Skip to main content

Posts

Pahatan Ingatan

19.59 .Jarum jam menunjukkan angka itu.waktu yang sedang berotasi di dekatmu.Mungkin. apa yang kamu lakukan saat waktu terus berputar disampingmu. Adakah sedikit celah dalam volume otakmu.atukah adakah sepersepuluh sel jaringan yang bekerja pada saraf pengingatmu yang mau berbagi sedikit ruang tentang namaku? Aku tak tahu. dan aku tak ingin tahu.bahkan ketika angin menyampaikan tanya ini ke indramu jangan pernah kau jawab. Aku tak ingin mendengar sekerat jawaban pun tentang ini. 21.00. semenit sudah aku berbagi tanya padamu. Apakah kau ingin tahu tentang yang kurasakan.atau apa yang ada di sedikit ruang dalam benakku. Aku ingin berbagi padamu tentang banyak isi benakku. Dua puluh persen memikirkan tentang kerja liputan yang belum aku selesaikan. Garis mati makin mendekat. Namun aku masih tetap tak bergeming mengerjakannya. Sepuluh persen terbuai oleh indahnya tidur di kasurku. Meski kasur itu tipis dan tak seempuk kasur busa yang sering kamu tiduri. Namun, ia merupakan tiketku untuk se...

belajar tak hanya 1-2-3-4-5 atau a-b-c-d-e

sekali lagi harus kecewa pada realitas. atau aku yang mungkin masih belum mnrerima kenyataan bahwa semua seperti itu. ingin rasaya marah dan protes. mengapa semua harus seperti ini. dwi masih belum menerima bahwa ini begitu tak adil. tapi..... aku hanya mampu belajar bersabar hati. belajar ikhlas dan nrimo keadaan. sebenarnya nrimo dengan sabar dan ikhlas bukan hal yang harus selalu dilakukan. tapi untuk saat ini mungkin itu jalan terbaik untuk menenangkan hati. beranggap bahwa ini adalah sesuatu yang membuat diri termotivasi. semoga ini bisa membuatku belajar lebih banyak dan lebih dewasa. yang aku butuhkan sekarang adalah genggam hangat penenang jiwa darimu....

natal pertamaku

Natal pertama yang aku rayakan seumur hidup. Bergabung dengan para volunteer global Xchange. Merayakan kelahiran sang juru selamat. Awalnya mau cari bahan untuk panyingkul. Trus k riza ngajak ke ceremony natalan anak GX yang host-home di rumahnya. Aneh juga berada diantara bule-bule yang berbahasa tak dimengerti dalam perayaan yang baru pertama kali aku rasakan. Kata aulia (anak GX Univ. muhammadiyah) seperti memasang topeng diantra mereka. Ikut-ikut tertawa tanpa tahu apa yang harus ditertawakan. Diam sebagai bentuk refleksi diri merupakanhal yang tak harusnya dilakukan dalam sebuah pluralisme. Atas nama pluralisme kita pun harus ikut tertawa. Tapi, rasnya memang seperti teralienasi. Berada ditengah orang-orang yang tak kita kenal, terbatas dalam komunikasi. Betul-betul terasa asing. Namun setidaknya, perayaan natal petama ini, aku menemukan bebntuk budaya lain yang mungkin sangat kontras dari perayaan lebaran di kampung. Marry xmas (25122006-22.59) (diposting 4 february 2007-lama-dan...

tas kembar

tas kembar ini dibeli beda. dwi yang pertama beli. trus echy ikut-ikutan beli yang merek export.jadi deh tas kembar. foto ini diambil pas di malino kemarin. habis bina akrab. pas mo pulang.eh...ternyata abang, dedengkot UKPM ikut foto juga. so gini deh jadinya.

langit teras imaji

Sebuah sore yang indah dipondok safar. Paduan gerimis hujan dan cahaya matahari membentuk sebuah pelangi indah di kaki langit. Seperti teras imaji kata temanku. Ya..ia begitu indah. Sambil ngumpul sesama anak kosmik di teras bawah pondokan kayu itu. berebutan gorengan yang hanya lima biji. Suasana keakraban yang jarang terlihat saat sekarang ini. Berbagi kisah atau sekedar maccalla satu sama lain. Nda pernah meraa tersingung meski itu bikin sakit hati. Kata senior ’ini budaya tertua di kosmik. Budaya maccalla”.Budaya yang selalu akan diingat hingga suatu hari nanti hari ini akan menjadi sebuah kisah klasik buat masa depan”.

musim final datang...!!!!

