Images

Malaikat Yang Mencintaimu

 
( Bacalah sambil mendengarkan lagu Iris-Goo Goo Dolls)

Kau tersenyum menyambut kedatanganku. Meraih tanganku dan mengamitkan jemarimu disela-sela jemariku. Aku tersenyum. “Senang bertemu denganmu” katamu. “Apa kabar? Aku merindukanmu”.

Sebuah sore yang indah. Langit saga, matahari hampir tenggelam di horizon langit. Angin pantai berhembus dingin. Tubuhku bergetar menggigil. Kau merangkulkan tanganmu di pundakku. Membagi kehangatanmu. Jilatan air laut menggapai-gapai kaki kita yang tak beralas. Pasir memasuki sela-sela kaki kita. Basah dan terasa liat karena air garam.

Aku merenggangkan pegangan tangamu.Kau melepaskan rangkulanmu. Berjalan di depanku. Berdiam sesaat.Melihatmu terus melangkah sendiri. Menikmati matahari yang sebentar lagi terbenam. Aku menunduk memunguti kulit kerang yang berserakan di pasir pantai. Kamu berbalik dan mendapatiku tak  bersisihan lagi bersamamu. Kau menghentikan langkahmu. Menyusulku ke tempatku memunguti kulit kerang. Kau pun duduk di sampingku. Mengambil ranting dan menuliskan namaku dan namamu di pasir. Kutambahkan gambar muka lucu ditiap nama yang kau tulis. Aku tertawa dan kau pun tertawa.

Aku berdiri dan meraih tanganmu. Kau menyambutnya. Kita melangkah lagi. Entah kemana tak ada tujuan. Kuberbalik sejenak melihat hasil karya kita di pasir pantai itu. Air laut telah menyapunya tak berbekas. Kembali ke sedia kala. Aku mempererat genggaman tanganku. Dan kau megerjapkan matamu dan tersenyum padaku.Matahari benar-benar telah tertelan horizon bumi. Langit menggelap. Tak ada bulan atau pun bintang. Meski mendung tak juga menggantung.

“Aku selalu menyenangi menghabiskan waktu bersamamu” katamu. Aku mengangguk dan tersenyum. “Aku pun senang jika selalu bersamamu” kataku. “Selamat malam” katamu sambil mengecup keningku.
                                                                            ***
Aku duduk diam memandangi hujan dibalik jendela. Bau tanah kering menyeruak tajam. Seperti rindu yang terlepaskan ketika tetes-tetes air pertama penanda kemarau akan berlalu. Aku cemburu pada tanah kering yang telah melepaskan rindunya. Tetes hujan membasahi kaca jendela yang tak kututup. Percik dinginnya membasahi wajahku.

Sedang apa kau di sana? Aku merindukanmu. Aku menantimu menyapaku. Aku tak boleh menyapamu duluan. Itu melanggar hukumku. Namun aku akan selalu ada ketika kau membutuhkanku. Di saat pertama kau membuat koneksi denganku di saat itu pula aku akan membalasmu. Namun aku tak boleh menjadi pertama yang menganggumu. Aku harus memahami letak perbedaan kita. Aku memahami tiap waktumu. Kapan kamu terbangun,di  waktu kapan kamu terlelap, diwaktu kapan kamu dengan rutinitas hidupmu. Hanya saja aku tak pernah mampu tahu saat apa kamu membutuhkanku.Tapi aku selalu ada untukmu. 

Kapanpun itu. Bahkan saat malam telah melelapkan manusia aku masih mampu terjaga menemanimu.
Hujan telah berhenti. Menyisakan tanah basah yang becek. Menyisakan sebuah harapan bagi daun-daun yang telah menguning untuk kembali segar dan menghijau. Hatiku masihlah kemarau dan kering. Merindukan hujan. Dadaku sesak. Namun tak kudapati oksigen segar yang mampu membuatku bernafas lega.
***
Aku merenungi hidupku. Merenungi rasa yang tak mampu aku bendung. Gabriel mendatangiku. Ia merasakan pedihku. Dia merangkulku penuh arti.” Ketika kamu belajar memiliki ada saat itu juga kau belajar melepaskan. Ketika kau mampu memahaminya, yakinlah sayapmu akan tumbuh dan mampu membuatmu terbang”.

“Bolehkah aku melihatnya lebih dekat agar aku mampu menenangkan rasa ini dan melepaskannya pergi” tanyaku. Gabriel hanya mempererat pelukannya. Kurasakan diriku begitu rapuh dalam pelukan itu. Kutarik nafasku dalam-dalam. Namun beban itu tak juga pergi. “Lakukanlah jika itu membuatmu bisa lebih baik”.
***
Kujejakkan kakiku ke tanah. Menapaki jalanan berdebu di tengah hiruk pikuk kota. Dari kaca etalase kulihat dirinya. Tertawa dan bahagia. Bercengkrama dengan beberapa orang. Aku melihatnya dari jauh. Seperti ini saja cukup membuatku bahagia. Mungkin kelak ketika aku merindukanmu aku akan melihatmu seperti ini saja.

