Skip to main content

Posts

Korean Cool : Resep Rahasia Korea Meracik Hallyu

Suatu waktu Emma Stone diundang ke Conan Show. Ia membincangkan tentang film terbaru, karir, hingga lagu favoritnya. Dengan penuh percaya diri ia menyanyikan sepenggal lirik lagu sambil berjoget-joget. Ia tidak menyanyi dalam bahasa Inggris. Ia malah menyanyikan satu hits dari girls’ generation yang sama sekali ia tak paham artinya. “Saya hanya mengulang pada bagian yang berbahasa Inggris. Selebihnya saya tidak paham. Tapi saya menyukai musik dan koreografinya”, katanya. “ It so addictive ” tambahnya.  Phenomena budaya Hallyu atau Korean Wave mewabah di seluruh dunia.   Pria-pria bercelak mata dan bergoyang penuh harmoni. Gadis-gadis dengan kaki jenjang yang putih dan tampak cantik. Drama-drama bertabur actor aktris rupawan dengan cerita cinta yang menggemaskan, serta hidangan sawi putih yang difermentasi.  Mari melihat ke belakang sejenak. Korea Selatan tahun 1980an tidak ada bedanya dengan Negara dunia ketiga lainnya.   Imunisasi di sekolah dengan j...

Tersandera Descendants of The Sun

Salah satu adegan romantis Jika dibedakan dalam dua kategori drama, maka bisa dikatakan ada dua tipe cewek di zaman sekarang. Pertama cewek penyuka Drama Korea, kedua cewek yang ga suka Drama Korea. Ada kategori ketiga sih kalo dipikir-pikir, cewek yang setengah-setengah suka Drama Korea. Saya masuk ke kategori ke tiga. Dua kakak saya masuk dalam kategori pertama.   Koleksi DVD Korea menggunung.   Unduhan Drama Koreanya mengambil giga paling besar di laptopnya. Kakak saya yang kedua bahkan sampai melakukan trip ke Korea dan belajar huruf Hangul.  Saya hanya bisa puas sebagai penikmat Drama Korea angin-anginan. Angin-anginan di sini tergantung musim. Jika lagi musim Lee Min Ho, saya pasti ikut berdiri di barisan depan. Kalo bukan Lee Min Ho, perlu ada insiden yang menggerakkan saya untuk menonton sebuah drama Korea. Bisa jadi karena ada yang rekomendasikan, saya punya waktu, dan hidup saya sangat   drama lebih dari drama korea (Ini optional). Tiga poin ...

Mengintip Gerhana Melalui Lubang Jarum

Ngintip Gerhana Hari yang dinantikan telah datang, rabu 9 Maret 2016 Gerhana Matahari Total di sejumlah wilayah di Indonesia berlangsung.   Saya tidak ingin ketinggalan menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi ini. Sehari sebelumnya, saya bersama Ara telah membuat kamera Pinhole, untuk dapat memantau gerhana. Mengapa pinhole? Karena kabarnya memakai negative film, menggunakan kacamata hitam, atau bahkan melihat bayangan matahari di air itu tidak dianjurkan. Cara-cara tersebut tetap mampu membahayakan penglihatan.  Titik putih sebagai proyeksi sinar matahari Menggunakan kamera pinhole sangat dianjurkan karena aman dan tidak memandang langsung ke matahari. Yang dilihat adalah proyeksi cahaya matahari yang melewati lubang jarum kemudian jatuh di kertas HVS putih.   Penampakan yang terlihat adalah bentuk cahaya matahari yang tidak bulat sempurna.   Tidak bulat sempurna ini disebabkan oleh terhalanginya sinar matahari karena bayangan bulan. Semakin...

Membuat Kamera Pinhole Untuk Gerhana Matahari

Ara dan kamera pinhole Gegap gempita penyambutan fenomena alam yang sangat langka berupa Gerhana Matahari Total (GMT) begitu terasa. Indonesia menjadi satu-satunya daratan yang dilalui oleh lintasan GMT.   Fenomena alam ini pernah terjadi pada tahun 1983. Beberapa pulau di Indonesia dilalui GMT. Sayangnya Gerhana Matahari Total   tidak melintas di atas pulau Jawa. Meski ga lewat di atas pulau Jawa, Gerhana Matahari sebagian bisa dipantau di atas langit Bogor pada pukul 6.19 pagi dengan puncaknya pada pukul 7.21   pagi. Observatorium Boscha pun melakukan pengamatan di Bandung. Karena, tetap bisa melihat gerhana matahari sebagian, maka ada baiknya mempersiapkan alat yang aman untuk memantau matahari. Melihat Gerhana Matahari langsung dengan mata telanjang sangat tidak dianjurkan karena berbahaya buat mata. Namun untuk mendapatkan kacamata gerhana matahari di waktu yang begitu mepet (besok loh gerhananya) , juga tidak memungkinkan. Satu langkah yang paling ...