Images

Huh,Jengkel!!!

Jengkel!!!Ada dua tulisan yang ingin aku upload di blog ini.Tapi sayangnya internet dan laptop bersekutu untuk tidak memihakku.Jadinya aku harus menunggu netbook punya kakak Ipah.Tambah satu lagi, listrik di rumah rusak gara-gara arus pendek.Jadinya nda bisa ngenet di kamar.Hiks
Images

Surat "Cinta" No 2

Dear kamu....

Apa kabar duniamu? Apakah hujan masih membasahi tanah-tanahmu. Menggenangi pot-potmu dan membuat tanaman-tanamanmu kebanjiran air. Ataukah adakah matahari mengeringkan tanah-tanahmu. Membuat kuning dedaunan di pohon.Menjadikan debu-debu beterbangan di langitmu.

Telah cukup lama kita tak berbagi kabar. Bertukar cerita. Jarak membentang di antara kita. Dan hati pun tampaknya mulai memiliki pola geraknya masing-masing. Tapi setiap hari aku masih memiliki waktu untuk mengingatmu. Menggantung tanya di benak tentang apa yang sedang kamu lakukan.

Adakah dirimu telah berubah? Rambutmu yang mungkin kian memanjang. Atau malah lebih pendek karena telah kamu potong. Apakah berat badanmu bertambah. Ataukah telah tumbuh otot-otot bisepmu karena berolahraga.

Semua pertanyaan itu mungkin takkan kamu jawab. Atau aku terlalu cerewet untuk menanyakan segala hal remeh temeh tentang dirimu. Jika kamu tak berkenang menjawabnya, aku takkan memaksamu. Biarlah imajinasiku yang menjawabnya.

Aku mulai sangsi dirimu telah berubah. Fisikmu, duniamu, dan juga hatimu. Masihkah kamu memanggilku dengan sebutan “sayang” atau “Dear”. Ah, mungkin kamu tak lagi mau menggunakannya. Padahal aku rindu panggilan itu.Tapi sekali lagi aku tak pernah bisa memaksamu.

Aku menuliskan sebuah buku untukmu. Aku tahu kamu pasti penasaran. Tunggu!!!! Biar kunikmati kemenangan karena telah membuatmu penasaran. Aku akan memberikanmu kelak jika kita bertemu.Itupun jikalau kita sempat bertemu :P.Namun jika angin takkan pernah mempertemukan kita, aku akan menyimpannya sendiri.

Kata orang-orang nerd “katakan cinta lewat buku”. Jika aku memberikanmu buku maka kamu mungkin akan merasa special. Namun jika aku memberikanmu buku yang kubuat sendiri, apakah kamu merasa lebih dari special.Hihihihihi. Bukunya limited edition loh. Takkan kamu temukan di perpustakaan di seluruh dunia. Dicetak hanya ada dua eksemplar. Satu untukku, satu lagi untukmu. Namun jika kita tak bertemu aku akan menyimpan kedua-duanya.

Apakah kamu akan mengejarku seumur hidupmu. Mencariku ke ujung dunia. Aku mungkin terlalu percaya diri untuk itu.Hahahahaha. Tapi biarlah. Semua kan tergantung padamu. Kamu akan membacanya atau tidak. Kamu penasaran akan buku itu atau tidak.

Biar kuberi kamu contekan tentang isi buku itu. Biar kamu semakin penasaran. Aku mencatat tiap rindu di sana. Setiap imajinasiku tentangmu aku catat. Semua pertanyaan-pertanyaan tentangmu aku tulis di buku. Karena kutahu kamu takkan membalas surat ini maka kelak jika aku bertemu denganmu aku akan memaksamu menjawabnya. Jika perlu dibawah todongan pisau tajam. Kenapa aku memilih pisau, karena jika aku menekankannya ke tubuhmu maka kamu takkan langsung mati. Jadi aku masih bisa memaksa menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku.

Hmmm…Sepertinya kamu mulai menciutkan nyalimu untuk bertemu denganku. Kamu mungkin memilih untuk penasaran saja daripada berada di bawah todongan pisau. Hahahaha.Apakaha ini bentuk aksi teror terbaru setelah bom bunuh diri dan bom buku? Akan sangat romantis jika aku mengirimimu bom dalam bentuk surat beramplop merah jambu.  Apakah aku setega itu? Bisa ya, bisa tidak. Aku yakin sisi malaikat dalam diriku berbanding dengan sisi devilnya. Tapi, tak usahlah. Aku terlalu cantik untuk jadi tersangka pengirim bom. Lagian motifnya nanti hanyalah sakit hati. Bukan motif yang marak diberitakan di media.

Kupikir surat ini akan berisi hal-hal romantis serupa surat cinta. Namun ternyata surat ini berujung pada ancaman. Kamu boleh melaporkanku ke polisi jikalau kamu merasa terancam. Tapi kan aku tak pernah tahu dimana kamu berada dan begitu juga aku tak tahu dimana dirimu berada.

Ya, demikianlah akhir surat yang ngelantur ini. Aku harus menyelesaikan satu cerita terakhir untukmu.
Mari diakhiri saja Titik
Images

Bisa OL Lagi

Ada ada dengan laptopku? Entah kenapa dia selalu ngadat kalo diperlukan. Tapi hari ini dia sudah bisa dipakai online. Semoga bisa bertahan sampai datang si imut....
Images

Ketika Kuterlelap

Ketika kuterlelap,aku ingin kamu disampingku.
Membelai lembut kepalaku dan mengucap selamat malam sambil mengecup keningku.

Aku ingin kamu mengelus punggungku
Memastikan aku nyenyak dalam selimut mimpi indah

Ketika kuterlelap,aku ingin kamu berbaring disampingku
Mengusap ubun-ubunku
Membelai rambutku yang berantakan
Memperhatikan aku yang tertidur
Memastikan keningku tak berkerut karena mimpi buruk

Ketika kuterlelap, berbaringlah di dekatku
Agar ketika kuterjaga kudapati dirimu
Biar kudekap tubuhmu
Images

Laptop Dan Diriku

Finally home,setelah di Makassar berhari-hari.Tanpa laptop dan jarang mengakses internet.Kecuali fesbuk via handphone.Agak susah juga mengumpulkan semangat menulis di Makassar.Perlu suasana yang private untuk menulis dan itu hanya aku temui di rumah atau kamarku.Antara aku dan diriku.Dan akhirnya aku di sini di tempat yang kusebut rumah.

Namun yang kudapati adalah laptop yang tiba-tiba menampilkan tampilan yang seenaknya.Mengganggu mood menulisku dan aktivitas onlineku.Tak ada laptop cadangan.Kakak Ipah membawa netbooknya buat pelatihan.Laptopku dodol dan diriku pun sakit.

Flu yang telah 2 minggu belum sembuh-sembuh,hari ini sampai pada titik deritanya.Membuatku susah bernafas,batuk berdahak,hingga terasa sakit diantara telinga hingga kepala saat menelan.Ujung-ujungnya adalah pening yang begitu menyiksa.

Tak ada kekuatan untuk bangkit.Rasanya berat pula untuk berpikir.Bernafas saja rasanya begitu menyiksa.Aku ingin tidur saja rasanya.Namun untuk tidur dengan tenang pun aku hanya mampu merasakannya saat tengah malam.Ada saat di antara malam aku terjaga dan tak bisa tidur lagi.Huft...

Sakit membuat seluruh hidupku tak berjalan normal.Aku merindukan diriku yang enerjik.Mengerjakan dan merencanakan banyak hal. Semoga besok lekas sembuh.
Saatnya berkemas sayang....
Hapus air matamu, ia takkan menangis untukmu

Images

Kali Ini Aku Ingin Menang

Ada kamu di ujung benak
Menggantung dan tak tertuliskan 
Ada halaman kelima yang butuh untuk dilanjutkan
Masih tetap kamu yang menjadi trending topiknya
Harusnya kamu sedikit terharu 
Aku menulis ini untukmu
Kadang sampai perih mataku memikirkannya
Otakku berair karena mingran memplototinya
Aku tak yakin apakah nanti ia akan selesai
Rasanya aku sudah berada diujung tebing
Sisa menjatuhkan diri agar menemukan kata tamat
Tapi aku selalu membayangkan ekspresi kalahmu ketika membacanya
Aku ingin menang kali ini
Aku cukup lelah untuk angkuh dan selalu kalah
Kali ini aku ingin menang....
Images

Fotomu Di Sampul Bukuku

Ilustrasi

Aku selalu berharap memiliki satu potret bersamamu. Berdua saja. Jika kamu keberatan ada wajah kita terpampang, cukup foto tangan kita berdua. Jika juga kamu masih keberatan cukup foto bayangan tangan kita saja yang saling bertaut. Kelak aku ingin menjadikannya salah satu sampul bukuku.


Kelak paragraph ini akan disisipkan dalam sebuah bab di bukuku.....

Images

Teru-Teru Pink


Jimat penangkal hujanku sudah mencoba menjajal tempat yang bagus buat menggantung diri. Hehehehehe. Itu takdirnya untuk digantung. Bukan aku yang begitu tega. Nah, aku memilihkan satu tempat untuknya. Di pohon kelor depan rumah. Bertetanggaan dengan pohon sukun dan pohon pepaya. Tapi dia terlalu cantik untuk menggelantung di atas pohon kelor yang langsung terpapar matahari. Sejak awal april, hujan tak lagi turun di sini. Padahal aku merindukan dinginnya pagi yang menyenangkan, atau sore yang melelapkan.

