin sekali lagi ke beranda mimpi itu. Sekali lagi sebagai salam perpisahan. Menikmati rasa manis dalam dunia surealis itu. Ia ingin bertemu dengan pria itu sekali lagi. Ia ingin mengucapkan selamat tinggal dengan indah. Sebuah perjalanan ke dunia mimpi yang butuh pengorbanan yang begitu besar. Ia sangat paham konsekuensinya. Ia tahu bahwa ini bukanlah sebuah pembenaran. Tapi sekali lagi ia meminta satu kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan tersenyum.
Ia hanya ingin berkata pada pria itu “aku mencintaimu”.

Ia sadar bahwa ini benar-benar saat terakhir yang tak pernah akan kembali lagi. “Mintalah satu hal. Dan aku akan memenuhinya untukmu”. Sesuatu yang mungkin takkan pernah kau lupakan kelak.
Ia ingin mengunci tiap kenangannya. Tiap kenangannya bersama pangeran dalam mimpinya. Ia sejatinya adalah nyata,karena itu ia yakin pria itu mampu merasakan hadirnya.

“Matamu pernah menyimpan gambaran semua wajahku. Aku ingin kamu tetap mengingatnya. Maka ia kukunci dalam sebuah kecupan”


“ Hidungmu selalu menciumi aroma tubuhku. Kau menyukai parfum yang aku pakai. Aku mengunci aroma tubuhku uga dengan satu ciuman”


“ Telingamu. Selalu ada mendengarkan tiap ceritaku. Tiap lelucon aneh yang kubuat. Dan juga tentang tiga kata yang akhirnya aku bisikkan padanya. Aku menutupnya dengan sebuah kecupan sayang. Kata itu akan selalu kau dengar”

“Dan bibir itu. Bibir yang selalu memberiku kecupan sayang saat aku tertidur. Dan selalu berucap selamat pagi saat aku terbangun. Biar kukunci ia dengan bibirku”


“ Tubuhmu menyimpan hangat untuk memelukku. Pelukan rasa coklat yang selalu terasa manis. Aku ingin menyimpan sebagian hangatmu. Maka peluklah aku”

“Jemarimu. Jemari yang selalu bertaut dengan jemariku. Yang selalu menyentuhku dengan lembut dan halus. Biar kugenggam ia. Biar kurasakan labirin sidik jarimu agar ia juga menyatu dengan libirin sidik jariku”

Ia meminta satu hal. “kelak jika aku rindu, masih bisakah aku mengirimimu pesan “Aku merindukanmu?”…

(24.07.2010- Lagi melo dan belajar membuat cerita perpisahan:)
Images

.......................

Tak ada cerita pagi ini. Aku telah lelah melukis sedih.
Images

Kala Pagi

Aku mengutuki pagi ini. Tapi kau datang dengan begitu menyenangkan. Menemaniku sarapan dan mendengar cerita-cerita konyolku. Entah kapan terakhir kita melakukannya. Sudah lama skali rasanya bercerita di pagi hari bersamamu.

Ssstttt....hanya padamu kuceritakan tentang pria-pria itu. Simpan cerita mereka di benakmu. Nanti aku akan memintamu kembali mengingatnya ketika kita kembali lagi bercerita di pagi hari.

Terima kasih...(*)
Images

Menanam Rindu

Kutanam rindu di ladang bernama hati
Aku mengubur benihnya dengan hati-hati
Kusirami ia dengan air mata penuh arti
Namun kuncupnya tak mekar karena ladang berair
Semalam hujan berderai dengan merintih
Images

LOTR : The Return Of The King, Awesome!!!!!


Akhirnya aku menuntaskan film terakhir Lord of the Ring “The Return of the King”. Film yang dibuat tahun 2003 ini benar-benar membuatku speechless. Sebuah perjalanan panjang untuk menonton Seri Film Lord of The Rings (LOTR). Aku harus rela tak melihat sejam terakhir di film pertama karena DVD rusak. Rela untuk menontonnya dengan text bahasa Inggris. Membuatku secara terpaksa berusaha memahami dialog-dialognya. Tapi tak ada kesia-siaan menonton Film LOTR ini. Aku menemukan sebuah kepuasan menonton. Dari ketiga seri LOTR, The Return of The King adalah film paling dahsyat dan paling keren di banding Tehe Fellowship of The Ring dan The Two Towers. Di seri ketiga ini melanjutkan cerita Frodo dan para Fellowship of The ring menuju Mount Doom, Mordor untuk menghancurkan cincin yang memilikii kekuatan yang maha dahsyat dan mampu menghancurkan dunia.

Perjalanan para Fellowship of the ring ini telah terpisah sejak di akhir film pertama. Di film kedua dan ketiga Frodo Baggins melakukan perjalanannya sendiri ke Mount Doom bersama teman Hobbitnya Samwise. Sedangkan rekannya lain melanjutkan petualangan yang berbeda namun tetap tujuan untuk menghancurkan cincin tersebut di Mount Doom.


Sebuah seri terakhir dari sebuah kisah memang menjadi seri yang paling dahsyat dan juga seri yang paling membuat para penonton sedih. Seri terakhir selalu memberikan klimaks paling keren dan sebuah ending yang mengharukan mengingat ini adalah sebuah akhir yang benar-benar akhir dari sebuah kisah.


The Return Of The King telah berhasil menghadirkan itu. Baik dari segi cerita maupun dari segi visual. Adegan peperangan dikemas dengan sangat keren. Tak lupa pula dengan sajian-sajian pemandangan yang sangat cantik di New Zeland.
Cowok-cowok tampan nan perkasa pun memanjakan mataku. Meski disatu sisi aku juga agak jijik dengan monster-monster dan troll yang menyeramkan.

Tapi kehadiran Aragorn, Legolas, Faramir sepertinya cukup menyeimbangi layar monitorku dengan ribuan wajah-wajah seram para monster-monster. Tapi pada akhirnya aku harus memilih cowok yang kunilai keren di film ini. Mereka adalah empat hobbit lucu yang selalu ceria. Frodo, Sam, Merry, Pippin. Tak lupa untuk Arwen yang telah menjadi visualisasi peribiruku. Tapi mungkin untuk peribiru karakternya adalah setengah Arwen setengah Eowyn.


Cukup pantas LOTR The Return of the King mendapatkan Oscar sebagai film terbaik di zamannya. Menjadikan dia satu-satunya film fantasi dalam sejarah yang memenangkan penghargaan ini (wikipedia). KEREN!!!!!(*).
Images

Hidup Ini Ajaib!!!!


Kali ini aku benar-benar yakin bahwa tak ada yang kebetulan. Segala hal di bumi ini adalah sebuah jaring-jaring raksasa yang saling terkait. Hidup ini adalah keterhubungan yang keren melebihi jejaring social di dunia maya. Segala hal yang mungkin pernah secara lucu diucapkan diwaktu lalu bias menjadi sebuah kenyataan yang begitu keren. Semesta menyimpan semua rahasia. Tuhan Maha Tahu tapi Dia menunggu.

Teori dunia kecil berlaku di sini. Tiap kita hanya berjarak 6 derajat. Hanya berjarak 6 orang. Aku tertaut denganmu dengan cara yang tak biasa. Mungkin sebagian dari kita yang menyadarinya, tapi ketika kau benar-benar mampu melihat benang tak kasat itu, kau akan bersepakat denganku bahwa Hidup ini ajaib adanya.


Tak ada kebetulan aku bertemu denganmu di waktu lalu. Karena kelak aku akan kembali bertemu denganmu lagi. Bukan sebuah kebetulan aku mencintaimu karena kelak cinta itu menautkan kita dalam jejaring yang lain.