Akhirnya selesai juga tugas final antroku. Beberapa hari belakang ini saat musim final mulai menyerang virus-virus tugaspun sudah mulai bermunculan. Dari meringkas, merangkum, mentranslate, sampai stand up liputan jadi tugasku. Aduh nasib-nasib jadi anak komunikasi. Tapi,lumayanlah. Itung-itung buat berdiri depan kamera. Kapan lagi bisa mentertawai sembari memuji diri stand up di depan kamera. Tapi untuk tugas jursair yang satu ini betul-betul membuatku kurus. Hamper seminggu ambil gambar. Dengan berbagai kendala. Mulai dari kamera yang Hi8 yang katanya susah atau bahkan nda bisa di capture, orang-orang yang sik jaim ga mau diwawancarai. Sampe mood-ian para kru yang dalam hal ini satu kelompok. Juga tak lupa buat motor-motor yang dipinjam buat meliput. Ini satu-satunya barang yang tak bisa disediakan oleh bendahara kelompok. Tapi kalo soal minjam masih bisa diandalkan. Dan…akhirnya selesai juga tahap pengambilan gambar. Sisa nunggu capture sama editing. Soma semua berjalan lajncar. Pes...

belajar meneliti

akhirnya dwi puya kesempatan buat ikutan meneliti. kemarin sempat ikut sama Lsim buat meneliti tingkat pengetahuan masyarakat terhadap korupsi. dan aku harus mencari responden anak SMP cewek, profesional sama BUMN. aduh pusing juga. ga punya link di mana-mana. untungnya untuk anak SMP banyak berkeliaran di lapangan Unhas buat ujian semesteran. yang masalah itu profesional. pusing aku. sampai nanya sama pak mansyur tentang profesional itu. profesional itu notaris, apoteker, dosen swasta dan lain-lain yang punya kode etik profesi. asal jangan wartawan. jelas k anto (teman sekaligus senior di kosmik plus di Elsim). jadilah aku keluar masuk kantor notaris. dan satu yang kudapatkan...mereka menolak dan mengusirku.hiks....hiks...hiks...aku jadi benci sama notaris yang rata-rata cewek.( dulu mikirnya notaris itu dominan cowok...eh...ternyata...) trus k yusran aneh-aneh ngasih sarannya " tampil catik dan tersenyum. Semangat!!!" gimana bisa buat tampil cantik...toh mereka nda tertarik...

kembali ke awal

Kmarin...sempat ganti skin...dibuatkan sama iko. tapi...banyak yang ga beres. maklum rada nda ngerti juga masangnya...So, kacau deh. Ya...mungkin seharusnya blog ini apa adanya saja.Postingan curhat yang terlalu manja. Narsis.Dan banyak lagi.tapi...inilah teras imajiku. Tak usah seperti yang lain. Biarkan ia begitu apa adanya. Teras imajiku pun tetap seperti itu. Tak terlalu indah untuk orang lain. Tapi ia adalah tempat yang indah buatku. Tempatku berlari dari semua realitas. Sedikit lebih manja dan bermimpi banyak hal. Tanpa harus takut untuk jatuh dan tersakiti.

