Images

Seperti Udara

Seperti udara yang tak kasat mata
Mengisi tiap ruang tanpa jeda

Hadirnya tak pernah dipertanyakan
Dia ada sekalipun tiada

Memberi kehidupan tanpa meminta pamrih
Ia serupa sejatinya cinta
Terus memberi tak butuh balas

Penerimaannya penuh tanpa syarat
Mengisi jiwa menggerakkan darah menompang hidup
Meski  tak jarang benak alpa mengingatnya 


Kamu adalah udara memenuhi semesta hati
Menyulubungi jiwa rapuh yang kadang terlalu angkuh
Hadirmu adalah kehidupan
Tanpamu tak pernah kupikirkan seberapa sesaknya aku

Partikelmu menggenggam jiwa
Bebas berpijak dan melayang mengarungi semesta
Tetaplah menjadi udara
Agar selalu kurasakn cinta tanpa perlu menginderai

Selamat 31 juli :)
Cinta adalah sihir yang paling ampuh

Images

It's 31st of July



Kita menyukai buku. Harry potter adalah buku favorit kita bersama. Pernah tengah malam kita sama-sama ngantri di mall hanya untuk menjadi bagian dari orang- orang yang pertama mendapatkan versi bahasa indonesia dari buku best seller sedunia ini. 

Pernah kita terpisah banyak bangku duduk si bioskop hanya karena kita ingin menjadi yang pertama menonton film harry potter. Kita mengindentikkan diri kita sebagai penyihir. Mengoleksi topi sihir hingga tongkat sihir. Harry Potter menjadi salah satu yang menyamakan kita. 

Bahkan kita memilih tanggal 31 juli untuk pernikahan kita. Tanggal dimana harry potter lahir. Tanggal yang sama dimana sang penulis JK Rowling lahir. Tanggal dimulainya sekolah di Hogwart. Tanggal yang kita pilih untuk mengikatkan diri. Seperti Harry potter yang memulai harinya di hogwart pada 31 juli, saya pun selalu mengingat bahwa memilih bersamamu serupa memasuki dunia ajaib bernama Hogwarts. 

Kita memiliki banyak persamaan. Namun lambat laun kita menemukan banyak perbedaan. Saya terlalu demanding. Lebih demanding dibanding Flornoy atau Clemente, dosen-dosen yang menjejalimu tugas tiap minggu. Bahkan lebih demanding daripada Dolores Umbrige, Professor killer di Hogwarts. Tapi dirimu selalu mampu menundukkan ego. Membuatku terdiam dan memikirkan kembali pertimbanganku. Saya terlalu sering melihat sesuatu dari sisi negatif, tapi dirimu selalu berusaha menunjukkan sisi positif. Mengajarkan memandang dengan cara berbeda. Melihat hidup dengan bijak. Mengajarkan bahwa tiap persoalan adalah buatan pikiran yang mampu kita lawan. Beban berat  hidup sedikit banyak tercipta dari cara pandang kita melihat hidup itu sendiri. 

Ah, dirimu terlalu bijaksana. Saya yang terlalu meletup-letup. Tak sabaran dan egois. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing, tapi setiap orang selalu berusaha bangkit. Yang kita harus lakukan adalah bagaimana tetap berdiri tanpa perlu meratapi nasib. Itu katamu. Kata- kata yang selalu mampu membuat saya diam dan berpikir kembali. Diam yang kemudian akan kamu tambahi " nah, mulai masuk ke akalmu kan?". Kamu selalu berkata rona wajahku gampang ditebak. Segala perasaan terpampang jelas di mataku. Dirimu selalu mampu menebak dengan benar. 

Hari 31 juli. Tiga tahun yang penuh dengan kejutan. Tak lagi berdua kita merayakannya. Seorang gadis kecil berada di antara kita. Menjadi penghalang untuk saya memelukku ketika mengendarai motor. Tapi kita tak pernah mempedulikan itu. Gadis kecil yang tiap tarikan tangannya adalah perintah dan tangisnya adalah titah yang harus terlaksana. Yang selalu mendatangkan bahagia di ulu hati ketika bibir mungilnya menyentuh pipi dan bersuara "mmuaahh". Atau tubrukan badannya ketika kita berujar "hugs" disertai tawanya yang riang. Atau ucapan cadelnya berkata "i sis u". 

Dunia terlalu menakjubkan untuk hal-hal sederhana yang kita bagi bersama. Tak perlu menjadi murid Hogwarts untuk merasakan magis yang ajaib. Kupikir cinta adalah sihir yang paling ampuh. 

Happy 31st of july. I don't want to count how many years that we spent together. I just want to cherish every moment that we share together :)
Images

Review #3, Trilogi Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap


Nah, sampailah saya dibuku terakhir Atap. Atap adalah tempat bernaung. Fira mengambilnya sebagai pengandaian tempat setiap orang memilih "tinggal dan menetap". Dimana hati memilih untuk berada dibawahnya untuk mencari perlindungan dan menemukan rasa nyaman dan aman, seperti rumah. 