Aku, kamu , dan dia adalah sebuah tautan paling keren. Jika dalam film Knight and Days Someday didefinisikan sebagai sebuah kata lain dari never. Bagiku, kelak adalah sesuatu yang akan kita hadapi nanti. Sesuatu yang akan indah pada waktunya.


Aku telah berpisah pada masa lalu. Kau pun demikian. Kelak,semua akan indah pada waktunya. Kita akan bertemu sebagai seorang kawan lama yang akan berpelukan hangat. Saling berbagi cerita dan tertawa bersama. Dan bersepakat pada kalimat “Hidup ini ajaib dan Tuhan Maha keren”!!!!!!


Sebuah keajaiban bisa mengenal kalian, kawan!!!!


(Setelah berbagi cerita ajaib, di hari ajaib,dengan teman yang ajaib)
Images

Pingit

Aku meninggalkan sebuah tradisi. Tradisi yang perlu dijalani mempelai pengantin untuk memulai hidup barunya. Tradisi yang mungkin aku umpamakan seperti sebuah proses mengandung seorang janin dalam kurun waktu tertentu untuk mempersiapkannya menjadi seorang manusia.

Pingitan. Tradisi mengkarantinakan mempelai pengantin (biasanya perempuan) sebulan sebelum pernikahan. Tradisi ini dilakukan untuk menjaga mempelai. Agar tidak terjadi apapun terhadapnya hingga hari pernikahan. Dalam prosesi ini calon pengantin hendaknya banyak melakukan dzikir dan berdoa kepada Tuhan. Selain itu prosesi ini juga agar calon pengantin sehat dan tidak terserang penyakit. Melakukan perawatan tubuh dan kulit. Dan juga untuk menjaga agar calon mempelai tidak melarikan diri (Runaway Bride kale!!!).

Bagaimana prosesi pingitan ini menjadi tradisi sebelum acara pernikahan tak pernah aku tahu sebab muasalnya. Hanya saja ketika aku masih beraktivitas diluar. Masih sibuk bertemu dengan banyak teman-teman di dua minggu sebelum hari pernikahanku semua berkata “apa yang kau lakukan disini?”. Hahahahaha…..

Aku seperti menjadi Rebel Bride. Atau lebih cocoknya Super Bride. Baru kali ini aku begitu sibuk untuk mengurus acaraku sendiri. Padahal sejujurnya aku paling malas melakukan aktivitas yang mengharuskan bertemu orang. Bergerak kiri kanan. Dan tibalah aku di titik ini. Menjadi superwoman untuk acara nikahanku.

Kartu undangan yang harus aku ambil sendiri. Begitu berat meski hanya berisi 500 lembar. Yang aku angkutan menggunakan angkot. Aku bisa melihat kilatan kasihan pada wajah pegawai percetakan saat dia kebingungan mencari orang yang mengantarku mengambil undangan. Yang harus aku jelaskan “Aku sendiri pak” kataku sambil tertawa kecil. Entah tawa itu aku tujukan untuk bapak itu atau aku mentertawakan diriku sendiri.

Belum sampai disitu. Catering, pengantaran undangan, dan mungkin juga pengurusan pencatatan nikah akan aku urus sendiri. Aku harus menyebut diri hebat mungkin , sebagai upaya untuk menyemangati diri. Proses ini mungkin aku definisikan sebagai proses pingitan. Aku memaknai proses ini sebagai sebuah pendewasaan. Baru kali ini benar-benar aku harus menghadapi sesuatu yang tak ingin kusebut sebagai masalah secara face to face. Jika dulunya aku memilih meninggalkan sesuatu yang begitu rumit bagiku, kali ini aku benar-benar harus mengurai kerumitannya. Seperti mengurai benang kusut yang sangat kacau.

Ada saat dimana ketika kesabaranku sudah habis ingin kuhancurkan saja benang itu. Menguntingnya dengan sadis dan mencampakkannya. Tapi kali ini kesabaranku haruslah unlimited. Benangnya harus benar-benar tak terputus. Benangnya harus terurai dengan baik. Dan ini benar-benar tentang soal kesabaran.

Mungkin telah banyak sedih dan airmata yang aku tumpahkan diatasnya agar benang itu terurai dengan sempurna. Sampai saat ini aku masih berusaha mengurainya. Mencoba bertahan dengan kekuatanku sendiri ternyata tak mampu aku lakukan. Beruntungnya aku memiliki banyak kawan-kawan yang selalu mampumengurangi rasa sedih. Memberikan banyak tawa dan membantuku menikmati proses ini.

Jika pingitan adalah proses mempersiapkan diri mempelai untuk memasuki sebuah dunia bernama rumah tangga, maka proses inilah yang aku sebut sebagai pingitan. Aku bertemu banyak orang yang memberiku pandangan-pandangan bagaimana sebuah pernikahan itu. Tak selalu indah. Tapi tak juga menakutkan. Pastinya akan banyak masalah. Kadang aku takut menghadapinya. Kadang aku kembali mempertanyakan diriku “siapkah aku?”.

I’m still 23 years old. Masih muda. Masih mampu merasakan manisnya hidup sebagai manusia bebas. Masih mampu bermain-main dengan banyak tantangan dan berlari menjangkau dunia. Memilih menikah muda mungkin aneh bagi sebagian orang. Tapi ini adalah pilihanku. Aku akanlah tetap muda. Tetap mampu menjangkau dunia. Pilihan menikah adalah sebuah pilihan yang menantang diriku untuk menjadi lebih dewasa. Menikah itu Ibadah. Dan Tuhan akan selalu memudahkan jalan bagi orang-orang yang beribadah.

Jika pingitan membuat kulit calon mempelai selembut sutra. Menjaga kecerahannya agar ketika di makara pengantin ia terlihat cantik, maka biarlah “pingitan” ini membuat kulitku kecoklatan. Biarlah aku matang secara batin. Pada akhirnya aura itu terpancar dari jiwa. Aku mempersiapkan diriku untuk itu. Mohon doanya.(*)
Images

CintaMu


Aku merindukanMu. Aku merasakan sebuah kesendirian. Ada lubang di hatiku. Kau mencerabutnya dengan paksa. Tapi...tunggu dulu. Aku mungkin yang mencerabutnya dengan paksa. Aku yang meninggalkanMu. Aku yang kadang lupa bahwa Engkaulah Sang Sempurna itu. Aku yang tak sadar bahwa sakit ini, bahagia ini dan jutaan emosi adalah milikMu. Kau tak pernah bermain dadu di sini. Bahkan dalam mikrokosmis jiwaku sekalipun. Aku merindukanMu.

Telah lama rasanya aku tak benar-benar menjumpaiMu. Aku kehilangan pegangan. Aku ketakutan. Cinta yang kumiliki adalah cinta fana yang tak kekal. Dan cintaMu adalah sebuah kekekalan yang abadi. Cinta yang kuyakini menjadi sumber segala kebahagiaan. CintaMu tak pernah memberi rasa sedih. Tak memiliki gravitasi untuk menarik air mataku turun dalam ketersakitan. CintaMu adalah serupa roh suci yang selalu mampu menjadi cahaya pembimbing ketika aku tak tahu lagi entah kemana.


Cinta membuatku tak menjejak bumi. Cinta membunuhku perlahan. Aku tak tahu lagi hendak kemana. PintuMu adalah pintu terakhir yang selalu menjadi tempatku mengetuk. Tempatku berlari setelah tembok keangkuhanku yang fana runtuh. Ketika aku tersadar bahwa hanya Kaulah kupu-kupu harapan itu.


Ketika lelah aku mencari pembenaran atas sebuah kesalahan, ketika aku lelah segala kemungkinan mustahil untuk menjadikannya benar. Aku hanya berlari padaMu. Bukankah aku sangat egois? Ya, maafkan aku. Maafkan aku.


