Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Rutinitas

Leo Loves spontaneous

Ya, saya menyukai segala sesuatu yang spontan. Ide-ide yang datang begitu cepat dan bergegas dilakukan. Ada dibenak dan tiba-tiba direalisasikan. Tapi spontan juga memiliki keburukan disela kejutan-kejutan yang didapat saat melakukannya. Yang menyenangkan mungkin adalah ide tersebut sangat fresh. Seperti menginginkan memakanan pisang goreng , bergegas ke dapur, meracik semua bahan dan taaadddaaa….pisang gorengnya sudah di depan mata dan siap disantap. Saat ide itu muncul saya selalu membayangkan jika saya melewatkannya, rasanya seperti take it or leave it. Melewatkan kesempatan yang mungkin tak pernah lagi akan saya dapatkan kelak.  Sayangnya itu hanya berlaku pada setiap aksi. Bukan pada kegiatan menulis.  Kalo saya punyaide menulis saya lebih sering menikmati sensasinya dibenakku. Merasakan sengatannya di sana tanpa menuliskannya. Saya selalu menemukan kalimat-kalimat cantik yang melintas dibenakku. Mengandalkan ingatanku tanpa mencatatnya dan kemudian menguap begitu saja b...

Ara Dan Khanza

Ara sudah 6 bulan sekarang. Beberapa hari lagi 7 bulan. Ia sudah mengenal konsep bermain dan memiliki keinginan terhadap sesuatu. Ia tidak lagi fulltime di atas tempat tidur. Kereta duduk warisan dari Khanza, sepupunya, sudah menjadi singgasana. Meski singgasana itu telah membuatnya jatuh dua kali. Ia betah berlama-lama duduk di sana. Bergerak sesukanya kemana pun dan mencoba menjangkau segala sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia pun sekarang mengenal konsep berteman. Teman paling dekatnya adalah Khanza. Mereka berbagi mainan, meski yang paling sering mengalah adalah Ara. Kalo Khanza menangis karena mainannya diambil Ara dengan segera mainan itu harus dilepas dari tanganya Ara. Ara pun mulai mengenali konsep kepemilikan. Ia pun menangis jika benda-benda di tangannya dilepas. Untungnya perhatiannya masih bisa dialihkan jadinya kalo menangis ia lebih mudah didiamkan. Tidak seperti Khanza yang ngelunjak jika keinginannya tidak dituruti. Khanza pun menjadi role model bagi Ara. Ia bela...

Ibu Oportunis yang Menukar Struk Belanja

Oportunis tak selamanya buruk. Oportunis membuat seseorang menjadi begitu telaten dan teliti dalam melakukan sesuatu. Mempertimbangkan segala hal dan menghitung segala kesempatan dan kemungkinan. Kaum perempuan khususnya ibu-ibu kebanyakan yang oportunis. Khususnya terhadap promo-promo belanja yang mengimingkan hadiah. Mungkin ini disebabkan karena merekalah yang mengatur keuangan dan keperluan rumah tangga. Mereka yang paling tahu konsumsi produk tertentu dalam rumahnya dan mampu menghitung segala kemungkinan untuk memperoleh hadiah dari promo belanja. Yang ngantri banyak Beberapa waktu lalu aku mendapat tugas dari kakakku untuk menukarkan struk belanja susu bebelac dengan berbagai bisa macam hadiah yang bisa ditukar jika memiliki point tertentu.Dari info yang dia berikan aku sudah membayangkan begitu banyak ibu-ibu yang rela ngantri hanya untuk menukar struk belanja susu Bebelacnya. Hari pertama ia telah berusaha untuk menukar struknya, pukul 11 siang dia berada di Mall, nomor a...

Luluran Racikan

Karena tak punya lulur konvensional di rumah maka dengan kreatif aku membuat lulur sendiri. Bermodalkan ingatan dari status seorang adik angkatan di fesbuk aku meminta resep lulurannya.Dia mengirimiku resep racikan lulurnya. Ampas teh, kopi bubuk, susu putih, madu, gula pasir, milk cleanser dicampur sesuka hati dengan takaran mengikuti kata hati. Lucu juga takarannya. Berhubungan karena malas cari lulur lagi maka bahan-bahan itu pun yang aku buru. Paling susah mencari milk cleanser karena kampungku begitu kecil, tak ada toserba yang lengkap, dan pasar hanya sekali dalam lima hari. Tapi hari ini aku berhasil meracik lulur itu.  Hasilnya...hmmm....sebuah olahan yang cukup menjijikan. Berbau campur-campur. Rasa kopi, gula, susu, dan teh. Mengikuti cara luluran yang  dianjurkan aku pun mandi terlebih dahulu. Pakai sabun hingga badan terbebas dari debu. Selanjutnya memakai lulur tesebut ketika tubuh masih setengah basah. Luluran ini cukup bagus. Tapi kali ini tak ada tendensi ap...

Penulis Atau….?