Setelah di buku pertama dan kedua tokoh-tokoh diperkenalkan sengan cerita hidupnya masing-masing maka di buku Atap kedua tokoh saling bertukar cerita tentang perjalanan yang mereka lewati untuk menemukan "atap"nya. 

Bowo yang menikah dengan Aida menemukan hatinya masih mencintai Putri, mantan pacarnya. Sedangkan June yang resign dari kantor karena politik kantor yang jorok membuatnya kembali galau. Ia memilih berlibur ke Pitsburg, mengenang kisah lamanya. Namun diam-diam ia kembali bertemu Aji Saka, mantan pacarnya yang kadang lembut kadang begitu kasar. Saat Bowo memilih untuk berpoligami  dan menikahi Putri, June pun kembali larut dalam manisnya perlakukan Aji Saka. Natal dan Tahun baru yang dilaluinya bersama hingga ia kembali mempertanyakan hatinya. 

Buku ketiga ini menjadi klimaks dari  dua buku sebelumnya. Kedua tokoh bercerita satu sama lain. Menceritakan ending dari perjalanannya. Pada akhirnya semua menemukan atap tempatnya berteduh. Rumah untuk pulang. Sekalipun jalan yang ditempuh cukup berliku dan tak pernah mudah. 

Sekali lagi buku-buku ini cukup bagus untuk menemani waktu senggang. Satu hal yang cukup menganggu, masih ada beberapa typo yang saya temui. Kupikir setelah cetakan ke 10 tak ada lagi kesalahan penulisan, namun sayang saya masih menemukan beberapa kata di semua trilogi ini.

Anyway, selamat membaca. (*)

Bengo, 30 juli 2013


Images

Review #2 Trilogi Jendela-Jendela, Pintu, Atap


Kupikir Pintu tetap bercerita tentang sosok June, ternyata tidak. Pintu mengambil tokoh pria bernama Bowo yang adalah kakak June. Bowo terlahir sebagai anak yang memiliki keistimewaan. Waktu lahirnya sangat istimewa dan saat lahir dia diselubungi oleh lapisan plasentanya sendiri. Menurut mitos mereka yang lahir diselubungi seperti itu adalah mereka yang mampu melihat alam gaib. 

Bowo pun demikian. Dia mampu melihat jin dan mampu melihat Aura. Ia belajar membuka mata batinnya dan mempelajari ilmu dalam. Cerita Bowo berlanjut ke masa kuliah ketika ia terlibat perkelahian dan menewaskan satu orang. Ia pun terpaksa ke luar negeri melanjutkan kuliahnya. Disana ia bertemu Erna, perempuan yang menyukainya hingga menjebaknya untuk menikah. Menghancurkan hubungannya dengan Putri, pacarnya di tanah air. Dia juga bertemu Paris, perempuan Prancis yang telah menikah namun jatuh cinta padanya. 

Buku kedua ini cukup banyak bercerita tentang hal-hal mistis yang malah membuatku suka membaca. Fira Basuki tampaknya cukup menguasai tema ini terbukti dengan dituliskannya juga buku Astral Astria yang bertema sama. 

Cara bertutur Fira di buku Pintu berubah, jika boleh saya katakan menjadi lebih enak dibaca. Pola menulisnya pun mengalir tanpa membuat saya sadar pada peralihan paragraf yang cukup kasar seperti yang saya temui di buku pertama

Pintu menjadi buku yang paling saya sukai diantara tiga buku ini. Mungkin karena Fira basuki sangat pandai bertutur sebagai tokoh pria. Juga tentang kota Chicago yang menawan. Lagi-lagi serupa sinkronitas membaca setelah sempat berangan-angan akan tinggal dekat kota Chicago. Hehehe. 

Pintu disini dimaknai sebagai sebuah jalan memasuki ruang yang lain. Semisalnya ruang jiwa atau pun ruang hati. Pengandaian ini cukup baik diambil oleh Fira setelah Jendela-jendela yang dapat diartikan tempat untuk melihat keluar atau melihat tempat lain. 

Yah, saya merekomendasikanmu membacanya. (*)

Bengo, 30 Juli 2013
Images

Review #1 Trilogi Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap


Akhirnya saya menamatkan trilogi Jendela, Pintu, dan Atap karya Fira Basuki. Membaca buku ini terbilang cukup telat mengingat buku ini ditulis pada tahun 2001 dan sudah mengalami 10 kali cetak ulang. 

Untuk pertama, saya ingin mereview buku Jendela-Jendela.Review berikutnya akan ditulis terpisah. Nah, sebelumnya saya bukanlah pembaca Fira Basuki. Sejauh ini saya hanya membaca buku Astral Astria dan Biru karyanya. Dua buku yang ditulis kemudian setelah menuliskan trilogi ini. 

Jendela-jendela bercerita tentang seorang perempuan bernama June yang mengalami cukup banyak perubahan dalam hidupnya. Mulai dari kuliah di Amerika, menjadi editor majalah Cantik di Indonesia, kemudian menikah dan pindah ke Singapura. Menepati rumah susun sederhana dan menjadi ibu rumah tangga. Ceritanya mirip-mirip hidup saya pas bagian ibu rumah tangga. Hahaha. 

