Hari ini kukuatkan tekadku untuk masuk kelas sekalipun bola besi malas menggantung manja di kakiku. Aku selalu kalah melawan rasa malas apalagi ditambah godaan teman-teman untuk menikmati musim semi yang baru dimulai. Matahari hangat dan rimbunan bunga yang bergantungan di pohon menjadi variable penganggu lain. Tak ada yang mampu melawan untuk bermain-main di bawah matahari, berjemur, sambil membaca buku atau menyoraki pria-pria yang kami tidak kenal di lapangan basket yang sibuk menggiring bola ke keranjang. Tapi hari ini matahari hangat dan rayuan teman-teman tak mampu menahan langkahku. Bola metal di kakiku terasa lepas. Ringan kulangkahkan kakiku menuju kelas bahasa. Butuh kekuatan yang maha dahsyat untuk melepas kunci rantai kemalasanku. Dan kekuatan itu jelas adanya. Kekuatan yang mampu membuatku tunduk dan patuh. Melangkah begitu riang menuju kelas. Kelas masih sepi. Belum seorang pun di sana. Hanya ada Tatiana yang duduk di kursi sofa depan ruang kuliah. Kulihat kelebat ...
Enormous World in My Mind