Kau mencintaiku dalam kesejatian. Cinta yang berusaha aku pahami dalam ketaksempurnaanku. Bahkan ketika aku menghabiskan ribuan tahun untuk mencintaiMu seperti Kau mencintaiku,cinta yang kumiliki hanyalah sebesar biji Zahra.Tak mampu melingkupi cintaMu yang seluas semesta.
PadaMu aku harus menundukkan hati.

PadaMu aku membawa hati ini untuk terobati. Aku hanyalah sebuah ketaksempurnaan utuh yang menjejak di tanahMu dengan begitu sombong. Kaulah pemiliki hati ini. Tiba saatnya aku harus mengembalikannya kelak kepadaMu. Bersama jiwa yang rapuh ini. Bimbing aku menuju jalan cahayaMu.Amin (*)
Images

Tak Ada Topik

Hanya sekedar menulis aneh saja disini
Tak ada niat membuat tulisan bagus
Habis tintaku untuk menuliskan namamu di langit
Sudah saatnya mencintai diri seperti si Narcissus
Images

"But For Now"


Sure I know you'd like to have me
Talk about my future
And a million words or so to fill you in about my past
Have I sisters or a brother
When's my birthday how's my mother
Well my dear in time I'll answer all those things you ask

But for now I'll just say I love you
Nothing more seems important somehow
And tomorrow can wait come whatever
Let me love you forever but right now
Right now

Some fine day when we go walking
We'll take time for idle talking
Sharing every feeling as we watch each other smile
I'll hold your hand you'll hold my hand
We'll say things we never had planned
Then we'll get to know each other in a little while

But for now let me say I love you
Later on there'll be time for so much more
But for now meaning now and forever
Let me kiss you my darling then once more
Once more

But for now let me say I love you
Later on I must know much more of you
But for now here and now how I love you
As you are in my arms I love you
I love you
I love you
Images

Moment To Remember

Biar kusimpan semua tentangmu di sini. Kenanganmu tentang jari yang tak pernah diam. Tentang telunjuk patah yang kupaksakan untuk tertekuk dan kau mengerang kesakitan akan itu. Tentang gembok kecil yang kamu bor. Tentang jutaan sengat listrik yang timbul saat indera kita saling bertaut. Tentang tiga seri film yang kita (rencanakan) nonton bersama. Tentang pelukan hangat dan ciuman sayang yang sangat jujur. Tentang bunyi jantung satu-satu yang berdetak. Merdu.

Aku mempertanyakan bagaimana sebuah rasa sayang mampu menggumpal dengan sangat padatnya di hatimu? Aku menyimpannya diam-diam. Aku mencari sejuta jawaban yang mampu membuatku menjawab pertanyaan itu. Aku tak ingin menanyakannya padamu. Aku takut ekspektasiku terlalu tinggi akanmu. Aku takut aku terlalu tinggi bermimpi dan kemudian jawabanmu menjadi semacam medan magnet raksasa yang menghempaskanku ke tanah.

Aku masih menyimpan rasa penasaran untuk jawaban dari pertanyaan itu. Aku menanyakannya padamu. Kamu menjawab “ karena sepertinya ada bunyi “CLIK” diantara kita. Aku menyukai cara kamu menyukaiku. Kamu mengungkapkan rasamu dengan cara berbeda. Dan aku tersanjung akan itu”.

Biar kuingat lagi kapan pertama kali kita terkoneksi. Aku tak menemukan starting point yang jelas. Semua tiba-tiba mengalir apa adanya. Jejaring teknologi membuat kita membuka ruang-ruang hati. Saling berbagi rasa dan saling bermain kata. Kita berbagi cerita. Tak hanya senang tapi juga sedih. Kita saling menguatkan. Selalu ada saat aku butuh. Terlalu egois mungkin untukku karena aku jarang ada untukmu. Mungkin karena itu aku menyayangimu.

Perempuan. Selalu menyenangi hal –hal yang membuat dirinya special. Dan kamu sangat paham bagaimana membuat perempuan sangat special. Jika ada pelajaran tentang itu di sekolah, aku yakin dirimu mendapatkan angka paling fantastis di kelas. Ah, kamu lebih cocoknya menjadi professor untuk itu.

Masihkah kau menyimpan percakapan bodoh tengah malam itu? Aku masih menyimpannya. Memenuhi kotak masukku. Kadang ketika aku merindukanmu aku selalu membacanya kembali. Seperti menyedotku ke malam-malam yang membuat jantungku berdetak seperti telah meminum bercangkir cangkir kopi. Diatas kecepatan normal. Gregetannya masih terasa. Masih membuatku gemes. Kemarin aku membukanya kembali. Dan kutemukan banyak sekali hal yangmenjadi nyata. Percakapan-percakapan itu secara ajaib terjadi. Apakah kita mensettingnya? Entah, aku tak pernah mau menebaknya. Aku sudah cukup bahagia akan itu. Aku tak perlu lagi memilahnya apakah ini hanyalah kebetulan atau hal lain. Tapi yakinlah tak ada kebetulan di dunia ini.Kau memberiku hatimu.Itu sudah cukup.Aku tak ingin mengambil jantungmu. Agar kelak jika aku bersandar di dadamu lagi aku masih mendengar detak memburu yang sama.

46800. Sebuah jejeran angka yang sangat menyenangkan untukku. Seperti ritualmu ketika kau telah mengantarku pulang. “bagaian mana yang paling kau sukai”tanyamu. Beberapa waktu lalu kita selalu berbeda dalam memberi jawaban. Tapi hari ini special. Kita memberikan jawaban yang sama. Sesuatu yang selalu aku harapkan. Sebuah kesamaan. Dan kali ini kita berspakat pada angka itu. Pada detik itu. Bukanlah hidup ini sangat keren?

Aku akan memasukkan angka itu dalam extreme list-ku. Dan sepertinya angka itu akan berubah lagi. Aku tak sabar mengubahnya. Ketemukan kalimat keren pagi ini untuk diriku sendiri. Dan kubagi untukmu “Bukankah adakalanya, menyerahkan diri pada godaan dan memelihara rahasia, menjadi bagian indahnya menjalani hidup ini? (Padang Bulan, Hal 29). Telah kulepaskan segala nilai yang melekat. Aku sangat berharap kamu melihatku seperti ini saja. Inidividu manusia. Bukan manusia sosialita yang terikat oleh banyak aturan dan peran.

Tangan ini tertaut erat dengan jemarimu. Berharap ia tetap di sana. Mengalirkan rasa hangat. Memainkan jari-jari kecilku. Tapi Bulan dan bintang telah terganti oleh matahari. Malam telah menjadi siang. Baru kali ini aku tak menginginkan matahari bersinar. Aku ingin malam tetap muda. Dan tak beranjak menuju terang. Tapi aku dan kamu tak bisa membengkokkan waktu. Kita tak memiliki belati pasir waktu. Kita bukan dewa Morpheus atau penguasa Titan yang mampu memperlambat waktu. Kita hanyalah manusia yang masih bebas yang berusaha memaknai waktu. Jika ada kenangan yang perlu selalu diingat, maka ini adalah salah satunya bagiku. Aku berharap juga bagimu.(*)

Kost, 13 Juli 2010 09.50 am
(Terinspirasi dari seorang kawan dan ketika tak menyukai matahari)
Images

Buat Blogger : Mohon Panduan Awardnya

Aku dapat Award dari sesama blogger.
Tapi dasar aku yang gatek ngeblog.
Cuma taunya posting tulisan saja maka aku tak tahu gimana caranya.
Katanya sisa di copy paste aja.
Tapi aku masih belum tahu untungnya gimana.
Mohon bimbingannya kawan-kawan.....
Images

Waka Waka Song

Theme song lagu piala dunia kali ini tak terlalu mendapat perhatianku. Lagu yang didendangkan Shakira ini mungkin lagu yang paling sering aku dengar dalam sebulan ini. Namun tak sedikit pun aku tertarik untuk melihat video dan mencari liriknya. Tapi karena berhubung Piala dunia 2014 sudah berakhir sepertinya aku perlu member atensi terhadap video dan liriknya. Makanya aku posting Lirik lagunya di sini. Jika kelak Indonesia menjadi Tuan rumah Piala Dunia lagu theme songnya berbahasa apa ya?? Trus ciri Indonesia apa yang bakal diangkat. Hummm…...