dan dwiagustriani memilih

hari ini sedikit bermain dengan hati. banyak yang harus di benahi. tapi sedikit menyenagkan hati tak ada salahnya. reunian dengan teman SMA. mengingat kekonyolan saat masih pake putih-abu-abu. bercerita tentang masa lalu yang selalu menjadi tangga untuk kembali merasai kenangan itu. tak pernah sediit pun menyinggung tentang hari ini. hanya sekedar mengenang hari ini yang pernah sama-sama diimpikan. telah banyak berubah. ada yang telah betul-betul menggapai mimpi itu. dan aku...masih di sini, merangkak dilorong panjang ini. aku tak ingin bermimpi yang terlalu mengawan-awan sekarang. tangan kecil ini terlalu pendek untuk menggapai hal yang langitan.aku memilih untuk menjadi ordinary people aja. terlahirkan bukan menjadi siapa-siapa dan tak menjadi siapa-siapa. mencoba realistis terhadap kenyataan yang ada. bukan nyerah tapi berkompromi. dan aku lebih bahgaia dengan pilihan ini. dan DWIAGUSTRIANI memilih untuk menjadi DWIAGUTRIANI itu sendiri.

idealis vs pragmatis

ruang kuliah fis 3.115 entahlah...seperti berdebat kusir rasanya. tentang rating air mata dengan kreddibiltas wartawan. pengeksplotasian kemiskinan, penjualan airmata untuk memperoleh rating tinggi. yang katanya sebuah perpanjangan mata untuk melihat kemiskinan di sekitar kita. di satu sisi aku melihat, apakah dengan menjual airmata di media kemudian kita baru sadar bahwa ada kemiskinan di sekitar kita. apakah harus melewati media kemudian kita sadar bahwa ada orang yang kelaparan di sebelah rumah kita. media adalah merupakan konstruksi dari realitas yang sebenarnya. ia adalah realitas yang kesekian dari apa yang sesungguhnya terjadi. "media tidak menjual air mata. itu membantu kita mengugah apa yang terjadi. membantu kita memberikan informasi bahwa ada yang seperti itu" aku tidak sepakat. mungkin di sisi lain mereka memang memang membantu. memberikan uang lima sampai sepuluh juta merupakan hal yang besar untuk si miskin. tapi, kemudian apa yang di dapat media? tayang itu saa...

3 permintaan

andaikan ada peri yang tiba-tiba datang dan memberiku tiga permintaan, aku akan meminta 3 buah benda yang begitu aku butuhkan. pertama , aku mau meminta sebuah komputer . tapi kalo lebih keren dikit aku maqu minta laptop. knapa?. akhir-akhir ini tugas-tugasku menuntut untuk dikerjakan dengan komputer. tugas promosi, buat makalah, hingga grafika penerbitan yang betul-brtul butuh komputer. sedangkan komputer butut peninggalan kakakku rusak. nda parah-parah amat. cuman, elemen yanmg rusaknya perlu diganti. tapi masalahnya untuk mencari itu di jaman modern sekarang ini seudah tak detemukan lagi dipasaran.(maklum pentium jenis ke sekian). kalo di pondokan yang dulu, dwi masih bisa ke rentyal yang dekat pondokan. sekarang, dwi harus berjalan jauh-jauh-jauh untuk mengetik tiap tugasku. tak ada rental dekat pondokanku yang sekarang. minta tolong sama senior se pondokan, komputernya juga di pake. trus knapa laptop (kalo bisa)? karena di pondokan baruku laptop hanya dibebani Rp.2000 untuk listr...

seperti matahari

langit sore ini keperakan. matahari harus berjuang untuk memancarkan sinarnya meski awan tebal menyelimuti bumi hari ini. mungkin aku harus berjuang seperti matahari. berusaha untuk terus bersinar meski begitu banyak awan tebal di hadapanku. "kita harus merasa sedih dulu, untuk bisa menikmati bahagia. agar dunia lebih indah". ya...agar dunia lebih indah....tapi, aku telah begitu lelah. kuliah semester 5 rasanya begitu berat. terlalu banyak tugas dan kewajiban yang menuntut untuk diselesaikan. menyerah...mungkin adalah suatu pilihan. tapi, akan sangat pengecut buatku. takkan lagi aku mampu untuk meneggakkan leher dan menantang tatapan-tatapan tajam itu. aku butuh sedikit ruang untuk diriku sendiri. duduk dan menikamati hangatnya matahari di tepi danau. atau betul-betul merasai sejuknya pagi yang tak selalu mampu aku sapa dengan senyum. aku lelah dan butuh sebuah tempat untuk bersandar. sebuah sudut hati yang mampu menenangkan tiap jiwa yang bergejolak. aku punya sudut hati itu...

jurnalistik siaran, pindah kost-kostan, dan "capek deh!"