Transisi hidup yang cukup glamor saat kuliah di Amerika dengan tanggungan orang tua serta limpahan hadiah mahal dari pacarnya ke kehidupan yang pas-pasan dan serba berkecukupan membuat June menjadi galau. Ia mencoba mencari kerja dan aktivitas. Ia menemukan dinamika kerja yang penuh persaingan. Tak cukup dengan itu kehidupan percintaannya pun diisi oleh pihak ketiga. Ia jatuh cinta pada sahabat suaminya sendiri. Kisah June bergulir hingga Mr. X diam-diam menjadi secret admirernya. 

Fira Basuki menggunakan teknik flashback dalam mengisahkan ceritanya. June sebagai sosok pencerita membawa pembaca mengarungi hidupnya. Menceritakan kembali tentang suasana Pitsburg, Kansas yang asri tentang masa-masa kuliah yang dialami sang tokoh yang juga merupakan pengalaman sang penulis.

Saya menyukai bagian ketika June menceritakan tentang kota Pitsburg. Deskripsinya benar-benar seperti kampung Athens, Ohio. College town yang nadinya adalah universitas. Dikelilingi oleh gunung, padang lapang, sera kafe- kafe baca dan diskotek.

Membaca cerita Pitsburg membuat saya kembali mengingat Athens. Dan rasanya benar-benar kembali ke sana.

Cara bertutur Fira Basuki cukup simple. Malah kalo boleh saya bilang cukup runut dengan pola menulis yang cukup biasa di buku Jendela ini. Mungkin karena ini adalah buku pertama yang dia tulis. Diksinya pun tidak begitu indah, tapi malah membuat buku terkesan sederhana dan gampang dimengerti. Kekuatan ceritanya mampu membuat saya membaca hingga halaman terakhir dalam waktu sehari. 

Buku Jendela-jendelaini mampu memberi gambaran tentang luar negeri khususnya Singapura yang tidak melulu nyaman. Nah, selamat membaca. (*)

Bengo, 30 juli 2013
Images

Another Journey of Delilah


Akhirnya Delilah Flores memilih mengepak semua barangnya dan meninggalkan Luca yang sedang tidur. Sayangnya, pelariannya menuntunnya bertemu berandalan jalan. Mereka menggoda Delilah untung saja Luca segera datang menolongnya. Luca melindunginya dan membawanya kembali ke Hotel. Delilah tak menyangka Luca aakan datang menolongnya. Pria itu rela berkelahi demi dirinya. Ia pun memutuskan untuk ikut bersama Luca ke Florence, menemui keluarganya. 

Di Florence Delilah berkenalan dengan keluarga besar Luca. Mereka begitu hangat. Di rumah itu Delilah menemukan sosok Luca yang lain. Penyayang anak-anak, penuh kasih dan juga kisah masa lalu yang penuh luka. 

Delilah harus menerima kenyataan bahwa Luca telah menikah dan memiliki satu anak. Ia telah jatuh dan menemukan kenyataan yang pahit. Namun Luca berhasil meyakinkan Delilah tentang masa lalu dan anak yang bukan darah dagingnya. 

Bersama keluarga Luca ia menemukan kebersamaan keluarga. Keintiman pun semakin kuat diantara mereka secara fisik. Luca memberikan segala yang Delilah butuhkan. Memberi pengalaman-pengalaman baru yang tak pernah ia rasa sebelumnya. Delilah ragu ia mulai jatuh hati kepada Luca. Keintiman mental yang tak ingin dia akui. Tak ingin ia rasakan.

Semua terlalu cepat, Luca terlalu baik. Delilah masih belum tahu hendak kemana. Perjalanannya masih panjang. Dan ia memilih untuk pergi. Sebuah kesalahan yang sangat buruk. Karena kini ia merindukan Luca. 

Buku kedua dari Delilah's Diary : #2 La Vita Sexy karangan Jeslinda Wilder. Wilder adalah salah satu penulis populer untuk pengarang self published book. Buku yang menjadi best seller adalah Big Girls Do It Better diterbitkan secara pribadi dan dijual lewat ebook. Buku kedua ini bisa dibeli lewat amazon dengan mendownload lewat kindle seharga satu dollar US. (*)

Bengo, 26 juli 2013
Images

Arok Dedes

Membaca Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer adalah membaca sejarah kerajaan nusantara yang cukup terkenal di buku-buku sejarah sekolah dasar. Tak ada yang tak mengenal Ken Arok dan Ken Dedes serta kisah yang tragis Tunggul Ametung. Kematiannya di ujung keris Empu Gandring yang dilakukan Ken Arok merampas seluruh kuasa miliknya termasuk permasurinya Ken Dedes. Buat saya, cerita Arok Dedes hanyalah cerita tentang terbunuhnya Tunggul Ametung ditangan Ken Arok yang kemudian merebut Ken Dedes. Pengetahuan sejarah masa kecil itulah yang saya bawa hingga sekarang. Sebelum membaca Arok Dedes karya Pram. Yang ada dalam benakku  Ken Dedes dan Ken Arok serupa Juliet dan Romeo yang berusaha mencari jalan untuk bersatu. 

