Membeli buku yang disegel seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi halaman-halaman buku tersebut. Waktu kecil kalo bava buku di perpustakaan sekolah, pas lagi seru-serunya, tiba-tiba ketemu halaman rusak, kebalik, atau tertukar rasanya sebel banget. Dan pengalaman ini sering terjadi. Udah gede mulai jarang nemu buku yang rusak. Buku-buku yang dibaca rata-rata dari penerbit besar semisalnya Gramedia dan Mizan. Tapi untuk buku-buku yang terbitan penerbit yang tidak terlalu kenal juga kualitas buku tetap dijaga. Tidak hanya untuk halaman yang rusak, bahkan sampul yang tertekuk sedikit saja harga sebuah buku bisa terdiskon murah. Tapi meski sudah jarang mendapatkan keberuntungan dapat halaman rusak, ada saat dimana saya khususnya memperoleh jenis buku yang demikian. Empat tahun silam dapat Percy Jackson seri ke empat yang halamannya berulang. Beberapa waktu lalu dapat Komik yang halamannya kertasnya robek. Kecewa? Nda lah. Saya malah se...
Enormous World in My Mind