Berjam-jam aku melihatnya di sana. Ketika ia beranjak aku mengikutinya. Sore menjelang, ia berada di sebuah kafe bersama teman-temannya. Tertawa bersama menikmati malam. Sekali dua kali aku melihatnya menatap penuh arti perempuan yang ada di sampingnya. Frame itu meremas jantungku. Sakit. Membawa sesak ke dada dan memerihkan mata.

Mungkin kelak kau hanya akan mampu mengingatku samar. Mampu kau rasakan hadirnya tanpa pernah benar-benar kau kenali siapa aku sebenarnya. Namun aku akan selalu mampu mengingatmu sejak diawal kita bertemu. Suatu saat aku akan berlalu di depanmu namun kau tak mengenaliku. Kau hanya mengenali aroma tubuhku dan berusaha menggapai kenangan yang samar yang ada dalam otakmu. Kau berpikir keras dan tetap tak mampu menggapaiku di sana. Akhir yang romantic bukan? Itu Cuma khayalku.

Kau beranjak dari kafe itu. Malam telah menua dan rasi bintang barat telah terbit. Aku bergegas. Takut kau mampu melihatku. Sesaat kurasakan kau menatap lurus ke arah tempatku duduk. Tepat menghujam mataku.
***
Malam itu kau membuat koneksi padaku. Aku terjaga. Selalu seperti itu. Setiap jam selalu kulirik diam-diam waktu yang bergerak. Berharap ada detik yang mengantarmu ke sini. Dan malam ini aku cukup berbahagia. Ada selintas yang membuatmu hadir. Meski singkat. Dan tak berbalas. “Selamat malam malaikat” katamu.

Aku kembali terdasar. Mencari jejakmu yang mungkin masih mampu aku gapai. Tiap detik adalah sebuah temali yang mampu mengikat kita. Namun aku terlambat. Jejakmu telah jauh menuju jam. Aku tertinggal dalam banyak detik. 3600 detik telah berlalu. Banyak hal yang bisa terjadi dalam ribuan detik itu. Dan yang terjadi padaku adalah dirimu yang kemudian berlalu dalam ribuan detak yang tak mampu aku interupsi.

Aku hanya menemukan keping jiwa yang tersesat dalam gelapnya malam. Ia dan aku adalah patahan-patahan hati yang butuh disembuhkan. Namun kami hanya memilih untuk berbagi pedih yang lain. Bukan pedih tentang kehilangannya. Bukan pedih tentang kehilanganku.
***
Hari ini adalah penghujung tahun. Kamu mengajakku berjalan di selasar pertokoan di pinggir pantai. Berjalan kaki dan bercerita entah apa. Tak peduli tema asal aku mendengarmu, kau mendengarku. Rasanya sudah sangat lama sejak kita terakhir bertemu. Ada kerutan di wajahmu. Bertambah satu. Aku sangat menghapalnya. Ada lelah di sana. Rutinitas telah menyitamu. Tapi aku yakin seperti inilah hidup manusia. 
 Menua adalah sebuah harga mati. “Asal jangan lupa untuk menikmati hidup” kataku.

Aku telah menyiapkan hatiku untuk hari ini. Hari dimana aku masih bisa meraba wajahmu dan menyimpan kerutannya diantara sidik-sidik jari. Etalase toko memajang banyak pernak-pernik dan baju. Kita berjalan beriring. Mengamit tangan. Sesaat kau berhenti pada sebuah toko. Di etalasenya ada gaun satin putih dipajang. Kau mencengkram tanganku. Penanda agar aku berhenti dan mengikuti arah perhatian matamu.

“ Jika kau memakainya malam ini saat makan malam pasti terlihat anggun” katamu padaku. Fokus matamu tertuju pada gaun satin itu. Namun focus mataku tertuju di belakang gaun itu. Pada refleksi diriku. Di titik dimana seharusnya ada pantulan bayangku di sana.Namun tak ada. Segera kau menarik tanganku masuk ke toko itu tanpa pernah menyadari muka pias saat itu juga. Kau tak pernah menyadari itu.
***
Gaun itu tergantung cantik ditubuhku. Entah karena gaun itu yang indah sehingga aku tampak cantik, atau karena aku cantik sehingga gaun itu tampak elegan. Entahlah. Bayang sore tadi masih menari di pelupuk mataku. Gabriel tiba-tiba berada duduk di sampingku. “Aku harap kamu telah belajar tentang cinta itu sendiri.Malam ini gunakan sebaiknya” sahutnya sambil merangkulku.Aku hanya mampu menatapnya lurus. Tak tahu lagi hendak aku tata sedemikian rupa seperti apa hati ini agar mampu tegar.
***
Lilin meja makan menyala redup. Seolah-olah berusaha mengaitkan dirinya pada sumbu hitam yang mulai rapuh. Angin lantai 2 restoran berview laut itu bertiup sepoi-sepoi. Namun nyala api itu tetap berusaha bertahan. Setia pada sumbu dan tugas yang diembannya.

