Skip to main content

Posts

kabar bahagia....

maaf, tak sempat menjadi jawaban untuk "poling yuuukk" di milis kosmik untuk pertanyaan "apa yang kamu lakukan setelah keluar dari ruang ujian?". aku selalu membayangkan kamu akan menulis "seorang perempuan bersuara cempreng berteriak ketika aku keluar dari ruang ujian. berlari dan memberiku selamat". aku sangat ingin menjadi perempuan yang mengucapkan selamat itu. namun, ternyata janji untuk menungguimu selesai ujian tidak mampu aku penuhi. maaf... aku hanya mampu menjadi orang yang kesekian yang memberi selamat. aku bertanya "bagaimana rasanya ujian?. "seperti sebuah wujud belas kasih dosen untuk mahasiswa semester sangat akhir" katamu. aku tak sepakat. ujian adalah proses akhir yang harus kita jalani untuk memulai sebuah awal baru. kita bergerak ke arahnya dan menjadi terminal akhir untuk sebuah jenjang strata satu. dia hanyalah formalitas, tak hanya untukmu, tapi untuk saya, dia, untuk kita. tak ada yang gagal untuk ujian seperti ini di ...

kulihat cinta di matanya

Pukul 10 lebih. Entah berlebih berapa.Ini sudah larut malam. Kami menemuinya di rumah sakit wahidin. Saya, kak Ipah, Kevin, Etta, dan kak Asrul. Wajahnya seperti pahatan kayu karena ratusan keriput yang memperjelas bahwa umurnya sudah begitu renta. Telah begitu banyak asam garam dan air kehidupan yang masuk ke rongga jiwanya. Kulit-kulit itu telah menggantung lemah di tubuhnya. Sesekali dulu aku suka memegangnya. Ia kemudian bercerita tentang cucunya yang juga suka memegang kulitnya yang telah menggelambir itu. Cucuku tanya, apa ini tidak sakit" jelasnya padaku sambil memeragakan tingkah cucunya yan seolah-olah mencubit kulitnya denga tangannya yang lemah. Ia tentu tak merasa sakit, karena itu cuma kulit. Malam ini ketemui ia di kamar B2 paling ujung di ruang palem di wahidin.tersenyum padaku. Suaminya terbaring lemah di atas ranjang. Tubuhnya tak jauh beda dengan tubuh istrinya kurus, renta, dan tampak begitu menua. ditemani oleh anak-anaknya dan cucu-cucunya. Ku besuk sang suami...

inisiatif independent

mengapa pria sangat tidak suka "women habbits"? seperti, berbelanja. membandingkan harga. mutarin mall. keluar masuk toko. window shopping. bukankah itu adalah salah satu dari hal-hal yang membahagiakan perempuan. perempuan selalu berusaha tampil cantik di depan pasangannya. trus, apa salah ketika ia kemudian berusaha mencari baju dan aneka stuff yang bisa membuatnya lebih cantik. bukankah membahagiakan melihat perempuan yang kau cintai tampak menawan. mengapa pria bermuka kusut ketika di ajak berbelanja.tak mau masuk ke dalam counter untuk sekedar melihat kekasihnya mencari baju. begitu membahagiakan ketika engkau ikut juga memberi komentar dan mencarikan warna yang cocok. ini menjadi perdebatan saya dengan k yusran beberapa waktu lalu. ia selalu tak suka kalo dwi jalan-jalan ke mall, masuk keluar toko, membandingkan harga. iya akan selalu bilang "ah, beda lima ribu ji". atau "aduh malas nya mi jalan sama dwi. sudah lama milih-milih, nda beli juga". atau ...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

andrea hirata yang berbeda

aku masih ingin mengulas tentangnya. mungkin uforiakarena baru bertemu dengannya beberapa hari lalu.setiap orang menganggap Andrea Hirata hebat. tapi kali ini aku ingin menganggapnya berbeda. ia tidaklah begitu hebat dengan kisah hidupnya dan semua mimpi yang ia miliki. aku percaya setiap orang punya kisah yang berbeda dan selalu menarik untuk didengar. aku percaya tak hanya Andrea Hirata yang menemukan kepingan mozaik hidupnya yang tercecer di berbagai belahan dunia. aku percaya bahwa hidup adalah sebuah keping-keping teka-teki yang harus kita rangkai. kita selalu mampu menemukannya, sengaja maupun tidak. mozaik-mozaik itu ada dan terkadang kita tak menyadarinya. yang membuat Andrea Hirata berbedanya hanyalah karena ia menuliskan kisah hidupnya. ia mampu membuatnya abadi dan terekam zaman. menulis terkadang dianggap sepele dan bahkan pula dianggap begitu menyulitkan. namun sesungguhnya menulis adalah sebuah laku budaya. sebuah upaya mengabadikan diri dalam jejak zaman.meski ia tak ter...