Akhirnya, kembali bisa menyempatkan diri sejenak ke Teras Imaji. Sedikit berbagi kisah lagi dengan diri sendiri. Sekedar untuk sebuah kisah klasik untuk Saraswati dan Timur Angin kelak. Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa bertahan sampai saat ini.meski tugas kuliah menumpuk. Keharusan untuk pindah pondokan. Kewajiban lain yang belum terselesaikan.Problem hati yang menyakitkan. Serta kontrak yang tersetujui karena takut kehilangan peluang meski tubuh ini harus sudah berhenti. Siang tadi (15 nov 06) seharian ngedit tugas siaran radioku. Tak enak rasanya pada teman-teman, memberatkan mereka. menyita waktu yang seharusnya untuk hal lain. Tak enak hati pada Pak Anchu, penjaga jurusan. yang tertahan hanya menunggu kami menyelesaikan tugas itu. Dengan modal suara fals nan cempreng toh aku pun akhirnya harus sedikit PD untuk membuat tugas itu. Meski hanya menguasai program office di komputer, toh aku harus memaksakan belajar cool-edit (yang kata teman-teman yang udah bisa merupakan sesuatu...

setelah pulang...

sudah seminggu selepas idul fitri. tugas kuliah itu masih tetap saja menumpuk. pondokan itu masih tetap saja gerah. dan jiwa ini telah terkotori kagi. aku ingin lari. tapi hendak ke mana. tak ada tempat yang bisa melepaskanku dari penat ini. dari jiwa yang sesak ini. aku menyerah...?sebuah keputusan yang begitu pengecut. seperti pengecutnya untuk lari. dan sekali lagi semua harus dan wajib dikompromikan....semoga hari ini aku bisa menyelasaikan tugas.. aku rindu hujan di langit tamalanrea

maaf....

ramadhan ke 25...... rasanya..tiap hari aku menangis.ada-ada saja yang membuat emosiku tak stabil. dan berujung pada rasasedih dan menangis. konyolnya, bahkan di depan Madi. di depan seseorang yang tak pernah boleh aku tunjukkan rasaku. aku merasa banyak bersalah. banyak menyakiti. maaf...tak bisa memberikan yang terbaik. aku hanyalah manusia biasa dengan keterbatasan. maaf kepada setiap orang yang pernah ku buat kecewa. sebelum ramadhan berakhir, dwi mo bilang maaf...maaf...maaf...maaf...

woman stand up againts poverty di antara para pengemis losari

spanduk sepanjang kurang lebih 50 neter terbentang di pinggiran bibir pantai losari yang sedang direnovasi. spanduk-spanduk itu dipegangi oleh mayoritas perempuan-perempuan dari segala lapisan mayarakat. mulai dari aktifis perempuan, mahasiswi, sampai kaum miskin kota ikut berbaur di sore hari itu. "Woman Stand Up Againts Poverty" tercetak tebal pada spanduk-spanduk itu. 16 oktober 2006. ini bertepatan dengan hari kemiskinan sedunia. hari dimana para aktivis melawan G8. kelompok 8 negara yang menguasai perekononian dunia saat ini. Unifem menjadi salah satu penggagas acara ini. salah satu LSM perempuan yang menangani masalah Gender dan memperjuangkan hak-hak perempuan. aksi ini menjadi ajang inisiasi untuk memerangi pemiskinan yang telah mengglobal. kira-kira 1000 orang lebih tumpah ruah di sepanjang bibir pantai. ikut berpatisipasi pada acara ini. bahkan berusaha di catat di Guinesse BOOK record. sebagai salah satu aksi berdiri untuk memerangi kemiskinan yang dilakukan di ham...

