Skip to main content

Here's The Thing...

Saya berharap ada kelas yang bisa membiarkan saya membawa anak saya ke dalam kelas. Sedikit tidak mungkin sepertinya.

Dua hari ini saya ikut belajar bahasa Inggris di Hope Drive. Sedikit berbeda dengan English for All. Pesertanya sedikit, gratis meski agak jauh tapi sama-sama tidak membolehkan Ara masuk kelas. Meski alasannya sedikit berbeda. Jika di English for all karena Ara lebih suka merangkak ke mana-mana dan tidak bisa diam di Athens Gate Away memang tidak membolehkan Ara masuk kelas.

Sore ini saya terpaksa menitipkan secara mendadak di rumah Pak Yojo saat dia tertidur. Satu setengah jam kemudian saya menjemputnya dengan muka memerah. Mata sembab dan tangisan sesenggukan. Dari ibu Yuyun saya tahu dia terbangun setengah jam setelah saya tinggalkan dan menangis mencari saya.

Ara tak bisa terbangun tanpa melihat mamanya. Sekalipun ada ayahnya. Rasanya agak susah untuk menitipnya. Beberapa hal mungkin perlu di kompromikan. Termasuk untuk masuk kelas.(*)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

  1. Wah. Semangat ya, Kak. Jadi kasihan juga kodong sama Ara menangis begitu...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...