Skip to main content

Laut Gunung



Rasanya sangat ingin ke laut atau ke gunung. Tempat yang tak penuh hiruk pikuk manusia dan segala bentuk kehidupan sosial yang begitu tergesa-gesa. Laut atau gunung secara misterius mampu memberikan ketenangan jiwa. 


Aku mampu terdiam sesaat di sana. Seperti mencicipi surga. Menghentikan jejak waktu yang berdetak. Menarik napas secara perlahan dan sangat dalam.Mendapati diri dalam sebuah rasa yang begitu bebas. Aku mampu melupakan dunia yang bergerak di sekitarku. Melupakan segala sumbat pikiran dan ceracau hati. Meninggalkan segala rasa dan mindless. Meski sejenak tapi tak ternilai. 


Aku rindu pada laut dan gunung. Aku rindu menyapa pagi sambil melihat hijau pepohonan dalam kabut dingin yang menusuk. Aku rindu melihat gulungan ombak dan temaram matahari yang terbenam. Aku rindu menghentikan waktu. Aku rindu membuat jejak abadi meski begitu singkat. 


Aku rindu laut dan gunung. Sesaat saja....bolehkah???Amin

Comments

  1. Setuju kak tp dger 2 d Makassar bnyk laut yang indah y kk

    ReplyDelete
  2. Anonymous1/24/2012

    Sungguh pemrograman hanyalah logika itu , jika Anda mengambil kontrol di atasnya maka Anda adalah profesional lain nihil .

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

jurnalistik siaran, pindah kost-kostan, dan "capek deh!"

Akhirnya, kembali bisa menyempatkan diri sejenak ke Teras Imaji. Sedikit berbagi kisah lagi dengan diri sendiri. Sekedar untuk sebuah kisah klasik untuk Saraswati dan Timur Angin kelak. Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa bertahan sampai saat ini.meski tugas kuliah menumpuk. Keharusan untuk pindah pondokan. Kewajiban lain yang belum terselesaikan.Problem hati yang menyakitkan. Serta kontrak yang tersetujui karena takut kehilangan peluang meski tubuh ini harus sudah berhenti. Siang tadi (15 nov 06) seharian ngedit tugas siaran radioku. Tak enak rasanya pada teman-teman, memberatkan mereka. menyita waktu yang seharusnya untuk hal lain. Tak enak hati pada Pak Anchu, penjaga jurusan. yang tertahan hanya menunggu kami menyelesaikan tugas itu. Dengan modal suara fals nan cempreng toh aku pun akhirnya harus sedikit PD untuk membuat tugas itu. Meski hanya menguasai program office di komputer, toh aku harus memaksakan belajar cool-edit (yang kata teman-teman yang udah bisa merupakan sesuatu...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...