Selamat Ulang Tahun Panyingkul

Dua tahun sudah panyingkul merayakan jurnalisme warga. Mengabarkan dari pelosok kota hingga pelosok desa. Telah begitu banyak reportase yang di kabarkan di website ini. Semua mengabarkan sejuta kesan. Hari ini untuk menandai ulang tahunnya sebuah buku kembali diluncurkan. Puluhan tulisan merekam tentang Indonesia . Semua mengabarkan cerita berbeda. selamat ulang tahun Panyingkul. semoga warga selalu suka citaq mengambarkan kisahnya.

Kick Andy dan Semangat Berbagi

Semangat 45 membuncah di dadaku sabtu sore itu. Ketika seorang kakak membawakan sebuah Famlet yang menginformasikan tentang acara Off Air Kick Andy di Makassar, tepatnya di baruga A.P.Pettarani. Aku bukanlah penonton setia Kick Andy (ini disebabkan di kamar pondokanku tak ada fasilitas televisi). Namun, tiap kali aku sempat menonton acara ini, aku selalu menyimaknya. Selalu ada hal yang menarik dari setiap episodenya. Kick andy menjadi program acara nomor satu yang dianggap paling baik untuk di tonton. Ini sesuai dengan survei bertitel Rating Publik ”Menuju Televisi yang Ramah Keluarga” ini dilakukan Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET) didukung Yayasan TIFA, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), The Habibie Center, dan London School of Public Relations beberapa bulan lalu (penelitian ini juga menjadikan saya respondennya. Dan saya memilih Kick Andy untuk program acara terbaik….hehehehe). Kekuatan Kick Andy, menurut Andy, adalah pada tema dan content atau isi. Presenter ha...

sebelllll......

malasnya mi... kasian... berbulan-bulan proposalku berdebu di antara buku-buku yang debu tak kalah tebal. rasanya telah berbulan-bulan lalu dwi seminar proposal. dan setelah melewati begitu banyak hal, proposal itu masih di sana. tak terjamah lagi. setengah hatiku pun telah hilang bersamanya. aku tak lagi punya semangat untuk melanjutkan proposal itu. padahal garis deadline itu makin dekat dan aku masih di sini menanti ia dengan mata terjaga menunggunya hinggaq meledak dan menyisakan tangis yang begitu perih. telah kubuat sebuah rencana indah untuk menyelesaikannya, tapi tak pernah juga ia berjalan dengan mulus. bahkan sukses gagal. aku tak lagi ingin menengoknya. tidak sekarang. hingga hati benar-benar merindukannya lagi....

Saraswatiku

aku ingin waktu berhenti. di sini....sejenak mengenangmu dalam damai Ma'. engkau adalah perempuan terkuat yang pernah aku kenal. perempuan yang padanya kulihat surga. tak hanya pada telapak kakimu, tapi dalam tiap laku gerakmu. engkaulah saraswati itu. engkau adalah perempuan tersabar yang pernah aku kenal. tak pernah kulihat bibir itu mengeluh untuk tiap ulah dan laku nakal yang aku kerjakan. tak pernah kulihat engkau menitikkan air mata meski sakit itu (aku tahu) begitu menyiksa. engkau adalah kekasih sejati itu. tak pernah lepas bibirmu memanggilnya mencari celah untuk tetap bercumbu dengannya meski sakit begitu tak tersembuhkan. engkau tak menggugatnya padahal sakit itu begitu menyayat hingga batin. masih juga kau terus memanggilnya. mungkin ia memang telah merindukanmu. ia ingin segera bertemu denganmu, dengan kekasih yang selalu mengangungkannya. karena itu ia memanggilmu 12 hari lalu. dan aku...di sini masih mengenangmu dalam diam. meski air mata tak sanggup lagi mewakili p...