“Kau cantik malam ini” katamu. “Kau pun tampan, seperti biasa” kataku sambil tersenyum. Kau hanya tertawa kecil mendengarnya.
“Apa kabarmu?” tanyamu basa basi
“Baik. Dirimu?” tanyaku juga. Kau hanya tersenyum.
Seperti malam yang sering kita lalu bersama aku selalu meminta bercerita tentang apapun. Aku ingin merekam banyak waktu dimana dirimu yang antusias bercerita. Biarkan aku memperhatikanmu. Melihatmu bercerita, melihatmu tertawa. Ini adalah kesempatan terakhir. Aku tak tahu bagaimana mengucap selamat tinggal padamu. Ada rasa yang menggumpal di hatiku. Menyesakkan dadaku. Dan aku sesak untuk bernafas.

“Kita tak pernah punya foto bersama” katamu. Aku tertawa.
“Perlukah?” tanyaku.
“Ya, kalo kamu tidak mau menyimpannya biar aku saja yang menyimpannya” katamu merajuk.
“ Kalo kita membuat satu foto bersama, aku ingin kita memegang kertas putih. Di kertasku ada tertulis namamu, sedangkan di kertasmu ada namaku. Terus kita nyengir sama-sama “ khayalku.
“Hei, kita bisa membuatnya nanti” katamu
“Nanti? Entahlah aku tak tahu” kataku menunduk. “Jika kelak kita tak bertemu lagi aku ingin kamu tetap mengingatku. Sebagai apapun itu”.

“Kita akan tetap berteman sampai kapanpun” katanya. Aku hanya mampu tersenyum. Jarum jam hamper diangka 12. Sebentar lagi pergantian tahun. Riuh rendah keramaian menghitung mundur. Sesaat kemudian kembang api bercahaya memenuhi langit malam.
“Selamat tahun baru Kevin” bisikku. “Senang bisa mengenalmu”.
***
Kutatap ia dalam tidurnya. Ada damai di sana. Kukecup keningnya. “Selamat tinggal” ucapku perih. Aku rasakan sayap di bahuku mulai bertumbuh. Kudapati diriku telah menjadi malaikat seutuhnya. Sekali lagi kulihat wajahnya lekat. “Ketika aku merindukanmu suatu saat nanti, aku takkan merasakan sakit”.

Sosok pria bersayap yang kutemui beberapa malam lalu meraih tanganku. “Saatnya melepas semua rasa” bisiknya. Ia pun telah lahir menjadi malaikat baru.Dan sekelebat bayang menembus langit dini hari di awal tahun itu



Images

Tahun Baru Bagi Kevin


Umurnya tiga tahun. Beratnya 20 kg lebih. Dia cerewet. Dia ponakanku. Untuk Lelaki seusianya dia selalu menangis. Setiap permintaannya adalah titah yang harus di penuhi. Jangan pernah tidak memenuhi permintaannya karena dia akan menangis. 

Cara ngomongnya masih cadel. Kadang tidak sinkron antara apa yang dia omongkan dengan yang dia inginkan. Kadang otaknya sudah berkata D sedangkan mulutnya masih berkata A. Karena pengaruh ipin dan Upin maka cara ngomongnya sangat Malaysia. Jika ia bertanya bagaimana, dia akan menggunakan kalimat “macam mana?”.

Waktu final AFF kemarin sempat aku kesal ketika ia menggunakan kalimat itu. Ah dia masih anak kecil .Belum tahu tentang perseteruan Indonesia Malaysia. Mala mini ayahnya yang tinggal di Makassar datang berkunjung. Libur akhir tahun dia gunakan untuk bersama keluarga. 

Sore menjelang saat ayah Kevin datang membawa begitu banyak barang. Mulai dari popok untuk adik Kevin hingga kembang api untuk Kevin. Saat ia melihat bungkusan kembang api itu yang dia lakukan adalah segera mencari korek api untuk segera dibakar.