Jadi si Teru-teru Pink aku pindahkan ke jendela kamar. Nongkrong di situ, temaniku menulis. Kata Etta, kalo loncengnya lebih besar, bagus di gantung di sawah buat usir burung pipit. Hahahahahaha. Ini juga yang menjadi obrolanku dengan yang mengirimiku teru-teru semalam. Harusnya di budaya bugis dibuat juga ya jimat seperti ini. Tapi sepertinya bebegig atau orang-orang sawah sudah seperti Teru-Teru Bozu versi gede :).

Images

Hal Menyenangkan Malam Ini

Teru Teru Bozu VS Tau Sa ko

Malam ini senang sekali. Aku mendapatkan dua hal yang menyenangkan. Pertama kue jaman dahulu kala yang akhirnya bisa aku cicipi kembali. Teman-teman menyebutnya kue purba. Waktu kecil, saat membelinya di warung dekat rumah, aku tak pernah tahu apa nama kue itu. Namun beberapa waktu lalu, seorang teman di fesbuk memposting fotonya yang di dapat di warung kecil di sebuah daerah. Wow, jadi kangen. Nama kue itu Ta Sa Ko. Kue cina yang dibuat dari kacang hijau bercap buah delima.

Beberapa waktu lalu aku sempat menemukan kue-kue itu masuk di Mall. Di bungkus dalam satu paket isi empat biji di brandol dengan harga Rp.10.000. Padahal waktu SD sebungkus cuma harga Rp.100. Semakin kuno semakin mahal dan semakin dimanfaatkan kapitalis. Namun pas mo beli lagi tuh kue Swalayannya lagi direnovasi, di mall diamond Panakukang Mall.

Terus jalan-jalan lagi di Mall Ratu Indah. Eh, nemu di Hero. Parahnya sebungkus,isi sepuluh buah seharga Rp.40.000.Waaah, makin kapitalis nih. Tapi waktu itu masih belum beli. Tadi waktu kakakku ke Makassar, aku nitip kue itu. Ngutang dulu. Eh, ternyata dibelikan. Asyik!!!!!

Waktu mencicipi pertama, rasanya seperti berada di surga. Rasanya tidak berubah seperti waktu aku memakannya di SD dulu.Senang akhirnya bisa merasakan kue itu lagi. Hehehehehe. Makasih kakak Ipah.

Hal yang menyenangkan kedua adalah aku mendapatkan Teru Teru Bozu dari Bang Joy. Wuih senangnya. Belum pernah ada yang mengirimiku Teru Teru Bozu yang bungkusnya semua bertuliskan huruf kanji Jepang. Warnanya pink lagi. Hehehehehe.

Kalo Teru Teru Bozu jimat penangkal hujan. maka Teru Teru Bozu Pink-ku  juga membuat hati senang. Ada gambar si Chibi Maruko Chan lagi. Aku tempel di cerminku. Jadi Tiap bercermin aku liat mukanya. Teru-teru Bozunya belum tau mo digantung di mana. Beberapa pohon bisa jadi alternatif. Ada pepaya, Sukun, dan Kelor. Tapi Kasian kalo nanti kehujanan. Atau di gantung di jendela kamar saja. Besoklah aku carikan tempat. Terima kasih Bang Joy!!!!!

Dua hal menyenangkan itulah yang membuatku tetap melek untuk posting sampe sekarang. Selamt berbahagia!!!!!!
Images

Gadis Kecil Di Blog


Aku punya penjaga blog. Gadis cilik berbaju hangat warna pink. Aku suka dia berdiri di terasimajiku dan menyapa para pembaca. Namun, beberapa orang mengkomplain keberadaannya. Mereka agak terganggu dengan kehadirannya berdiri menghalangi tulisan-tulisan di blogku.

Sampai saat ini ada tiga orang yang mengajukan protes. Mereka semua menggunakan netbook untuk mengakses blog ini. Tampilan blogku di laptop ukuran 14 inci atau lebih besar dari netbook memang cukup berbeda. Untuk Di laptop biasa, kehadiran gadis kecil itu tidaklah masalah. Karena ada ruang kosong yang ditempatinya sehingga tidak mengganggu tulisan-tulisanku. Namun pada netbook, tampilan blogku sedikit berubah. Ruang koong tersebut menjadi hilang. Layar terlihat padat dan gadis kecil itu pun harus berdiri menghalangi tulisan-tulisan di blog. 

Beberapa mata pembaca agak kesulitan dengan itu. Aku pun harus memperhatikan saran para pembaca. Meski blog ini sifatnya pribadi, namun aku tak ingin setiap orang yang berkunjung ke blog ini merasa tidak nyaman. Dulu pernah aku pasang lagu di blog ini, namun aku buka karena membuat para pembaca tidak nyaman. Ingin kuganti gadis kecil itu. Namun aku belum sempat memilih-milih animasi yang sesuai dan tidak menghalangi para pembaca. 

Aku akan merindukan gadis kecil ini....Goodbye...
Images

Susahnya Mengajari Anak Kecil

Khanza yang bermain air penuh tanah saat berkebun

Setiap anak dilahirkan dengan watak baik, yang dengan mudah bisa rusak karena lingkungan mereka atau pengaruh-pengaruh buruk orang dewasa. ( Sosaku Kobayashi- Kepala Sekolah Tomoe Gakuen)
Setelah membaca Totto Chan, aku berpikir untuk memberikan pendidikan rumah seperti yang diajarkan kepala sekolah Tomoe Gakuen, Sosuka Kobayashi kepada anakku kelak. Pelajaran yang paling penting adalah memahami dunia kanak-kanak. Mereka adalah manusia-manusia yang memiiki rrasa ingin tahu yang begitu besar. Tak ada ketakutan. Mengecap semua ilmu pengetahuan dengan menggunakan inderanya. Mata, Telinga, hidung, mulut, dan kulit dengan sangat sempurna. Mereka tak sekedar bertanya tapi juga mencari jawaban. Hanya saja para orang-orang dewasa terlalu sok pintar untuk memberikan peniaianterhadap semua tingkahnya. Setiap yang tak sesuai dengan pikiran mereka selalu dianggap salah. Dan anak kecil pun berhenti belajar di sana. Tumbuh dengan keingintahuan yang dikebiri sejak lahir. Menjadi pribadi yang selalu diancam dengan kata “Jangan” dan tak pernah berani melakukan hal-hal luar biasa. Mereka tunduk kepada aturan yang telah diatur orang dewasa tentang benar dan buruk tanpa pernah belajar untuk mencoba, mengambil resiko,bertanggung jawab, dan belajar dari kesalahan. 

Aku memulainya dari ponakan perempuanku yang berumur 1 tahun lewat beberapa bulan, Khanza. Setiap ia bersamaku, aku berusaha sedapat mungkin menjaganya hanya dengan mata. Membiarkannya melakukan hal-hal yang disukainya selama itu tidak membahayakan jiwanya. Hasilnya adalah saat pagi ia telah berhasil terantuk di dinding, terjatuh di lantai basah, serta bibir pecah karena terbentur bangku saat mengejar kucing. Ia menangis, tapi ketika perhatiannya teralihkan maka segera ia melupakan sakit-sakitnya itu. Ia kembali ceria, mengejar kucing dan tetap sibuk berlari ke sana kemari. Namun yang kuperhatikan adalah tempat-tempat dimana ia sempat terbentur kemudian menjadi titik-titik yang begitu sangat diperhatikannya. Ia akan berhati-hati pada kakinya yang licin dan juga pada lantai yang licin.Mereka sejatinya belajar dari kesalahan.
Aku membiarkannya bermain pasir. Duduk di pasir dan memainkan kaki-kakinya. Dunia anak-anak adalah dunia bermain, mengapa kita membatasinya. Ketika mereka membuat berantakan banyak barang, karena mereka sedang melakukan eksplorasi terhadap imajinasinya. Mereka melakukan eksperimen terhadap segala hal yang ada di dekatnya. Ketika mereka bermain-main laptop, handphone, alat-alat listrik, harusnya bukan larangan yang harus dikeluarkan. Puluhan kata “jangan” dan ancaman yang begitu menakutkan. Bukankah ketika membeli alat-alat itu telah ada peringatan “jauhkan dari jangkauan anak-anak”. Orang-orang dewasalah yang harus menghindarkan barang-barang itu dari anak kecil. Karena sejatinya mereka belum mengerti apapun. Mereka hanya memiliki keingintahuan yang begitu besar. Orang dewasa tak boleh memaksakan untuk dimengerti oleh anak kecil. Namun, orang dewasalah yang patut memahami dunia anak kecil.

Meski berusaha untuk tetap memahami dunianya, tapi tak jarang aku pun harus memaksa dengan kekerasan. Memegang tangannya lebih erat. Atau menuruti kemana aku ingin pergi. Tidak menuruti kemauannya. Sangat susah mengajari anak kecil. Menjadi orang tua dan menjadi sekolah kehidupan pertama bagi mereka tidaklah mudah. Tapi selalu ada cara untuk menumbuhkan karakter baik dari tiap anak. Semoga kelak bisa tetap sebijak ini. Amin!!!!!
Images

Petak Umpet

Ilustrasi

Sore tadi menemani Khanza main-main sore, ia memilih untuk berjalan menyusuri lorong depan rumah menuju jalan raya. Ia menarik tanganku lebih keras untuk terus berjalan hingga pinggiran jalan besar. Aku pun berkeras untuk tidak menuruti keiinginannya. Aku berusaha mengalihkan perhatiannya. Untungnya di halaman mesjid banyak anak-anak main petak umpet. Aku pun menggendongnya untuk berdiri di pagar agar tak lelah oleh beban tubuhnya.