Waka-Waka

You're a good soldier
Choosing your battles
Pick yourself up
And dust yourself off
And back in the saddle

You're on the frontline
Everyone's watching
You know it's serious
We're getting closer
This isnt over

The pressure is on
You feel it
But you've got it all
Believe it

When you fall get up
Oh oh...
And if you fall get up
Oh oh...

Tsamina mina
Zangalewa
Cuz this is Africa

Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh

Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
This time for Africa

Listen to your god

This is our motto
Your time to shine
Dont wait in line
Y vamos por Todo

People are raising
Their Expectations
Go on and feed them
This is your moment
No hesitations

Today's your day
I feel it
You paved the way
Believe it

If you get down
Get up Oh oh...
When you get down
Get up eh eh...

Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
This time for Africa

Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh

Tsamina mina zangalewa
Anawa aa

Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa
Images

Well Done,Spain!!!!


Saya tak mengikuti dengan seksama piala dunia 2010 ini. Sama juga dengan piala dunia tahun 1998, 2002, hingga 2006 lalu. Tapi mungkin piala dunia kali ini yang lumayan mendapat perhatian dariku. Secara tidak ikut memeriahkan padahal orang-orang disekelilingmu menjadikan itu sebagai topic pembicaraan.

Dini hari tadi adalah pertandingan terakhir dari semua pertandingan Piala dunia. Dengan Spanyol jawaranya. Patut diacungkan Jempol memang. Pada akhirnya yang berada di Laga pamungkas adalah tim terbaik yang mampu menundukkan semua lawan-lawannya.

Sedikit kecewa juga karena sesungguhnya aku mendukung Belanda. Tapi tak masalah denganku. Aku bukanlah bola fanatik. Tak pula ikut arena taruhan yang mampu membuatmu kaya seketika atau sebaliknya. Aku hanyalah turut memeriahkan Piala Dunia ini.Sekali lagi Selamat Buat Spanyol.Our New Champions!!!!!

Ps :Semoga piala dunia tahun 2014 dapat aku tonton di negara yang ikut piala dunia. Sehingga aku bisa lebih fokus mendukungnya. Amin...
Images

Lintasan Pikiranku Hari Ini

Hari ini banyak hal yang mencuat dibenakku. Butuh menuliskan banyak-banyak cerita dengan kata-kata yang panjang. Tapi akhir-akhir ini susah mencari waktu untuk diri sendiri. Aku betul-betul ditempa menjadi perempuan. Aku membayangkan diriku bisa bertahan hidup jika mampu mencapai usia 24 tahun.

  1. Seandainya tak resign dari kantor aku masih bisa menjalani rutinitas kerja tanpa perlu berpanas-panas dan sibuk mengurus pernikahan. (Tapi senang juga bisa memutuskan untuk berhenti)
  2. Terlalu lelah. I think i should put my brain in a freezer.
  3. Ada cowok gagah di pete-pete. Sayang ia bersama pacarnya :(
  4. Aku merasa sangat sendirian. Tapi aku harus bertahan. Meski sendiri.
  5. Tak ada yang bisa membuatku jatuh dan menangis. Aku harus mampu bertahan.
  6. Ketika sisi Introvertku sangat menguasaiku, hidup begitu berat dijalani jika aku harus memainkan peran pada sisi Ekstrovertku.
  7. Banyak hal kecil yang mampu membuatku sedih. Tapi hidup ini membuatku harus bertahan.
  8. I have no idea anymore......
Images

Greatest Match : Belanda vs Spanyol

Sebuah laga paling ditunggu di Piala Dunia 2010. Laga final .Dengan dua tim yang tak pernah menggondol piala dunia pulang ke Negara. Belanda dan Spanyol. Laga ini pastinya akan sangat seru. Dua tim yang salah satunya akan menjadi New Champion di Piala dunia. Laga yang pasti akan membuat orang berani bertaruh banyak untuk para jagoannya.

Siapa yang aku jagokan? Aku tak pernah memiliki tim unggulan dan kemudian maniak dengan tim tersebut. Namun satu hal yang membuatku sangatmenunggu laga final piala dunia 2010 kali ini. Sebuah tulisan dari penulis muda Indonesia yang bernama E.S .Ito.Ia menuturkan sebuah ramalan dalam tulisannya “Meramal Piala Dunia Dari Tragedi Nusantara “(http://itonesia.com/meramal-piala-dunia-lewat-tragedi-nusantara/).
ES Ito memberikan prediksi tentang Negara-negara yang pernah menjajah Nusantara yang sedang berlaga di Piala Dunia. Dia memprediksi Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Perancis dan Jepang yang pernah menjajah Indonesia.

Prediksi yang dituliskan ES Ito berdasarkan lamanya negara tersebut menjajah Indonesia. Urutan prediksi yang tersingkir berturut-turut adalah Perancis, Jepang, Inggris, Spanyol, dan Portugal. Dan yang paling lama bertahan adalah Belanda.
Namun Prediksi ES. Ito meleset denga menyangka Portugal masih bisa lebih bertahan lama dari Spanyol.Karena ternyata Spanyol berhasil sampai di final dan menunggu Belanda untuk merebut Piala Dunia. Gara-gara tulisan ini aku pun kemudian begitu antusias mengikuti Laga Semifinal Piala Dunia.

Sesuai prediksi Belanda bertahan lama di Final. Tapi siapakah dari penjajah Nusantara yang membawa pulang Trofi Kebanggaan itu. Kali ini aku mendukung Belanda. Ada beberapa pemain yang berdarah Ambon. Jika Indonesia belum mampu berlaga di Piala Dunia, biarlah dulu darah yang mengalir di nadi pemain Belanda itu yang mewakili. Let’s Finish The Game.(*)
Images

Matador Versus Panzer

Aku bukanlah penggemar sepak bola maniak. Pengetahuan sepakbolaku sangatlah rendah. Jangan tanyakan padaku tentang nama para bintang lapangan itu. Jangan tanyakan padaku di club mana mereka main. Jangan tanyakan padaku berapa kali Negara mereka menang piala dunia. Jangan tanyakan padaku di group apa mereka. Dan jangan tanyakan padaku bagaimana piala dunia dari tahun ke tahun. Tanyalah pada om Google. Dia lebih tahu tentang itu.

Tapi seperti yang banyak orang bilang, ketika ajang piala dunia berlangsung maka mayoritas penduduk dunia kemudian begitu peduli, sangat penasaran, dan turut larut dalam gegap gempitanya. Dan itulah yang terjadi padaku. Piala dunia adalah ajang dimana aku mendadak menjadi cewek yang peduli dengan olahraga. Cewek yang memiliki nilai lebih untuk disukai para pria penggemar sepakbola. Hahahahaha, padahal sesungguhnya aku hanyalah penikmat dan manusia urban yang mengikuti trend.


Aku tak punya negara yang aku jagokan. Tak punya pemain yang aku tunggu laga dan wajahnya di layar televisi. Aku tak menunggu mereka mencetak gol dan menjadi Man of the Match. Aku tak menyukai babak penyisihan group. Yang menarik bagiku hanyalah pada babak 16 besar dan seterusnya. Menjagokan salah satu tim per pertandingan. Tak pernah berani bertaruh untuk Negara yang aku jagokan. Jika sudah sampai pada semifinal barulah aku menentukan siapa yang aku jagokan untuk mengangkat trofi kemenangan. Itu tak hanya terjadi pada piala dunia saja sebenarnya, tapi juga pada liga Champions atau Piala Euro. Makanya aku tak terlalu berminat pada pertandingan liga seperti liga Inggris atau Serie A Liga Italia. Karena system yang berlalu adalah system penghitungan point.