Semua orang dirumah berusaha menjelaskan bahwa belum saatnya kembang api itu di nyalakan. Ayahnya sampai menjelaskan bahwa kedua jarum jam harus berimpitan di angka 12 baru boleh dibakar. Namun ia belum mengerti sama sekali apa tahun baru itu. Baginya tiap hari adalah selalu sama. Bermain dan bermain. Di dalam otaknya ia belum menyiapkan resolusi apa yang harus dia lakukan untuk tahun 2011. Baginya semua tahun sama selama ia bisa bersenang-senang. 

Resolusi hanyalah urusan orang dewasa. Orang-orang yag selalu menganggap hidupnya adalah sebuah target pencapaian sebuah perusahaan. Ingin rasanya seperti Kevin. Menikmati mala mini dengan biasa saja tanpa hal yang perlu disiapkan. Tanpa segudang imaji yang perlu aku reka dalam kepalaku.

Meski pergantian tahun masih empat jam lagi, ia telah berhasil membakar setengah kembang apinya. Baginya inilah hidup. Menikmatinya saat ini. Aku perlu belajar menikmati hidup seperti Kevin. Tertawa lepas dan tidak memikirkan kepedihan. 

(31 desember 2010)
Images

Resolusi

Rasanya sudah lama aku tak pernah membuat resolusi di akhir tahun. Karena aku selalu tahu bahwa satu mimpi itu belum pernah benar-benar tercapai. Aku tetap menyimpannya sampai sekarang. Akan selalu menjadi resolusiku tiap tahun sampai ia benar-benar terlaksana.

Satu saja untuk tahun ini. Sisanya aku ingin banyak berdoa. Ada yang begitu rapuh menginginkan aku baik-baik saja. Seperti aku yang juga menginginkannya tetap baik-baik saja. Hingga ia kelak menjadi jiwa yang kuat dan menantang zaman.

Masa kami takkan pernah sama. Aku perlu belajar sabar. Menghadapinya adalah sebuah jalan panjang tentang kehidupan. Aku butuh tegar dan aku butuh banyak berdoa. Semoga kelak semua akan dilancarkan oleh Tuhan. 


Images

Forget and Forgive

Aku memandangi homepage facebook. Rasanya belum lama aku duduk disini. Namun penunjukan menit di status terbaruku sudah menuliskan kata "sejam". Artinya waktu telah berjalan sejam dan aku hanya sekedar memandangi laptopku. Browsing tak tentu arah. Dan menghabiskan deposito waktuku.

Telah berapa lama aku seperti ini. Rasanya baru kemarin Januari 2010. Tiap awal tahun aku selalu berkata, nanti tidak terasa kita akan sampai diakhir desember 2010. Tapi kala itu, rasanya begitu banyak waktu yang harus aku lalui hingga tiba pada hari ini.

Dan hari ini rasanya seperti menutup buku tahunan. Merekapitulasi semua kenangan. Bagiku 2010 adalah tahun yang ajaib. Tahun dimana banyak mimpi jadi nyata tapi kadang juga berakhir dengan air mata. Tahun dimana aku ingin banyak menuruti ego dan tak pernah ingin menyesalinya. Tahun dimana aku banyak berkhayal. Banyak menulis hal-hal yang imajinatif.

Tak sedikit air mata yang tumpah. Air mata yang diam-diam di tengah malam. Saat sendirian dan merasakan kesepian. Aku tetaplah perempuan yang melankolis .Tak pernah berubah tiap tahun. Ada mimpi yang belum benar-benar teralisasi. Yang tak kelihatan. Sampai saat ini aku masih menyimpan mimpi itu. Akan menjadi resolusi abadi tiap tahun jika tidak berhasil. 

Beberapa ingatan ingin aku simpan. Beberapa ingin aku buang. Beberapa ingin aku gunting dari pita ingatanku. Setiap manusia mampu mengendalikan ingatanya. Namun kadang ada yang ingin dilupakan tapi kita hanya pura-pura lupa dan tak mengungkitnya. Padahal ingatan itu benar-benar melekat begitu kuat di kepala. Ingatan-ingatan yang emosional yang tak mampu terlupa. Pada akhirnya lupa adalah kerja otak dan tak mampu dikendalikan.

Aku berharap bisa lupa agar aku bisa memaafkan. Biarkan gelas 2011 kosong tanpa hal-hal yang ingin aku lupakan. Biarkan aku menuliskan cerita baru di 2011. Selamat tahun baru!

(31 Desember 2010)
Images

Ajari Saya

Kelak saya sangat tahu tidak akan mudah
Tapi kumohon ajari saya bagaimana bersabar itu
Bagaimana menekan emosi yang begitu meluap
Bagaimana menjaga sabar sehingga tidak menjadi boomerang
Saya sadar bahwa ini tidaklah mudah
Tapi ajari saya menjadi Madrasah yang baik
Madrasah yang mengajarkan kasih tanpa ada kecewa
Ajari saya....

