Skip to main content

Arti Handphone


Setiap orang memberi pemaknaan yang berbeda pada sarana komunikasi yag bernama telepon genggam. Dimaknai sebagai fungsinya sebagai alat komunikasi tapi juga tak jarang menjadi sebuah gaya hidup.

Dalam pemaknaan fungsi,telepon genggam tak mempedulikan bentuk, model, dan merek. Selama ia telah bisa menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi (berbicara dan mengirim pesan) Telepon gengam atau dalam pengistilahannya handphone atau HP telah menyelesaikan tugasnya.

Namun dalam pemaknaan sebagai sebuah gaya hidup, hp tidak lagi sekedar menjadi alat komunikasi. Ia telah menjadi sebuah aksesoris yang tak bisa lagi dilepaskan dalam fashion. Merek, model,bentuk, dan luaran terbaru menjadi harga standar yang digunakan. Bentuknya bagaimana? Mereknya apa? Punya kamera atau tidak? "Mencicit atau bernyanyi"? Seri apa?
Standar-standar ini menjadi patokan-patokan untuk pemaknaannya sebagai gya hidup.

Tak jarang orang-orang membeli Hp luaran terbaru dengan harga selangit hanya untuk menjadikannya pelengkap gaya tanpa tahu dan paham fitur-fitur apa saja yang mampu dilakukan oleh hp selangit itu.
Bahkan chasing hp pun menjadi patokan dalam fashion.Warna-warnanya disenadakan dengan warna baju. Lihat saja di sinetron-sinetron dan iklan. Warna hpnya akan selalu senada dengan hpnya.

Dan bagaimana aku memaknainya???? Aku adalah tipe konsumen yang mengambang. Ikut arus. Bisa memaknainya sebagai alat komunikasi, namun jika punya uang lebih bolehlah dijadikan life style.


Tapi pada kondisi kekinianku, mengingat hp telah menjadi sebuah alat primer sederajat nasi dan kain aku mungkin lebih memilih untuk menjadikannya saja sebagai alat komunikasi. Life style mungkin menjadi kebutuhan sekunder untukku. Mungkin ketika jemariku telah mampu menjangkau langit, ia akan kupertimbangkan.


Hpku sekarang???Bagaimana kondisinya kini?? Ia tergolek lemah di sudut kamarku. Tak lagi bisa berkompromi. Bahkan di saat aku begitu membutuhkannya. Ia menjadi alat yang sedemikian penting untukku. Untuk jobseeker sepertiku yang menjadikan hp sebagai alamat kontak yang bisa mengkoneksikanku dengan lowongan kerja. Ia menjadi pacar pertama yang selalu kucumbui di malam hari untuk tipe hubungan jarak jauh sepertiku.

Sudah saatnya ia beristirahat memang. Umurnya telah menahun. Meski aku tak rela berpisah dengannya. Dengan ratusan nomor dan pesan khusus yang kusimpan. Ia membawanya ikutserta terkubur dalam sunyi....

Jika bisa berharap,semoga ia bisa direparasi....

Comments

Popular posts from this blog

Black Swan

Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna. Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja. Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu unt...

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...