Skip to main content

Inferno


Judul : Inferno
Pengarang : Dan Brown
Penerbit : Bentang 

Robert Langdon terbangun di sebuah rumah sakit di Florence, Italia dan tidak mengingat apapun. Yang ia ingat hanyalah ia melangkah pulang menuju rumah sesaat setelah mengisi kuliah di Harvard university, Boston. Saat ia terbangun ditemuinya fakta bahwa seseorang menginginkan ia mati. Ia berusaha melarikan diri dari pembunuhnya bersama seorang dokter perempuan dari rumah sakit tempat ia dirawat. Beberapa hal janggal ia temukan. Mimpinya tentang perempuan berambut perak diantara kubangan mayat, igauannya bernama "very sorry", serta sebuah chip yang disembunyikan secara jeli di jaket kesayangannya yang mengarahkannya menyelami Inferno karya Dante, memecahkan petunjuk-petunjuk dari berbagai benda-benda bersejarah, hingga mengantarnya menuju Venice dan Istanbul. Memecahkan sebuah teka teki yang ditinggalkan oleh seorang ilmuan eksentrik yang mengancam populasi manusia. Sanggupkah Langdon mencegahnya disaat yang tepat? 

Inferno adalah buku terbaru dari pengarang Da Vinci Code, Dan Brown. Kali ini Dan Brown kembali dengan petualang baru sang pakar Simbolik Robert Langdon memecahkan teka teki penyair terkenal Dante, The Devine Comedy. Setiap membayangkan petualang Langdon, maka yang ada dalam khayalan saya adalah museum-museum bersejarah, artefak kuno, serta lorong bawah tanah. Ekspektasi itu cukup terwakili di buku ini. Namun harapan saya akan sebuah misteri heboh yang cukup mengejutkan serupa di Da Vinci Code atau Angel and Demon tidaklah saya temui di sini. 

Hampir semua buku Dan Brown sudah saya baca. Namun, hanya petualangan Robert Langdon yang cukup menarik perhatian saya. Sisanya buku-buku yang lain yang menyangkut sains dan futuristik terlalu susah untuk mengendap diingatanku. Membaca Inferno ini semacam melihat perpaduan serial futuristiknya dan petualangan Sang Simbolog. Menarik buat saya dibagian awal kemudian terasa biasa diakhir buku. 

Membaca buku ini pun seakan meraba-raba dalam keremangan untuk mampu menvisualisasikan detail-detail tempat yang dijelaskan. Saya bahkan menggoogling untuk mendapatkan gambaran utuh tentang bangunan-bangunan yang mereka jelajahi. Untungnya beberapa website khusus menyediakan ilustrasi tersebut. 

Yang menarik bagi saya adalah bagian petualangan di Istanbul. Cukup membangkitkan hasrat saya untuk jalan-jalan ke Turki. Mempertegas posisi Istanbul dalam bucket list saya setelah Venice untuk dikunjungi di masa mendatang. 

Buku ini mendapat rating 3,5 dari 5 bintang dari saya. Selamat Membaca.(*)

Baubau, 21 nov 2013

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...

please...don't leave me

sekali lagi....dan akan berkalikali lagi. ditinggalkan.... sebuah kata yang tak kusuka.selalu menyisakan ruang kosong di hati. menyesakkan dan menyakitkan. butuh waktu untuk memulihkan hati dan mengisi kekosongan itu. aku hanya takut, kekosongan itu tak diisi lagi olehmu... aku akan merindukanmu aku akan menyayangimu aku akan mencintaimu aku masih merindukanmu aku masih menyayangimu aku masih mencintaimu aku selalu merindukan aku selalu menyayangimu aku selalu mencintaimu (still????.....always!!!!!) cepatlah pulang...kuingin membuat pahatan itu lagi bersamamu...

Music Is Magic

Musik. Aku selalu menganggap bahwa ia adalah salah satu penemuan yang paling berpengaruh di dunia. Albus Dombledore pun bersepakat dengan itu. "Ah, music," he said, wiping his eyes. "A magic far beyond all we do here" (Harry Potter And The Sorcerer's Stone). Musik dan lagu adalah sebuah sihir yang mampu merubah banyak hal. Mood, bahagia, sedih, dan bahkan kematian pun terekam indah karenanya.  Aku tak menguasai instrumen apapun. Dan jangan memintaku menyanyi satu lagu pun. Aku menikmati musik dengan cara berbeda. Mungkin agak berbeda antara musik dan lagu. Tapi disini, aku akan menyamakannya. Disini musik adalah sebuah lagu. Yang penuh lirik singkat namun memiliki arti yang sangat dalam.  Ia tak ada bedanya dengan puisi jika berdiri dalam sebuah larik-larik bait tanpa diiringi nada. Namun, ia kemudian menjadi begitu lebih membumi ketika bait-bait itu teralunkan bersama musik. Aku agak susah menikmati puisi. Beberapa baitnya...