Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2008

butet : belajar untuk bertahan hidup

Saur Marina Situmorang mungkin adalah nama yang tak begitu dikenal orang. Namun, janganlah memakai nama itu ketika ingin bercerita tentang Butet Manurung. Perempuan yang wajahnya selalu terpampang di televisi untuk sebuah iklan. Terkenal dengan sekolah rimba yang dirintisnya di 01`05’ LS -120`30’ BT di pedalaman jambi. Aku pun hanya mengenal wajahnya melalui iklan tersebut. Meski kadang sering ke Ruma Sokola di kecamatan Mariso, namun, aku tak pernah bertemu dengannya di sana.Selasa siang kemarin (29/01) di Gedung Mulo, aku mendapat kabar tentang diskusi buku “Sokola Rimba” yang ditulis olehnya. “Sebuah kesempatan yang bagus untuk melihatnya lebih dekat”pikirku.Sms yang kuperoleh dari Dian, relawanSokola Makassar “ Pameran pukul 10-17 wita. Bedah buku pukul 14-17 wita”. Tergesa-gesa aku menaiki angkot menuju Gedung Mulo. Jam di handphoneku menunjukkan angka 12.31 wita. “Aku sudah terlambat’ pikirku. Kulangkahkan kakiku dengan segera menuju Mini Hall Gedung Mulo.Namun, yang kudapati ha…

di tepi sungai aku menangis

Entahlah...4 tahun sudah aku menjejakkan kaki di kampus ini. telah banyak remah yang telah kupunguti di jalan (mungkin banyak bagiku,entsh pada yang lain). aku sudah berada di titik bosanku akan kuliah. Ingin rasanya segera kutinggalkan ruang kuliah yang pengap itu. Ingin rasanya ku berada bukan di tempat ini lagi.

perasaan itu begitu kuat. Namun, keluar dari kampus ini taklah begitu mudah. Tesis haruslah terselesaikan.Tak sekedar menjadi sebuah tugas akhir dan persyaratan sarjana. Namun, juga menjadi sebuah refleksi untuk 4 tahun aku bersiliweran di Unhas. Aku tak tahu. Aku masih tak yakin dengan jari, tubuh, dan jiwaku.

4 tahun, rasanya tak ada yang berubah. Dwi tetaplah seperti kala awalmula aku memegang map kuning formulir SPMB. Dwi tetaplah masih seperti anak kecil yang menyukai bermain-main.

Setelah ini pun, aku masih harus terus berjalan. Tak ada waktu untuk berhenti. Aku nelangsah. Seperti apakah dunia di luar sana? Apakah akan masih kutemukan orang-orang yang bisa diajak tert…

the winks not for me

mungkin ini kali ini Dia tak ingin mengerling padaku. mungkin ia punya kerlingan lain yang bakal Ia berikan padaku lebih dahsyat dari ini. kecewa????????????wajarlah. i'm a human being. kecewa merupakan sebuah rasa yang membuat manusia menyadari bahwa diri mereka manusia. ia adalah sisi-sisi manusiawi yang tak pernah bisa lepas dari tiap manusia begitu pula diriku.

akU harus melihat sisi yang lain. be positive thinking. itu yang harus aku laKukan. sisi lainnya ya, dwi tahu banyak orang yang begitu peduli terhadapku. banyak yang menyayangi dan mencintaiku. mereka hadir tak hanya saat bahagia, namun juga di kala sedih.

tulisan ini dwi tujukan buat seorang teman yang mungkin belum lama ini aku kenal, namun telah melihat sisi-sisi lain dari dwi. dia telah menjadi sosok yang begitu baik.akan selalu ada saat dwi butuh. THANK U!!!! U MEAN A LOT TO ME.

Dia punya rencana yang lain. rencana yang Ia tujukan hanya buatku. mungkin dwi harus banyak berdoa lagi dan banyak belajar lagi. dunia tetap…

Kerlingan Tuhan

Beberapa hari ini aku selalu berkutat pada ketegangan yang begitu tinggi. Ketegangan yang paling tegang yang selama ini kau rasa. Tiap test telah kujalani. Aku tahu aku selalu memperoleh mukjizat. Selalu ada kerlingan Tuhan yang begitu kuat yang bisa membuatku begitu bahagia ditengah ketegangan ini. Dan kali ini , aku tak lagi merasa ketegangan itu. Apakah ia telah berakumulasi dengan darah di setiap nadiku. Atau ia telah marusuk sehingga ia tak lagi mampu kurasakan. Entahlah….Aku mungkin masih membutuhkan mukjizat itu….tapi akankah Tuhan berkenang mengerling lagi untukku? Aku masih berharap(kala semua telah kujalani dan aku pun masih berharap dalam kepasrahan)rabu 16 january 200813.38 wita

menanti pemimpin baru

Makassar dalam bayanganku hari ini layaknya sebuah negara kecil ditengah kegalauan politiknya. Sengketa kekuasaan begitu terasa atmosfernya siang ini. ….Pagi ini langit makassar cerah. Awan tipis bergelayut manja di langit. Awan kelabu pun tak mau ketinggalan. Tak ada tanda langit akan hujan. Matahari tersenyum tipis diawan. Namun, tak selang beberapa saat.seperti sebuah sulap hujan mengguyur deras.layaknya badai dengan angin yang kencang. Apakah a;am msih mau berbagi tanda dengan manusia.Puluhan sepeda motor datang, entah dari mana. Menderu, meraung, dan menguasai seluruh badan jalan. Mereka menuhu kantor DPRD. Tak hanya rombongan itu yang menguasai jalan. Di depan kantor DPRD pun ribuan massa dengan truk mobil angkutan umum, dan puluhan motor telah menduduki kantor perwakilan rakyat tersebut. Tak dinanya, entah dari mana lagi, puluhan motor dengan suara klakson yang mendera telinga muncul bersama puluhan pete-pete merah yang penuh dengan orang tua. Akumemperkirakan usia mereka 50-an…