Skip to main content

belajar meneliti

akhirnya dwi puya kesempatan buat ikutan meneliti. kemarin sempat ikut sama Lsim buat meneliti tingkat pengetahuan masyarakat terhadap korupsi. dan aku harus mencari responden anak SMP cewek, profesional sama BUMN.

aduh pusing juga. ga punya link di mana-mana. untungnya untuk anak SMP banyak berkeliaran di lapangan Unhas buat ujian semesteran. yang masalah itu profesional. pusing aku. sampai nanya sama pak mansyur tentang profesional itu.

profesional itu notaris, apoteker, dosen swasta dan lain-lain yang punya kode etik profesi. asal jangan wartawan. jelas k anto (teman sekaligus senior di kosmik plus di Elsim). jadilah aku keluar masuk kantor notaris. dan satu yang kudapatkan...mereka menolak dan mengusirku.hiks....hiks...hiks...aku jadi benci sama notaris yang rata-rata cewek.( dulu mikirnya notaris itu dominan cowok...eh...ternyata...)

trus k yusran aneh-aneh ngasih sarannya " tampil catik dan tersenyum. Semangat!!!" gimana bisa buat tampil cantik...toh mereka nda tertarik. nda bakalan "mati kiri" sama cewek karena mereka cewek.

dan sukseslah dwi hanya memperoleh satu profesional. dosen swasta yang direkomendasikan k jum. aduh... susahnya. sampe mo nangis rasanya. sempat juga di marahi sama k wahyu pas FGD jarena telat datang trus baru bawa pesera FGD. padahal udah cukup malah lebih jadinya....aduh...kayaknya susah memang.

tapi kepuasan tersendiri bisa menghabisan kuesioner satu per satu. apalagi pas terima honor. waaah...sepertinya waktu diusir dan dimarahi terbayarkan...hehehe



Comments

Popular posts from this blog

babel

Sebenarnya tak ada planing untuk menonton film. hanya karena kemarin arya dan kawan-kawan ke TO nonton dan tidak mengajakku. Dan kemudian menceritakan film 300 yang ditontonnya. Terlepas dari itu, sudah lama aku tak pernah ke bioskop. Terkahir mungkin sam kyusran nonton denias 2 november tahun lalu. (waa…lumayan lama). Dan juga sudah lama tak pernah betul-betul jalan sama azmi dan spice yang lain J Sebenarnya banyak halangan yang membuat kaimi hampir tak jadi nonton. Kesal sama k riza, demo yang membuat mobil harus mutar sampe film 300 yang ingin ditonton saudah tidak ada lagi di sepanduk depan mall ratu indah. Nagabonar jadi dua, TMNT, babel, dan blood diamond menjadi pilihan. Agak ragu juga mo nonton yang mana pasalnya selera film kami rata-rata berbeda. Awalnya kami hampir pisah studio. Aku dan echy mo nonton babel atas pertimbangan sudah lama memang pengen nonton. (sebenarnya film ini udah lama aku tunggu, tapi kemudian gaungnya pun di ganti oleh nagabonar dan 300). Serta pem...

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...

Catatan Seksi Sang Sakit Hati

Money  can't buy happiness, but it can make you awfully comfortable while you're being miserable ( Clare Boothe Luce) Tak ada jalan move on paling cepat untuk melupakan masa lalu selain mengubah penampilan, membeli tiket ke tempat jauh dan bersenang-senang.  Delilah Flores, mendapatkan kejutan yang mengubah hidupnya dalam sehari. Ia menemukan suami berselingkuh dengan perempuan lain. Perempuan yang menurutnya kurang cantik dan sexy dibanding dirinya. Lebih menyakitkan lagi ketika ia mengetahui bahwa suami bermain dengan banyak perempuan lain termasuk saudaranya sendiri. Ia mengepak semua barangnya, mengosongkan rekening tabungan yang ia simpan bersama suaminya. Persetan dengan semua itu, pikirnya.  Dari kota kecil yang tak lagi berarti buatnya ia memilih terbang ke Chicago. Memulai perjalanannya yang entah berujung dimana. Ia melakukan make over terhadap penampilannya. Menghilangkan gambaran perempuan alim yang selama ini ia perankan. Sakit hati...