Namun, Arok Dedes milik Pram adalah sebuah roman sejarah yang memberikan sudut pandang lain terhadap kisah sejarah ini. Pram memulai dengan cerita tentang diculiknya Dedes oleh Tunggul Ametung yang kemudian dinikahinya secara paksa. Cerita berlanjut pada kekejaman Tunggul Ametung sebagai akuwu Tumapel. Menimbun harta dan memberlakukan perbudakan sekalipun dia berasal dari kasta Sudra. Dedes sang Brahmani merasa bahwa tak pernah pantas seorang Sudra menyentuhnya. Apalagi menjadi seorang penguasa yang mengangkat dirinya sejajar dengan kasta yang lebih tinggi.

Kerusuhan bergulir seiring makin banyaknya pemberontak yang tidak menyukai Tunggul Ametung. Adalah kaum Brahmana yang paling vokal menentang namun hanya sebatas lisan. Arok adalah pemuda yang tak jelas asal usulnya yang kemudian muncul sebagai pemuda cemerlang yang menguasai ilmu pengetahuan dan sansekerta. Ia menjadi garuda untuk menggulingkan Tunggul Ametung. Menyusup perlahan ke perkuwuan Tumapel dan berusaha menguasai Tumapel. 

Karakter Arok dalam rekaan Pram adalah sosok reformis yang tidak menyukai perbudakan. Ia melihat perbedaan kasta dan agama menjadi penyebab pertikaian. Baginya setiap orang tidak boleh diperlakukan berdasarkan kasta dan sejatinya kasta yang tinggi tidak selamanya begitu mulai. Tergantung pada tingkah laku dan perbuatan tiap manusia. 

Dedes adalah tokoh favorit saya dalam roman ini. Karakternya lah yang diceritakan penuh emosional di sini. Dialah perempuan sosok yang selalu digambarkan lemah. Dia seorang Brahmani yang memiliki darah suci dibanding kaum sudra seperti suaminya. Ia pula yang harus memerankan agen ganda sebagai Paramesywari yang mendukung suaminya sekaligus pemberontak yang berusaha menggulingkan akuwu. Dengan kecerdasannya ia mengambil alih kekuasaan di istananya. Penuh rasa ingin tahu akan kondisi Tumapel. Bahkan Tunggul Ametung pun mempercayai setiap pertimbangannya. Sekalipun ia tidak ikut bergabung dengan kelompok pemberontak dan berperang tapi ia memainkan peran penting untuk menggulingkan kekuasaan Tunggul Ametung. 

Dedes sekalipun Brahmani yang menguasai banyak ilmu rontal tapi pun digambarkan sebagai sosok pencemburu dan menikmati kekuasaan. Ketika Tunggul Ametung terbunuh dan Tumapel dikuasai oleh Arok dan pasukannya, ia merasakan menjadi sosok yang kalah pula. Kehilangan kekuasaan dan pasukan yang mampu ia perintah. Terlebih ketika ia mengetahui Arok memiliki Istri. Ia pun cemburu. Ia menerawang jauh ke depan tentang pewaris kerajaan yang kelak akan mereka lahirkan. Di dalam rahimnya tumbuh benih Tunggul Ametung dan dalam rahim Umang tumbuh benih Arok. Benih-benih yang dikemudian hari akan berusaha saling berebut kekuasaan dan ia menyadari benih yang dikandungnya adalah benih yang dari pihak yang mengalami kekalahan. 

Membaca buku ini membuat saya mereka-reka kecerdasaan sang pengarang. Dalam kondisi dipenjara Pram menghasilkan sebuah karya yang begitu besar. Dengan segala keterbatasan ia mampu menuliskan roman yang begitu indah. Sedikit bumbu percintaan yang penuh dengan jejak sejarah. Memberikan referensi untuk melihat sejarah Arok Dedes. Arok Dedes tak sekedar cerita sejarah, tapi sebuah karya epik yang mampu memberikan titik terang tentang sejarah Kediri masa lalu. 

Tak salah jika Pram adalah salah satu penulis Indonesia yang paling bersinar di jagad internasional. Hendaknya karya-karya menjadi bacaan wajib untuk anak-anak sekolah. Bukunya masuk dalam daftar wajib baca buat Ara. (*)

 Bengo, 26 Juli 2013
Images

Kisah Eksil Politik yang Hendak Pulang


Kemana gerangan diri hendak pulang ketika tempat yang disebut rumah menghapus jejak keberadaan diri. Menolak tubuh dan menistakan sejarah masa silam yang buram. Sejarah adalah milik penguasa. Merekalah yang memiliki kuasa menarasikan kepada generasi berikut. Memilih yang bagian mana yang akan diceritakan dan tokoh mana yang menjadi antagonis.

Adalah Dimas Suryo, seorang wartawan yang tak memilih arah politik terlibat dalam pergolakan politik tahun 1965. Ia menjadi salah satu dari eksil politik yang tidak bisa pulang ke tanah air ketika terjadi penangkapan besar-besaran serta perburuan terhadap orang orang yang dicurigai terlibat partai komunis.

