Skip to main content

Posts

Gelombang : Gulungan Cerita Yang Menghempas

    Membaca Gelombang kulakukan dengan perlahan. Tidak seperti buku sebelumnya, Partikel yang habis sekali duduk. Aku menganalogikannya seperti coklat mahal yang ingin aku cicipi sedikit-sedikit. Takut ketika habis aku tidak lagi bisa mengingat rasanya. Jarak antara terbitnya Partikel dan Gelombang, tidak sejauh Petir dan Partikel. Marathon Partikel untuk memuaskan dahaga akan kerinduan lanjutan serial Supernova yang entah pada masa apa aku mulai mencintainya. Gelombang seperti kata sang Penulis, Dee, dibuat dengan rentetan disiplin dan deadline yang terencana. Sehingga jarak lahirnya dengan Partikel cukup cepat dibanding Petir dan Partikel. Aku menyesapnya sedikit-sedikit membiarkan Alfa Sagala bercerita pelan tentang dirinya. Menikmati tiap gigitannya sembari berharap tidak bertemu halaman terakhir. Gelombang berkisah tentang bocah lelaki Batak bernama Thomas Alfa Edison Sagala. Berkampung di Sianjur Mula-Mula, sebuah tempat yang dipercayao sebagai asal mula suku Batak. Di u...

Surat Buat Ara

Ara yang baik... Tahukah Kamu jikalau dirimu sangatlah spesial? Ayah dan ibumu selalu berusaha memberikanmu yang terbaik. Memenuhi semua kebutuhanmu, menenangkan kala kamu menangis.  Hitungan bulan untuk mempersiapkanmu masuk sekolah. Pendidikan menjadi pusat perhatian penting untuk tahap belajarmu. Yang terbaik pasti akan selalu diberikan kepadamu. Sekolah yang mana yang baik untukmu.  Ibumu telah sampai di milestone ini. Perjalanan hidup yang tak terasa meski aku dan kamu melalui hari-hari bersama. Pilihan lembaga pendidikan bertaburan. Menyewa stand-stand terbaik di Mall dan membagikan kertas brosur mengkilat. Menampilkan gambar anak-anak bermain di padang hijau dan berenang di kolam biru.  Ibumu mengajakmu ke sekolah alam di sisi kota.  Kamu sangat senang ketika diajak melihat sekolah. Ibumu sibuk bertanya tentang  sistem pengajaran, kurikulum, dan mata pelajaran, tak lupa biaya.  Tidak ada prosotan warna warni di sekolah itu. Tidak ada ayunan dan jungk...

Ender Dan Permainannya Melawan Alien

Pada suatu waktu di masa datang, manusia mempersiapkan pasukan pertahanan yang dipilih dari anak-anak yang paling cerdas. Mereka dilatih untuk melawab  koloni alien bernama Formic. Lima puluh tahun lalu, Formic yang lebih dikenal dengan sebutan Bugger menyerang bumi. Maher Rackham, kolonel yang berhasil memenangkan pertempuran melawan Bugger. Battle School berusaha merekrut anak-anak yang sangat cerdas untuk dipersiapkan memimpin invasi berikutnya.  Ender's Game adalah novel yang ditulis oleh Orson Scott Card. Bersetting masa depan yang futuristik dengan ancaman alien serta beberapa bumbu politik menguasai dunia. Kemudian cerita ini diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Harrison Ford, Viola Davis, Ben Kingsley.  Buku vs Film   Saya selalu kesusahan untuk menonton film yang diangkat dari buku. Imajinasi saya selalu berusaha mengaitkan scene-scene film dengan halaman cerita pada buku. Beberapa halama...