Menurut seorang kawan aku menikmati drama yang terjadi saat semifinal dan final. Aku menganggapnya seperti sebuah tiket one way untuk tim yang aku jagokan. Ketika ia kalah ia tak lagi ikut bertanding dan harus pulang ke rumah. Kemenangan dan kekalahan yang dirasakan bagiku yang hanyalah seorang supporter biasa cukup member I efek menghibur buatku.

Dini hari tadi aku menyaksikan laga Spanyol vs Jerman bersama Mubarak, teman kampusku dan teman-temannya. (Aku mengaku sebagai pacarnya di depan teman-temannya).Di Piala Dunia 2010 baru kali ini aku menyaksikan pertandingan Spanyol. Sedangkan Jerman telah aku saksikan dua kali. Saat menyisihkan Inggris di perdelapan final. Dan saat menyisihkan Argentina diperempat final. Di laga Jerman vs Inggris aku menjagokan Jerman. Dan ia berhasil menyingkirkan Inggris, menang dengan skor 4-1. Sedangkan saat bertanding melawan Argentina, aku mendukung tim Argentina. Dan Jerman berhasil menang dengan 4-0 terhadap tim yang diasuh Maradona ini.

Pada laga dini hari tadi aku mendukung Spanyol. Aku tak pernah mengikuti laga Spanyol sebelumnya. Dan aku baru mengetahui sepakbola indah itu seperti apa. Spanyol bermain sangat keren. Mereka menguasai permainan. Bola selalu dikuasai oleh Spanyol. Pada babak pertama aku melihat tempo yang permainan Spanyol yang mungkin sedikit lambat. Sering mendekati gawang lawan dengan bola namun terlalu lama untuk melakukan tembakan gol. Sehingga meberi kesempatan kepada para pemain Jerman untuk mampu membentengi gawangnya. Sedangkan Jerman jika menguasai bola selalu melakukan upaya serangan untuk menciptakan gol.


Dari penglihatan mata awamku Spanyol bermain sangat tenang. Tak terburu-buru dan tetap pada ritmenya meski sering mendapat tekanan. Tak seperti Argentina yang kemudian begitu ofensif mau mencetak gol sehingga taktik yang dipakai jadi amburadul. Di babak kedua, geliat sang matador mulai Nampak sangar. Apalagi setelah Fernando Torres masuk menggantikan David Filla. Seperti sebuah energy baru untuk Spanyol. Spanyol pun melakukan serangan-serangan untuk mencetak gol. Namun banyak pula yang gagal. Mungkin juga selalu ada factor X . Berlakunya “LUCK” juga merupakan penentu sebuah pertandinga. Bisa jadi seperti itu. Mungkin belum di menit-menit awal pertandingan babak kedua Spanyol mencetak gol.Dimenit ke 73, Cales Puyol mencetak gol dari sundulan kepalanya. Seketika kafe Ogie gemuruh dengan teriakan pendukung Spanyol. Mereka yang sudah menggunakan baju Spanyol namun masih tertutup Jaket serta merta membuka jaketnya dan menciumi bajunya.


Di 15 menit terakhir ini Jerman berusaha untuk menyamakan kedudukan. Tapi pertahanan Spanyol sangat kuat. Mereka selalu mampu menjaga gawang mereka agar tak kebobolan. Aku seperti melihat 11 orang matador yang mempermainkan muleta merah yang berusaha menangani panzer-panzer Jerman. Seperti filosofi seoroang matador, mengalahkan seekor banteng dengan perasaan dan bukan dengan kekerasan. Inilah yang dilakukan para pemain Spanyol.Dengan muleta merah di badan sebagai tanda keberanian La furia Roja akhirnya mampu menjinakkan Panzer Jerman.Sebuah kemenangan yang mengantarkan mereka ke sebuah kesempatan untuk mencium dan membawa pulang trofi piala dunia. (*)
Images

Lipstick

Kemarin ke kampus. Ketemu teman-teman kampus. Beragam tanggapannya. Wuih gemukan ya. Tapi satu tanggapan dari ibu kantin, kok keliahatan hitam ya? Waduh. Kok aku juga merasa sama ya. Mungkin karena tak lagi berada diruangan berAC delapan jam sehari. Lima hari seminggu. Lebih sering jalan-jalan di bawah sinar matahari Makassar yang panas.

Akhir-akhir ini make up dan dandan adalah barang yang mulai jarang aku sentuh. Berasa kembali pada jaman kuliah. Menjadi perempuan yang tak lagi memperhatikan penampilan. Hihihihi. Namun kemarin entah tiba-tiba saja mengambil make up kit ku. Melentikkan bulu mataku dengan mascara. Menyapukan eye shadow. Blush on di pipi. Dan tak lupa lipstick.

Lama tak memakai lipstick dari make up kit yang diberikan kantor dulu tiba-tba saja aku merasakan alergi di pinggir bibir atasku. Rasanya gatal dan menebal. Aduh iritasi. Ternyata lipstick itu tak cocok buatku. Pantas sebulan sebelum resign dengan pemakaian lipstick tiap hari bibirku sempat alergi. Awal mulanya aku pikir karena aku tidak memakai lipbalm yang sudah abis. Mungkin sudah ketergantungan. Ternyata pas pakai lagi belum berubah. Karena sudah resign jadinya lipsticknya sudah nda dipakai lagi. Ternyata pas kemarin pakai lagi,terbongkarlah sudah sebab muasalnya.

Lipstick merek Revlon membuat bibirku alergi. Lipstick Maybeline bikin bibir kering dan pecah-pecah. Lantas cocoknya lipsticknya merek apa. Yang bermerek sudah tidak cocok semua. Hiks (*)

PS : Sudah harus ke salon kayaknya buat permak wajah :(
Images

Percy Jackson Last Series : Nasib Olympus Terakhir


Seri terakhir dari Percy Jackson and The Olympian telah terbit. Pertarungan Percy Jackson the Son of Poseidon untuk memenuhi takdirnya atas sebuah ramalan Oracle di beberapa waktu silam melawan penguasa Titan, Kronos terjadi.

Kronos yang makin kuat dalam tubuh inang manusianya, Luke Castellan memimpin pertarungan menyerbu New York dengan target Empire State Building. Tak ada manusia fana yang tahu bahwa sesungguhnya peradaban barat yang saat ini menjadi pusat peradaban dunia menjadi tempat para Dewa-dewa Olympus melanjutkan kehidupan dunia atasnya. Jika kau menyempatkan diri ke Empire State Building, sebutlah lantai 600.Jika security mempercayaimu, dia akan menyilakanmu naik lift. Karena sesungguhnya disanalah para Dewa-Dewa menjalankan kehidupan abadinya.

Percy Jackson akan segera menginjak umur ke 16-nya di perkemahan Blasteran, sekolah para Demigod. Anak-anak dewa-dewi dari percampuran Dewa dan manusia fana. Diramalankan salah satu anak dari anak dewa utama (Zues, Poseidon, dan Hades) akan menyelamatkan Olympus atau menghancurkan Olympus saat menginjak usia 16 tahun.
Kronos berniat menuntut balas kepada para Dewa-Dewa yang notabenenya adalah anak-anaknya sendiri karena telah menggulingkan tahtanya di masa lalu. Membuangnya bersama para pengikutnya di Tartarus, lubang hitam dan tak berujung di alam kematian.

