Skip to main content

Frozen


Judul : Frozen 
Penerbit : Disney Press
Format : Ebook

Dari judul film Disney yang terbaru Frozen, buku dengan judul sama hadir dengan format ebook dengan cerita yang juga sama. Elsa dan Anna adalah dua putri kerajaan Arandelle. Berdua mereka menjaga rahasia kekuatan sihir milik Elsa. Elsa mampu  menciptakan salju dan es melalui jari-jarinya. Sayangnya, suatu hari ketika mereka bermain-main dengan salju es ciptaan Elsa, Anna kecelakaan. Kedua orang tuanya membangun dinding pemisah antara Elsa dan Anna, agar keduanya tidak lagi bermain bersama. 

Elsa tumbuh dengan ketakutan akan kekuatan mampu menyakiti orang lain. Anna pun tumbuh dengan kesepian akan kehilangan kakak dan teman bermainnya. Ketika ayah ibu mereka meninggal dan Elsa diangkat menjadi ratu. Ratu Elsa berusaha menyembunyikan kekuatannya.
 

Tapi ketika putri Anna bertemu dengan pangeran Hans yang kemudian mengajaknya menikah, Ratu Elsa tidak menyetujuinya. Kedua adik kakak tersebut terlibat pertengkaran yang mengakibatkan Ratu Elsa kehilangan kontrol dan mengeluarkan sihirnya. Musim panas kala itu seketika menjadi musim dingin. Ratu Elsa melarikan diri dan membangun istana es. Putri Anna tidak menyerah, ia harus membawa pulang kakaknya dan mengembalikan musim panas.  


Buku Frozen ini masuk dalam top download di ibook. Tak cuma ilustrasi yang menarik, tapi juga format ebook dengan narator serta suara dari karakter masing-masing menjadikan buku ini asyik dibacakan untuk anak-anak. Cukup klik icon sound untuk mendengar narasi langsung dari sang narator.Karena ini gratis dan ada natatornya, maka buku ini saya beri 4 bintang. Hehehehe. (*)

Bone, 3 Maret 2014

Comments

  1. Hye.. aslkm..
    boleh saya tahu mcm mana nk beli buku frozen ini??

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini bisa didapat gratis di aplikasi ibook lewat iphone atau ipad.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Gelombang : Gulungan Cerita Yang Menghempas

    Membaca Gelombang kulakukan dengan perlahan. Tidak seperti buku sebelumnya, Partikel yang habis sekali duduk. Aku menganalogikannya seperti coklat mahal yang ingin aku cicipi sedikit-sedikit. Takut ketika habis aku tidak lagi bisa mengingat rasanya. Jarak antara terbitnya Partikel dan Gelombang, tidak sejauh Petir dan Partikel. Marathon Partikel untuk memuaskan dahaga akan kerinduan lanjutan serial Supernova yang entah pada masa apa aku mulai mencintainya. Gelombang seperti kata sang Penulis, Dee, dibuat dengan rentetan disiplin dan deadline yang terencana. Sehingga jarak lahirnya dengan Partikel cukup cepat dibanding Petir dan Partikel. Aku menyesapnya sedikit-sedikit membiarkan Alfa Sagala bercerita pelan tentang dirinya. Menikmati tiap gigitannya sembari berharap tidak bertemu halaman terakhir. Gelombang berkisah tentang bocah lelaki Batak bernama Thomas Alfa Edison Sagala. Berkampung di Sianjur Mula-Mula, sebuah tempat yang dipercayao sebagai asal mula suku Batak. Di u...

Kamar Impian Ara

Karena kepentingan riset ( cieee riset...lol) akhir-akhir ini saya suka membeli majalah. Setelah membeli majalah untuk anak remaja Go Girls dan membacanya sampai selesai, hasil temuan saya adalah 70 persen isinya adalah katalog barang dengan harga yang tak terjangkau kantong pelajar atau mahasiswa. Hasil temuan ini nda penting sih ditulis disini, karena riset saya (macam mahasiswa level magister saja) bukan untuk itu. Berikutnya saya membeli majalah Puan Pertiwi. Majalah ini membidik ibu-ibu muda seperti saya ( sisir rambut sambil nyemir uban) dengan ragam informasi tentang perempuan yang sangat informatif. Apakah riset saya tentang itu? Bukan juga sih. Saya cuma pengen baca majalah aja sih, bukan ngeriset. Hahaha.  Nah, saya nda mau ngobrol soal majalah. Atau soal riset yang sedang saya lakukan. Saya mau ngobrol tentang anak gadis saya, Ara. Apa hubungannya dengan majalah? Cerita majalah cuma seupil, cuman biar jadi panjang dan bisa masukin kata riset jadinya diceritain disini*dit...