Tips Memilih Majalah Anak Untuk Buah Hati

Menanamkan hobby membaca pada anak perlu dilakukan sejak dini. Kebiasaan membaca haruslah dimulai dari orang tua. Memberi akses pada buku-buku bacaannya salah satu langkah penting. Namun, membacakan cerita dan mendapatkan perhatian anak-anak merupakan tantangan tersendiri.  Ara dan Buku Bacaannya Saya mengalaminya sendiri. Ara (3 tahun) cukup gampang untuk bosan. Memintanya fokus mendengarkan kala saya membacakannya buku cukup susah. Pada waktu-waktu tertentu ketika dia menemukan buku yang menarik perhatiannya, dia dengan sukarela memintaku mengulangnya berkali-kali. Namun, ketika saya membacakannya buku yang tidak menarik minatnya, dia memilih bermain atau sibuk bercerita sampai saya berhenti membaca. Untuk menarik minatnya akan buku, setiap kali ke toko buku saya membiarkannya memilih buku apa yang ingin dia beli. Kebanyakan pilihannya ada buku cerita dengan karakter favoritnya, Hello Kitty. Untuk buku anak- anak pilihanku, syaratnya adalah ceritanya pendek, kalimatnya mudah ia p...

Ketika Iphone Saya Hilang

inilah pertama kalinya saya kehilangan handphone. Handphonenya pun merek Apple. Dulu saya menganggap saya cukup bisa menjaga barang-barang. Tidak lalai dan tidak pelupa. Tapi, seperti sebuah ucapan kuno "untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak". Dan akhirnya saya harus merasakan kehilangan sebuah benda yang buat saya cukup mewah. Saya merunut kejadiannya. Naik angkot 05 bersama Ara menuju Mall BTM. Saya ingat jelas handphone itu saya bawa karena sempat saya bercermin pada layarnya. Kemudian kusimpan di tas. Selanjutnya tidak pernah lagi saya pegang hingga perjalanan pulang di atas ojek. Sembari merogoh tas saat ojek mengendara tak kutemukan benda segi empat itu. Hati saya kemudian terasa kosong. Iphone saya hilang. Benda itu kenang-kenangan saat tinggal di Athens, Ohio. Penuh dengan foto-foto dan video Ara yang belum sempat saya pindahkan ke Laptop suami. Saat tiba di rumah, kupinjam handphone tetangga untuk menghubungi handphoneku. Sudah tidak aktif. Seingatku ta...

Lelaki Tua Yang Memanjat Keluar Jendela dan Menghilang

Allan Karlson. Usianya 100 tahun pada 2 Mei 2005. Rumah lansia tempatnya tinggal akan merayakan ulang tahunnya. Tuan walikota pun datang. Tapi ia memilih untuk memanjat jendela dan kabur.  Di terminal bus ia bertemu pria yang memintanya menjaga koper. Namun koper tersebut ia bawa serta ketika bus yang dia tunggu telah datang dan orang yang menitipinya masih di toilet. Koper itu dan kepergiannya menjadikan ia diburu oleh polisi dan penjahat.  Siapa Allan Karlson? Ia hadir dan menjadi penyaksi pada setiap sejarah dunia dalam kurung waktu 100 tahun masa hidupnya. Tak hanya itu, ia berkontribusi besar sebagai penentu arah perjalanan sejarah tersebut. Meski ia bukanlah siapa-siapa.  The 100 Year Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared adalah buku jenaka dengan alur sejarah yang panjang. Latar belakang tokoh-tokoh yang dicerita secara detail dan saling terkait. Saya tidak bisa membayangkan ada seorang karakter yang bisa berkawan tanpa sengaja dengan para pemimpin ...