Dia tak pernah menyangka dirinya bakal "terbuang" dari tanah air. Kehilangan paspor dan menjadi stateless di negeri orang. Tercatat sebagai sejarah kelam yang pekatnya berakibat ke anak cucunya. Dimas tak pernah ikut dalam pergerakan politik manapun. Meski ia kadang membaca buku-buku berpaham komunis dan bekerja sebagai jurnalis. Ia menganggap dirinya sebagai wilayah netral dalam perbedaan paham politik di surat kabar tempatnya bekerja. Ia sering berdiskusi dengan Hamanto yang menjejalinya buku-buku Marx dan pemikir lainnya. Namun ia pun diterima baik oleh Bang Amir, rekan kerjanya yang aktif di masyumi. 

Saat perpolitikan tengah kisruh, dimas diutus ke luat negeri menghadiri konfrensi asia afrika bersama rekan kerjanya. Menggantikan mas Hamanto. Bersama Mas Nugroho, Risjaf, Tjai mereka terkatung-katung di luar negeri. Pindah dari satu negara ke negara lain. Bertahan hidup dengan kerja serabutan untuk satu keinginan kembali pulang ke rumah. Indonesia. 

Berempat mereka mendirikan Restoran Tanah Air di kota Paris. Menghadirkan Indonesia pada masakan yang mereka sajikan. Restoran itu menjadi oase untuk dahaga kerinduan akan Indonesia. 

Tahun berganti, roda zaman berputar, namun Indonesia di Restoran Tanah Air berhenti di tahun 1965. Mereka hanya sayup-sayup mendengar kabar tentang Indonesia. Lewat layar tv asing, surat dari keluarga, hingga kabar dari teman. Namun, peristiwa 1965 tetap dikaitkan pada mereka. Peristiwa yang membunuh para sahabatnya, memberikan pantulan suram pada keluarga dan anak cucu sebagai salah satu pengkhianat bangsa. Menjadikan restoran tanah air dicekal oleh kedubes Indonesia di Perancis. 

Adalah Lintang anak dari Dimas Suryo yang mencoba melihat kembali sejarah kelam yang menjerumuskan ayahnya pada stempel stigma komunis yang juga menempel di pipinya. Perjalanannya membawanya ke Indonesia bertemu Segara Alam anak dari Hananto dan Surti, perempuan yang dicintai ayahnya. Ditengah ceceran sejarah yang dia pungut, ia pun harus berhadapan dengan peristiwa 1998. Peristiwa yang menjungkal kekuasaan selama 32 tahun. 

Pulang karya Leila S Chudori mengangkat kisah para eksil politik di luar negeri yang tidak bisa kembali pulang karen cap PKI yang stigmakan kepadanya. Ia mengangkat kisah cinta dengan bumbu sejarah yang sangat lezat. Buku ini mengingatkan saya pada novel November karena latar kisahnya yang sama. 

Kisah percintaan para tokoh menjadi kekuatan menarik buku ini. Saling sengkarut namun tidak juga picisan. Latar sejarah membuatnya lebih cerdas. Ditambah setting tempat di Perancis seolah olah membawa pembaca ikut menyusuri bangunan-bangunan indah hingga perkuburan yang romantis di kota Paris. 

Buku ini layak untuk dibaca. (*)

Baubau, 15 Juli 2013
Images

Bagi Buku "Kado Cinta Untuk Ara"


Setahun lalu saya membuat buku khusus buat Ara sebagai kado ulang tahun pertamanya. Saya mencetak 5 ekasemplar secara pribadi. Kelima buku tersebut terbang ke Amerika ikut Ara setahun lalu. Pasalnya hasil cetakannya diterima ketika hendak menyusul Ayahnya ke Ohio. 

Saya tidak pernah mengecek bagaimana buku tersebut. Kupikir dicetak biasa saja tanpa ISBN. Belakangan saya tahu ternyata buku itu punya ISBN. Dengan penuh percaya diri salah satu buku itu disumbangkan di Alden Library, Ohio University. Doanya semoga kelak akan menemukan buku tentang dirinya di Perpustakaan Alden. 

Bukunya cukup personal. Berisi tulisan blog saya tentang Ara. Sebulan lagi Ara akan berusia dua tahun. Saya ingin membuat tradisi untuknya. Kami berbagi hari ulang tahun yang sama. Jadinya kupikir kami perlu membuat sebuah pahatan ingatan tiap tahun agar ia bisa menceritakan dengan bangga pada anaknya kelak. 

Awalnya, saya ingin membuat buku tiap tahun untuknya. Tapi sepertinya setahun ini saya tidak menulis banyak tentangnya. Kami banyak melakukan petualangan bersama menjejaki negeri 4 musim. Mungkin membuat buku foto lebih keren. Tapi butuh tukang layout dan kalo pun mau gampang perlu fasilitas internet super bangus biar bisa edit secara online. 

Nah, karena bingung maka tradisi tahun lalu yaitu membuatkan Ara kue akan diteruskan. Tahun ini karena nda membuat buku yang akan kami lakukan adalah memberi satu buku kepada pembaca blog ini. 