Anak-anak itu bermain dengan riang. Ada lebih dari sepuluh anak di sana. Yang kutahu paling tua diantara mereka adalah siswa SMP. Seingatku waktu SMP, aku tidak lagi main petak umpet.Hehehehehe. Beberapa anak laki-laki juga ikut main. Mereka mengelilingi halaman mesjid dari muka hingga belakang hanya untuk bersembunyi dan berusaha memegang tiang penjaga dengan cepat dan tidak terlihat oleh anak yang giliran jaga.

Yang jaga pertama adalah seorang anak perempuan. Kuperkirakan anak kelas 6 SD. Ia berhasil melihat dan menemukan semua teman-temannya yang bersembunyi. Giliran jaga kedua adalah anak gadis paling kecil diantara para anak-anak yang main. Ia selalu saja kebobolan tiang jaga. Bahkan ketika ada seorang anak lagi yang ikut gabung untuk bermain, ia tetap mendapat giliran jaga karena kalah main suit.

Mereka membuatku teringat ketika aku yang seumuran mereka berlari di halaman mesjid itu. Bermain dengan anak-anak laki-laki. Aku selalu menjadi yang paling kecil. Selalu berada di tim yang kalah tiap kali main. Pernah sekali main kejar-kejaran dan aku kalah gara-gara anak laki-laki yang lebih besar dariku. Umurku saat itu mungkin 9 tahun. Kelas 3 SD. 

Permainan itu membuatku tumbuh menjadi anak perempuan yang selalu menganggap anak laki-laki selalu lebih pintar, lebih hebat, serta lebih kuat dari anak perempuan. Setelah permainan itu, aku selalu tidak ingin ikut bermain jika dalam permainan juga ikut anak laki-laki. Apalagi untuk jenis permainan yang harus beradu atau berlomba. 

Kepribadianku tumbuh dengan pandangan bahwa anak perempuan selalu menjadi anak nomor dua dari anak laki-laki. Bahkan hingga di kehidupan sehari-hariku aku memaklumi jika anak laki-laki lebih unggul dari anak perempuan. Karenanya, waktu dulu jika ikut perlombaan-perlombaan seperti Pramuka atau siswa teladan aku selalu suka. Karena pengkategorian lomba berdasarkan Putra-Putri. Sedangkan aku tidak begitu suka dengan lomba Olimpiade, dimana semuanya Putra dan Putri harus bersaing. 

Sepertinya aku tumbuh dengan keminderan yang begitu luar biasa terhadap makhluk bernama pria. Ia membentuk kerpibadianku menjadi sangat tunduk pada pria. Padahal sesungguhnya cewek dan cowok itu sama saja. Tak ada badanya. Semoga ini hanya terjadi padaku dan masa kecilku saja...
Images

Totto Chan : Gadis Cilik di Jendela


Totto Chan adalah anak kecil periang yang selalu memiliki rasa ingin tahu besar. Di sekolah dia berdiri di jendela dan memanggil pemusik jalanan. Membuat keributan di sekolah. Gurunya menanggapi bahwa perbuatannya diluar batas. Ia tak bisa duduk diam dan mengikuti pelajaran. Hingga akhirnya ia dikeluarkan di sekolah.

Ia tetaplah gadis kecil yang selalu penuh rasa ingin tahu hingga ia bersekolah di Tomeo Gakuen. Di sekolah ini ia menemukan gerbong- gerbong kereta yang dijadikan kelas, memiliki mata pelajaran jalan-jalan dan memasak bersama, berenang telanjang, teman-teman yang menyenangkan, mata pelajaran yang boleh dipilih sesukanya, serta seorang kepala sekolah yang begitu senang mendengar ceritanya selama empat jam di hari pertamanya, Sosaku Kobayashi. Di Tomeo inilah Totto Chan tumbuh menjadi anak melakukan segala hal sesukanya, belajar tentang persahabatan, kepeduiian, etika, serta tanggung jawab.

Sekolah Tomeo adalah sekolah dasar yang menggunakan system pendidikan diluar kurikulum konvensional. Mr. Kobayashi benar-benar menerapkan system pendidikan yang benar-benar memahami dunia kanak-kanak. Ia membiarkan murid-muridnya memilih bidang yang disukainya. Menanyakan segala sebab dari semua perbuatan yang dilakukan muridnya. Ia tak pernah membiarkan muridnya saling membedakan satu dengan yang lain. Mereka semua sama,sederajat, kanak-kanak, dan patut bahagia dengan dunianya.

Membaca buku ini rasanya begitu menakjubkan jika menyadari bahwa sekolah Tomoe didirikan sebelum perang Pasifik (Tahun 1930an). Kobayashi benar-benar memiliki sebuah visi pendidikan yang begitu hebat. Belajar sepatutnya haruslah langsung dari alam dan lebih menarik jika disertai dengan praktek. Ia pun menemukan bahwa music adalah salah satu bidang yang mampu menyelaraskan fisik dan pikiran.

Sekolah saat ini lebih menekankan pada kepintaran akan matematika dan ilmu pasti. Tanpa benar-benar mengajarkan bahwa sesungguhnya murid-murid yang belajar memiliki kepandaian yang berbeda-beda dan memiliki hak yang sama untuk diasah. Maka yang lahir dari sekolah-sekolah konvensional adalah watak-watak robotic yang disiapkan untuk bekrja. Tidak menjadi manusia seutuhnya yang memahami pengetahuan dan interaksi yang baik antar manusia.

Pantaslah buku ini menjadi bacaan wajib di Negeri Sakura. Setidaknya ketika manusia tak mampu mengubah sekolah-sekolah konvensional maka system pendidikan tersebut tetap mampu diterapkan di rumah bagi para orang tua. Atau guru-guru yang melakukan pembimbingan seperti Mr. Sasuko Kobayashi.
Images

Balada Putri Penggembira

Hanya diundang kala sepi datang menghadang
Pada pesta penghujung malam, ketika para tetamu telah beranjak pergi
Yang tersisa untuknya hanyalah lelah yang menggantung

Namun tak pernah ia berhenti hadir
Karena pangeran adalah bahagianya
Meski hanya tersisa sedikit menit untuknya hingga ia berucap
"Tidurlah, tubuhmu begitu kuyuh"

Dan ia tetap setia menunggu undangan pesta membunuh sepi itu
Meski ia tahu sepi kian menipis dan kelak
Ia akan dicampakkan dan tak diingat lagi sebagai putri penggembira
Images

Menulislah Sebelum Bobo

Aku mendapati tulisan ini di lapak kompasiana milik Om Jay. Menulislah sebelum bobo. Sebuah resep yang bagus sebenarnya. Menulis sebelum tidur adalah upaya untuk mempertahankan otak tetap waras. Setelah seharian lelah dengan hiruk pikuk yang memusingkan. Mungkin menulis itu seperti layaknya berdo sebelum tidur. Bercerita pada Tuhan. Mengucap syukur dan kemudian merapalkan dengan lirih pemohonan dan harapan tentang esok hari.

Hari ini tak banyak yang aku punyai. Biarlah aku meneruskan ujian Aprilku yang lumayan menyesakkan. Semoga aku berhasil menyelesaikan satu proyek idealis yang tak begitu bagus namun cukup memanjakan diri. Semoga aku bisa menyelesaikannya setidaknya untuk diriku sendiri. Tak peduli hasil akhirnya bagaimana. Setidaknya aku ingin meniti di titian jembatan dan sampai di ujungnya. 

Semoga benar-benar bisa selesai.Amin!!!!!
Images

Baladaputripenggembira

Kelak, jangan undang aku dalam pesta membunuh sepi yang kau batalkan sendiri, pangeran #baladaputripenggembira
Images

Aku Mulai Suka


Aku mulai suka jarak yang tercipta antara kita. Tak terduga, pelan, namun pasti. Aku belajar melepas ikatan layang-layangmu. Kamulah yang harus terbang bebas. Biarkan aku mengejarmu dengan mata hingga pelupuk ini tak lagi melihatmu di langit.

Aku mulai suka jarak antara kita. Sangat pelan namun mampu membuat kita berpisah. Berjalan lambat untuk merenggang. Ada rasa yang mulai kosong diantaranya. Tsk cukup menyakitkan ternyata. Sampai saat ini aku masih mampu bertahan. Meski kadang ada detik dimana aku rindu menarik layang-layangmu. 

Apakah kamu rindu? Aku telah lelah membentangkan langit untuk kau jelajahi sembari talimu masih terikat kuat di jemariku. Aku pun menyadari layangan kelak akan terputus dan menghilang dibalik awan. Menjauh bersama awan berarak. Tak punya arah. Namun juga tidak pernah tahu akan tempat pulang. Aku tak pernah menjadi tempat pulangmu...Terbang tinggilah wahai layang-layang....
Images

Tulisan Yang Hilang

Baru kemarin laptopku selesai diperbaiki. Beberapa waktu lalu aktivitas dunia mayaku terganggu karena dia rusak. Terkena virus yang membuatnya tak bisa mengakses internet. Dan akhirnya laptop ini kujadikan sebagai tempat untuk menulis tulisan-tulisan yang akan disimpan dalam jangka waktu lama dan untuk sekedar curhat rahasia.