Asyiknya Berkunjung ke Doraemon Expo

Film Stand by Me, Doraemon yang akhirnya diputar di Indonesia awal desember lalu menarik minat banyak penonton. Siapa yang tidak mengenal Doraemon. Robot kucing berwarna biru bersuara serak dari masa depan yang menjadi sahabat Nobita. Saya bertumbuh dengan tradisi nonton Doraemon pukul 9 minggu pagi waktu kecil. Sampai sekarang saya masih menyukai robot kucing dengan kantong ajaibnya yang keren.  Menyusul sambutan yang baik terhadap film Doraemon (ditonton lebih dari 500.000 penonton), digelarlah pameran 100 secret gadgets Doraemon Expo di Ancol Beach City Mall. Pameran ini menghadirkan ratusan figuran alat Doraemon yang keluar dari kantong ajaibnya yang sering ditonton di televisi.  Dengar harga Rp.99.000 per orang (dewasa) dan Rp.55.000 (anak) plus tiket masuk ke Ancol, anda sudah bisa berfoto-foto dengan patung-patung biru doraemon yang menggenggam alat-alat masa depannya. Di pintu masuk pengunjung disambut dengan sejarah mengapa Doraemon tidak punya kuping, berwarna biru, ...

Pohon Yang Suka Memberi

The Giving Tree karya Shel Silverstein menjadi salah satu yang saya rekomendasikan untuk dibaca anak-anak.  Bercerita tentang sebuah pohon dan anak kecil yang selalu bermain dengannya. Sang pohon menyayangi anak itu hingga memberikan segala yang ia punyai untuk kebahagiaan anak tersebut.  Saya membaca cerita ini waktu SD. Menemukannya kembali tanpa sengaja sewaktu saya mengorder buku di toko buku online di facebook. Saya senang sekali. Seperti menemukan mesin waktu ke dalam kenangan samar waktu pertama kali membaca buku ini.  Saya membaca buku The Giving Tree ini pada Ara. Ternyata ia menyambut baik cerita ini. Ia memintaku membacanya hingga dua kali. Ia tertarik akan cerita pohon yang bersahabat dengan anak laki-laki. Meski ia ketakutan saat sang anak lelaki kembali bertemu si pohn setelah berpisah lama. Mungkin ia mengira pohon berperan antagonia di cerita ini.  Kala terbangun pagi hari respon pertamanya adalah "apel". Mungkin cerita pohon yang kebetulan pohon apel...

Darah Olimpus Untuk Gaea

Setelah berhasil menyelamatkan Percy dan Annabeth dari Tartarus, Jason, Hazel, Frank, Leo, dan Piper masih belum bernafas lega. Gaea telah menghimpun kekuatan. Ia akan bangkit di Yunani kuno dan berencana menguasai dunia. Belum cukup sengsara, para demigod dihadapkan pada rencana penyerangan Perkemahan Blasteran oleh Perkemahan Romawi.  Sesuai ramalan tujuh demigod akan menghentikan kebangkitan Gaea. Namun, salah satu diantaranya akan mati. Dan takdir tidak dapat dicurangi.  *** Inilah seri terakhir dari The Heroes of Olympus karya Rick Riordan. Petualangan para demigod makin seru. Khas Rick Riordan, tiap bab menceritakan kisah para pahlawan dari sudut pandang masing-masing tokoh. Menariknya, tiap tokoh memiliki karakter kuat yang mampu dituturkan sang penulis dengan baik.  Percy dan Annabeth tidak mengambil peran yang banyak di buku ini. Mengingat hal tersebut telah pernah dituliskan di serial Percy Jakson and The Olympians. Jason, Leo, Piper menjadi tokoh sentral dalam ...

Kasus Ulat Sutra Strike

Cormoran Strike is back!!! Setelah berhasil menyelesaikan kasus Lula Landry (The Cuckoo's Calling) yang membuatnya terkenal, ia menerima sebuah kasus penyelidikan dari seorang istri yang mencari suaminya. Seorang penulis yang telah hilang 10 hari lebih. Penulis meninggalkan karya berjudul Bombix Mory. The Silkworm. Kemudian kasus orang menghilang ini berubah menjadi kasus pembunuhan. Pembunuhan keji dimana tubuh korban disiram air asam, usus terburai, dan membusuk.  Bersama sekretarisnya Robin, Strike menggali fakta-fakta yang samar pada agensi penerbitan buku, editor, penulis profesional, hingga indie. Meraba petunjuk pada karya literasi yang ditinggalkan sang korban.  JK Rowling (saya lebih suka memanggilnya namanya dibanding nama Robert Gilbraith yang dia pakai di buku ini) berhasil menciptakan tokoh detektif yang begitu berbeda dari Poirot rekaan Agatha Christie atau Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle. Cormoran Strike hadir sebagai detektif partikelir dengan c...