Bersama Annabeth Daugther of Athena, Grover sang Satir, dan Rachel-manusia fana yang mampu melihat melalui kabut-, Percy harus berhadap-hadapan dengan Kronos yang makin kuat dengan bala tentara para dewa-dewa minor yang membenci Olympus, monster-monster, dan para blasteran yang mampu ia hasut untuk menjadi pengikutnya.

Percy bersama para pelajar Perkemahan blasteran, Centaurus, Roh-roh alam, berusaha mempertahankan Olympus yang ditinggal para Dewa-dewa karena teralihkan oleh Thypon. Thypon adalah monster yang dikirim Kronos di masa silam untuk mengkudeta Olimpus namun mampu dikalahkan para Dewa-Dewa. Namun kali ini Kronos memiliki strategi lain. Mengalihkan perhatian para dewa, sementara ia secara langsung menyerang menduduki Olympus dan menyerang singgasana para dewa. Tempat yang menjadi sumber kekuatan dan penanda kekuasaan para Dewa. Jika kau telah sampai ke lantai 600 dan mendapati 12 kursi yang tinggi menjulang hingga 6 meter. Jangan pernah mencoba untuk memanjati dan duduk di atasnya. Karena Dewa atau Dewi itu mampu menghanguskanmu dalam sekejap.
Namun Percy melakukannya. Hampir saja ia dijadikan ikan salmon bakar oleh ayahnya, Poseidon. Namun ini satu-satunya cara agar ayahnya memahami bahwa pertempuran Poseidon di laut juga menjadi pengalihperhatian. Agar kekuatan 12 Dewa tidak menyatu dan mereka tak bisa mengalahkan Thypon.

Sepanjang pertengahan buku ini hingga halaman terakhirnya aku mendapat sajian pertempuran para blasteran dengan para Titan. Jika dibuku pertama hingga empat aku menemukan banyak dewa-dewa yang belum aku kenal, di buku kelima ini hanya ada dewa Morpheus (Dewa Tidur) yang menidurkan semua manusia fana saat pertempuran berlangsung. Mungkin dari asal kata itulah Morphin diambil. Ada juga Dewi Hestia, dewi penjaga perapian yang membimbing Percy untuk mengenal lebih jauh tentang Luke Castellan, inang tubuh kronos yang juga musuh Percy.Dan tak lupa Dewi Demeter-Dewi Pertanian, Ibu dari Persephone (Dewi Musim Semi), istri dari Hades.

Hingga buku kelima aku baca aku masih membandingkan buku ini dengan Harry Potter. Meski aku tahu bahwa Seri ini sangat berbeda dengan Harry Potter. Tapi tak ada salahnya membandingkan kedua seri ini. Agar kau dapati bahwa kedua saga ini asyik untuk dijadikan bacaan.

Kekompleksan tokoh di buku Percy Jakson ini tidaklah sekompleks di Harry Potter. Banyak tokoh-tokoh demigod yang dimunculkan namun pengekspolrasian cerita hanyalah seputar Annabeth, Percy, Dan Grover. Sehingga ketika beberapa karakter yang harus tewas tidaklah setragis kematian tokoh-tokoh di Harry Potter. Perbedaan ini pun perlu juga dlihat dari pilihan gaya bercerita yang dipakai pengarang. JK.Rowling menuliskan Harry Potter dengan sangat dramatis dan penuh misteri. Tak tertebak hingga akhir cerita. Makin tinggi tingkat bukunya makin suram ceritanya. Sedangkan Rick Riordan menuturkannya dengan sangat jenaka. Sangat cocok dibaca untuk anak usia SD-SMP. Judul-judul babnya pun tidak sekelam bagaimana tuturan cerita di dalamnya. Percy sang tokoh utama pun memiliki sense of Humor yang sangat tinggi sehingga meskipun bertarung melawan Kronos selalu saja ada hal yang mampu membuat pembaca tertawa.

Kesamaan point yang aku dapati adalah kedua cerita ini adalah tentang sebuah ramalan.
Ramalan yang tampaknya menjadi momok, baik d dunia Dewa maupun dunia penyihir. Jika Harry Potter Karakter-karakter jahat tetap konsisten jahatnya hingga akhir seri, di Percy Jackson pada akhirnya hanya Kronos lah yang benar-benar jahat . Luke Castellan pada akhirnya mengorbankan dirinya. Ethan Nakamura sang blasteran pengikut Kronos pun mati karena menyerang Kronos.

Ketika aku menyelesaikan buku terakhir ini rasanya seperti kehilangan lagi sebuah serial yang asyik. Meski rasa ingin tahu akan ending cerita terpuaskan. Tapi rasanya seperti kehilangan lagi sebuah cerita panjang yang mampu membuat penasaran. Semoga ada lagi cerita seri semenarik ini.(*)

foto :
ifyouforgetme.wordpress.com
Images

Tentang Kematian


Hari ini terasa begitu dekat dengan kematian. Aku memimpikan gigiku tanggal. Orang dulu menganggap ini sebuah tanda bahwa akan ada keluarga yang meninggal. Seorang teman mengabarkan duka tentang om-nya yang meninggal. Sesaat lalu membaca postingan Samuel Yudhistira (http://samuelblues.blogspot.com/2010/07/heart-shaped-coffin.html). Ia membayangkan tentang kematiannya kelak.

Aku selalu takut dengan kematian. Seperti kau ditinggal jauh dan tak ada sarana seluler atau jejaring internet yang mampu menghubungkanmu dengannya. Ada lubang di hatimu yang terasa pedih karena kepergiannya. Ada perih yang membuatmu sulit bernafas dan menyesakkan dadamu. Kau ingin turut bersamanya. Dan kalau bisa menggantikan posisinya.

Jiwamu menangis. Tapi ia selalu berusaha menenangkanmu. Mengajarkanmu tentang sebuah keikhlasan. Meminta otakmu berpikir jernih akan sebuah kematian. Menjelaskan padamu tentang sebuah siklus kehidupan. dan kematian serupa matematika yang berujung pada pasti.

Seorang kawan tak menyenangi jika aku berandai-andai tentang kematian. katanya itu seperti sebuah mendoakan bahwa itu terjadi. Tapi mati adalah sebuah kepastian. Dan kadang aku berpikir bahwa mengucapkan hal-hal yang harusnya terucap adalah sebuah langah baik sebelum kita tak mampu lagi mengucapkannya.

aku takut pada kematian. seseorang pernah berkata "Jangan takut pada kematian, karena ketika kita bertemu dengannya kita telah tiada". Ingatkan aku untuk terus menikmati hidup ini. Meninggalkan jejak baik pada banyak manusia. Agar ketika kelak aku mati, aku tak lagi rindu untuk kembali ke dunia....

foto :
tanlucypez.blogspot.com
Images

Mimpi Kecil : Bersepeda Sore

Aku mewujudkan satu mimpi kecilku. Mimpi yang mungkin tak berarti bagi orang lain. Tapi bagiku ini sangatlah berarti. Telah lama ingin kurasakan bagaimana rasanya bersepeda mengelilingi Unhas. Sebuah mimpi yang susah terwujud karena aku tak punya sepeda dan aku tak mengenal orang yang memiliki sepeda di sekitar Unhas.

Memiliki sepeda menjadi satu dari tiga benda yang kuharapkan kumiliki. Aku selalu berfantasi memiliki sepeda berkeranjang dan memiliki boncengan. Menggunakannya layaknya Noni Belanda dengan gaun atau bertopi pantai. Cantik sekali dalam bayanganku. Tapi sampai saat ini mimpi itu belumlah kesampaian. Selalu saja ada pertimbangan-pertimbangan yang menjadikanku gagal memiliki sepeda.

Mengapa aku sangat ingin memiliki sepeda? Unhas mungkin lokasi paling nyaman untuk bersepeda menurutku di Makassar. Pohon rindang, Jalanan tak terlalu ramai dan Rutenya melingkar. Aku selalu membayangkan mengitarinya dengan sepeda kala sore hari atau pagi sebelum matahari terik. Dan aku tinggal di daerah Unhas. Menyenangkan,bukan?