Bodohnya adalah aku tak menyimpan tulisan itu di folder D. Aku pikir tulisan itu akan tetap tersimpan saja dengan aman di my document meski terinstal. Nyatanya adalah tulisan-tulisan itu hilang. Ada tiga tulisan maha penting yang cukup susah dituliskan hingga membuatku sedih karena ia hilang. Tulisan itu ditulis dengan hati yang paling dalam, penuh perasaan, meski sagat lebay. Sangat sayang ketika aku harus memeras keringat dan otak serta air mata lagi buat menuliskannya.

Padahal tulisan itu dipersiapkan untuk proyek pribadi. Proyek limited edition. Pokoknya disiapkan buat sesuatu yang mengharu biru. Tapi kalo hilang, membuatku semakin ragu untuk menyelesaikannya. Huaaa....Padahal ini adalah one way tiket.Hiks....Semoga tulisan itu nyangkut di flashdisk...Jika tidak meranalah duniaku..
Images

Mengapa Ada Beda "Tanda Tanya"


Tanpa perencanaan hari ini aku menonton film Tanda Tanya karya Hanung Bramantyo. Ngider-ngider di Mall tanpa ada tujuan, aku jadi ingat ada film Indonesia yang baru tayang. Aku sama sekali tak punya bayang tentang film Tanda Tanya ini kecuali bahwa ini adalah sebuah film tentang pluralisme keagamaan di Indonesia. 

Film ini bersetting di Semarang dan mengangkat kejadian nyata tentang kasus penikaman pendeta di depan gereja saat akan mengadakan kebaktian. Hanung memulai cerita tersebut dari scene itu. Selanjutnya bergulir ke cerita tentang kehidupan beragama di sebuah kompleks daerah di Semarang. 

Film ini menceritakan tentang bagaimana manusia terhadap Tuhan, bagaimana mereka memilih agama yang mereka yakini., kehidupan pluralis yang begitu kompleks, dan begitu banyak benturan-benturan yang begitu krusial yang menyangkut SARA.
Ada Rika yang memilih untuk pindah agama dari Islam ke Katholik demi untuk mencari jalan pencerahan meski anaknya Abi tetap belajar mengaji dan berpuasa. Nduk yang bekerja di Restoran China yang menyajikan menu babi dengan cara olahan berbeda.  Yang bosnya adalah penganut agama Budha. Serta  Surya, seorang pemain figuran yang menjadi pemeran Yesus dalam perayaan Paskah meski dia adalah seorang muslim.

Permasalahan yang terjadi adalah adanya upaya yang selalu menganggap bahwa agama sendiri lebih baik dari agama orang lain dan juga pergunjingan SARA, misalnya China, sipit, dan teroris. Dari film ini, aku melihat bahwa seperti itulah realitas keagamaan yang terjadi di Indonesia. Beberapa dari organisasi keagamaan selalu tampil sebagai sosok benar dan menyalahkan penganut agama lain. Atau juga ketika tak adanya rasa saling menghargai dan menghormati saat upaya keagamaan.

Hanung berusaha menyajikan potret ideal pluralisme yang sepatutnya ada di Indonesia. Karakter itu dihadirkannya pada Romo, pendeta Khatolik yang menenangkan jamaatnya ketika seseorang berusaha menghentikan drama Paskah karena pemeran Yesus adalah seorang muslim. " Keimanan takkan ternodai karena sebuah pentas drama tapi karena kebodohan" katanya.

Sosok ideal itu juga hadir pada Pak Ustad yang selalu berusaha memberikan pandangan-pandangan pada umatnya. Misalnya ketika Surya bingung apakah mengambil peran sebagai Yesus atau tidak " Iman itu di hati. Tanyakan pada hatimu. Apakah kamu istiqomah atau tidak."

Selain itu sosok Engko pemilik restoran China yang begitu menghormati agama setiap orang. Memberikan ruang untuk beribadah bagi para pegawainya dan membantu konsumsi saat acara Paskah dan Natal. Image ideal ormas Islam pun ditampilkan Hanung ketika Banser NU turut ikut menjaga keamanan perayaan di gereja. " Ini adalah jihad" kata sang pemimpin Banser.
Sesungguhnya yang terjadi pembedaan dan ketidaksepahaman individu yang kemudian diovergeneralisir menjadi sebuah ketidaksepahaman agama yang selalu menjadi akar dari konlik Agama yang ada. Pada akhirnya hubungan Tuhan dan manusia adalah hubungan pribadi masing-masing. Pilihan untuk memilih kepercayaan mana yang hendak dipeluk adalah hak dasar tiap manusia yang tak perlu dipaksakan. Seperti ketika Ko Hendra memilih untuk memeluk Islam atau Rika yang memilih Katolik.

Meski MUI menganggap bahwa film ini merupakan penyebar fatwa sesat atas pluralisme yang telah diharamkan tapi film ini perlu diapresiasi sebagai bentuk upaya mengapresiasi keberagaman di Indonesia. Kupikir ilm ini cocoknya berjudul "Mengapa Ada Beda". Karena dengan berbeda, kita belajar saling menghargai dan menghormati.

Mari merayakan Kebhinekaan dalam keindahan....

Images

Bahagia Bahagia Bahagia


Kita bertumbuh bersama. Banyak hari yang kita lalui. Menonton film kartun bersama, serial Party of Five, Popular, hingga film-film anak-anak di Indosiar yang waktu Aku SD dan dirimu SMA selalu hadir dipukul dua siang. Membeli buku-buku bacaan yang kita sukai.Kita menggilai boyband yang sama. Menyukai sosok blondie yang sama. Menonton konsernya, teriak bersama ketika melihat video klip terbaru mereka, atau bahkan mengharu biru bersama. 

Masih ingatkah kamu ketika kita merekam dengan kaset tape single terbaru mereka sedangkan mama membaca Al-Qur'an dengan suara yang dikeraskan? Huaaa....rasanya kesal sekali. Tapi mau bagaimana lagi, berargumen dengan mama tentang idola kita dan aktivitasnya adalah sebuah hal yang mustahil. Terpaksa kita menunggu lagi video klipnya di MTV. Kita adalah generasi MTV, lahir dan besar dalam pengaruh layar kaca televisi. Saat itu kita punya mimpi. Kita punya khayalan. Kita bahagia dengan mimpi dan khayalan itu. Tak peduli itu apakah kelak khayalan itu jadi nyata atau tidak. Tapi kita telah memilih bahagia. 

Kita bertumbuh. Menjadi pribadi yang dewasa dan berusaha memahami hidup. Kita tak lagi menyukai hal yang sama. Semua berubah. Aku dengan hobby yang aku sukai. Dirimu dengan upaya mencapai mimpimu. Kita tak lagi bertumbuh dalam atmosfer yang sama. Serasa kita memiliki dunia kita masing-masing. Dan kita tetap berbahagia. Kita masih saja mampu tertawa bersama. Tetap mengilai boyband itu. Membaca Harry Potter.Dan tetap memilih bahagia.

Hari ini aku mempertanyakan kembali apa definis bahagia? Beberapa orang bijak dalam tulisan-tulisannya menyebutkan bahagia itu sederhana. Ia ada dalam diri kita. Ia berasal dari diri. Bukan dari orang lain. Sesederhana ketika kamu membuka jendela kala pagi dan merasakan hawa dingin yang menyapu lembut pipimu. Kadang kita tak pernah menyadari kehadirannya. Ia seperti barang yang selalu kita miliki namun hanya saja ketika kita tak memilikinya kita baru sadar kehilangannya. Ketika ia ada bersama dirimu, kamu tak pernah sadar akan eksistensinya. Ketika ia tak kau rasakan, maka kamu hanya akan berfokus pada titik itu. pada kesimpulan bahwa kamu tak pernah bahagia.

Bahagia ada dalam diri. Dan tiap orang di luar diri manusia adalah instrumen-instrumen yang mampu membuat berbahagia atau tidak berbahagia. Sekali lagi, mereka hanyalah instrument. Ketika instrumen tersebut sedikit rusak, jangan menjudgenya bahwa ia adalah sumber ketidakbahagiaanmu. Mungkin ada piranti yang rusak atau kamu terlalu mempresurenya. Aku pun merupakan salah instrumen yang bisa membuatmu bahagia atau membuatmu tidak bahagia. Tapi sekali lagi, kamu adalah pemegang kuasa atas dirimu. Dalam dirimulah bahagia itu sesungguhnya.

Beberapa pepatah juga mengatakan bahwa hidup itu kejam. Ya, hidup memang kejam. Karena jika ia sangat baik, artinya kita telah berada di surga. Setiap kita tak dilahirkan dengan selalu baik. Selalu ada dualitas agar tercipta keseimbangan. Tuhan menitipkan sifat-sifatNya ke manusia agar manusia bisa bijak melihat hidup. Namun kita juga memiliki sisi-sisi manusiawi yang menjadi penanda bahwa kita adalah makhluk lemah. Ketika kamu merasa tak bahagia, mungkin Tuhan ingin memintamu mengasah sifat-sifat Ilahi dalam dirimu. Melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda, dengan kacamata berbeda dan dengan pertimbangan-timbangan yang bijaksana.

Hidup adalah kompromi-kompromi. Tak pernah kenyataan berjalan sesusai ekspektasi. Aku, kamu, dan orang lain telah berupaya sekuat tenaga untuk membuatnya sesuai ekspetasi. Namun, ketika ekspektasi berbanding terbalik dengan kenyataan, mungkin kita tidak berusaha lebih keras.