Ara Belajar Dewasa

Detak detik menjauh perlahan. Menjadi jam yang kemudian berlalu dalam sehari. Rutinitas mingguan menjadi bergerak berulang. Tak ada yang berubah, kita menebak. Hidup berjalan monoton digerus laku kerja yang terpola. Tapi mengutip penulis terkenal CS Lewis, hidup cukuplah lucu ketika kita setiap hari tidak ada yang berubah, tapi ketika kita melihat kembali ke belakang semua menjadi beda.  Beberapa dari kita tersadar di saat tak terduga. Ketika bulan-bulan berganti dan nyala kembang api tahun baru serta kemeriahan yang gempita. Menjadi  ibu dan membesarkan anak tak luput membuatmu tersadar setiap hari akan waktu yang bergerak.    Saya menemani Ara tiap hari. Jarak tak pernah begitu jauh memisahkan kami. Tiga tahun ini sayalah yang menjadi penyaksi tumbuh kembangnya. Setiap hari yang kami lakukan adalah bermain bersama. Tak ada yang berubah, rutinitas itu berjalan dengan mudah. Sangat gampang ditebak. Bangun pagi, bermain( diselingi berantem ,menangis, tertawa, saling k...

Kisah Rangga Cinta VS Kisah Cinta Kita Di Masa Lalu

Setiap kita diam-diam menyimpan sosok Rangga di dalam hati. Bukan sosok Nicholas Saputra yang cukup ganteng di film Ada Apa dengan Cinta yang bikin kita nda bisa bernafas. Tapi seseorang yang pada masa lalu meninggalkan kenangan yang belum selesai dikemas, menyisakan skenario-skenario masa depan yang begitu samar. Iya kan? Kalo anda-anda tidak bersetuju, biar saya saja yang setuju. Mini drama Ada Apa Dengan Cinta #2014 mengembalikan romantisme para pemuda pemudi separuh baya yang merupakan remaja-remaja galau kala Film Ada Apa dengan Cinta booming di tahun 2001.  Kala itu saya kelas satu SMA. Pengalaman nonton bioskopku hanyalah menyaksikan film pertama Harry Potter. Kakakku yang paling tua, menonton film ini di bioskop. Kala itu saya tidak tertarik menonton. Penyesalannya baru datang beberapa waktu kemudian. Ketika saya mulai menonton film saat kuliah. Bahkan sampai sekarang saya masih menyimpan file film Ada Apa Dengan Cinta di laptop.  Pernah disuatu masa saya menontonnya ...

Ara dan Film Bioskop Pertama Yang Ditontonnya Sampe Tuntas

                We Met Baymax  Wow! Judul yang panjang. Ya, ini cerita Ara. Jangan bosan wahai pelalu-lalang yang singgah di lego-lego.  Kemarin, saya, Ara, dan Ayahnya menghabiskan malam dengan menonton film animasi terbaru dari Disney, Big Hero 6. Film ini sudah menarik minat Ara sejak pertama ia melihat iklannya di saluran Disney Junior. Ia tertarik ketika melihat sebuah benda putih besar serupa balon yang memiliki mata kempes dan berusaha menyelotipnya dengan isolasi di layar kaca tivi kami.  Tiap kali ia melihat promo film ini, ia akan berteriak kegirangan dan memanggil saya untuk melihatnya juga. Sudah kujanjikan padanya untuk menonton film itu di bioskop. Sempat ragu apakah kami bisa menontonnya bertiga, karena ayahnya cukup sibuk di kantor. Syukurlah, sore kemarin kami bisa menontonnya bersama.  Big Hero 6 bercerita tentang anak remaja cerdas bernama Hiro Hamada. Film ini dibuka dengan scene adu robot dimana Hiro berhas...

