Selain foto, kupikir video salah satu cara untuk mengabadikan kenangan. Bedanya, foto menampilkan gambar tidak bergerak. Sedangkan video menangkap satu kenangan yang bergerak selama beberapa saat. Ia merekam suasana, suara, dan gerak. Seperti itu yang saya lakukan untuk menyimpan beberapa kenangan yang saya lakukan bersama Ara. Memotretnya dan memvideokannya. Sayang video kadang tidak memberikan kualitas yang baik. Karenanya jarang saya lakukan. Soalnya teknologi yang saya pakai hanyalah video kamera handphone dengan segala keterbatasannya. Inilah beberapa video milik Ara.
Waktu kecil aku selalu membayangkan menjadi orang dewasa dengan luas dunia yang bisa diarunginya. Dengan sejuta tingkah yang bisa dilakoninya. Aku kadang membayangkan diriku berada di usia 20-an tahun dan melakukan rutinitas perempuan dewasa lainnya. Lamunan itu kadang membuatku terlena. Terjebak dalam fatamorgana tentang dewasa saat usiaku masih membolehkanku main boneka barbie dan lompat tali. Aku merangkai sejuta khayal tentang menjadi perempuan dewasa. Bekerja kantoran, memakai blazer-high heels- dan sejuta aksesoris lainnya. Ketika usia itu datang menepuk punggungku, membuatku terjaga dari khayal masa kecilku. Ternyata benang-benang khayal itu tak bisa tegak karena basah oleh keringat realitas. Tak ada yang begitu menyenangkan.Semua butuh kerja keras. Menjadi wanita dewasa dengan sejuta komplesitasnya adalah sebuah hidup. Tak sama ketika aku masih bisa bermain dengan khayalan masa kecilku. Tiapku sadar bahwa aku terus bertumbuh, tiap kali itu aku sadar bahwa permasalahan yan...
melihat video mu sayang,cepat besar kau nak
ReplyDeletemkasih tante dewi
DeletePgen nulis surat lg.... review video saras
Deletesilakan..nanti Ara blogwalking :)
Delete