Skip to main content

Si Bungsu Yang Selalu Pergi

Akulah si bungsu itu. Datang tak dijemput pulang tak diantar. Pergi karena ngotot dan datang tanpa mengabari.

Akulah si kecil itu. Perempuan yang selalu menang atas semua keinginannya. Kemanapun sekehendakku. Meski dengan alasan tak masuk akal sekalipun.

Akulah si bontot itu. Yang tak jelas akan menjadi apa kelak dimata bapakku. Keluar seenaknya setelah merasakan zona nyaman bergaji. Memilih menjadi pengangguran dan nongkrong kiri kanan.

Akulah si anak bawang itu. Selalu mempercayai bahwa mimpi terjauh itu bisa tergapai. Memilih bertualang dan tak tinggal di rumah.

Aku akan pergi lagi. Seperti biasa. Ijin sekenanya saja. Seperti layaknya pergi sekolah kala pagi dan pulang jelang siang. Tak perlulah mengkhawatirkanku. Aku cukuplah besar untuk semua itu.

Toh ada teknologi yang mampu membuat kita tak berjarak.(*)

Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

Serpih Pikiran

Aku tak punya kisah untuk dibagi kali ini. Aku hanya punya serpih-serpih kata yang numpang lewat saat istirahat siang atau kala jelang tidur. Mungkin ada kesamaan kisah yang tak sengaja. Atau mungkin ada cemburu yang memantik. Maaf...ini hanyalah sebuah Serpih Pikiran. Hanya sebuah fiksi yang sempat meminta ijin lewat di ruang tamu benakku. Serpihan Pertama : Aku merindukanmu. Masih kuceritakan padamu sebuah dongeng pekan lalu. Dan selang pekan itu semua telah berubah. Kau tak lagi menemaniku bercerita lewat dunia maya. Aku belajar mengucap pisah untuk deadline kepergian. Aku belajar (lagi) memaknai sebuah kehilangan dan keikhlasan. Masih kuingat kurangkai cerita yang mampu membuatmu tertawa dibenakku. Mengimajinasi tentang sebuah sua dan sebuah percakapan panjang Serupa pangeran bertemu putri. Semua rasa itu kini berubah. Rasa yang dihadirkan sang pangeran dan putri pun menghilang. Aku tersadar bahwa hidup adalah nyata dan dongeng-dongeng itu hanya imaji liarku yang keti...

kembali ke awal

Kmarin...sempat ganti skin...dibuatkan sama iko. tapi...banyak yang ga beres. maklum rada nda ngerti juga masangnya...So, kacau deh. Ya...mungkin seharusnya blog ini apa adanya saja.Postingan curhat yang terlalu manja. Narsis.Dan banyak lagi.tapi...inilah teras imajiku. Tak usah seperti yang lain. Biarkan ia begitu apa adanya. Teras imajiku pun tetap seperti itu. Tak terlalu indah untuk orang lain. Tapi ia adalah tempat yang indah buatku. Tempatku berlari dari semua realitas. Sedikit lebih manja dan bermimpi banyak hal. Tanpa harus takut untuk jatuh dan tersakiti.