Bahagia ada dalam diri tiap manusia. Bahagia itu pilihan. Tak peduli seberapa banyak orang yang memberi pertimbangan, dirimu adalah milikmu seutuhnya. Bukan aku yang menjalani hidupmu atau orang lain. Tapi dirimu sendirilah yang paling tahu tentang hidupmu. Hanya saja kutitip satu hal, jadilah bijak. Bukan untuk saat ini, tanpa juga nanti dan kelak. 

Aku takkan memaksamu untuk mengikuti jalan pikirku. Cukup, jadilah bijak.....

Images

Black Swan


Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna.

Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja.

Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu untuk menyamar menjadi baik. Ia tak perlu berpura-pura memiliki sisi baik. Takdirnya adalah menjadi jahat dan ia bahagia dengan itu.

Yang mana dirimu? Black Swan atau White Swan. Di tiap sisimu selalu ada malaikat dengan lingkaran di kepalanya dan juga iblis merah yang bertanduk. Sisi-sisi itulah yang menjadikan manusia seutuhnya. Yang mana dirimu, Si angsa putih atau angsa hitam? Silakan pilih.

Images

Sebuah Hal Kecil Bernama Cinta


Cinta. Jika ia adalah alkimia maka ia adalah zat yang paling tak tertebak. Untungnya ia bukan alkimia. Tanpa wujud sekalipun ia memiliki kekuatan yang super dahsyat untuk merubah banyak hal. Dunia sekalipun mampu diubahnya.

Saya menyempatkan menonton film Thailand berjudul “ Crazy little thing called love”. Film keluaran tahun 2010 yang disarankan oleh Bang Joy. “Banyak yang berteriak saat menonton film ini”katanya. “Dan rata-rata itu cewek. Jika kau suka nonton Ada Apa Dengan Cinta, maka film ini lebih bagus dari AADC”. Huuuuaaaaa…..sebegitu hebatnya kah? Saya benar-benar penasaran.

Meski telah memiliki DVD bajakannya seminggu lalu, tapi baru kali ini saya sempat menontonnya. Bercerita tentang seorang cewek bernama Nam, murid sekolahan yang tidak cantik, bodoh, dan berasal dari genk unpopular. Menyukai kakak kelasnya yang cakep, hobby fotografi, dan pandai main bola.

Nam berusaha melakukan banyak cara untuk menarik perhatian kakak kelasnya. Mengikuti petunjuk dari buku 9 jurus cinta yang dibelinya di toko buku bersama teman-temannya. Dibelikannya coklat dan disimpannya di atas motor milik kakak kelasnya hingga rela ikut ekskul menari klasik. Namun sayang, dia dan teman-temannya malah tidak diterima dan terpaksa ikut ekskul drama. Nam berusaha keras memperbaiki dirinya. Belajar lebih keras, merubah penampilan, hingga berlatih menjadi pemandu utama marching band.

Seperti petunjuk dalam buku buku jurus cintanya, jika ia ingin mendapatkan cintanya dia harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan penuh pengorbanan. Namun ketika ia telah berubah ternyata sahabat kakak kelasnya lah yang menyukainya. Ia pun menjalin hubungan tanpa status dengan teman baik kakak kelasnya agar ia bisa dekat dengan kakak kelasnya. Namun semua ternyata tak semudah itu.

Mungkin cerita film ini sangat sederhana, tapi jika ditonton oleh perempuan seperti saya cerita ini benar-benar luar biasa. Saya harus sampai menangis di scene-scene terakhir saat sang cewek menyatakan cintanya namun sang pria telah jadian dengan teman kelas seminggu yang lalu. Sang pria lantas pulang ke rumahnya dan membuka sebuah buku yang berisi foto-foto Nam dari sejak kelas 1. Ia menceritakan dalam buku itu segala hal berdasarkan point of viewnya. Ia tak pernah sanggup mengatakan cintanya, ia pula yang memberikan apel dengan bekas gigitannya sambil menulis note “Aku sudah mencobanya dan ia tidak beracun”. Juga ia menuliskan perasaanya ketika temannya menembak sang cewek dan ia tak bisa berbuat apa-apa. Oh, God…..Kenapa ada kisah cinta serumit ini.

Hingga akhirnya mereka berpisah selama Sembilan tahun. Si Cewek sekolah ke Amerika dan menjadi designer dan sang pria setelah menjadi pemain bola ia memilih menjadi fotografer professional. Mereka bertemu kembali dalam sebuah acara televisi. Ketika sang cewek bertanya pada pria tersebut “ Adakah yang ingin kau tanyakan?. Ia Berkata “Apakah kau sudah menikah?”. Sang cowok menjawab agak lama…dan kemudian berkata “Aku menunggu seseorang pulang dari Amerika…”.

Kenapa waktu SMP saya tidak punya kisah cinta sehebat ini. Kan bagus jika pada akhirnya bisa memotivasi untuk belajar dan berkarya. Huuuuaaaa….fairytale. Dongeng yang indah. Tapi cinta mungkin memang bukanlah hal yang kecil…:D
Images

Sosok Yang Berkelebat Di Benakmu



Adakah sosok yang berkelebat di benakmu? Fanton Drummond memilikinya. Seorang perempuan bernama Olenka. Perempuan yang tidak sengaja ditemuinya di lift yang kemudian serupa jargon iklan mengalihkan dunianya.

Olenka. Sebuah novel yang ditulis oleh Budi Darma di Bloomington,Indiana pada tahun 1979. Budi Darma menceritakan tentang Fanton yang selalu diikuti oleh bayangan Olenka. Perempuan yang memiliki bakat melukis, istri dan ibu dari seseorang. Sosok Olenka adalah sosok yang selalu mampu berkelebat dalam pikiran Fanton. Tak peduli kapan pun dan dimana pun. Sosok itu pun kemudian menggerakkannya melakukan segala hal. Ditemui dalam berbagai tempat. Dan berbaga kondisi. Serupa hantu yang terus menghantui.

Pernahkah kamu mengalaminya? Seseorang yang merajai segala neuron dalam kepalamu. Mengkode dengan sempurna informasi tentang dirinya Memenuhi semua memori dibenakmu. Mungkin ketika jatuh cinta hal tersebutlah yang terjadi. Namun yang mengabadi adalah ketika kau hanya mampu menjangkaunya dalam benakmu tanpa pernah berkelebat nyata dalam dunia realismu.

Yang kamu butuhkan adalah sosok pengalih perhatian. Fanton menemukannya dalam sosok Mary Carlson. Apakah ia pendulum ataupun alat sepak. Entah apa namanya. Namun Ia tak pernah benar-benar menggantikan sosok Olenka. Bahkan terkadang mampu melakukan kontak secara fisik dengannya sekalipun sosok Olenka hanya berkelbat di benaknya.
Saya bersepakat dengan itu. Butuh pengalih perhatian yang lain untuk menghapus sosok imajiner dalam otakmu. Tak peduli kamu jatuh cinta atau tidak dengannya, yang paling penting adalah kamu mampu memikirkan tentangnya lebih banyak dari sosok yang merajai neuronmu.

Berusaha melupakan tanpa pernah mampu mencari penggantinya seperti mencabut beringin dengan akar-akarnya dan menyisakan lubang besar menganga dalam kepalamu. Proses melupakan pun butuh kekuatan fisik. Jika tidak kepalamu akan sakit. Kamu akan migrant, atau disorientasi mengenai banyak hal.

Apakah aku Olenka, Fanton Drummond, Whyte Danton, atau Mary Carlson. Entah siapa. Aku hanya ingin sosok imajiner itu tidak membuat kepalaku sakit. Tak peduli dia akan berada di dalam otakku selama atau tidak asal tak membuatku disorientasi. JIka tidak, Sekalipun ia hutan beringin, akan kupaksa ia tercerabut dari hutan otakku meskipun konsekuensinya adalah lubang-lubang yang menganga dalam otakku yang mungkin serupa keju.

Olenka membuatku ingin ke Bloomington,Indiana. Mungkin disana aku pun mampu menuliskan tentang sosok yang berkelebat di benakku seperti Budi Darma menuliskan Olenka.
Images

Lupa

"Blessed are the forgetful: for they get the better even of their blunders."
Friedrich Nietzsche

Begitu pentingnya kah lupa itu? Sehingga ia terberkati. Beberapa waktu yang lalu aku menonton kembali film korea berjudul “A Moment To Remember”. Bercerita tentang seorang perempuan yang menderita Alzhemeir. Penyakit yang serupa penghapus besar di dalam otak. Menghapus kenangan-kenangan dan ingatan-ingatanmu. Bahkan untuk ke toilet pun kau akan lupa.

Beberapa dialognya begitu menggugah. Saat sang perempuan menangis di depan suaminya. Dan suaminya berkata “Kau tak perlu mengingat apapun. Biarkan aku yang mengingat untukmu”. Apakah benar hidup tanpa masa lalu itu begitu gelap. Padahal adakalanya orang berharap untuk lupa pada masa lalu. Hidup dengan masa lalu begitu menghantui. Terkadang masa lalu menjebak kita dalam pseudolife yang abstrak. Absurd dan membuatmu tak pernah maju. Saat-saat seperti inilah seseorang butuh untuk menghapus ingatannya.

Dalam film Eternal sunshine of the spotless mind seseorang boleh menghapus ingatannya tentang orang lain. Jika kamu tak ingin bayang-bayang masa lalumu tentang seseorang mengganggu masa depanmu maka kamu cukup ke dokter dan ia akan menghapus ingatanmu tentang orang tersebut. Lantas kemudian orang yang dihapus kenangannya dari otakmu akan mendapatkan surat pemberitahuan agar tak lagi melakukan kontak apapun denganmu. Sederhana dan begitu mudah bukan?