(30 Desember 2010)
Images

Aku dan Bola

Bermai sepakbola itu tidak gampang. Bagaimana menghentikan bola yang bergerak cepat. Bagaimana menahan bola dan menendangnya ketika ia bergerak ke arahmu. Belum lagi sakitnya ketika bola berkecepatan tinggi itu harus kau sundul dengan kepalamu.

Saya pernah merasakan bagaimana sakitnya terkena si gundul itu. Waktu itu pelajaran olahraga di SD. Guru olahraganya menendang bola dan tak sengaja mengenaiku.Sakitnya minta ampun. Rasanya semua badanku remuk. Saya sejak itu bertekad tak pernah lagi menyentuh olahraga yang berhubungan dengan bola.

Malam ini saya menonton Final AFF 2010. Indonesia vs Malaysia. Malaysia telah unggul 4-0 sejauh ini sejak laga pertama di Bukit Jalil dan kemasukan 1 gol lagi di laga ini. Saya mengintip facebook. Semua memaki. Mengeluarkan kata-kata kasar bahwa mereka bermain dengan sangat bodoh.

Saya yakin mereka, Tim Indonesia telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Semua telah mereka curahkan. Kita yang hanya menonton tak pernah tahu bagaimana ketegangan di lapangan hijau itu. Saya yakin ke 11 orang pemain Indonesia penuh tekanan. Untuk menang, untuk tidak tunduk dan malu di negaranya sendiri.

Kita hanya mampu mencari kesalahan. Mengeluarkan banyak sumpah serapah. Penonton adalah pemain ke 12 dalam sebuah tim. Apalagi ini di Indonesia. Dimana segala bentuk kekecewaan bisa menjadi sebuah boomeranng. Kadang para pemain ke 12 meninggalkan pertandingan sebelum laga selesai.

Hari ini besar harapan saya ikut berteriak Gol dan merayakan sebuah suka cita. Namun sepakbola adalah sebuah game. Beberapa menit terakhir mampu mengejutkan namun kadang juga mampu ditebak. Baru-baru ini Muhammad NAsuha melayangkan gol. Satu sama sekarang .Jurang nilai masih besar. Namun, saya melihat inilah pertandingan bola sebenarnya. Mereka menikmati permainan itu. 

Berhentilah menberikan penghakiman-penghakiman yang menjatuhkan. Mengapa kita tidak menikmati apapun itu  yang terjadi. Malam ini saya melihat sebuah pertandingan cantik dari Indonesia. Aku mencintaimu...


Images

Derajat Keterpisahan

Pada tahun 1967, Stanley Milgram,seorang psikolog sosial Universitas Harvard mengirim 300 surat kepada sembarang alamat di daerah Kansas dan Nebraska.Para penerima diminta meneruskan surat itu kesiapa saja yang mereka kenal. 60 dari 300 surat sampai ke Boston sebagai target kota terakhir setelah 6 kali berpindah penerima.Sebelum riset dimulai, Milgram sempat bertanya pada para koleganya akankah surat-surat itu sampai ke Boston? Beberapa menjawab akan sampai dengan melewati 100 kali pindah penerima. Ada pula yang sangsi bahwa surat itu tidak akan sampai ke alamat tujuan.

Sejak saat itu muncullah teori Dunia Kecil atau biasa disebut Six Degrees Of Separation. Teori ini menjelaskan bahwa jarak antara penduduk bumi hanya terpisah 6 derajat. Hubungan saya dengan anda dan juga J.K Rowling hanyalah terpisah 6 orang.

Kadang kita menemukan fenomena bahwa teman si A adalah mantan pacar si B dimana si B adalah teman kerja si C yang juga menjadi teman kuliah kita. Saat mengetahui hal tersebut kita akan berkata, wow dunia ini kecil sekali.

Di Dunia virtual, dimana kita terkoneksi oleh jejaring sosial di Internet teori ini makin terbukti jelas. Saya pernah iseng melihat-lihat teman dari teman saya yang sama sekali tidak saya kenal dan melihat bahwa ternyata temannya tersebut berteman dengan teman saya,dimana teman saya itu tidak mengenal teman saya yang memiliki daftar pertemanan itu.

Ada kala dimana saya juga menemukan bahwa teman kost saya waktu kuliah dulu sekarang berteman baik dengan teman ngeblog saya di sebuah blog sosial. Dunia kemudian menjadi sesuatu yang tak lagi memiliki jarak. Bagi saya, 6 derajat itu sudah tereduksi menjadi 1 derajat saja. 