Sore ini aku mewujudkan imaji itu. Seorang kawan di Asrama Mahasiswa (Ramsis) memiliki sepeda yang sore tadi nganggur tak terpakai. Aku memberanikan diri untuk memakainya. Segala rasa was-was berkecamuk. Sebentar lagi aku nikah,kalo ada apa-apa bisa gawat, pikirku. Aku juga agak paranoid dengan mobil pete-pete kampus yang biasanya agak terburu-buru jika hendak memarkir untuk menurunkan penumpang. Atau juga pada pengendara sepeda yang suka ngebut di jalanan sepi.

Tapi kubulatkan tekadku. Kapan lagi bisa menikamati sore dengan bersepeda di Unhas,batinku. Dengan sekuat tenaga sepeda Polygon itu aku kayuh. Agak berat aku merodanya. Mungkin harus diturunkan dulu geer –nya untuk memudahkan mengayuh. Tapi aku sama sekali tak paham. Lama kelamaan aku mulai beradaptasi dengan kereta angin itu.

Aku selalu mengambil sisi kiri jalan. Aku masih takut jika tiba-tiba harus mengerem mendadak jika ada kendaraan yang melewatiku. Sesekali hampir terjatuh karena tidak seimbang. Menabrak semak-semak. Paling parah hampir menabrak mahasiswa yang lagi lari sore di sekitaran Unhas.

"Hidup ini laksana naik sepeda. Untuk mempertahankan keseimbangan, kamu harus tetap bergerak."kata si genius Einsten. Aku baru benar-benar memahami kalimat tersebut. Bersepeda berbeda dengan berjalan kaki. Saat berjalan kaki , trotoar jalan adalah lintasannya. Namun saat mengayuh sepeda, badan jalan adalah lintasan yang harus aku lalui. Di sana akan kutemui banyak pengguna jalan lain serupa motor, angkot, truk, mobil pribadi yang dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki sifat berbeda. Ada yang suka ngebut, pelan-pelan, suka main-main, atau mungkin teledor.

Aku harus berhati-hati untuk saat harus berpapasan atau melewati segala jenis kendaraan itu. Semua indraku harus fokus mengendarai seepda. Tidak cuma kaki yang mengayuh, tapi juga tangan yang memegang setir, jari tangan yang harus selalu bersedia mengerem jika indra pekaku mendapat sinyal ancaman. Ancaman dari pengendara lain yang lewat atau ancaman dari dalam diriku sendiri karena tidak fokus dan kosentrasi.

Saat mengayuh ada kalanya aku harus mengayuh dengan cepat. Adakalanya pula aku harus berhenti dan membiarkan putaran roda yang menggerakkan lajunya. Jika tanjakan tungkai kaki dan pahaku harus sekuat tenaga mengayuh. Namun jika jalanan menurun jari tanganku harus memijit rem agak aku tak jatuh tersungkur.

Aku harus tahu kapan harus benar-benar berhati-hati. Kapan melonggarkan pengawasan dan kehati-hatian. Saat jalanan lengang aku tak perlu terlalu berhati-hati, tapi saat banyak mobil dan motor aku harus ekstra berhati-hati.

Seperti hidup, bersepeda selalu ada tantangan. Aku tergoda untuk melajukan kereta angin itu dengan kekuatan penuh. Tapi aku pun perlu mempertimbangkan kondisi jalan. Ada saat aku harus mengerem hasratku untuk tak menuruti ambisi yang bisa saja membuatku jatuh dan terluka.

Jangan lupa untuk menikmati perjalanan. Aku sudah sering naik motor dan mobil mengelilingi Unhas. Tapi dengan bersepeda aku menemukan kejutan yang lain meski view yang aku lihat sama. Anggaplah seperti melihat unhas dengan kacamata yang berbeda. Saat bersepeda, nikmatilah angin yang menerpa wajahmu. Nikmati bulir- bulir keringat yang jatuh menganak sungai di wajah dan pelipismu. Nikmati daun-daun berguguran. Sesekali lihatlah orang- orang yang beraktivitas. Cobalah tersenyum pada tiap orang yang memandangmu. Atau bertegur sapalah. Sesekali cobalah masuk di jalan-jalan yang belum pernah kau lalu.Nikmati rasa sakit dipaha saat mengayuh sepeda.

Dalam bersepeda aku menemukan cara memahami hidup. Jangan pernah terlalu takut sehingga selalu berjalan di sisi kiri. Sesekalilah berjalan di tengah badan jalan karena sesungguhnya tiap orang menghormatimu sebagai sesama pengguna jalan. Hidup adalah upaya kepekaan indera untuk mampu memahami kondisi dan selalu mampu waspada di tiap keadaan. Hidup adalah jalan berliku dan bekerikil. Tapi tak jarang kau dapati juga jalan halus nan menyenangkan. Ada tanjakan, turunan dan kelokan. Dan selalu ada tempat untuk berhenti dan menyelesaikan kayuh. Dan seperti detak hidup yang kelak akan berhenti kita kayuhkan langkah dan pulang ke tempat kembali. Hidup ini adalah indah adanya. Jangan pernah melihatnya dengan begitu miris. Meski ketika sakit dan lelah hidup ini selalu member hal-hal yang menyenangkan.

Sore ini aku benar-benar menikmati bersepda pertamaku di Unhas. Meski pangkal pahaku sangat kelelahan dan selangkanganku sakit karena sadel yang tak begitu nyaman. Tapi hari ini aku telah menwujudkan satu mimpi kecilku. Mimpi kecil yang membuatku merefresh kembali tentang pemaknaan hidup. (*)
Images

Jumpa Para Pendukung Film Tanah Air Beta



Percaya dengan kebetulan??? Harusnya sih tidak. Karena segala sesuatu sepertinya saling terkoneksi. Tapi ada kala dimana sesuatu itu hanya mampu aku jelaskan dengan logika kebetulan. Srendipity salah satu kata yang aku sukai. Termasuk juga filmnya yang kutonton waktu aku kelas 6 SD. Kebetulan yang menyenangkan.

Jika memang benar terkadang ada suatu kebetulan, maka hari ini adalah sebuah serendipity yang keren untukku. Jadwal hari ini sudah tertata rapi. Belajar bahasa di Easy Speak, ke MTc cari souvenir pernikahan dan setelah itu pulang. Di Graha Pena jam 10 belajar sampai jam 11. Ngobrol sejam lagi dengan sang “Kepala Sekolah” Mr.Roem. Ngoceh kiri kanan dan selesai jam 12. Ke MTC beli DVD Lord Of The Rings 1-3 (Sorry kak, Dwi masih penasaran jadinya beli tiga-tiganya). Sama DVD bajakan Confusius. Liat-liat souvenir,cek harga, dan belum memutuskan mengambil yag mana.

Kelaparan, persediaan makanan di kost habis, malas ke Alfa. Dari MTC, pete-pete yang ada hanya pete-pete daya. Otomatis tetap harus singgah untuk ganti pete-pete lain. Kakak Ipah SMS “minta tolong ditransferkan lagi”. Kuputuskan di MTos saja singgahnya. Belanja sekalian makan siang.Aku memutuskan belanja dulu di supermarket lantai 1. Ngider-ngider milih selai dan tak lagi memilih selai kacang. Kelaparan dengan kantongan belanja yang lumayan besar berencana ke Food Court lantai 3. Di lantai 3 ramai-ramai ada yang keluar dari Twenty One ke Toko buku Graha Media. Intip-intip, wow ternyata si cantik Alexandra Guatardo, Nia Sihasale (Zulkarnaennya ngikut dibelakang dengan tanda huruf Z), Ari Sihasale, Asrul Dahlan, Marcel R, Yehuda “Carlo” D Rambindi. Para pemain Film Tanah Air Beta.

