Skip to main content

Perpustakaan Favorit Saya

Athens Public Library (sumber : http://www.flickr.com)
Perpustakaan publik adalah tempat yang paling menyenangkan di Athens. Tiap minggu jika cuaca tidak terlalu dingin saya membawa Ara ke sana. Setiap selasa pada pukul 9 pagi dan 11 pagi Amy hadir di sana dengan senyumnya yang khas. Menyapa anak--anak yang hadir. Menanyakan namanya dan menuliskannya di kertas-kertas berbentuk lucu. Nametag itu kemudian ditempel di badan anak-anak itu agar mereka saling mengenal.

Hari selasa adalah storytime untuk anak-anak segala usia. Jadi hal biasa melihat bayi usia satu bulan yang masih  belum bisa ngapa-ngapain ikut hadir di sini. Bersama para orang tuanya anak-anak kecil itu duduk mengelilingi kursi lingkaran dan mendengar Amy membaca buku cerita. Amy bercerita dengan sanga baik. Intonasi naik turun sesuai cerita buku. Setelah membaca buku Amy akan bernyanyi. Semua anak-anak dan orang tua ikut bernyanyi. Berdiri dan melakukan gerakan interaktif sesuai dengan lagu.

Perpustakaan Athens penuh dengan buku anak-anak. Selain itu ada juga puzzle besar, mainan kayu, boneka jari dan panggungnya, serta baju-baju lucu yang bisa dipakai anak-anak untuk bermain. Perpustakan tidaklah menjadi tempat buku-buku tua berdebu yang suram. Tapi menjadi semacam tempat bermain yang edukatif.  Buat para orang tua, perpustakaan publik ini menjadi tempat untuk saling bertemu dan bersosialisasi khususnya para ibu rumah tangga. Saya yang tidak memiliki banyak kegiatan di Athens, menjadikan perpustakaan ini sebagai salah satu rutinitas. Supaya Ara bertemu dengan anak seusianya meski tidak saling paham bahasa dan menjadi tempat saya untuk belajar bahasa Inggris. Sekedar mendengarkan dan sedikit berkomunikasi dengan para citizen.

Melihat perpustakaan Athens membuat saya bermimpi untuk membuat perpustakaan serupa di kampung. Membuat jadwal kumpul bersama anak-anak kampung dan membacakannya cerita. Atau sekedar bertemu dengan para ibu rumah tangga dan saling berbagi pengalaman. Mungkin terlalu ideal, tapi tak ada salahnya untuk bermimpi.

Comments

  1. banyak fotoku di library ini. kenapa gak pake fotoku sbg ilustrasi?

    ReplyDelete
  2. wah keren sekali.. mungkin kalau bisa diwujudkan di sekitar rumah sendiri,,,ibu--ibu jadi hobinya ngumpul yang lebih produktif. heheheheh :D

    ReplyDelete
  3. @Dya Ry : pulang ke Indonesia mau bkin perpustakaan kayak ini :D #niat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Black Swan

Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna. Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja. Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu unt...

Music Is Magic

Musik. Aku selalu menganggap bahwa ia adalah salah satu penemuan yang paling berpengaruh di dunia. Albus Dombledore pun bersepakat dengan itu. "Ah, music," he said, wiping his eyes. "A magic far beyond all we do here" (Harry Potter And The Sorcerer's Stone). Musik dan lagu adalah sebuah sihir yang mampu merubah banyak hal. Mood, bahagia, sedih, dan bahkan kematian pun terekam indah karenanya.  Aku tak menguasai instrumen apapun. Dan jangan memintaku menyanyi satu lagu pun. Aku menikmati musik dengan cara berbeda. Mungkin agak berbeda antara musik dan lagu. Tapi disini, aku akan menyamakannya. Disini musik adalah sebuah lagu. Yang penuh lirik singkat namun memiliki arti yang sangat dalam.  Ia tak ada bedanya dengan puisi jika berdiri dalam sebuah larik-larik bait tanpa diiringi nada. Namun, ia kemudian menjadi begitu lebih membumi ketika bait-bait itu teralunkan bersama musik. Aku agak susah menikmati puisi. Beberapa baitnya...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...