Pencipta facebook dalam visualisasi film Social Network pun melakukan hal yang sama. Dia mengirimkan email kepada beberapa temannya dan berkata " yang perlu kita lihat adalah kepada siapa email itu akan mereka teruskan". Dan dalam hitungan jam akses internet di Harvard pun terbobol dengan terlalu banyaknya akses internet dalam kurun beberapa jam tersebut.

Dunia maya telah menjadi pengikat tak kasat mata antara orang-orang di dunia. Saya mungkin tak pernah menyadari bahwa "rumah" (anggaplah di dunia online kita memilih satu email sebagai alamat "rumah") di dunia maya saya bertetangga dengan Nicholas Saputra atau Michelle Branch.

Waktu kecil saya suka berangan-angan untuk bertemu dengan orang-orang yang saya idolakan. Mulai dari personel Boyband sampai penulis favoritku. Hingga hari ini beberapa telah menjadi kenyataan. Namun kemudian ketika saya berpikir lagi jika akan menemui orang lain lagi diluar mereka saya tak lagi punya alternatif.

Saya pun lantas membuat list. Beberapa teman-teman di dunia maya adalah orang-orang yang kelk mungkin akan aku temui. Tidak ada target kapan harus bertemu mereka. Hanya saja ketika kelak saya ke tempatnya atau mereka ke tempat saya, jejaring maya pasti secara tidak langsung mampu mengabarkannya. Dan sebuah kopi darat berlangsung.

Saya pun telah menandai orang-orang yang masuk daftar kelak akan kutemui. Beberapa adalah kawan yang akrab di dunia maya.Yang tak pernah bertemu secara nyata tapi sangat akrab seperti teman masa kecil.
Images

Sisi Lain Bepe

I Luv Bepe
Saya tersentuh membaca tulisan-tulisan Bambang Pamungkas di website resminya (disini). Saya tak ingin membahas sepakbola di sini. Saya hanya ingin sekedar berbagi kesan saya tentang Bambang Pamungkas yang akrab disapa Bepe.

Saya membaca tulisan-tulisan Bepe dan menemukan sosoknya yang lain. Selama ini saya hanya mengetahui Bepe sebagai seorang pemain sepakbola yang jarang diwawancara. Di Indonesia,para pemain sepakbola belumlah seperti pemain-pemain sepakbola luar negeri yang popularitasnya seperti selebriti. Baru sejak laga AFF 2010 berlangsung barulah media memberitakan mereka secara besar-besaran.

Saya mendapati sosok Bepe yang begitu bersemangat. Sosok pemuda biasa yang menyimpan dan menganyam cita-citanya. Saya seperti menemukan sisi lain tentang pesepakbola handal ini. Dia dengan kebanggaannya terhadap jersey merah putihnnya dan semangatnya untuk terus membela tim merah putih.

Saat publik Indonesia kecewa pada Timnas maka di blog ini Bepe melukiskan rasa yang juga merangkum ruang ganti selepas final di Bukit Jalil. Dia sedih. Tapi dia juga tak ingin sedih itu berlanjut. Selalu ada saat dimana seseorang harus bangkit dari kekalahan.

Di blog ini saya menemukan Sisi lain yang tak saya dapati tentang Bepe di media. Sisi yang menunjukkan dia pun manusia sepenuhnya. Tiba-tiba saya jatuh cinta pada Bepe :D

Images

Everywhere

Akhir-akhir ini sangat suka denga lagu Michelle Branch Everywhere. Video klipnya pun keren. Menceritakan tentang perempuan yang menyukai pria secara diam-diam. Melihatnya dari jauh. Mengaguminya. Dan memperhatikan gerak geriknya tanpa pernah ia sadari. Aku sedang mengkhayalkan kisah-kisah seperti ini. Karenanya disini aku menyisipkan liriknya.

"Everywhere"

Turn it inside out so I can see
The part of you that's drifting over me
And when I wake you're, you're never there
But when I sleep you're, you're everywhere
You're everywhere

Just tell me how I got this far
Just tell me why you're here and who you are
'Cause every time I look
You're never there
And every time I sleep
You're always there

'Cause you're everywhere to me
And when I close my eyes it's you I see
You're everything I know
That makes me believe
I'm not alone
I'm not alone

I recognize the way you make me feel
It's hard to think that
You might not be real
I sense it now, the water's getting deep
I try to wash the pain away from me
Away from me

And when I touch your hand
It's then I understand
The beauty that's within
It's now that we begin
You always light my way
I hope there never comes a day
No matter where I go
I always feel you so

'Cause you're everywhere to me
And when I close my eyes it's you I see
You're everything I know
That makes me believe
I'm not alone
'Cause you're everywhere to me
And when I catch my breath
It's you I breathe
You're everything I know
That makes me believe
I'm not alone

