Skip to main content

Tiger ( The Five Ancestors)


Judul : Tiger ( The Five Ancestors)
Penulis : Jeff Stone
Penerbit : Teen Noura
Harga : Rp. 47.500

Kuil Changzen diserbu oleh sekelompok serdadu. Seratus biksu mati-matian mempertahankan rumah mereka. Mahaguru menyembunyikan lima biksu remaja yang memiliki keistimewaan. Fu (macan), Malao ( Monyet), Hok ( Bangau), Seh ( ular), dan Long ( Naga). 

Penyerbuan kuil Changzen dikepalai seorang mantan biksu, Ying ( Elang), yang memiliki  dendam masa lalu terhadap mahaguru. Ying terobsesi menjadi menguasai Ilmu naga, namun sang mahaguru memilihkan Elang untuk menjadi jalan hidupnya. Ia ingin merebut gulungan naga dan berusaha menguasainya. Mahaguru tewas dan kelima biksu remaja tersebut melarikan diri, kecuali satu orang, Fu sang Macan. 

Ia ingin merebut kembali Dragon Scrolls dan mengalahkan Ying. Namun Ying bukan lagi seperti yang dikenalnya dulu. Ia kini telah mengubah fisiknya menyerupai naga. 

Sebelum membaca buku ini saya membayangkan bahwa buku ini bercerita tentang lima biksu yang berpencar mengikuti jalannya masing-masing kemudian mengembangkan ilmu bela diri yang menjadi cikal bakal ilmu bela diri masa yang akan datang. Saya juga membayangkan tokoh-tokoh dalam buku ini berumur duapuluh tahunan atau setidaknya bukan anak-anak belasan tahun. 

Ternyata saya salah besar. Saat membaca beberapa halaman pertama seperti membaca serial Panda Po. Lima pendekar menjaga gulungan naga dari saudara seperguruannya yang berkhianat. Namun, lambat laun cerita ini menemukan bentuknya sendiri. 

Pada buku pertama ini, menceritakan Fu sang macan yang berlari memutar dan menghadapi Ying untuk merebut gulungan Naga. Karena buku ini buku pertama, maka ceritanya belumlah begitu detail. Buku ini mengantar pembaca untuk penasaran dan tak sabar menunggu buku berikutnya. 

Cerita petualang para biksu muda ini mengingatkan saya pada film Boboho tentang biksu kecil yang jago bermain kung fu. Semacam membaca komik dengan cerita yang sangat gampang dipahami. Segmentasi buku ini memang untuk remaja seusia tokoh-tokoh dalam buku ini.

Saya memberi rating 3,5 untuk buku Tiger dan tak sabar membaca buku kedua, Monkey ;)

Selamat membaca. (*)

Baubau, 15 Desember 2013

Comments

Popular posts from this blog

Indecent Proposal

sumber foto : tvtropes.org Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi. Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi menginga...

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...