Tapi apakah semudah itu melupakan orang lain? Sampai detik ini aku selalu mampu mengingat detail. Sehingga rasanya sulit untuk melupakan sesuatu atau seseorang. Terlebih jika ada kaitan emosi yang kuat akan sosok tersebut. Aku termasuk dalam tipe melankolis yang mengandalkan ingatan untuk diproses kembali dalam menulis. Setiap ingatan terproses dengan begitu cepat di neuron-neuron otakku. Setiap ingatan terkode dengan istilah tertentu. Prosesnya pun bisa tanpa sadar karena berada dibawah kendali hippocampus.

Ada dua hal yang menjadi ingatan itu kuat melekat, pertama apakah ia memiliki arti yang emosional, kedua apakah informasi itu berhubungan dengan sesuatu yang telah diketahui? Neuron-neuron akan sibuk membuat asosiasi. Serupa mengelompokkan benang dan menyulamnya menjadi ikatan ingatan. Kamu akan lebih suka jika informasi itu tentang seseorang yang memiliki ikatan emosional terhadap dirimu.

Misalnya, jika kamu menyukai seseorang, maka segala hal yang bersangkutan langsung padanya baik secara langsung maupun tidak memiliki daya tarik di ingatanmu. Kamu mengingat dia menyukai warna apa, lagu apa, merek baju apa yang dia pakai, bahkan hingga sandal jepit yang dipakainya pun melekat di ingatanmu.

Ada saat ketika seseorang menyakitimu, maka segala hal tentang dia yang ada dalam ingatanmu akan berusaha kau lupakan. Ia adalah prioritas terbesar untuk dilupakan. Jika ingatan itu layaknya lembar buku yang mampu kamu robek, halaman tentangnya telah kamu buang. Dia adalah bagian yang perlu kamu hapus keberadaannya dari duniamu. Kalo perlu segala hal yang menjadikannya ada perlu dilenyapkan dari muka bumi. Kalo perlu segala tindakan yang menggerakkanmu berinteraksi dengannya sedapat mungkin terhapus dari ingatan.

Ingatan mungkin mampu di control. Tapi untuk lupa, sepertinya adalah hal yang cukup sulit. Semakin kamu berusaha melupakan seseorang semakin sering ingatannya muncul di benakmu. Melekat kuat. Seperti merefresh kembali ingatan tersebut. Wajarlah banyak pujangga yang bilang “ jatuh cinta hanya memerlukan waktu sejam, namun melupakan butuh waktu seumur hidup”.

Berdamai dengan keadaan. Pada akhirnya kita tak pernah tahu akankah benar-benar mampu lupa atau tidak. Tapi jika manusia tak mampu lupa, memaafkan adalah jalan terbaik. Mengikhlaskannya pergi dan berdamai pada hati dan keadaan adalah cara yang lebih baik dari lupa.

Images

Bagaimana Jika

Bagaimana jika aku memilih untuk menarik jarak darimu
Memilih tak lagi mengunjungi kehidupanmu
Menutup keran-keran pertemuan denganmu
Tidak mengubris sedikit pun hal yang berkaitan denganmu

Bagaimana jika aku memilih tak peduli denganmu
Bagaimana jika kamu tak lagi mampu tahu posisi GPSku dimana
Tak lagi mengetahui bagaimana kabarku
Bagaimana jika kutempatkan dirimu pada blank spot yang tak mampu menjangkau keberadaanku
Radarmu tak mampu lagi menangkap sinyal merah yang aku pancarkan

Bagaimana jika aku menutup segala saluran yang mampu membuatmu mengetahui adanya diriku
Memblokmu dari segala sarana informasi yang mampu membuatku mengetahui jejakku di bumi
Menghilangkan orbitku dari bumi dan menghilang seperti layaknya para illusionist
Kau tak mampu menjangkauku….

Bagaimana jika...aku
Menjauh darimu, tak mengingatmu dan tak mengenalmu

Bagaimana denganmu?
Adakah kamu akan merasa kehilanganan
Adakah kamu merasakan lubang menganga di hatimu karena kepergianku

Menurutku, kamu akan baik-baik saja
Karena sejatinya aku hanyalah sebuah ilusi bagimu…
Images

Ei Morisako

Dapat foto pemeran Chibi Maruko Chan dari Bang Joy. Duh senangnya. Fotonya cantik. Imut-imut lagi. Suka-suka-suka. Makanya dipajang di blog ini.Heheheehehe.Super Besar dan juga menjadi foto profil di fesbuk.Suka skali....banget-banget-banget!!!!!!


Makasih Bang^^
Images

Menulis Blog Sama Dengan Menabung

Tak ada yang salah dari ngeblog. Saya baru menemukan keasyikannya. Menulis di blog saat kamu sedang on mood tanpa writer's block serupa menabung uang koin yang kelak akan berguna ketika kamu membutuhkannya. Ini terjadi pada saya. Saya tipe orang yang agak moody soal menulis. Tapi jika menulis memang berada diambang gregetan biasanya hasilnya cukup menyenangkan.

Biasanya kalo ada lomba-lomba menulis yang diadakan website tertentu, saya malas menulis ulang. Yang saya lakukan hanyalah mengobrak obrik isi blog ini. Tema-tema yang ada sangkut pautnya dengan yang dilombakan biasanya bisa didaur ulang. Malah untuk beberapa lomba, penyelenggara lebih suka yang sudah terupload di blog.

Beberapa tulisanku yang kuikutkan dalam beberapa partisipasi menulis biasanya adalah tulisan lama. Karena kadang kalo disodori tema dengan deadline waktu yang sempit rasanya semua ide melayang hilang. Hehehehehe. Sisa ambil koin ditabungan. Dan...tadddaaaa....ikut berpartisipasi menulis deh.

Begitulah, menulis blog itu sama dengan menabung. Jadi, mari menabung, writers :)
Images

Romantisme Bengo- Makassar

Aku berdomisili di Bone. Tepatnya di sebuah kecamatan kecil bernama Bengo. Dari kota Watampone berjarak 120 km. Jika kamu ke Bone dari Makassar via Camba maka kamu akan melewati rumahku. Rumahku cukup gampang didapat. Kamu cukup tahu di mana desa Bengo, pasar Bengo, dan Mesjid Bengo. Nah, rumahku berada di belakang mesjid pas samping pasar. Penanda yang lain adalah satu-satunya Bank tempat transaksi warga kampung berada di bengo. Jadi Cukup mudah sebenarnya jika kamu ingin mencariku di kampung sekecil Bengo.Asal jangan mencariku dengan nama Dwi :P.

Dari SD sampai SMA, aku bersekolah di sini. SD dan SMP dengan berjalan kaki karena lumayan dekat dari rumah. Satu kilometerlah dari rumah. Sedangkan saat SMA harus pake angkot ke sekolah. 20 menit dari rumah. Cukup jauh. Karena SMAku berada di kecematan sebelah. Aku tak pernah mengecap sekolah di kota. Kampung menyenangkan sih…hehhehehehe. 

Pas kuliahlah aku baru harus ke Makassar. Tahun 2004- 2008 akhir. Masa-masa transisi segala macam teknologi. Mulai dari handphone, Kamera digital, hingga penggunaan Laptop. Juga masa transisi penggunaan wartel dan warnet. Tapi disini, aku takkan bercerita tentang itu. Aku ingin menceritakan tentang perjalanan Bengo-Makassar. Begitu pula sebalik. Banyak cerita yang menyenangkan dan banyak juga cerita yang bikin berkata “kasian”.

Meski dulu SMA di kampung, namun tiap libur pasti ke Makassar buat jalan-jalan. Uang jajan dikumpulkan selama musim sekolah dan dibelanjakan saat ke Makassar. Uang Rp. 50.000 rupiah dulu cukup dihabiskan dalam waktu seminggu tinggal di Makassar dengan gaya hidup anak kost-kostan yang jajanannya serba minimalis. Nasi kuning harga Rp.1.000, kue-kue harga Rp.500, dan juga sayur-sayur buat masak yang dijual serba sedikit dengan harga Rp. 500 perikat atau perbijinya.

Biasanya sebelum ke Makassar, Aku sudah buat daftar belanjaan yang akan aku beli. Jadi uang tabungan telah diposkan sesuai dengan kegunaannya. Daftar yang selalu ada adalah membeli buku. Pokoknya buku novel seperti lima sekawan harus terbeli. Trus kakak-kakakku juga mulai mengajari makan di fast food yang saat itu mulai merambah di Makassar (tahun 98-an) dan menonton di bioskop. Selebihnya uang boleh dibelanjakan sesukaku.

Jika uang tabungan disediakan untuk makan-makan dan hal-hal yang berkaitan dengan soul food (ini istilah yang kubuat sendiri), maka untuk transportasi liburan biasanya diajukan ke Mama. Tahun 1998, tarif angkutan Makassar Bone hanyalah Rp. 5000. Pulang balik Cuma memerlukan biaya Rp.10.000. Di jaman sekarang mungkin terlihat begitu murah, tapi jaman 98-an uang itu cukup mahal. Mengingat untuk mendapatkannya aku harus tidak jajan selama dua minggu. 

