Skip to main content

Alone

Isn't it funny how time seems to slip away so fast
One minute you're happy, the other you're sad
But if you give me one more chance
To show my love for you is true I'll stand by your side your whole life through
(If Life Is So Short-The Moffats)

Lagu itu mengalun pelan. Aku ingin mendengarkannya. Sebuah lagi anak SMP yang sanggup memerangkap rasaku. Lagu yang kudengar saat lebaran terakhir bersama mamaku.Kudendangkan diam-diam. Dan kudapati mataku berkabut dan suaraku pecah. Aku menangis. Aku tak bisa mendefinisikan rasa ini.

Kegelisahan, kesendirian, sepi dan sunyi larut dalam jejak waktu. Aku benar-benar sendiri baik dalam artian sebenanrya maupun dalam bahasa kiasan. Aku berusaha menjelaskan rasa ini. Berusaha menganggap bahwa ini hanyalah sebuah dramatisasi rasa. Tapi bukan. Ini bukan sebuah dramatisasi rasa. In adalah yang paling jujur dariku saat ini.

Aku benar-benar merasa sepi dan aku tak butuh seseorang datang memaniku. Aku benar-benar menikmati rasa negatif ini dengan sangat khidmat.

Comments

  1. maaf, gara-gara saya mi kemarin yang putar ini lagu di kamar...

    ReplyDelete
  2. ini karena kau tak menemaniku bermalam kemarin. kau tau sendirika di kost. seramnya mi itu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Banyak Ide

Aku punya ide hari ini. Tapi mataku tak bisa diajak kompromi. Padahal aku punya banyak cerita untukmu. Tapi aku harus beristirahat. Tidak lama. Cuma butuh dua jam. Kumohon tetaplah di sini sampai mataku kembali terjaga. 

Norwegian Wood

Cukup melelahkan membaca Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Buku yang telah kulihat wujudnya sejak tahun 2004 baru aku baca di tahun 2013. Saya tidak terlalu akrab dengan karya-karya Haruki Murakami. Buku Norwegian Wood ini adalah karyanya yang pertama saya baca.  Mengapa saya berkata buku ini cukup melelahkan? Karena buku ini bercerita tentang kematian dan sangkut pautnya dengan orang-orang yang ditinggalkan. Bukan kematian yang disebabkan sakit atau tua. Tapi kematian orang-orang muda yang memilih bunuh diri.  Bersetting tahun 1970an di Jepang, sang tokoh utama, Watanabe menceritakan kembali kisahnya. Ia bertemu kembali kekasih almarhum temannya yang memilih mati bunuh diri di usia 17 tahun. Sekalipun tidak akrab mereka selalu bersama. Berkeliling mengitari Tokyo tanpa tujuan. Hingga sang perempuan, Naoko masuk panti rehabilitasi gangguan jiwa. Ia lantas bertemu Midori, perempuan nyentrik yang selalu berkata seenak dia. Perempuan yang selalu jujur mengatakan apapun yang i...

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...