Doa

Tuhan, mungkin aku telah lupa laku untuk berdoa Aku tak lagi pernah melalukan ritus itu Ritus yang membuat jiwaku menyatu denganMu Tak lagi dengan bersimpuh dengan khusyuk dan menyerahkan jiwa ini padaMu Aku hanya sekedar melakukan rutinitas kewajiban dan kemudian tak menyapaMu lagi Kali ini aku ingin melakukan ritus itu lagi Bersimpuh di depanMu meski tak kutahu lagi adab yang baik untuk ritus itu Memohon adalah doa terendah dalam hirarkienya Namun, aku tak tahu apakah aku masih bisa melakukannya dengan ikhlas tanpa tendesius meski ia pada hierarkie terendah….. Aku hanya memiliki kekuatan itu. Kekuatan doa padaMu Aku memohon, untuk kesembuhannya. Untuk tiap detik dalam tubuhnya Aku memohon, biarkan ia menemaniku hingga aku juga bisa membuatnya bahagia Aku memohon, biarkan ia melihat anak-anakku tumbuh, biarkan ia mengajarinya membaca muzhabMu Aku memohon, biarkan ia bisa melihatku mencapai mimpi-mimpiku Hingga ia tak lagi menyangsikan akan jadi apa d...

kursi pesakitan

Ruang itu penuh sesak. 30 orang telah menempati tiap incinya. Dan tiap menit terus dipenuhi oleh orang-orang. Aku duduk di kursi pesakitan. Berbalut kemeja putih dengan rok hitam layaknya sales. Aku memperhatikan tiap orang yang masuk. Mencoba mencari kata di benak mereka. Mencari jawab mengapa mereka di sini. Berada di ruang ini. Mencoba melihat ketololanku, menertawaiku, atau mencoba belajar dariku. Aku berharap pilihannya adalah yang terakhir. Menit-menit berdetak menjauh. Apakah waktu itu?Ada tiga macam waktu. waktu Mekanis yang terdengan dengan bunyi tik-tok-tik-tok. waktu relative. Dan waktu ilusif. Saat ini aku berada di waktu relative. Waktu yang terasa lama untukku dan begitu cepat bagi orang lain. Aku menghitung waktu. Memandangi tiap wajah-wajah yang akan menatapku dan mencari kata dalam benak mereka tentang yang mereka pikirkan tentangku. Tapi tetap saja aku tak menemukannya. Kursi pesakitan itu menjadi tempatku sekarang. Aku mau melakukan apa? Kali yang ...

aku butuh teduh

Aku butuh teduh... Itulah yang aku butuhkan sekarang. Saat jantung berada dalam ketakkaruan detak. Saat jiwa menunggu detik-detik untuk sebuah langkah awal menyelesaikan tugas akhir. Aku tak tahu hendak kemana melabuhkan rasa ini. jika kau ada di sini, aku akan menyandarkan kepala ini di bahumu. Menceritakan tentang keluh kesahku. Dan dengan bijak kau akan memberiku nasehat. Setelah itu mengajakku untuk tertawa dengan lelucon khas dirimu. Aku butuh mata teduhmu. mata yang selalu aku selami ketika aku tak menemukan pegangan. Cinta itu sungguh indah. Aku bahagia bisa mencintaimu, kak..... Kau hadir dalam ketiadaan, sederhana dalam ketidakmengertian Entah mengapa? Mencintaimu...(dee lestari_supernova-kesatria, putri, dan bintang jatuh) (Malam minggu di extranet, 10/05/08-19.44)

(Mungkin) Aku Sakit (Jiwa)

Pagi ini ketemui diriku yang bimbang, gelisah, dan nelangsa. Semua terakumulasi dari butiran-butiran ketakaruan hidup dan kecemasan. Kudapati tubuh-tubuhku terbebani dengan sebuah kondisi psikologis yang tak normal. Kucari kausal yang membuatnya demikian. Kudapati sebuah keping percakapan semalam. “kita mungkin sakit. Kita harus mencari malaikat…..” “dimana kita harus mencari sang penyelamat itu” “mungkin ada dalam tiap diri kita masing-masing… aku telah merasakan ini kekuatan ini mengrogotiku seminggu kemarin. Tapi selalu saja kutepis semua jiwa Illahiku dan terus tunduk pada naluri manusiawi. Tertawa…lepas….tak peduli…dan menyakiti-tersakiti. Larut dalam kesenangan sekilas dan kemudian tak berbekas. Tak jarang kita (ya… aku dan kalian) tak sadar cekikikan nakal itu menzalimi jiwa yang lain meski kita tak bermaksud seperti itu. Bukankah kita telah dewasa sekarang. Mengapa kita tak mendapati jiwa kita menyempurna dalam membaca zaman. Mengapa tak kita dapati jiwa kita mampu bertahan di...

