Skip to main content

Berita Tentang Twilight...


Menjual 'Vampir' di Internet Jum'at

22 Agustus 2008 | 15:32 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta: Harry Potter memang belum tersaingi. Dalam 24 jam setelah dijual, buku ketujuh Harry Potter terjual 8,3 juta eksemplar. Setelah Harry Potter tamat, seri Twilight Saga-lah yang menjadi fenomena.


Buku keempat seri Twilight karya Stephenie Meyer itu berhasil dijual 1,3 juta eksemplar 24 jam setelah dirilis mulai 2 Agustus lalu di Amerika Serikat. Penjualan ini juga nyaris menyamai hiruk-pikuk peluncuran Harry Potter, lengkap dengan penjualan tengah malam.


Buku keempat dan terakhir seri Twilight berjudul Breaking Dawn laku karena dua hal. Pertama, karena kisahnya, yakni tentang perempuan yang jatuh cinta pada seorang vampir dan dicintai seorang manusia serigala cukup menarik. Yang kedua, sangat mungkin kesuksesan ini karena Meyer pintar memanfaatkan Internet.

Kisah vampir jatuh cinta itu dimulai lima tahun lalu oleh Meyer, ibu rumah tangga dengan tiga anak di Arizona, Amerika Serikat. Meyer termasuk minoritas Mormon yang taat serta tidak merokok dan meminum alkohol. Ia tidak pernah pula membaca kisah vampir atau film remaja.


Tiba-tiba saja, suatu malam, ia bermimpi tentang gadis remaja yang bertemu vampir sangat tampan. Vampir itu ingin meminum darah si gadis, tapi tidak bisa melakukannya karena jatuh cinta.
Mimpi ini begitu mencekam dan membuat dia sangat ingin tahu bagian akhirnya.

Ia pun memutuskan menuliskan cerita tersebut. Bukan hal yang gampang karena ia, sepanjang hidupnya, belum pernah menulis cerita. Ia bahkan berusaha agar proyek novelnya ini tidak diketahui suaminya, yang bekerja sebagai akuntan.


Saat novelnya selesai, ia mencoba menjual ke penerbit. Tapi sembilan penerbit menolaknya (nyaris menyamai buku Harry Potter, yang ditolak 12 penerbit). Buku pertamanya terjual pelan. Penggemarnya pelan-pelan bertambah hingga buku ketiganya, total terjual 8 juta eksemplar.
Untuk mendekatkan diri dengan penggemar, buku ini memiliki situs Internet resmi dengan alamat www.thetwilightsaga.com. Tidak melalui hanya situs resmi ini, Meyer juga memanfaatkan situs sendiri, yang beralamat di www.stepheniemeyer.com dan dikelola adiknya, Seth, untuk berkomunikasi dengan para penggemar.

Meyer kadang mengisi sendiri isi situs itu meski tidak tiap hari. Pada entri 15 Agustus, misalnya, ia menuliskan bahwa mundurnya jadwal pemutaran film Harry Potter keenam tidak ada sangkut pautnya dengan Twilight Saga.

Meski ia menyatakan pengunduran ini memungkinkan film Twilight, yang bakal diluncurkan akhir tahun ini, mendapat peluang lebih baik.
Pada entri 7 Juli, ia menulis bahwa dirinya--seperti para pembaca lain--juga sangat menantikan 2 Agustus, saat Breaking Dawn diluncurkan.

Seperti Harry Potter, Meyer memberi isyarat ini dan itu sebelum buku keempatnya, Breaking Dawn, dilepas ke pasar. Isyarat ini bisa membuat para pembaca penasaran sehingga penjualan diharapkan lebih baik.


Meyer juga memperlihatkan potongan-potongan naskah yang dipotong sehingga tidak masuk buku. Ia bahkan memperlihatkan rancangan awal naskah--lengkap dengan salah ketiknya--serta potongan lagu-lagu yang menyertainya menulis novel.
Pembaca sangat suka pada hal seperti ini. "Saya sangat suka tambahan-tambahan ini," kata Yael Jason, penggemar Twilight asal Ottawa, Kanada. "Ia tak sekadar menulis buku dan kemudian selesai.