Bukunya cuma satu. Jadi syarat dan ketentuannya adalah pembaca blog terasimaji, menuliskan cerita yang berkesannya tentang Ara sebagai kado ulang tahun buat Ara yang kedua. Tulisannya dikirim ke email terasimaji@yahoo.co.id dengan subjek "Happy birthday Ara and Mom". Jangan lupa biodata dan alamat lengkap. Nanti buku "Kado Cinta Buat Ara" dikirim langsung ke alamatnya. Ditunggu hingga tanggal 2 agustus 2013 ya :) (*)

11 Juli 2013

Images

Catatan Seksi Sang Sakit Hati




Money can't buy happiness, but it can make you awfully comfortable while you're being miserable (Clare Boothe Luce)



Tak ada jalan move on paling cepat untuk melupakan masa lalu selain mengubah penampilan, membeli tiket ke tempat jauh dan bersenang-senang. 


Delilah Flores, mendapatkan kejutan yang mengubah hidupnya dalam sehari. Ia menemukan suami berselingkuh dengan perempuan lain. Perempuan yang menurutnya kurang cantik dan sexy dibanding dirinya. Lebih menyakitkan lagi ketika ia mengetahui bahwa suami bermain dengan banyak perempuan lain termasuk saudaranya sendiri. Ia mengepak semua barangnya, mengosongkan rekening tabungan yang ia simpan bersama suaminya. Persetan dengan semua itu, pikirnya. 

Dari kota kecil yang tak lagi berarti buatnya ia memilih terbang ke Chicago. Memulai perjalanannya yang entah berujung dimana. Ia melakukan make over terhadap penampilannya. Menghilangkan gambaran perempuan alim yang selama ini ia perankan. Sakit hati membawa pada upaya menemukan dirinya dan cinta yang lain. Ia bertemu dua gay yang membantunya merombak penampilannya. Mengajari bergaul dan bertemu dengan berbagai macam pria. Namun, ia tidak berhenti di Chicago. Ia membawa dirinya menuju Roma Italia. 

Salah satu sudut kota Romantis di Eropa membawa Delilah petualangan baru. Lelaki latin bermata coklat, berdada bidang, dan berperilaku romantis adalah obat paling mujarab untuk hati yang luka. Di Roma ia bertemu Luca, lelaki yang menolongnya dari insiden pencurian tas. Yang mengajarinya art of love. Mengajaknya berkunjung ke rumah untuk bertemu orang tuanya.

Apakah Delilah memilih mengikuti Luca ke Florence ataukah ia memilih pergi ke tempat yang lebih jauh lagi? Ia menuliskan kisah petualangannya dalam diary yang dibaginya pada pembaca

Delilah's Diary #1 A Sexy Journey, karangan Jesinda Wilder. Baru kali ini saya membaca novel bahasa Inggris yang mungkin bisa dikategorikan sebagai novel Metropop. Saya membaca buku ini versi kindle dan tidak cukup sehari menghabiskannya. Kugadang-gadang buku ini cukup tipis dalam versi cetaknya. Jika cerita di buku ini mencoba dibuatkan rumus maka move on adalah banyak uang dibagi jalan-jalan. Delilah adalah perempuan yang beruntung mencoba untuk move on dengan tabungan yang cukup banyak. No wonder dia tidak galau berlebihan hingga mau bunuh diri. Ia pun cukup cerdas memilih Italia sebagai tempatnya memulai petualangan. Tempat yang bertabur pria-pria cakep nan romantis. Setelah bosan cukup mengambil bus dan singgah di kota lain yang tak kalah romantisnya. 

Buku ini dibagi menjadi tiga seri, yang entah bagaimana bagaimana mendapatkan seri lanjutannya mengingatbuku ini di download secara gratis di kindle. Edisi selanjutnya saya yakin sudah dibandrol dengan harga tertentu.

Novel ini cukup ringan dan asyik dibaca untuk sekedar membunuh waktu. Bahasanya mudah dimengerti. Untuk pembaca yang menyukai serial metropop maka buku ini layak dibaca. (*)

Baubau, 9 juli 2013
Images

BJ Get Married!

Bang Joy get married.  Yeeeiiii!!!!! Siapa Bang Joy? The most coolest abang in the world. Saya akrab memanggilnya BJ. Saya mengenalnya dari temannya di facebook. Ngobrolnya via YM dari tengah malam sampe pagi. Terus chating di fesbuk. Paling up to date via whatssapp. Dihitung-hitung kenalnya sudah dua tahun. More less. Seumur-umur kami cuma dua kali ketemu. Ketemunya kayak fan ketemu artis. Pake foto-foto. (Dia yang artisnya :D)

Kenapa saya menyebutnya sebagai abang paling cool di dunia? Pertama karena dia ngeblog. Saya adalah pembaca mountain mama, blog miliknya. Cerita favoritku adalah kisah-kisah waktu dia kecil. Terutama cerita tentang bioskop di kabupaten Bone. Sayangnya, blog itu nda pernah lagi diupdate. Kemudian dia punya blog yang lain, isinya gambar dari berbagai scene-scene film. Semenjak jarang online pake laptop maka saya nda pernah lagi blog walking ke blognya. Saya kangen tulisan-tulisannya yang kadang sentimentil. 

