Skip to main content

HUH!!!!!!!

Rasanya seperti di dalam Tartarus yang gelap dan sunyi. Tempat pembuangan para dewa-dewa dan monster-monster dalam motologi Yunani. Waktu bergerak dengan lambat. Tak ada kebergegasan. Tak ada target harian yang aku buat. Semua rencana kembali tertata ulang. Aku sepertinya kalah dengan aturan anarki yang kubuat sendiri. Aku kembali merasa seperti sebuah bom waku yang sebentar lagi meledak.

Aku berusaha menata hariku. Tapi faktor “M” begitu berpengaruh. Tautan-tautan itu seperti melepaskan diri. Aku tak lagi bias memaksa talinya untuk terus membelitku. Entah akan jatuh kemana aku. Aku harus mengurus segalanya sendirian. Butuh seseorang yang mampu memahami rasa ini. Tapi jutaan spasi membuat kita jauh. Aku hanya bias berkeluh kesah lewat handphone. Memarahi dirimu dan berujung pada melimpahkan semua rasa kembali padaku.

Entahlah.Aku ingin menulis dongeng lagi tapi sepertinya aku kehilangan banyak ide-ide yang keren. Huh!!!!!

Comments

  1. sbelum diposting, edit dulu. soalnya kata "bisa" selalu berubah jadi "bias"

    ReplyDelete
  2. life keeps on turning...(na bilang mocca)
    tetap semangat...!!

    ReplyDelete
  3. @ k yusran : iya pak.Maaf, mengedit masih jadi kekuranganku. Malas baca lagi:P

    @ k Rahe :Selalu kak rahe...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...