Skip to main content

Kamu Dan Aku Adalah Kita

Sebelum aku mendengar tangis pertamamu, sebelum kamu menghirup nafas pertamamu aku ingin merasapi kebersamaan kita. Tak lama lagi kurasa. Kudekap dirimu di lenganku.menyentuh kulitmu.merawatmu serupa porselen yang rapuh.

Kali ini biar kurasakan gerakmu dalam tubuhku.kurasakan dan kutebak lengan kaki dan kepalamu. Kamu memilih agustus untukmu lahir. Jika tuhan menghendaki kita akan memiliki tanggal lahir yang sama.ajaib bukan?

Aku melahirkanmu dan kaupun melahirkanku, menjadi ibu. Tapi kelak kamu punya hak menjadi dirimu sendiri. Aku hanyalah busur dan dirimu adalah anak panah.melesatlah lebih jauh. Melebihiku ataupun ayahmu.

9 bulan lebih kita bersama. Bernafas bersama.bergerak bersama.kamu merasakan tiap emosiku. Tiap sedihku, tawaku dan bahagiaku. Aku mencoba memberikanmu yang terbaik. Semaksimal yang aku bisa. Mungkin aku bukan ibu yang baik. Sejak pertama hingga nanti.tapi aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Dengan segala cinta dan kasih yang aku punya.hingga kasih ini kering hanya untukmu.

Aku membisikkan banyak doa untukmu. Harapan-harapan yang baik untukmu. Sejak engkau menghirup udara pertama semesta ini.Semoga engkau lahir sehat, normal, cantik, cerdas,dan saleh.semoga dirimu sumber kebijakan dan pengetahuan seperti yang nama yang ingin kesematkan padamu. Semoga Tuhan memberimu umur yang panjang dan kehidupan yang sejahtera.amin.

Aku merindukanmu...dirimu adalah hadiah terindah untukku. Ajari aku menjadi manusia dan ibu yang baik untukmu.

Aku menyayangimu sarasvaty.

1 agustus 2011

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Ngiler Buku Di Senayan

Bagi saya yang sangat menyuka i buku, pameran buku dan toko buku adalah tempat yag wajib saya kunjungi. Pernah sekali saat pam eran buku di Makassar saya setiap hari datang berkunjung. Memborong puluhan buku yang harganya sangat murah. Uang Rp.10.000, saya sudah membawa pulang empat buku. Buat saya membeli buku tak sekadar hanya untu k memb acanya. Tapi juga menjadi koleksi untuk perpustakaan rumahku.Saya tak lagi mempedulikan ceritanya. Selama itu adalah novel atau fiksi saya borong saja. Selalu menyenangkan membeli buku dan membawanya pulang dalam kantongan besar.Di Makassar, saya sudah sangat hapal toko-toko buku apa saja yang sering ikut pameran. Kadang kala ketika berkunjung yang ketemu hanya buku yang itu-itu saja. Tak banyak pilihan. Selasa lalu saya meghadiri pamera n buku yang diseleggarakan oleh Republika dan bekerja sama dengan sebuah stasiun TV swasta. Awalnya saya membayangkan pameran buku ini bakal sama dengan pameran di Makassar. Saya melupakan satu point penting. In...

Buku Serba Jakarta

Kangen juga jika lama tak ke toko buku. Selalu menyenangkan dikelilingi banyak buku. Apalagi bisa memilikinya. Kemarin kangen itu terobati. Gramedia Matraman adalah pengobat rindu itu. Banyak buku bagus. Rasanya mau membeli semuanya. Tapi kalo pun terbeli banyak biasanya yang muncul adalah kemalasan untuk menyelesaikan tiap halamannya. Pilihan buku akhirnya jatuh pada buku 47 museum di Jakarta dan The Jacatra Secret (A Novel). Buku pertama adalah sebuah buku panduan jelajah museum di Jakarta yang di tulis oleh Edi Dimyati. Aku jatuh cinta pada museum dan Jakarta adalah kota bertabur museum. Lebih menyenangkan rasanya ke Museum daripada ke Mall. Dan aku telah menjadwalkan tiap akhir pekanku untuk berjalan-jalan ke museum. Buku ini menjadi guide perjalananku untuk jelajah museum. Buku kedua berjudul The Jacatra Secret karangan Rizki Ridyasmara. Sebuah novel yang lagi-lagi tentang Jakarta dan tentu saja bangunan tua serta sejarah di dalamnya. Membaca bab pertama buku ini seperti me...