You're in everyone I see
So tell me
Do you see me?
Images

5 Komentar!!!!!

Wow!!!!Baru kali ini aku menemukan 5 komentar di blogku.Dan bukan spam. Untuk blogger biasa seperti diriku, menemukan 5 komentar yang perlu di moderasi merupakan kebahagiaan tersendiri. Blog ini sifatnya sangat personal dan tidak terkait jaringan sosial manapun. Ia berbeda dengan status-status yang ada di Fesbuk yang semua orang bisa membacanya dan mengomentari atau sekedar meng-klik "Like". Blog ini sifatnya personal. Dan aku pun jarang melakukan blog walking ke blog-blog yang lain. Sehingga ketika menemukan 5 komentar itu merupakan sesuatu yang suprise bagiku.


Jika seseorang memberi komentar di tulisan-tulisan di blogku artinya mereka benar-benar singgah dan membaca. Memberi pandangan tentang tulisanku. Aku tak peduli mereka mau bersepakat atau tidak, atau mengeritik atau memberi pujian. Setidaknya mereka memberi ruang kepadaku untuk kembali merenung jika memang mereka tak bersepakat. Kembali memperbaiki jika mereka mengkritik. Meletup semangat menulis ketika mereka menyukai tulisanku.Mereka membuka ruang diskusi denganku. Mengunjungi blognya dan juga membaca tulisan-tulisannya.

Aku kadang mendapati teman-teman yang sama yang berkomentar. Tapi aku selalu senang jika mereka selalu datang ke blogku. Mereka menaruh perhatian pada blog ini. Turut mengikuti apa yang aku pikirkan. Jadi, jika berkunjung ke sini tinggalkanlah pesan. Agar aku tahu aku harus mengunjungimu juga. Jangan sungkan-sungkan. Jika tak ada blog, tinggalkanlah alamat email agar aku bisa mengirimimu pesan.


Images

Natal Buatku

Selamat Natal teman-teman
Apa arti natal buatku? Bagiku natal adalah saat liburan yang menyenangkan.Saat aku kecil aku selalu suka liburan akhir tahun. Libur natal dan tahun baru. Selalu banyak acara-acara tv yang bagus ditonton. Dulu sekali aku pernah memiliki liburan natal yang paling menyenangkan. Bersama kakakku memutar single terbaru dari Boyband idola kami. Saati itu aku bergembira bersama kakakku. Mamaku pun masih ada.  Setiap mendengar lagu itu kembali, kenangan itu hadir begitu nyata. Begitu menyenangkan. Aku bahkan memiliki satu boneka Sinterklas. Natal selalu penuh dengan cerita-cerita imajinasi dari Negara barat yang selalu menyenangkan daya khayalku. Bagiku natal selalu menjadi saat yang menyenangkan.

Aku seorang muslim. Di kampungku, kaum nasrani tidaklah terlalu banyak. Hanya ada satu gereja di kecematanku. Namun aku punya tetangga Nasrani. Kami tidak terlalu dekat. Namun anak-anaknya selalu berbaur bersama kami. Bermain di pelataran mesjid depan rumahku.

Boneka Santa dibeli waktu SMA
Aku tumbuh dalam homogenitas masyarakat dengan kepercayaan yang sama. Saat kuliah dan selesai kuliah baru aku memiliki banyak teman-teman nasrani. Tak jarang kami saling berdiskusi tentang agama dan kepercayaan. Kami tetap teman dekat. Saling menyapa dan bergembira ditiap perayaan keagamaan.
Kami saling toleransi untuk kepercayaan yang kami anut. Pernah sekali aku ikut perayaan natal di salah satu program Global Exchange Makassar. Tak ada yang berbeda. Beberapa teman berjilbab, beberapa juga berambut pirang menyala. Semua larut dalam kebersamaan.
Aku mempercayai bahwa manusia menyembah Tuhan yang sama. Hanya saja kita melakukan adatnya dengan cara yang berbeda. Aku selalu tak sepakat pada gerakan-gerakan radikal kelompok tertentu yang menghakimi para penganut agama lain. Kita tak pernah tahu apakah kita lebih mulia dari orang lain. Kita bukanlah Tuhan yang kemudian dengan seenaknya memberikan penghakiman salah kepada sesuatu yang berbeda dengan pemahaman kita.

Aku yakin Tuhan memiliki bahasaNya sendiri dalam menilai umatNya. Bahasa yang tak dipahami dengan pengetahuan manusia. Ia Maha Pengasih, aku yakin Dia tidaklah sejahat itu terhadap ciptaanNya. Setiap manusia memiliki hak dasar untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Dan tiap manusia tidak boleh saling memaksakan hak dan kehendak tersebut.

