Skip to main content

Teruslah Bermain Nak!

Tangan kecilnya memainkan mobil-mobilan berwarna biru yang ujungnya telah patah. Aku yang membelikan mobil-mobilan itu dulu. Sudah lama. Senyum kecilnya tampak begitu ceria. Meski ia sempat merengek karena aku tak menjawab panggilannya.

Sebuah panggilan yang ia berikan khusus dari mulut kecilnya. Hasil dari mulut cadelnya yang belum mampu memanggil namaku dengan benar. “Pumi”. Begitu ia memanggilku.
Ia begitu merdeka dengan hidupnya. Melakukan semua hal mengikuti aturannya. Aturannya adalah menangis. Dan semua orang akan tunduk di bawah tangisnya. Tiap detiknya adalah bermain. Berimajinasi dengan segala hal yang dlihat dan yang dirabanya. Bahasanya hanya ia yang mampu mengerti. Kami hanya mampu berusaha menginterpretasikan tiap ucap yang dia komunikasikan.

Kelak ketika ia dewasa hidup tak lagi menurut apa yang ia mau. Hidup akan memaksanya mengikuti aturan yang berlaku. Ketika ia mampu membuat hidup sesuai dengan aturannya, ia tleah menjadi manusia yang hebat.

Tapi itu belum saatnya, nak. Engkau masih punya puluhan tahun untuk mencapai itu. Teruslah bermain. Teruslah belajar. Karena dari permainan masa kecil kamu bisa belajar bagaimana mengatur hidup kamu kelak.

Comments

Popular posts from this blog

Indecent Proposal

sumber foto : tvtropes.org Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi. Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi menginga...

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...