Skip to main content

My phatetic cellphone


Handphoneku rusak. Belum terlalu parah namun telah mulai menghambat komunikasiku dengan orang lain. Angka 7 selalu muncul di layarnya. Beberapa tombol tidak berfungsi. Dan tak dapat digunakan untuk mengirim pesan. Itu bila kumat. Namun, kadang ia kembali membaik dan normal seperti tak ada masalah.

Nokia 8310 menjadi tipe handphoneku. Tipe yang dulunya sempat berjaya di masanya. Harga awal yang Kak Anti beli mencapai kisaran 2jutaan. Namun, itu dulu. Beberapa tahun lalu. Kini ia harus tersaingi dengan ribuan tipe baru dari puluhan merek handphone. Bunyinya yang mencicit tak lagi bisa bersaing dengan nada dering musik dan lagu….

Tapi, meski ia telah tua dan renta untuk ukuran hp di usianya sekarang, ia tetaplah begitu berharga. Ia menemani dua kakakku yang pacaran. Dan sekarang aku yang telah menjalani hubungan hampir empat tahun. Ia menjadi saksi bisu dalam perjalanan pacaranku yang long distance. Mendengar dan merekam secsra diam-diam pembicaraan-pembicaraan pribadi dan bukan konsumsi umum.

Sekitar 150 sms dari pacarku yang kusimpan di foldernya. 150 pesan itu terancam hilang jika handphoneku rusak. Aku terpaksa harus menyalinnya ke buku harian, agar sms itu tetap masih bisa dibaca anakku kelak, sambil bertutur pada mereka
“ayahmu dulu itu…….”

Aku sangat berharap hp itu bisa bertahan hingga aku bisa membeli handphone baru. Sepertinya aku harus memutar otak untuk mencari uang….

(kost-kostan yang sudah harus dibayar, 12 November 2008)

Comments

  1. Anonymous11/16/2008

    ternyata kita bernasib sama, masih bingung apakah diservis atau diganti sekalian.ahh..banyak sekali keinginan2 materialku, tapi sayangnya saya merasa sangat butuh, supaya hidup 'bisa terus berjalan', itu kata saya, tapi entahlah...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Stoples Bekas Selai Untuk Jar of Heart

Jar of heart :D Sebuah ide tiba-tiba muncul ketika membaca postingan mbak Winda Krisnadefa tentang toples bekas (baca disini ). Idenya sederhana, yaitu menuliskan best moment yang kamu alami sepanjang tahun 2013. Tulis singkat-singkat di kertas kecil kemudian masukkan dalam toples atau wadah apa saja yang kamu mau. Maksud dan tujuannya adalah biar selalu mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Nah, mumpung Januari belum berlalu maka tidak ada salahnya untuk memulai kegiatan ini. Menuliskan setiap best moment yang kita alami. Saya pribadi mendefinisikan best moment bukanlah hal-hal glamor yang terjadi sekali seumur hidup. Bagi saya best moment adalah moment-moment sederhana yang membuat kita bersyukur akan hidup. Misalnya menyelesaikan satu tulisan yang telah lama tidak selesai. Menemani anak bermain-main. Hal-hal sederhana yang membuat saya selalu bersyukur. Saya menyimpan toples bekas selai beberapa waktu lalu. Awalnya saya tidak tahu hendak menggunakannya ...