Dulu di kampungku hanya satu mobil yang begitu ngetop untuk trayek Bengo Makassar. Sopirnya bernama Baco. Mobil yang dikemudikannya jenis L300. Di saat itu mobil jenis Phanter dan Kijang belum lazim dipakai untuk ke Makassar. Lagian masih sedikit supir yang memilih trayek Bengo-Makassar. Jadi mobil L300 itu ngetop seantero kampung. Harus pesan tempat dua hari sebelumnya agar dapat tempat. Kapasitasnya lumayan banyak karena kursinya sampai empat susun. Kalo mobil itu sudah penuh, alternatif lainnnya adalah menunggui mobil dari kota Watampone yang kadang harga tarifnya harus dibayar sesuai harga watampone-Makassar. 

Lebih nyamannya sih mobil yang ditumpangi adalah mobil yang dikenal , jadi tak perlu was-was. Kadang kalo penuh dan masih tetap dipaksa agar muat, maka penumpang layaknya barang ditumpuk hingga masuk ke dalam mobil. Hmmm…mungkin perlu dimasukkan ke dalam world record kali ya. Pernah sekali aku naik mobil L300 itu, penumpang di kursi kedua sebanyak 9 orang. 5 orang dewasa (plus kernet yang duduknya mepet banget sampai pipinya menyentuh jendela) dan 4 anak kecil yang harus dipangku.
Kursi nomor dua memang biasanya selalu menjadi tempat yang paling sesak karena tempatnya paling lowong. Jika pun tidak banyak penumpang, biasanya dijejali oleh banyak barang-barang. Jika dari Bengo ke Makassar maka yakinlah banyak kardus-kardus dan karung-karung yang harus berada disela-sela kakimu. Apalagi jika musim liburan kuliah telah selesai. Isinya macam-macam. Mulai dari pisang mentah, sukun, tomat, lombok, hingga panci berisi ikan, dan juga ikan-ikan asin buat persediaan satu bulan. ( Ini berdasarkan isi kardus yang sering aku bawa kalo ke Makassar saat kuliah dulu :D).

Nah kalo pun bukan musim liburan, maka tiap awal bulan penumpang mungkin akan sedikit berkurang tapi kardus-kardus tetap dikirim. Delivery via mobil sewa memang selalu cepat dan efisien. Mengalahkan Tiki atau DHL. Setiap bulan persediaan makan pasti dikirimkan dan juga uang bulanan. Biasanya kalo anak cowok, uang bulanannya lebih simpel. Lewat amplop biasa saja. Dengan isi surat “jangan boros”. Sedangkan kalo anak cewek biasanya diselipkan di dalam kardus mie instan tempat segala macam ransum untuk persedian satu bulan. Isi suratnya sama ‘jangan boros”. 

Waktu jaman belum ada handphone dan telepon rumah di kampungku, cara meminta uang ditempuh dengan cara menulis surat ke orang tua dan dikirim lewat mobil sewa. Kalo memang uang di kantong sudah tidak ada, biasanya diikuti dengan pesan pada sopir “biaya kurir minta di rumah”. Kalo isi surat anak kuliah cewek biasanya diawali basa basi tentang kuliahnya di halaman pertama. Nah, kalo halaman kedua berisi rincian pembayaran kuliah dan kebutuhan sehari-hari lengkap dengan totalnya. Totalnya itulah yang harus dikirim oleh orang tua. Ditambah NB : tolong kirimkan tomat, cabe, minyak kelapa, pisang, dan ikan asin (ini berdasarkan pengalaman pribadi). Nah kalo anak kuliah cowok biasanya nda ada basa basi tentang kuliah, halaman pertama bertuliskan nominal yang diminta. Sudah di mark up dengan uang rokok dan uang bensin. (kalo ini berdasarkan cerita-cerita yang aku dapat kalo naik mobil angkutan…hehehehe…mungkin juga berbeda…tergantung pada yang nulis surat).

Waktu tahun 1998 biasanya kalo pulang habis liburan aku lumayan berani. Pulang berdua dengan kakakku yang nomor dua. Namun sejak dia mulai kuliah tahun 1999, terpaksa aku harus pulang sendiri. Pagi-pagi sebelum jam 10, sudah harus menunggu di terminal. Saat itu terminal regional masih bersampingan dengan kantor gubernur Sulsel. Bisa dibayangkan macetnya. Di terminal akan banyak ditemui orang sekampung yang juga ingin pulang dengan mobil yang sama. Jadi harus lincah untuk cepat-cepat naik ke mobil. Di terminal ini pula biasanya akan dtemukan banyak penjual majalah-majalah yang telah mengubah harga eceran yang tercetak di majalah. Kakakku pernah sekali tertipu. Kedua kalinya ia sudah pintar nawar hinga beda harganya dengan yang harga eceran cuma Rp.500. membacalah atau sok sibuklah, atau sok tidak pedulilah jika ditawari banyak jualan. Karena para penjual itu tidak akan berhenti menawarimu hingga kamu benar-benar menganggap mereka tak ada.

Kalo mobil yang ditunggu sudah ada di gerbang, maka segeralah berlari. Memesan satu tempat duduk agar bisa pulang ke rumah.Biasanya kakakku yang pertama yang paling cekatan soal ini. Aku yang harus “dikirim” pulang tinggal duduk manis saja dengan bawaan-bawaanku. Pernah sekali karena terlalu banyak penumpang, aku harus duduk berempat dibagian depan. Bisa kamu bayangkan betapa sesaknya tempat duduk itu. Dan pastinya sopirnya pun harus mepet-mepet dan nda nyaman bawa mobil. Maafkan, karena aku harus pulang, besok sudah harus sekolah. Saat itu aku harus duduk dengan kepala sekolah SMPku dan istrinya. Aduh, aku memang menyusahkan. Seperti itulah nasib jika terlalu kurus dan tipis. Bisa dijejal dimana saja meski sempit. Bahkan saat kerja di Bone pun aku masih harus mengalaminya. Nasib, Nasib….

Pas kuliah, aku pun memiliki gengsi sendiri. Anak kuliahan nih. Mulai berani ke Makassar sendirian. Pulang juga sendirian. Saat itu mobil L300 milik Baco sudah tak beroperasi lagi. Ia memilih berkarir menjadi sopir pete-pete trayek Makassar –Daya. Dulu sebelum terminal pindah ke Daya, kalo ke Makassar aku akan singgah duluan ke Unhas. Karena terminal berada di Panaikang. Tak perlu susah-ssuah ke terminal. Langsung turun depan kost-kostan. Namun segala mulai berubah sejak terminal pindah ke Daya.
Terminal Daya

L300 milik Baco pun pensiun. Para sopir-sopir baru pun mulai menjejali karir untuk trayek Bengo- Makassar. Dekat rumahku ada sampai 3 mobil yang bisa dipilih untuk ke Makassar. Tarif mobil pun naik. Beberapa kali BBM telah naik. Tahun 2001 harga sewa Rp.15.000, tahun 2004 naik Rp.30.000-Rp.35.000. Kalo tarif Bone kota harganya Rp.50.000.

Nah karena sudah banyak mobil (Avanza, AVP, zenia) yang semuanya disebut Phanter maka sebagai penumpang aku lumayan bisa memilih mau naik mobil yang mana. Kalo pengen berangkat pas malam hari, ada lagi mobil lain. Kalo penuh mobil yang satu bisa ke mobil yang satu. Mobil-mobil yang dekat rumah ke semuanya menggunakan plat hitam. Layaknya milik pribadi. Kenapa? Karena mereka malas masuk ke terminal Daya yang harus bersaing dengan banyak mobil angkutan lain dalam merebut penumpang. Selanjutnya penumpang pun rewel. Mereka lebih suka diantar langsung hingga depan rumah. Apalagi jika membawa kelapa, kardus, karung beras, dan sebagainya (tak jarang ada yang bawa meja ato televisi loh dari kampung :D).

Karena tuntutan pelayanan kepada penumpanglah mereka rela menggunakan pelat hitam. Konsekuensinya adalah jika ada polisi harus tutup jendela rapat-rapat, kalo ditangkap harus merelakan uang pelicin, dan juga tetap harus membayar uang jaminan tiap ke Makassar ke petugas yang memberi perlindungan. Tarif bervariasi mulai dari Rp.5000- Rp.15.000. Razia polisi paling sering saat bulan ramadhan menjelang idul fitri. Biasanya tak ada mobil yang lolos. Semua harus nyetor. Tapi pada musim ramadhan pun para sopir biasanya panen. Orang-orang kampung mulai lebih suka berbelanja kebutuhannya di kota-kota besar. Sekalian belanja buat lebaran dan cari baju baru. Hehehehe.

Naik mobil malam pun cukup menyenangkan. Tak perlu berpanas-panas. Mobil malam yang dulu sering aku naiki adalah mobil dari Bone. Tapi berhubung karena Ettaku kenal baik dengan istrinya dan sopir yang bersangkutan, tarif yang kubayar tetap tarif Bengo-Makassar. Kadang kalo malas membayar,pas naik uang sewa mobil aku kasi ke Etta, Etta yang bayarkan. Jadi pas turun aku sisa angkat barang saja dan bilang terima kasih sambil tersenyum. Nah, kalo masa paceklik dan sangat ingin pulang biasanya pesan tempat duduk di mobil. Minta jemput di kost-kostan. Bayarnya pas sampai di rumah. Turun dari mobil langsung lari masuk rumah minta uang. Tapi saat ada jaman handphone, kalo misalnya sudah sampai diperbatasan, sms untuk siap siaga menyambut kedatanganku dengan uang sewa mobil telah terkirim ke Etta. 

