Skip to main content

Jika Saja

Jika saja saya bisa memutar waktu kembali, saya akan memilih waktu-waktu di mana hidupku bersangkut paut langsung denganmu. Kamu dan aku adalah sebuah bencana. Kita adalah tragedi. Sampai detik ini masih selalu ku reka ulang sebab yang membuat hidup kita bersinggungan. 

Jika saja saya belajar lebih keras, berusaha lebih kuat, mungkin arah langkah yang kupilih tidak mengarah padamu. Atau jika saja saya mengikuti insting mempercayai hati untuk tak buru-buru, mungkin aku tak perlu menghabiskan quota khayalanku tentangmu. 

Kemudian aku memaksa diriku berada pada level menerima persinggungan jalan kita. You were a guilty pleasure, i wouldnt deny it. Kamu adalah gula dalam cemilan. Rasamu memanjakan lidah. Lezat dan menjadi candu. Tapi dirimu juga adalah racun yang mengrogoti tubuh. Too much you, will kill me. 

Ah, jika saja aku bisa kembali ke waktu lalu. Aku ingin kembali ke masa ketika kamu datang kembali dengan sebuah maaf yang menanti untuk diterima. Aku ingin memilih menjadi jahat. Menyakitimu dengan rasa bersalah yang tidak termaafkan. Tak berkata " masa lalu ada di masa lalu". Karena buatku, dirimu adalah tragedi yang menorehkan luka. 

Bogor, 9 Juni 2015

Comments

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...