sedihmu...sedihku...sedih kita

(Her side and my side) Handphone monoponic-ku berbunyi nyaring. Membangunkanku dari tidur yang cukup lelap semalam. Kulirik jam dinding yang menjadi aksesoris tunggal di kamarku, 05.25. masih subuh. Kurewind kembali box memory di benakku mencari sesuatu yang membuatku tidur semalam. Kudapati sebuah laku biasa : mengirim message pada beberapa orang, mememncet tuts-tuts handphoneku, mencari lagu yang cocok untuk pengantar tidurku di menu radionya. Handphoneku bercicit lagi. Ada dua pesan. Dari siapa sepagian ini? Aku selalu berharap ia dari orang terkasih yang memberikan sedikit perhatian, memintaku bangun dan bertemu Tuhan. Dengan mata yang masih belum terjaga penuh, aku meraba ke sisi kiri dan kananku. Kemana gerangan Hp kecil itu aku simpan semalam. Tak kusangka ia tertindih di bawah punggungku. Tit….kutekan tombolnya. Kudapati nama seorang sahabat di sana. Dalam pesan yang belum terbaca. Ketekan sekali lagi tombolnya. Layar handphoneku menampilkan deret huruf-huruf . “Ak...

mencari nick carter

dua hari terakhir ini, saya asyik main di facebook. sebuah situs pertemanan seperti friendster. bedanya ini lebih komplit dan lebih ribet. sebenarnya saya juga agak malas buka facebook. lama Loadingnya, trus ribet buat aksesorisnya. belum ngerti aku. dwi pun ikutan punya facebook gara-gara mubarak dan madi, dua orang yang mengatakan secara tak langsung " standar gaul itu punya facebook". yah....dan terdampar lah saya di facebook. dari informasi yang saya dapat dari madi, di facebook itu kita dapat ketemu dan berteman dengan orang yang benar-benar kita inginkan. misalnya madi yang meng-add riri riza sebagai teman. nah beranjak dari situ kemudian aku iseng mencari nama-nama public figur yang melintas dalam otakku. mulai dari Nicholas Saputra sampai Harry Potter semua aku add. dan ternyata hari ini Dewi lestari menerimaku sebagai teman. entah orang ini , betul dewi latari atau bukan. nevermind-lah.... dan hari ini aku kan mencari nick carter di facebook-ku. entahlah, memory ...

fly away

"jangan terbang tinggi, kalo jatuh sakit...." tapi kalo ga terbang tinggi, gimana bisa liat pemandangan indah...." (andai dia tahu movie) terbang jauh..menembus horizon...seperti kita, kawan...

di pasar sungguh ramai

pasar, sebuah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. tak hanya laku jual beli yang terjadi di dalamnya. tapi juga sebuah laku interaksi sosial yang tak lagi ditemukan di mal megah. semua orang bisa berada di tempat ini. tak peduli ia berkalung dan bergelang emas, tak peduli ia membawa karung di atas kepala, tak peduli ia datang denga kendaraan pribadi, tak peduli ia hanya membawa diri dan membawa mata. pasar menjadi tempat perjumpaan. tempat alternatif memadu kasih. menjadi tempat untuk bertemu untuk janji yang telah bertaut. menjadi tempat untuk mencari kekasih baru. pertukaran kabar pun menjadi sebuah laku yang tak terlupakan. entah karena bersenggolan, salah injak, atau saling lirik. di pasar kamu menemukan sebuah interaksi sosial yang tak pernah lagi akan kamu temukan di mal megah yang selalu diidentikan dengan supermarket. Image tentang supermarket pun hanya untuk bangunan mewah ber AC dengan jutaan etalase yang memanjang barang berlabel harga, tanpa ada tawar menawar. bukan...

mappaci + ijal qabul + resepsi = demam

Tiga hari untuk selamanya…layaknya judul film riri riza yang dibitangi oleh nicholas saputra, tiga hari terakhir ini, begitu berkesan untuk selamanya. Tak tergantikan dan tetap lekang di rumah kenangan. Persaudaraan naga, begitulah kami. Berusaha membekukan momen dan menatanya rapi di tiap imaji kami. Tiap detik dalam 72 jam terakhir, membeku dalam derai tawa, gossip terhangat, kekonyolan ala naga, dan juga dalam calla yang begitu pedas. Bermula pada sebuah acara pernikahan k aan (kakaknya echy). Persaudaraan ini selalu berusaha ada dalam tiap suka dan duka (apalagi makan-makan). Berusaha menjadi bagian dalam tiap sedih dan bahagia yang terasa sesama anggota persaudaraan. Dan kali ini kami ingin berbagi bahagia bersama echy’s family. Keluarga ini adalah keluarga terdekat dalam 4 tahun kebersamaan kami dalam ikatan rush dan dra9ons. Rumah mereka menjadi rumah ketiga kami, selain rumah di kampung dan kost-kostan. Ditempat inilah kami menyemai rasa persaudaraan, cinta, dan ke...