Skip to main content

LOL Stands For Lots Of Love

LOL Poster (sumber di sini)

Adalah tak sengaja menemukan film LOL ditumpukan film-film Netflix yang hampir separuhnya sudah saya nonton. Film ini bertema remaja dan dibintangi oleh Demi Moore, Miley Cyrus, dan Ashley Greene (pemeran Alice dalam film twilight saga). Adalah Lola (Miley Cyrus),  akrab dipanggil Lol, anak SMA yang dicampakkan oleh pacarnya setelah pacarnya berselingkuh dengan perempuan lain. Perempuan muda yang sedang tumbuh menjadi dewasa ini berusaha menemukan jati diri. Gairah mudanya membuatnya begitu dekat dengan sahabat-sahabatnya, mencoba merokok, memakai drugs, serta berusaha move on dari hati yang patah. Tapi dunia remaja tak pernah sesederhana perintah orang tua untuk mengatakan tidak terhadap segala hal yang mereka anggap tidak baik untuk anaknya.

Demi Moore yang berperan sebagai ibu Lola pun berusaha tegar membesarkan tiga orang anaknya dan move on dari perceraian dengan suaminya. Ibu anak ini berusaha saling menguatkan meski ada saat dimana mereka tidak mampu berbagi perasaan dan keluh kesah masing-masing. Hubungan  yang tetap dijalinnya bersama suaminya, sekalipun mereka sudah bercerai menjadi sesuatu yang tak mampu ia bagi dengan anaknya.

Lola bersahabat dengan Kyle. Dan ia berharap, persahabatab itu tetap seperti itu adanya. Sayangnya Kyle merasakan hal yang berbeda. Ia akan selalu ada untuk Lola. Melindunginya sekalipun harus berkelahi dengan Chad, mantan Lola, teman main bandnya.

Salah satu scene film LOL (foto disini)

Film ini khas dengan cerita anak remaja Amerika dengan segala kegalauan yang mereka rasakan. Lola pun pada akhirnya jatuh cinta pada Kyle sekalipun menurutnya mengubah persahabatan menjadi cinta tidaklah mudah. Sayangnya, Ashley (Ashley Greene) selalu mengikuti kemana pun Kyle berada. Pada akhirnya LOL berarti Lots of love.

Film tahun 2012 yang adalah remake dari film Prancis berjudul sama (2008) masuk kategori cukup dewasa untukku. Beda dengan film-film high school besutan Disney. Beberapa scenenya cukup vulgar. Percakapannya pun kadang menyangkut sex. Arti sex buat laki-laki dan perempuan sangatlah berbeda. Jika pria bisa melakukannya dengan siapapun tanpa melibatkan perasaan, maka perempuan sebaliknya.


Film ini mungkin tidak terlalu booming, tapi cukup meninggalkan jejak di kepala saya. Soundtracknya yang familiar, khususnya lagu Somewhere only we Know milik Keane, Douglas Booth yang sangat cakep, serta kota Chicago yang keren. Selesai menonton film ini, pelan saya membisikkan doa semoga bisa menyentuh Silver bean yang super besar di Chicago kelak. (*)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...