Skip to main content

The Cuckoo's Calling



Judul : The Cuckoo's Calling 
Penulis : Robert Galbraith
Penerbit : Gramedia

Cormoran Strike adalah mantan tentara angkatan darat yang memilih menjadi detektif partikelir. Kondisi keuangannya hampir sama dengan kondisi percintaannya. Terlilit utang dan diputuskan oleh pacarnya. Seorang kakak dari supermodel yang tewas bunuh diri menghubunginya dan memintanya menyelidiki kasus kematian adiknya. Kasus ini menyelamatkan kondisi keuangannya. Namun, ia menemukan fakta-fakta yang cukup mengejutkan. Persoalan  percintaannya dan staf sekretaris temporernya, Robin pun menyita ruang-ruang benaknya. 

Robert Galbraith yang ternyata adalah JK. Rowling penulis Best Seller Harry Potter benar-benar mempesona pada cerita ini. Pada awal membacanya frame cerita Harry Potter cukup menghantui pembacaanku. Namun, sejak halaman awal buku ini sama sekali berbeda jauh dengan Harry Potter. Cerita kriminal murni yang dibumbui oleh karakter detektif gendut, menyedihkan, namun mampu membuat pembaca, khususnya saya, jatuh cinta pada karakternya. Bukan detektif sok pintar namun mampu membuat saya penasaran akan temuannya di akhir cerita. Tak lupa asistennya Robin yang pintar, tangkas, dan kreatif. 

Buku The Cuckoo's Calling ini mengingatkan saya akan detektif Hercule Poirot karya Agatha Cristie. Saya berharap akan ada lagi kisah dari Robert Galbraith tentang Cormoran Strike dalam memecah kasus-kasus pembunuhan. Tiba-tiba saya ingin membaca Casual Vacancy, karya JK. Rowling yang lain.

 Buku ini saya beri rating 4. Terima kasih buat Emma yang telah begitu baik menghadiahkan buku ini buat saya. 

Selamat membaca. (*)

Bone, 27 Maret 2014

Comments

  1. Terbit mi kak buku keduanya Cormoran, tinggal tunggu terjemahannya ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cowok Cakep Itu....

Lee Min Ho, I love u :*

Serpent's Shadow : Petualangan Terakhir Carter dan Sadie

foto : inthemiddlereading.blogspot.com Carter dan Sadie berhasil membangunkan Ra, Dewa Matahari. Sayangnya, Apophis, Dewa kekacauan makin kuat dan berniat menghancurkan dunia. Sayangnya Dewa Matahari masihlah sangat lemah. Tubuh tua ringkihnya tak sanggup bertarung mengalahkan Apophis. Kehancuran dunia tinggal menghitung detik. Carter dan Sadie harus mencari cara mengalahkan Aphopis dan menyelamatkan dunia. Sanggupkah mereka? Buku ketiga dari Kane Chronicles ini berjudul Serpent's Shadow. Buku ini adalah seri terakhir dari pertualangan Carter Kane dan Sadie Kane diantara dewa-dewa mitologi Mesir dan usaha mereka untuk mengalahkan musuh terbesar mereka, Apophis. Seperti dua buku sebelumnya, Carter dan Sadie mengantar pembaca mendengarkan petualangan mereka. Lewat rekaman yang dititipkan pada penulis buku ini, Rick Riordan, Sadie dan Carter mengawali cerita mereka di sebuah Museum Dallas. Sadie, Carter, Allysa, dan Walt mencari golden box yang bisa membantu mereka menguak kel...

Di Braga Saya Jatuh Cinta Pada Bandung

Hampir 10 tahun tinggal di Bogor, sepertinya hanya tiga kali saya ke Bandung. Di tiap kedatangan itu Bandung selalu memberikan kesan tersendiri buat saya. Kali pertama ke Bandung, tahun 2013. Kala itu belum pindah ke Bogor. Saya, suami, dan Ara yang masih berusia 3 tahun menghadiri acara nikahan teman di Jogjakarta. Ala backpacker kami lanjut naik kereta ke Bandung. Perjalanan yang memakan waktu cukup lama yang bikin pantat tepos. Belum lagi sambil momong anak yang pastinya ga begitu nyaman duduk di kereta. Dalam kelelahan kami menjelajah Bandung. Belum ada gocar atau grabcar kala itu. Seingatku kami hanya ke gedung sate. Itu pun sambil jalan kaki. Bandung ini first impression tidak berhasil membuat saya kagum. Kami ke Cihampelas Walk. Selain malnya yang berkonsep eco friendly, tidak ada yang istimewa. Bandung failed to make me wowing.  Perjalanan kedua kala Anna hampir dua tahun. Pakai mobil via Cianjur. Berangkat jam 5 pagi. Ketemu macet di Cianjur. Jam masuk kerja para peg...