Skip to main content

Melihat Bulan


Semalam aku melihat bulan
Aku melihat awan berarak tipis menutupinya
Aku berbaring di bawah kolong langit
Aku merasa sangat kaya
Semesta malam menjadi milikku
Aku menghitung bintang
Mencari yang paling terang
Tak ada batas teriotori di langit
Ia luas dan begitu bebas

Aku ingin mengajakmu kelak melihat bulan
Seperti peribiru dan kesatria putih yang menyenangi bulan
Aku tak ingin memilikinya langit berselimut bintang itu sendiri
Aku ingin membaginya bersamamu
Dan kita akan sangat kaya karena memiliki langit malam

Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

kembali ke awal

Kmarin...sempat ganti skin...dibuatkan sama iko. tapi...banyak yang ga beres. maklum rada nda ngerti juga masangnya...So, kacau deh. Ya...mungkin seharusnya blog ini apa adanya saja.Postingan curhat yang terlalu manja. Narsis.Dan banyak lagi.tapi...inilah teras imajiku. Tak usah seperti yang lain. Biarkan ia begitu apa adanya. Teras imajiku pun tetap seperti itu. Tak terlalu indah untuk orang lain. Tapi ia adalah tempat yang indah buatku. Tempatku berlari dari semua realitas. Sedikit lebih manja dan bermimpi banyak hal. Tanpa harus takut untuk jatuh dan tersakiti.

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....