Dia suka ngirim film-film buat saya. Dari dia saya mengenal film Cinema Paradiso dan Totoro. Saya suka ngasih dia buku. Satu point yang bikin dia keren lainnya adalah karena dia suka membaca. Cakep begitu BJ adalah pembaca Toto Chan loh. Saya pernah mengiriminya buku Perahu  Kertas. Yang baru saya sadari kayaknya nda cocok buat dia. Saya pun memberikannya buku Makassar Nol Kilometer yang entah apakah ia suka atau tidak. Satu yang pasti dia adalah sangat menyukai Akar karangan Dee. Menurut dia Bodhy itu mirip karakternya.

Dua kali kami bertemu kami menghabiskan waktu ngobrol yang nda jelas. Keliling mall yang hampir tutup hingga menemaninya duduk merokok di emperan mall. Duduk di restoran mall sambil menebak karakter orang yang lalu lalang. Ia selain cool juga misterius. Akun facebooknya penuh dengan gambar masa kecilnya, foto-foto hasil huntingnya, gambar buatannya (dia seorang ilustrator handal), beberapa foto editan aneh, serta gambar narsisnya. Relationshipnya tidak terjelaskan. Tak ada fotonya dengan cewek manapun. Apalagi jadi foto profil dan banner fb. Kabar kalo dia mau nikah pun cukup mengejutkan. Etapi, saya sih tidak. Soalnya yang bersangkutan bilang sendiri setelah saya sedikit mengintrogasi beberapa hari setelah dia dari Makassar tanpa kabar. Relationshipnya nda pernah berubah dari single, ke in relationship hingga engaged. Tapi kali aja setelah hari ini dia akan memposting gambar pernikahannya, mengganti foto profilnya dengan foto nikahnya. Memasang foto prewednya sebagai banner dan mengubah relationshipnya menjadi merried dan dipost ke public. Hanya Bang Joy dan Yang Maha Kuasa yang tahu.

Terakhir kami bertemu dia memberikan buku Akar miliknya. Duh, pengen nangis rasanya. Pasalnya serial supernovaku yang belum lengkap ya Akar itu. Buku Bang Joy melengkapinya.

Nah, kembali ke pernikahannya. Beberapa waktu lalu iseng saya membuka home Linenya. Foto profilnya masih dia sendirian. Tapi bannernya ala-ala film koreo. Prewednya dengan gambar dia membelakang trus dipeluk sama calon istrinya. Liat foto itu rasanya sejuk skali. Bahagia rasanya tahu bahwa dia benar-benar akan segera menikah. Jarang-jarang saya ikut merasa bahagia kalo orang lain mo nikahnya. Biasanya cuma nanggapi dingin. 

Seminggu lalu saya sempat mewhatssapnya. Memberinya selamat dan mengatakan calon istrinya mirip Luna Maya. Eh, dianya pergi nambahin ia  Luna Maya sama Wendi Cagur. Hahahhaa. Salah, kupikir cocoknya Luna Maya sama Jimmy Lin ( i mean it loh, Bang. Nda pake bercanda). Dia mengirimkan foto-foto prewednya dan foto saat tunangannya dua hari lalu. Dengan pesan, jangan berfantasi aneh-aneh.  Hahaha, entah apa definisi aneh menurutnya. Bang Joy sosok pria yang beruntung menikahi perempuan teman masa kecilnya. Kupikir sangat romantis menikahi sahabat masa kecil. Berbagi masa kanak-kanak yang sama, masa dewasa, hingga menjelang tua. Tak perlu saling menebak gimana ingusan dan cengengnya masa kecil dulu.

Anyway, selamat menikah BJ. Semoga bahagia selalu, cepat dapat momongan, dan mentraktir saya di Setia Budi Bone :p (*)

Baubau, 8 juli 2013
Images

The Help

Jackson, kota kecil di negara bagian Mississipi. Menjadi orang berkulit warna di kota adalah menjadi warga kelas dua. Berada setingkat di bawah  orang berkulit putih. Tahun itu 1962. Perbedaan perlakukan yang disebut rasis terjadi di Amerika. Tak terkecuali di Jackson, Mississipi. Masa itu adalah masa dimana perlakuan terjadi perbedaan perlakuan antara warga kulit hitam dan warga kulit putih. 

Aibileen, perempuan berkulit hitam paruh baya adalah warga kulit hitam yang merasakan bagaimana susahnya menjadi warga kelas dua. Di tahun itu perempuan berkulit hit menjadi helper- pembantu- di rumah- rumah orang kulit putih. Pekerjaan yang mayoritas dilakukan oleh perempuan berkulit warna sementara para pria bekerja menjadi buruh di ladang milik orang kulit putih.  Pekerjaan yang mereka lakukan turun temurun dari nenek, ibu, hingga dirinya. Serupa lingkaran yang tak putus. 

Tak pernah mudah hidup di tengah lingkungan yang melihat warna kulit sebagai pembeda yang sangat mencolok. Warga kulit hitam berumah di kompleks tertentu. Tidak boleh bersekolah dengan anak kulit putih. Tidak boleh ke perpustakaan orang kulit putih. Bahkan tidak boleh dirawat oleh dokter dan rumah sakit warga kulit putih. Mereka dipisahkan oleh tanda-tanda dijalan bertuliskan "colored"  atau pada taxi yang bertuliskan " white only". 