Ia benar-benar ingin berinteraksi dan ia ingin para penggemarnya mengetahui semua hal tentang buku dan dari mana ia berasal."
Para penggemarnya--yang entah mengapa sebagian besar para gadis ABG hingga umur 30-an--pun menjadi fanatik dengan seri Twilight. Tak mengherankan bila Breaking Dawn menjadi buku tersukses setelah Harry Potter tamat.

(mengapa aku memposting berita lama ini???? jawabnya karena adasedikit hal kecil yang begitu berarti bagiku meski sebenarnya tak ada hubungannya...hihihihi...tebak saja)

Comments

  1. boleh saya tebak jawabnya? hehe...karena ada 'dia' yang melatarbelakangi untuk bisa miliki breaking dawn kali ya, ehm... ato dibalik kisah pengiriman dokumen ke singapura.??

    Maaf Mbak Dwi kalo saya terlalu dalam menyimak blognya. Tapi tulisan2 ini menarik banget. Moga segera bisa dibukukan deh..

    ReplyDelete
  2. @ mila :thanks y sudah komen banyak di postinganku. kalo postingan yg mila maksud itu karena ada tgl 2 agustus yg tak ada hubungannya dengan apapun itu. tgl itu adl tgl lahirku. kenal sm k yusran y...btw, ada alamat email yg bisa dihubungi???

    ReplyDelete
  3. ini alamat email saya, pernah sy kirim di wall kompasiana jg: mukhzami@une.edu.au. Salam hangat dari Australia.. :=)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keajaiban Malam Bulan Biru

Judul : Keajaiban Malam Bulan Biru Penerbit : Pustaka Ola Harga : Rp. 20.000 Peter melangkah gontai masuk ke apartemennya. Ia baru saja dipecat. Toko tempatnya bekerja bangkrut. Dari sebuah apartemen ia mendengar kakek Tom merintih memanggil cucunya. Peter melangkah masuk dan membantu kakek Tom. Kasian kakek Tom sendirian dan sakit-sakitan sementara cucunya jarang menjenguk. Di apartemen sebelah Rossy di kursi rodanya meminta Peter memperbaiki kotak musik balerinanya. Rossy sangat ingin menjadi balerina sayang kakinya lumpuh.  Bulan berwarna biru malam itu. Ted yang terbangun dari tidurnya sibuk memikirkan dirinya yang dipecat dan begitu miskin. Hingga akhirnya ia bertemu peri dan memberinya tiga permintaan.  *** Buku kumpulan dongeng ini berisi sebelas cerita dongeng yang kisahnya menarik. Kamu akan bertemu Grook-grook si sapi, Riko si kurcaci yang ingin jadi peri, serta bertualang di dunia mainan.  Selain ceritanya yang seru juga mengandung nilai moral. Misalnya mensyuk...

First Journey With Ara

Bajunya : Off  To Grandma's Karena neneknya Ara berkunjung ke Makassar, maka saya pun harus membawa Ara ke Makassar untuk bertemu neneknya yang telah datang jauh-jauh dari Bau-bau. Sekalian bertemu dengan tante (Kak Atun) dan sepupunya, Cakra untuk pertama kali. Ara baru 40 hari lebih. Belum cukup dua bulan. Ini adalah perjalanan pertama kami berdua. Saya hanya membawa satu ransel baju. Sudah dengan pakaianku dan pakaiannya. Sedapat mungkin pakaian yang dibawa sedikit mengingat saya membawa bayi dan agak susah mengangkat tas sekaligus. Semua orang yang saya temui akan heran dan terkejut melihat saya hanya berdua dengan bayi saya yang umurnya belumlah cukup dua bulan. Saya cukup tangguh? Tidak juga, hanya keadaan yang memaksa demikian. Untungnya Ara tidaklah terlalu rewel diajak pergi-pergi. Selama perjalanan Bone-Makassar dia hanya dua kali terbangun untuk minum Asi, sisanya ia memilih tidur.  Mobil yang kutumpangi overload sebenarnya, tapi untungnya penumpang yang berdamp...

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...