Ajaibnya Mengandung Ara

  Foto USG Ara saat dua bulan dan tujuh bulan Rabu pagi di November 2010. Suamiku baru saja berangkat kursus bahasa di Pusat Bahasa Universitas Indonesia. Dengan sedikit gugup saya melangkahkan kaki ke apotek di depan kost-kostan. Semenjak suami dinyatakan lulus beasiswa dan  harus mengikuti pelatihan bahasa selama setahun, kami mengontrak sebuah kamar di sebuah rumah di Kramat Sentiong. Umur pernikahan kami baru dua bulan kala itu. Jika tidak ada aral melintang, tahun berikutnya suamiku berangkat sekolah ke luar negeri. Membayangkan berpisah dari suami rasanya berat, apalagi jika memiliki anak. Maka sempat kupertimbangkan untuk menunda memiliki anak.  Pagi itu, menstruasiku telat seminggu. Biasanya kadang telat dan harus meminum pil datang bulan. Namun, pagi itu saya memilih membeli testpack di apotek. Dengan gugup saya menggunakannya di toilet kostan. Ada dua strip ungu di sana.  *** Saya menangis ketika mengetahui saya positif mengandung. Segala rasa campur aduk. ...

Tersapu Gelombang

  Tidak seperti buku sebelumnya, Partikel yang kubaca sekali baca dengan penuh antusias. Gelombang kali ini aku baca dengan perlahan. Aku menganalogikannya seperti coklat mahal yang ingin aku cicipi sedikit-sedikit. Takut ketika habis aku tidak lagi bisa mengingat rasanya. Jarak antara terbitnya Partikel dan Gelombang, tidak sejauh Petir dan Partikel. Marathon Partikel untuk memuaskan dahaga akan kerinduan lanjutan serial Supernova yang entah pada masa apa aku mulai mencintainya. Gelombang seperti kata sang Penulis, Dee, dibuat dengan rentetan disiplin dan deadline yang terencana. Sehingga jarak lahirnya dengan Partikel cukup cepat dibanding Petir dan Partikel. Aku menyesapnya sedikit-sedikit membiarkan Alfa Sagala bercerita pelan tentang dirinya. Tapi mungkin karena sedikit-sedikit itulah aku merasa sensasi yang tidak sama ketik aku membaca Partikel.           Bertemu Dee saat Ara dalam kandungan (2010) Gelombang berkisah tentang bocah lelaki Batak be...

Sprei Lembut, Ya Moods

Oke!!! Postingan ini bakal mereview produk. Saya cukup anti mereview produk apalagi buat lomba. Tapi kali ini reviewnya dari hati* eciiieecocwit *. Serius nih, maksudnya bukan karena lomba atau permintaan orang lain dan saya dapat uang - etapi kalo nanti ada yang mau bayar hasil review gue dari produsen sprei ato produk lainnya, gue terima dengan hati ikhlas eh maksudnya dengan hati senang - tapi karena saya puas sama produknya dan saya suka pakenya.  Kali ini saya akan mereview produk sprei yang saya pake sekarang. Mereknya Moods. Perkenalan saya dengan sprei ini sebenarnya tidak sengaja. Habis pindah kontrakan dari apartemen ke rumah kosong, otomatis bikin saya dan suami beli-beli barang untuk keperluan rumah. Nah, kasur menjadi benda wajib. Yang diikuti oleh spreinya, pasti.  Sebagaimana para ibu-ibu atau istri-istri kebanyakan produk yang ingin dibeli pengennya yang kualitasnya bagus dan harganya murah. Nah, kombinasi kedua syarat ini cukup susah sih. Karena produk bagus b...