Film yang kutonton dengan Ema dua minggu lalu saat kami benar-benar tak ada kegiatan. Film yang belum aku buat resensinya sampai hari ini. Film yang diproduksi oleh Alenia Production yang konsisten dengan tema-tema diluar Jakarta. Spesialis film anak-anak dan keluarga.Awalnya tak ada niat untuk ikut nimbrung. Tapi lama-lama tertarik juga melihat gagahnya pemeran Mouro ( Marcel Raymond). Ikut deh, nda ada salahnya. Kutelpon Ema “Ada Carlo di Mtos. Sama si Mauro. Cakep skali’”. Dia jawab “Foto Dwi!”. Sebenarnya aku tak ingin memotretnya. Kamera Hpku beresolusi sangat rendah. Kasian Alexandra Guatardo kalo wajahnya nda jelas. Tapi tetap saja kufoto mereka sambil membatin “Perlu ganti Hp nih” .

Yang menyenangkan dari acara seperti ini adalah bertanya dan dapat buku gratis (acara ini sekalian promosi novel Tanah air beta yang diadaptasi dari Film Tanah Air Beta). Dan aku selalu bias ngotot untuk hal seperti ini. Sesi bertanya adalah salah satu sesi yang paling menyenangkan apalagi ketika tak ada orang yang mengenalmu. Intinya sok tahu saja. Dan untungnya aku nonton Film ini. Aku nyerocos asal-asalan saja tentang film itu. Bertanya mengapa Mauro begitu gagah. Ekspektasiku sih harusnya sedikit kreriting (ini yang lupa aku bilang). Jawabnya “ masa mamanya secantik Alexandra Guatoardo anaknya sehitam Carlo “. Ya..ya..ya…baiklah.

Aku juga komen “ tidak adil rasanya jika ditanya sudah nonton Film Tanah Air Beta dengan bukti tiket yang perlu diperlihatkan. Karena aku menontonnya dua minggu lalu....” . Dan hasll dari komen aneh-aneh itu,Mbak Nia memberiku satu eksemplar buku Tanah Air Beta. Cihui….gratisan. Buku pula. Plus tanda tangan para pemain dan Sutradara sekaligus Produser. Cool!!!!!Kalo ini kebetulan ini adalah sebuah kebetulan yang menyenangkan.

Ps : Mbak Nia, nanti kalo mau bikin film tentang anak laut ke Bau-Bau atau Wakatobi saja ya. Dua bulan kedepan aku akan tinggal lama di sana.

Nanti kalo butuh penulis untuk adaptasi filmnya Alenia Production yang lain ke bentuk novel boleh kontak Dwi….* sambil berdoa.


Habis baca bukunya aku buat tulisan deh.bandingkan Film dengan buku. Tunggu ya. Obrigada!!!!
Images

Alone

Isn't it funny how time seems to slip away so fast
One minute you're happy, the other you're sad
But if you give me one more chance
To show my love for you is true I'll stand by your side your whole life through
(If Life Is So Short-The Moffats)

Lagu itu mengalun pelan. Aku ingin mendengarkannya. Sebuah lagi anak SMP yang sanggup memerangkap rasaku. Lagu yang kudengar saat lebaran terakhir bersama mamaku.Kudendangkan diam-diam. Dan kudapati mataku berkabut dan suaraku pecah. Aku menangis. Aku tak bisa mendefinisikan rasa ini.

Kegelisahan, kesendirian, sepi dan sunyi larut dalam jejak waktu. Aku benar-benar sendiri baik dalam artian sebenanrya maupun dalam bahasa kiasan. Aku berusaha menjelaskan rasa ini. Berusaha menganggap bahwa ini hanyalah sebuah dramatisasi rasa. Tapi bukan. Ini bukan sebuah dramatisasi rasa. In adalah yang paling jujur dariku saat ini.

Aku benar-benar merasa sepi dan aku tak butuh seseorang datang memaniku. Aku benar-benar menikmati rasa negatif ini dengan sangat khidmat.
Images

Warna Warni Perbedaan 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta

Aku menyaksikan Trailer film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta dua bulan yang lalu. Apa yang membuat ingin menontonnya? Karena ia diproduksi oleh Mizan Production. Rumah produksi yang juga menelurkan film Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Garuda di Dadaku. Aku menonton kesemua film itu tanpa ada gurat kecewa. Beranjak dari pengalaman menonton beberapa film mizan maka aku mmasukkan film 3 hati,2 Dunia,1 Cinta ini dalam daftar film yang perlu aku tonton.

Tema utama film ini pun sangatlah beda dengan tema-tema film Indonesia yang sedang menjamur seperti Hantu-hantuan dan komedi-komedi lucu nan vulgar. Film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta diangkat dari novel Dwilogi karya Ben Sohib, “The Da Peci Code “dan “Balada Rosyid dan Delia”. Film ini menceritakan tentang Rosyid,anak keturunan Arab yang menyukai sastra, menggemari Budayawan WS Rendra, dan berambut kribo. Berbeda persepsi dengan bapaknya yang menganggap bahwa beragama adalah menggunakan baju koko putih dan peci putih. Rosyid menganggap berpeci hanyalah sebuah symbol dan warisan leluhur. Bukan sebagai tanda orang beragama.

Permasalahan memuncak ketika Rosyid berteman dekat dengan Delia, perempuan berdarah menado yang beragama katholik. Perbedaan keyakinan membuat hubungan keduanya tak berjalan lancar. Orang tua Rosyid dan delia berusaha memisahkan keduanya. Seperti Abahnya Rosyid yang berusaha mencarikan Istri untuk Rosyid dan usaha keluarga Delia untuk menyekolahkannya ke Amerika.

Film ini dikemas dalam bahasa visual yang cantik. Perbedaan keyakinan dan bagaimana proses saling menghormati itu digambarkan dalam film ini. Semisalnya ketika Rosyid menunggu Delia di luar gereja atau pun sebaliknya. Juga ketika Delia ikut menonton tarian Zapin (tarian arab) bersama Rosyid. Gambar The last Supper dan gambar bunda Maria terekam dengan begitu indah di film ini. Disini disajikan pula bagaimana masyarakat terlalu gampang menganggap sesuatu sesat jika bersimpangan dari sesuatu yang mayoritas.

Cinta tak mengenal warna kulit, suku,ras, dan tingkat social. Tak ada yang salah dengan cinta. Dan tak ada yang salah dengan perbedaan. Perbedaan memberi warna yang indah dan member kita persfektif lain dalam melihat hidup.

Tiga hati, dua dunia,satu cinta ini membuatku berpikir ulang bagaimana manusia memahami sebuah agama dan keyakinan. Mungkin ada saat dimana saya menjdi begitu sok tahu akan agama padahal sesungguhnya aku pun tak mengetahui apapun. Pengetahuan manusia dan pemahaman manusia akan Tuhan adalah sebuah upaya yang terus berproses. Agama dan keyakinan adalah jalan manusia untuk mencapai ruh keilahian. Hidup ini adalah untuk terus memahami dan mempelajari bahasa-bahasa Tuhan.

Puisi-puisi WS Rendra memberikan rasa yang lain dalam film ini. Seperti puisi “Surat kepada Bunda”. Rosyid digambarkan sebagai penyair yang kocak tanpa kesan serius. Tak seperti gambaran penyair yag selalu ada dalam benakku, sosok pendiam, serius, dan miskin rasa humor.

Ending film ini ditutup dengan tarian Zapin antara Delia dan Rosyid. Dengan sebuah kalimat yang menjadi jawaban tentang hidup ini “Who knows”. Silakan simpulkan sendiri:).

foto : www.mizan.com