Aibileen tak luput dari perlakuan diskriminasi  tersebut. Menjadi helper di rumah orang kulit putih berarti hanya boleh mengucapkan "yes ma'am" atau "no ma'am". Tidak boleh seruang dan duduk sejajar dengan mereka. Tidak boleh membantah majikan. Serta menggunakan peralatan makan yang berbeda dari majikan. Aibileen bekerja di rumah Mrs. Leefolt, perempuan yang memiliki satu anak yang tak begitu perhatian pada anaknya. Aibileen lah yang merawat Mae Mobley. Mengajari anak itu bahwa ia adalah anak yang baik, pintar, dan penting. Ia mengajari Mae Mo bahwa tak ada perbedaan antara kulit hitam dan kulit putih. Yang ada hanyalah ide-ide yang dibuat oleh kepala-kepala yang menganggap bahwa ada perbedaan antara keduanya.

Minny, sahabat baik Aibileen. Kesulitan mencari kerja ketika Mrs. Hilly memecatnya dari rumah majikannya, yang adalah ibu Mrs. Hilly sendiri. Tak ada yang meragukan kepandaian memasak Minny, sesuatu yang membuat Mrs. Hilly sangat ingin menjadikannya pembantu di rumahnya. Sayangnya Mrs. Hilly terlalu rasis memandang orang kulit hitam. Sebagai ketua perkumpulan perempuan di Jackson dan istri seorang calon senator ia memberi inisiatif kepada para majikan untuk membuat toilet khusus untuk para pembantu. Alasannya adalah untuk mencegah terkontaminasinya mereka dengan penyakit yang mereka percaya banyak terdapat di warga kulit hitam. 

Mrs. Skeeter, perempuan kulit putih yang baru menyelesaikan kuliahnya dan menemukan bahwa pengasuhnya yang juga pembantunya, Constantine telah berhenti bekerja di rumahnya. Pengasuh yang begitu dekat dengannya dan mengajarinya banyak hal. Saat kembali ke kota kelahirannya ia menemukan teman-temannya memperlakukan pembantunya cukup rasis. Terutama Mrs. Hilly dengan ide toiletnya. Ia pun lantas berinisiatif untuk menulis buku dari sudut pandang para helper. Bagaimana perasaan mereka bekerja dengan orang kulit putih. Membesarkan anak-anak majikannya sementara mereka harus meninggalkan anak mereka di rumah.

Menulis buku tentang hubungan kulit putih dan kulit hitam di tahun 1962 cukup berbahaya. Isu kesamaan hak bergejolak di tahun itu. Warga kulit hitam cukup takut terhadap kulit putih yang superior. Mereka takut untuk dibunuh atau dianiaya jika melanggar aturan tentang warna kulit. Namun, ketiga perempuan ini bertekad menceritakan kisah tersebut. Kenyataan perlulah diungkapkan sekalipun ada garis yang perlu dilewati.

Hampir seminggu ini saya berusaha menghabiskan buku The Help karangan Kathryn Stockett. Saat membelinya di  bursa buku bekas di perpustakaan Athens saya sama sekali tidak memiliki ide bahwa buku ini berkisah tentang rasis di tahun 1960an. Awalnya kupikir saya tidak akan menyelesaikan buku ini terlebih karena ini adalah edisi aslinya. Tapi akhirnya saya berhasil menyelesaikannya meski cukup lamban. 

Saya cukup menikmati membaca buku ini. Memberi cukup pengetahuan kepada saya akan perlakukan rasis orang kulit putih terhadap kulit hitam yang didukung pemerintah. Namun, tak semua orang kulit memberi perlakuan buruk. Salah satu tokoh bernama Mrs Celia tidak mempermasalahkan warna kulit. Juga beberapa majikan lainnya. Hanya saja yang terjadi adalah ketika mereka memberikan perlakuan baik terhadap orang kulit hitam secara otomatis mereka terbuang dari lingkungan orang kulit putih. Mereka akan dijauhi dan tidak dilibatkan dalam berbagai acara. Seperti yang terjadi pada Mrs. Skeeter. 

Sang pengarang sedikit banyak menuliskan kisahnya sendiri. Kupikir Mrs. Skeeter adalah representasi dirinya dalam buku ini. Ia dibesarkan di Jackson, Mississipi oleh seorang helper kulit hitam. Ketika besar ia baru menyadari bahwa bahwa larangan neneknya menganggu pembantunya saat makan, istirahat dengan alasan agar sang pembantu beristirahat sebenarnya bentuk "aturan" dimana orang kulit putih tidak semeja dengan orang kulit hitam saat makan.

Buku The Help ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sayangnya, saya belum sempat lihat edisi bahasa Indonesianya. Novel ini juga sudah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Filmnya tidak beda jauh dengan novelnya dengan perubahan seperlunya agar tidak perlu mendapatkan penjelasan yang panjang lebar. Kupikir filmnya cukup mewakili 500 halaman bukunya tanpa membuang bagian yang penting. Anyway, selamat membaca dan selamat menonton. (*)

Baubau, 5 July 2013