Skip to main content

Dua Dunia


Ia memahamiku perlahan. Tahu segala detail tentangku luar dalam. Ia mengerti kapan aku gelisah dan kapan aku bahagia. Ia selalu mampu membaca air mukaku.Ia berkata padaku "duniamu serupa teori Dramaturgi. Kau memainkan panggung belakang dan panggung depan dengan begitu apik. Kau adalah bintang panggung yang selalu dipuja".

Baginya dunia realisku adalah aku yang selalu mampu tertawa dan tampak tak mengacuhkan hidup. Menurutnya pula menulis adalah panggunga belakang yang menjadi sisi terjujur dari diriku. Aku adalah phantom yang memainkan peran bertopeng. Merdeka dengan segala aktivitasku. Tapi saat aku menulis, kau bisa temukan aku tanpa topengku.

Seperti analisis dua orang. Aku adalah Sanguin Melancolic. Sanguin dengan tingkah extrovert yang begitu menyenangkan. Dan melancolic dengan kesendirian yang sangat introvert. Aku serupa Sybil yang memiliki 24 wajah. Namun tak separah gadis kecil itu, aku masihlah pada titik memiliki dua kepribadian. Itu belum bertambah. Dan aku harap tidak.Aku lelah dengan kepribadian dan panggung-panggung ini.(*)

Comments

Popular posts from this blog

Bertemu Kawan Lama

Aku bertemu kawan lama. Seseorang yang padanya aku pernah iri akan cara penulisannya. Kami pernah belajar sama-sama tentang bagaimana menulis itu. Ia akan beranjak pergi. Meninggalkan Makassar dan menjadi orang yang dituntut oleh dunia kerja.Seperti aku yang juga telah beranjak. Tapi kami berjanji untuk terus menulis. Sebuah upaya yang paling merdeka yang masih kami punya semagai manusia merdeka. Yang menjadi tameng kami melawan lupa.

Video-Video Ara II

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...