semua berubah dan butuh kompromi

dini hari ini, entah ramadhan yang ke berapa. aku tak lagi menghitungnya. tapi aku masih tetap ingat bahwa semua berjalan begitu cepat. beberapa hari lalu k rahmad (ketua UKPM) yang akrab di panggil abang menyelesaikan proposal skripsinya. seminar pun telah ia jalani. aku sempat masuk dan bertangya sedikit tentang rekonstruksi PKI dalam film Gie yang diskripsikannya. masih kuingat dua tahun lalu saat aku masuk ke komunikasi. mengenalnya dan banyak berdiskusi dengannya. tak terasa dua tahun itu telah berlalu. posisi itu telah aku tempati sekarang. dua tahun kuliah...aku masih merasa seperti maba 04 di antara para senior. aku selalu menyangka bahwa semua tetap seperti apa adanya. tak ada yang berubah. tapi ternyata aku salah. semua telah berubah dan semua harus diselaraskan. bahkan ketika aku tak ingin itu terjadi. aku masih mengingat waktu SD dulu, selalu membayangkan tentang rok biru tua, seragam SMP. ketika telah berada di masa itu, aku pun berimaji tentang seragam SMA dan sedikit ras...

rindu pada-Nya

rasanya...aku lama telah tak melakukan ritual ini.ritual memohon dan berdoa. setiap di akhir sholat, tak pernah aku menengadahkn tangan. sekadar bersay "HI" pada-Nya. akhir-akhir ini, aku merasa terlalu angkuh untuk berdoa. padhal ramadhan adalah bulan paling mulia. setiap doa pasti terkabulkan. tapi...aku...ah... saat ini aku begitu rindu pada-Nya.rindu untuk menumpahkan keluh kesah dan menangis. rutinitas hari begitu menjauhkan aku dari-Nya. ramadhan kali ini tak menghadirkan chimestry seperti dulu. rasanya aku begitu kesepaian.dan sangat mudah untuk menangis. aku marasa benar-benar rapuh. aku selalu membayangkan tentang kematian. tentang ditinggalkan dan meninggalkan. semua itu begitu menghantui. aku benar-benar merasa sendiri

menunggu sahur,berdamai dengan jiwa

entah pukul berapa hari ini? tapi lagi online di extranet. (warnetnya k rahe).hanya menghabiskan waktu sambil nunggu berangkat sahur. anak kosmik lagi ngadain sahur on d road sekalian aja ikut.hehehe. ga nyangka bisa ketemuan online sama orang-orang panyingkul. padahal ini sudah tengah malam loh. hehehe hidup seperti sebuah garis lurus. aku masih mengingat setahun lagi. di momen yang sama. menunggu sahur on d road. dan ga kerasa ternyata itu telah setahun lalu. tapi, dwi tak pernah merasa berubah dari hari ke hari. rasanya jiwa ini masih setahun lalu.jiwa yang masih ingin memandang hidup seperti anak usia lima tahun.dwi masih sering harus bersaing dengan ego. ada sisi jiwa dwi yang sakit. sisi jiwa yang selalu iri dan tak mau menerima kekalahan. sisi jiwa yang selalu tak ingin berbagi. terkadang, saat-saat sepi dan hati tak begitu tenag sisi itu selalu datang dan tak pernah menenangkan hati. begitu lelah rasanya harus berusaha menenangkan hati. kadang kala rasa itu ada aku selalu berk...

entahlah....

entahlah.... sekedar mo menulis atau menghabiskan waktu entahlah.... aku belum menemukan sebuah tempat untuk benar-benar singgah melepas lelah atau berbagi kisah... aku masih tak bisa menebak tentang hidup tentang kisah dan arti.... entahlah... aku masih senang berpetualang...meski kadang lelah mengharuskanku berakhir pada kerapuhan