Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Traveling

Imajinasi Jalan-Jalan

"Pergilah ke Korea. Biar imajinasimu terbayarkan..."kata kakak saya yang baru pulang dari kunjungan keduanya ke Korea.  Virus jalan-jalan tidak hanya menjangkiti kakak saya. Jalan-jalan menjadi sebuah gaya hidup belakangan ini. Traveling.Traveller menjadi istilah yang begitu keren. Pergi ke suatu tempat (biasanya tempat wisata) kemudian mengunggah di media sosial. Semakin jauh tempat yang kau datangi semakin bisa membuat orang-orang iri. Kalo di Indonesia, bisa berfoto di Gili-Gili di Lombok atau foto berlatar  pulau-pulau piramid di Misol, Raja Ampat menambah derajatmu sebagai seorang traveler.  Apalagi kalo mengunggah foto luar negeri. Singapura dan Malaysia mungkin tidak lagi begitu keren sebab sangat mudah menjangkaunya. Jika berfoto di Asia timur, atau Eropa, Amerika, Kanada, maka yakinlah orang akan berdecak kagum. Semakin banyak cap di paspor semakin  awesome .  Gaya hidup jalan-jalan ini pun menjadi jualan yang paling sering saya temukan di koran. Khusus...

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Sejumput Bali di Pulau Buton

Hamparan padi menghijau . Di sisi kiri dan kanan jalan sawah-sawah membentang luas. Batang-batang padi masihlah muda. Bulir-bulirnya belum tampak. Namun, itu saja sudah cukup memberikan rasa teduh bagi pengguna jalan. Pohon kelapa pendek tumbuh di pematang sawah. Dan bebukitan yang menghijau menjadi latarnya.  Pemandangan sawah tidaklah istimewa buatku. Di kampung, tiap hari saya menyaksikan panorama yang sama. Tapi di tempat ini, sawah terbentang dengan beberapa bangunan pura kecil untuk sembahyang. Berdiri di pinggir pematang. Menjadi tempat para petani untuk memberikan sesajen pada dewi kesuburan.  Memasuki kelurahan Ngkaring-Ngkaring, kota Baubau serupa memasuki pintu kemana saja dan membawamu ke Bali. Gerbang beraksitektur Bali menjadi penanda bahwa anda memasuki sebuah kelurahan yang penduduknya mayoritas adalah orang bali.  Setiap rumah dilengkapi pura besar untuk bersembahyang. Sangat mudah menemukan  pemuda- pemuda yang memahat arca. Bahkan ba...