Pada beberapa waktu lalu berbicara mengenai perbedaan agama mungkin begitu tabu. Namun, belakangan ini menjadi sebuah trending topic untuk menumbuhkan rasa toleransi. Pada rana film sekalipun para sineas tak lagi risih mengangkat tema-tema perbedaan agama. Misalnya film 3 Dunia, 2 hati, 1 cinta, atau juga film independent  Cin(t)a.

Perbedaan haruslah dilihat sebagai sesuatu yang memperkaya bukan menjadi sebuah problem dari keberagaman. Karena itulah Tuhan menciptakan Cinta. Agar segala yag berbeda bisa bersama karena cinta. 

Selamat Natal buat teman-teman yang merayakan.


Images

Banyak Ide

Aku punya ide hari ini. Tapi mataku tak bisa diajak kompromi. Padahal aku punya banyak cerita untukmu. Tapi aku harus beristirahat. Tidak lama. Cuma butuh dua jam. Kumohon tetaplah di sini sampai mataku kembali terjaga. 

Images

Status-Status Fesbuk


Ada aplikasi baru di fesbuk. Namanya "My Status In 2010". Aplikasi ini merekap semua status yang terbit di laman fesbukmu dan tidak kamu hapus. Terdengar agak berlebihan mungkin. Kamu akan melihat apakah kamu paling rajin mengupdate status atau tidak. 


Albumku berisi 57 foto yang isinya aneh-aneh. Ada yang lucu. Ada yang sedih. Ada yang romantis. Beberapa teman hanya punya belasan. Mungkin mereka tidak perlu berbagi rasa di fesbuk. Tapi ada juga yang bahkan sampai ratusan. Kakakku saja untuk April, Ia punya 90 foto. Bisa kau bayangkan apa yang dilakukannya setiap hari adalah update status.


Seorang teman berseloroh, kamu dibayar ya buat update status? Lucu juga jika untuk update status aku dibayar.Dengan senang hati akan aku lakukan. Mungkin bagi sebagian orang update status adalah sesuatu yang sedikit agak lebay. Tidak ada kerjaan. Tapi bagiku update status adalah berbagi rasa. Ada saat dimana kanal-kanal di otakku tersumbat dan kemudian tak menemukan orang untuk diajak ngobrol atau tidak ingin berbagi banyak pada orang lain.


Status menjadi wakil  untuk itu. Sedikit kata, namun sangat penuh makna. Bahkan sisi-sisi puitisku terasa hanya untuk merangkum gejolak rasa yang hadir dalam sebuah kalimat simpel. Tak seperti Twitter yang terbatas karakter. Namun sedapat mungkin aku selalu berusaha membuat simpel tapi dalam.


Apa yang kutemukan dalam albumku? Ada banyak cerita di sana. Rasanya membaca halaman-halaman buku harian. Aku tahu kapan saat aku begitu sibuk dengan kerja sehingga update pun begitu jarang. Aku tahu pada bulan mana ada rasa yang begitu meruncing. Sengsara seperti ingin lepas dari begitu banyak ikatan. Namun ada bulan dimana kudapati aku begitu bahagia.


Aku tahu sedikit orang yang memahami ratusan kalimat yang kubuat menjadi status itu. Memang seperti itulah maksudnya. Biarlah sedikit saja yang memahami rasaku. Aku hanya butuh mesin pengingat yang mampu menyimpannya. Dan aplikasi ini begitu berarti. (Hah, coba kalo dengan komentarnya.Hihihihhi.)


Aku mendapati sebuah kolom komentar di album milik teman. " Mengapa tak kau print dan masukkan dalam time capsule?". Ide yang bagus. Kenapa tidak? Jika kamu tak pernah punya diary sama sekali dan membuat album ini, anggaplah ini diary buatmu.


Ada saat dimana aku menemukan waktuku bersama orang lain di Album statusnya. Seperti ketika aku menikmati nonton bola di rumah kakakku. Rasanya semua itu baru kemarin. Waktu berjalan begitu cepat.Di awal 1 Januari 2010, seorang teman menuliskan statusnya " Satu hari di 2010 telah berakhir, masih ada 364 hari lagi".


Hei, tak cukup sepuluh hari lagi kita menghabiskan semua hari di tahun ini. Banyak rasa yang hadir. Ada tangis disana, tapi juga banyak tawa dan juga banyak perjalanan. Kata film Before Sunset "Kenangan itu indah jika kau tak perlu berhubungan dengan masa lalu". Tapi bagiku masa lalu adalah seperti sebuah jejak yang indah untuk selalu diingat.


Bagaimana denganmu?