Skip to main content

Tak Ada Selamat Tinggal

Aku lelah untuk selalu mengucapkan selamat tinggal. Aku lelah untuk memelukmu dalam rasa ini yang terakhir. Aku lelah menuliskan ribuan rangkaian abjad bertitle “good bye”. Aku sudah malas mengucapkan aku akan merindukanmu. Tahu kah kamu, meski pun kita tak berjarak aku tetap merindukanmu.

Aku lelah ketika kita bertemu diujung waktu kita akan mengucapkan kalimat sedih. Aku capek harus menyeka air mata. Hatiku sudah terlalu sering patah untuk sebuah perpisahan. Aku lelah untuk menata puing-puing dan mengelemnya dengan rindu yang lebih kuat.

Aku ingin kita tetap menikmati hari. Tertawa bersama. Tak perlu ceremonial pelukan selamat tinggal. Kelak pasti kita akan bertemu lagi entah dalam scene apa.Dan pasti kita akan kembali berpelukan. Pelukan melepas rindu. Pelukan selamat datang yang hangat. Sambil berkata “Nice to meet u again”.

Aku takut merasakan perpisahan. Aku tiba-tiba teringat pada kalimat lebay serupa lagu dangdut “bukan perpisahan yag ku tangisi, namun pertemuan yang kusesali”. Hah, ternyata kalimat itu benar adanya. Aku berharap tak bertemu denganmu agar aku tak perlu merasakan pisah darimu.

Namun jika kita tak bertemu, bagaimana kita berbagi halaman? Ah, aku takkan mengusirmu dari halaman hidupku. Ketika kau melakukannya biarkan imajiku tetap menyimpanmu di halamanku. Tak ada kata pisah.(*)

Comments

  1. sy sih tak pernah mau pisah. tapi dwi tiba-tiba ingin berlama-lama dulu. ingin ktemu kak arif, ingin ketemu siapa-siapi, atau ingin macam-macam. stelah itu, dwi akan mendramatisir lagi ttg perpisahan. huh....

    ReplyDelete
  2. iya. karena k yusran saya jadinya malas mi ber-say gudbye.hahahahaaha.jgn mengecilkan apa yg saya tulis lah.nanti sy mogok nulis gmn???

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Cowok Cakep Yang Merasa Cakep Itu Bikin Ilfil

sumber :  lockhartfanclub.livejournal.com Judul postingannya panjang dan jelas. Cowok cakep yang merasa cakep itu bikin ilfil. Saya menarik kesimpulan entah sejak kapan. Mungkin sejak kuliah. Saya pernah punya pengalaman tentang cowok cakep yang merasa cakep yang makin mengukuhkan kesimpulanku itu. Waktu semester akhir kuliah, saya sering membantu senior saya menjadi front office di setiap acara yang diadakan LSMnya. Karena LSM ini fokusnya pada bidang demokrasi dan politik maka yang peserta pelatihannya adalah kalangan anggota Dewan atau anggota partai. Nah, pernah suatu hari yang menjadi peserta pelatihan adalah orang-orang muda berbagai parpol. Maka berdatanganlah para anak-anak muda yang kutaksir umurnya sekitar 25 sampai 30an tahun. Beberapa sekampus dengan saya. Tugas saya adalah memastikan mereka mengisi daftar hadir dan membagikan seminar kit. Isinya buku catatan, polpen, dan bahan materi. Karena kerjaan saya sekedar front office maka selesai membagikan seminar k...