Skip to main content

Bahagia Mengenalmu

Sangat menyenangkan bertemu teman-teman kampus. Apalagi jika hampir berbulan-bulan tak pernah bertemu. Perempuan. Selalu ramai jika saling bertemu. Dan itulah yang terjadi semalam. Bertemu di Mall. Bercakap-cakap di kafe dan saling bergosip.

Semua tampak begitu berbeda. Ada yang berubah. Bahwa kami telah bertransformasi menjadi perempuan-perempuan yang butuh bersosial. Saling bertanya soal pekerjaan. Hubungan dengan pacar. Mengupdate kabar terbaru dari kawan-kawan yang mungkin tak lagi bisa bersua karena jarak dan kesibukan.

Aku berada di antara mereka. Menjadi bagian dari mereka. Berbagi kabar tentang apa yang terjadi pada duniaku. Lakon-lakon itulah yang terjadi. Ada yang telah mencapai titik “kemapanan”, ada pula yang masih idealis. Ada yang memilih menjadi wanita kariri ada juga yang memilih untuk membina rumah tangga.

Aku selalu berkhayal terjadi subtitusi posisi di antara mereka atau teman-temanku yang lain. Tapi aku lantas berpikir bahwa bukankah hidup telah begitu menyenangkan sekarang. Mungkin dari beberapa sisi tidaklah terlalu menyenangkan. Namun di sisi lain aku bisa mengenal orang –orang yang memiliki dunia berbeda dengan diriku. Aku menemukan dunia yang sama sekali baru. Aku bertemu dan belajar dari beraneka ragam orang. Aku belajar beradaptasi. Aku menemukan begitu banyak kawan baru. Sepertinya hidupku sudah sangat sempurna.

Pernah aku sekali berharap untuk memutar kembali waktu. Terlahir sebagai orang yang lain. Namun ketika aku memilih untuk menjadi siapa, aku berada di titik kebingungan. Mau menjadi siapa? Luna Maya, artis yang cantik dan sempurna. Tapi saat ini dia sedang dalam sebuah kasus. Menjadi Paris Hilton, hmm….hidupnya juga terlalu aneh buatku. Menjadi J.K. Rowling? Mungkin jika aku terlahir menjadi dirinya, dia takkan menulis apapun.

Kemudian aku tersadar bahwa hidup yang paling menyenangkan adalah hidupku sendiri. Bukan hidup orang lain. AKu memikirkan banyak kemungkinan untuk berada di ruangan dan dimensi lain. Tapi etika aku berada di ddimensi itu aku tak menemukan orang-orang yang mencerahkan hidupku. Yang membuat hidupku berwarna dan penuh rasa. Aku menyenangi hidupku saat ini. Aku kemudian tersadar bahwa ini adalah sebuah bahagia yang dihadiahkan Tuhan buatku. Aku mensyukuri untuk tiap detik yang selalu menyenangkan yang Ia berikan padaku.

Aku bahagia bisa mengenalmu, Kawan!!!!

Comments

  1. saya juga bahagia bisa mengenalmu

    ReplyDelete
  2. kau selalu menjadi bahagia itu kakak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Black Swan

Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna. Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja. Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu unt...

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...