Perjalanan Bengo- Makassar kadang sangat nyaman kadang juga tidak. Waktu kecil hingga kuliah aku cukup bisa tidur di mobil. Namun sekarang kebiasan itu mulai tak bisa aku lakukan. Waktu awal-awal ke makassar aku cukup sering mabuk kendaraan. Tapi saat kuliah, aku cukup tangguh untuk tidak muntah lagi. Jalanan pun kadang ada masa kadaluarsanya. Dulu saat mulai kuliah jalan poros Makassar Bone berlubang-lubang. Mobil berjalan begitu lambat dan penuh debu. Kadang juga harus pelan-pelan saat perbaikan jalan. Gundukan tanah dan pasir, serta mobil pengaspal pasti menjejali bahu jalan. Yang menyenangkan adalah saat jalan sudah selesai diperbaiki, hitam, dan mulus. Ngebut..wus..wus… Tapi sepertinya tahun ini Jalan perlu peremajaan lagi. Mulai berlubang dan memperlambat jarak tempuh. 

Di daerah Maros,di cagar alam Karaenta tempat begitu banyak tikungan jika kamu beruntung bisa melihat monyet dengan santai berjalan di bahu jalan. Rasanya seperti di taman safari .Tapi setahun ini aku tak pernah lagi melihat monyet-monyet itu. Mungkin populasinya mulai berkurang.Tahukah kamu bahwa jarak tempuh Makassar- Bone dengan Bone Makassar agak berbeda beberapa meter. Hal ini disebabkan adanya dua jalur yang dibuat untuk yang Ke makassar dan yang Dari makassar sebelum memasuki daerah Karaenta ( daerah Kappang orang kampungku menyebutnya). Jalur itu dibuat karena kecelakaan mobil pada tahun 1994-1995 karena jalan yang sempit dan tikungan tajam. Tapi aku selalu suka daerah ini. Kalo lewat pasti kerasa adem. Karena dinding-dinding batu yang tinggi serta pohon-pohon yang begitu tinggi. Biasanya kalo sudah sampai di derah ini imajinasiku sudah terbang kemana-mana. Penuh dengan kalimat dan cerita romantis. Begitulah, Zona romantis aku istilahkan.

Paling menjengkelkan adalah saat harus bertemu, berpapasan, dan beriringan oleh mobil-mobil truk yang lambatnya minta ampun. Yang ributnya minta ampun. Yang polusinya bisa bikin muntah. Mobil-mobil inilah yang kadang membuat macet. Beberapa kali aku menemui mobil truk yang mogok ditengah jalan. Memacetkan hingga berkilo-kilometer dua arah. Huh….

Selera musik sopir pun menentukan mood penumpang. Mobil yang nda ada alat pemutar musiknya biasanya bikin bosan. Tapi jenis seperti housemusic pun mampu memicu pencernaan untuk muntah. Sekarang karena para sopirnya masih muda-muda maka lagunya pun lagu anak muda. Band-Band popular di Indonesia. Paling sering Wali dan Kangen band. Atau juga Ungu. Jika beruntung mungkin bisa dengar Peterpan, Padi, Nidji, atau Dewa. 

Singgah makan. Untuk mobil-mobil Bengo dulunya mereka menyukai singgah di Pakalli, setelah Bantimurung. Tempat makan yang lumayan besar dan selalu ramai. Tapi tiap rumah makan pun saling bersaing. Akhir-akhir ini sopir-sopir suka singgah di rumah makan Jabalrahmah. Tidak jauh dari tikungan tiga susun (dekat tempat rekreasi yang sedang di bangun di Maros). Di rumah makan itu para sopir diservice dengan baik. Mobilnya dicuci dengan gratis dan mereka mendapat rokok sesuai dengan seleranya secara gratis pula. Kalo menggunakan mobil Bone, biasanya mereka lebih memilih singgah di Cijantung. Nah lain lagi kalo mobil milik Cahaya Bone, mereka lebih memilih singgah di Timpuseng. Waktu kuliah aku biasanya tidak ikut makan. Tapi sejak selesai kuliah dan jika kelaparan melanda perjalanan aku akan memilih untuk ikut makan, daripada kelaparan. Hayo…

Waktu romantis untuk pulang ke Bengo biasanya adalah sore hari. Apalagi kalo matahari bersinar orange. Wuih cantik sekali. Daerah sebelum masuk karaenta adalah daerah yang paling cantik senjanya. Sekitar RM. Jabalrahmah itu. Kalo pulang aku berharap singgah disitu. Tapi kalo berangkat ke Makassar aku memilih yang setelah bantimurung. Biar cepat sampai. 

Itulah sekelumit kisah-kisah perjalanan Bengo-Makassarku. Empat jam itu begitu berat terasa jika penuh dengan barang dan bertumpuk penumpang. Namun begitu nyaman ketika penumpang tidak penuh, barang kurang, lagunya bukan band-band lebay + musik tripping, dan jalan mulus:P. Tapi jangan harap ada cowok cakep di mobil sewa. Perbandingannya 1 : 1000. Apalagi kalo mobil sekampung. Yang pasti penumpangnya itu-itu saja. Tapi selalu menyenangkan jika supirnya pandai bercerita. Atau ada teman cerita. Gosip satu kampung bisa kamu dengar secara live selama empat jam. Bikin senyum-senyum meski kadang aku tak pernah tahu siapa orang yang digosipkan itu .:D

Selalu ada cerita dalam tiap perjalanan. Bagaimana denganmu?
Images

Mr. Icon’s Birthday

www.yahoindo.com
Apa yang paling aku ingat dari dia. Setiap pesan singkat dan percakapan di room chat selalu menggunakan icon. Jarang aku menemukan sms tanpa icon smile kalem, nyengir, atau menjulurkan lidah. Begitu juga di ruang-ruang percakapan dunia maya.Icon-icon itu menulariku. Bahkan mulai aku gunakan setiap mengirim pesan singkat atau sekedar ngobrol di chat room. Rasanya kurang nyaman tanpa icon. Padahal icon sejatinya adalah lambang penuh makna. Nantilah kuceritakan lagi tentang icon ini. Kali ini biarkan aku menceritakan tentang Mr. Icon.

Aku mengenalnya satu setengah tahun lalu. Saat aku masih bekerja di salah satu bank swasta baru di Bone dan menjadi Frontliners. Ia adalah nasabah di kantor kami. Nasabah yang paling akrab dengan seluruh karyawan kantor. Seorang teman bahkan menyebutnya sebagai “nasabah prioritas frontliners”. Bukan kenapa-kenapa, hanya karena dia cukup rajin bertransaksi di kantor dan cukup rajin menyapa para frontliner. Mulai dari satpam, CS, hingga Teller. Bahkan supervisor pun mengenalnya. Selain akrab dia jugalah satu-satunya nasabah yang paling menyenangkan dijahili di banking hall. Bukan karena dia sabar tapi karena dia bisa mengerjai balik.
Saat di Bira-2010

Bahkan jika ada acara kantor, biasanya dia turut serta. Outing ke Bira tahun 2010 dia pun turut ikut andil sebagai perserta outbond. Kadang juga sering nongkrong bersama sekedar ngopi di café. (Tapi kalo ini aku jarang ikut, biasanya pulang kantor aku lebih suka nongkrong di tempat tidur).

Nah selain menyenangkan dan enak diajak ngobrol, biasanya kalo dia habis keluar kota selalu ada oleh-oleh yang dibawakannya untuk para frontliners. Pernah sekali dibawakan coklat dari Malaysia. Aku yang lumayan cerewet dan biasanya selalu dapat double. Waktu itu selain dapat coklat aku dapat buku panduan jalan-jalan ke Malaysia. Hehehehehehe.

Kalo pun ada promo-promo tabungan semisalnya voucher belanja, jika banyak dia tak segan-segan membaginya. Hihihihihi. Biasanya kalo aku yang layani transaksinya, aku yang kebagian vouchernya. Lumayanlah. (Hmmm….seperti aku adalah tipe frontliner yang perlu dihindari bank hehehehe. Tapi kan nda separah Melinda Dee:P).Dia nasabah yang cukup mudah dilayani. Nda terlalu rewel. Kalo ada masalah dan dijelaskan sedikit biasanya dia bisa memaklumi. Setahun kerja di bank, menurutku pantaslah dia menjadi nasabah favorite frontliners. Bahkan ketika ia tidak lagi berdomisili di kota bone, teman-teman frontliners selalu berharap kedatangannya ke kantor. Entah itu bertransaksi atau sekedar datang bertegur sapa dengan teman-teman kantor.

Sudah setahun aku resign dari kantor, tapi kami masih sering berhubungan. Via Sms atau online. Bahkan masih suka mengerjainya. Yang paling khas dari dirinya adalah smsan ato ngobrol online yang selalu dibarengi dengan icon, =)), :0., ;), :P .Bahkan tak jarang kalo sudah tidak tahu lagi harus ngobrol apa icon yang mengambil alih percakapan. Aku selalu menyebutnya sebagai perang icon. Apalagi lewat sarana Yahoo Messenger yang memang menyediakan banyak icon-icon lucu.

Foto pas dia kuliah.Masih lugu :D

Aku belum menyebutkan nama nasabah prioritas itu ya? Namanya Romin Lai. Keturunan cina yang kalo ngakak matanya segaris. Hihihihihihi. Aku akrab memanggilnya Ko Romin. Ia cukup mudah akrab dengan orang lain. Ajak saja ngobrol lucu-lucu atau nonton OVJ. Dia menyenangkan diajak gila-gilaan. Tapi juga peduli dengan teman.
Mengenalnya merupakan sebuah anugerah^^

Selamat ulang tahun Ko…

Pic : Diambil diam-diam, tapi sudah ijin dari fbnya :)