Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2006

tas kembar

tas kembar ini dibeli beda. dwi yang pertama beli. trus echy ikut-ikutan beli yang merek export.jadi deh tas kembar. foto ini diambil pas di malino kemarin. habis bina akrab. pas mo pulang.eh...ternyata abang, dedengkot UKPM ikut foto juga. so gini deh jadinya.

langit teras imaji

Sebuah sore yang indah dipondok safar. Paduan gerimis hujan dan cahaya matahari membentuk sebuah pelangi indah di kaki langit. Seperti teras imaji kata temanku.

Ya..ia begitu indah. Sambil ngumpul sesama anak kosmik di teras bawah pondokan kayu itu. berebutan gorengan yang hanya lima biji. Suasana keakraban yang jarang terlihat saat sekarang ini.

Berbagi kisah atau sekedar maccalla satu sama lain. Nda pernah meraa tersingung meski itu bikin sakit hati. Kata senior ’ini budaya tertua di kosmik. Budaya maccalla”.Budaya yang selalu akan diingat hingga suatu hari nanti hari ini akan menjadi sebuah kisah klasik buat masa depan”.

musim final datang...!!!!

Akhirnya selesai juga tugas final antroku. Beberapa hari belakang ini saat musim final mulai menyerang virus-virus tugaspun sudah mulai bermunculan. Dari meringkas, merangkum, mentranslate, sampai stand up liputan jadi tugasku. Aduh nasib-nasib jadi anak komunikasi.

Tapi,lumayanlah. Itung-itung buat berdiri depan kamera. Kapan lagi bisa mentertawai sembari memuji diri stand up di depan kamera. Tapi untuk tugas jursair yang satu ini betul-betul membuatku kurus.

Hamper seminggu ambil gambar. Dengan berbagai kendala. Mulai dari kamera yang Hi8 yang katanya susah atau bahkan nda bisa di capture, orang-orang yang sik jaim ga mau diwawancarai. Sampe mood-ian para kru yang dalam hal ini satu kelompok.

Juga tak lupa buat motor-motor yang dipinjam buat meliput. Ini satu-satunya barang yang tak bisa disediakan oleh bendahara kelompok. Tapi kalo soal minjam masih bisa diandalkan.

Dan…akhirnya selesai juga tahap pengambilan gambar. Sisa nunggu capture sama editing. Soma semua berjalan lajncar. Pesan …

belajar meneliti

akhirnya dwi puya kesempatan buat ikutan meneliti. kemarin sempat ikut sama Lsim buat meneliti tingkat pengetahuan masyarakat terhadap korupsi. dan aku harus mencari responden anak SMP cewek, profesional sama BUMN.

aduh pusing juga. ga punya link di mana-mana. untungnya untuk anak SMP banyak berkeliaran di lapangan Unhas buat ujian semesteran. yang masalah itu profesional. pusing aku. sampai nanya sama pak mansyur tentang profesional itu.

profesional itu notaris, apoteker, dosen swasta dan lain-lain yang punya kode etik profesi. asal jangan wartawan. jelas k anto (teman sekaligus senior di kosmik plus di Elsim). jadilah aku keluar masuk kantor notaris. dan satu yang kudapatkan...mereka menolak dan mengusirku.hiks....hiks...hiks...aku jadi benci sama notaris yang rata-rata cewek.( dulu mikirnya notaris itu dominan cowok...eh...ternyata...)

trus k yusran aneh-aneh ngasih sarannya " tampil catik dan tersenyum. Semangat!!!" gimana bisa buat tampil cantik...toh mereka nda tertarik…

kembali ke awal

Kmarin...sempat ganti skin...dibuatkan sama iko. tapi...banyak yang ga beres. maklum rada nda ngerti juga masangnya...So, kacau deh.

Ya...mungkin seharusnya blog ini apa adanya saja.Postingan curhat yang terlalu manja. Narsis.Dan banyak lagi.tapi...inilah teras imajiku.Tak usah seperti yang lain. Biarkan ia begitu apa adanya.

Teras imajiku pun tetap seperti itu. Tak terlalu indah untuk orang lain. Tapi ia adalah tempat yang indah buatku.

Tempatku berlari dari semua realitas. Sedikit lebih manja dan bermimpi banyak hal. Tanpa harus takut untuk jatuh dan tersakiti.

dan dwiagustriani memilih

hari ini sedikit bermain dengan hati. banyak yang harus di benahi. tapi sedikit menyenagkan hati tak ada salahnya. reunian dengan teman SMA. mengingat kekonyolan saat masih pake putih-abu-abu. bercerita tentang masa lalu yang selalu menjadi tangga untuk kembali merasai kenangan itu.

tak pernah sediit pun menyinggung tentang hari ini. hanya sekedar mengenang hari ini yang pernah sama-sama diimpikan. telah banyak berubah. ada yang telah betul-betul menggapai mimpi itu. dan aku...masih di sini, merangkak dilorong panjang ini.

aku tak ingin bermimpi yang terlalu mengawan-awan sekarang. tangan kecil ini terlalu pendek untuk menggapai hal yang langitan.aku memilih untuk menjadi ordinary people aja.

terlahirkan bukan menjadi siapa-siapa dan tak menjadi siapa-siapa. mencoba realistis terhadap kenyataan yang ada. bukan nyerah tapi berkompromi. dan aku lebih bahgaia dengan pilihan ini.

dan DWIAGUSTRIANI memilih untuk menjadi DWIAGUTRIANI itu sendiri.