Jika Bondan Winarno memulai karir menulisnya di umur belasan tahun dengan tulisan-tulisan fiksi yang diterbitkan di berbagai media nasional. Bagaimana dengan aku? Seperti membandingkan bumi dan langit jika membandingkan karir menulis pak Bondan dan diriku. Tapi mungkin perlulah sedikit melihat dimana saja pernah nyempil satu tulisanku di beberapa buku. Tak seperti para penulis lain yang langsung melejit dalam setiap karyanya. Aku harus memulai dari menitipkan satu puisi pada antologi puisi yang dibuat oleh teman-teman di Liga Film Unhas yang tidak punya ISBN. Puisi yang tak pernah ingin aku ingat. Aku tidak cukup percaya diri untuk mengakuinya sebagai buah pikiranku sendiri. Puisi yang cukup ampuh untuk menjadi bahan callaan diantara teman-teman. Tapi dulu sewaktu membuat buku itu bersama anak-anak liga film aku begitu bersemangat. Hehehehehe, anak muda memang selalu bersemangat. Buku itu dibuat pada tahun 2004, saat aku masih mahasiswa baru. Se...

Listrik Rumah Disegel

Listrik rumah disegel. Waaaahhhh!!!!!! Bumi gonjang ganjing. Tak ada listrik. Tak ada kipas angin. Kulkas tidak dingin. Tak bisa men-charge handphone. Dan semua-semuanya yang bergantung pada listrik. Ini rumah kakakku, tapi sepertinya aku belajar untuk memiliki rumah sendiri. Bagaimana nantinya   jika harus bayar rekening listrik, air, dan sebagainya. Ternyata mengurus rumah tak pernah semudah yang aku bayangkan. Banyak hal remeh temeh yang perlu dibayar tepat waktu agar segala hal bisa tetap berjalan. Seperti listrik ini misalnya. Menunggak 3 bulan bisa langsung tersegel. Itupun plus denda-denda yang harus dibayar. Jika lalai tidak bayar sampai 5 bulan, siap-siaplah untuk pencabuta n secara permanen dan jika pasang kembali harus bayar seperti pasang baru. Harga pasang baru sekitar Rp. 900.000. Dan siapa yang bisa hidup tanpa listrik. Teknologi benar-benar membuat manusia ketergantungan. Ini adalah hal-hal remeh yang perlu diperhatikan. Aku ...

Menulislah Sebelum Bobo

Aku mendapati tulisan ini di lapak kompasiana milik Om Jay. Menulislah sebelum bobo. Sebuah resep yang bagus sebenarnya. Menulis sebelum tidur adalah upaya untuk mempertahankan otak tetap waras. Setelah seharian lelah dengan hiruk pikuk yang memusingkan. Mungkin menulis itu seperti layaknya berdo sebelum tidur. Bercerita pada Tuhan. Mengucap syukur dan kemudian merapalkan dengan lirih pemohonan dan harapan tentang esok hari. Hari ini tak banyak yang aku punyai. Biarlah aku meneruskan ujian Aprilku yang lumayan menyesakkan. Semoga aku berhasil menyelesaikan satu proyek idealis yang tak begitu bagus namun cukup memanjakan diri. Semoga aku bisa menyelesaikannya setidaknya untuk diriku sendiri. Tak peduli hasil akhirnya bagaimana. Setidaknya aku ingin meniti di titian jembatan dan sampai di ujungnya.  Semoga benar-benar bisa selesai.Amin!!!!!

Tulisan Yang Hilang

Baru kemarin laptopku selesai diperbaiki. Beberapa waktu lalu aktivitas dunia mayaku terganggu karena dia rusak. Terkena virus yang membuatnya tak bisa mengakses internet. Dan akhirnya laptop ini kujadikan sebagai tempat untuk menulis tulisan-tulisan yang akan disimpan dalam jangka waktu lama dan untuk sekedar curhat rahasia. Bodohnya adalah aku tak menyimpan tulisan itu di folder D. Aku pikir tulisan itu akan tetap tersimpan saja dengan aman di my document meski terinstal. Nyatanya adalah tulisan-tulisan itu hilang. Ada tiga tulisan maha penting yang cukup susah dituliskan hingga membuatku sedih karena ia hilang. Tulisan itu ditulis dengan hati yang paling dalam, penuh perasaan, meski sagat lebay. Sangat sayang ketika aku harus memeras keringat dan otak serta air mata lagi buat menuliskannya. Padahal tulisan itu dipersiapkan untuk proyek pribadi. Proyek limited edition. Pokoknya disiapkan buat sesuatu yang mengharu biru. Tapi kalo hilang, membuatku semakin ragu untuk menyelesaikanny...

Menulis Blog Sama Dengan Menabung

Tak ada yang salah dari ngeblog. Saya baru menemukan keasyikannya. Menulis di blog saat kamu sedang on mood tanpa writer's block serupa menabung uang koin yang kelak akan berguna ketika kamu membutuhkannya. Ini terjadi pada saya. Saya tipe orang yang agak moody soal menulis. Tapi jika menulis memang berada diambang gregetan biasanya hasilnya cukup menyenangkan. Biasanya kalo ada lomba-lomba menulis yang diadakan website tertentu, saya malas menulis ulang. Yang saya lakukan hanyalah mengobrak obrik isi blog ini. Tema-tema yang ada sangkut pautnya dengan yang dilombakan biasanya bisa didaur ulang. Malah untuk beberapa lomba, penyelenggara lebih suka yang sudah terupload di blog. Beberapa tulisanku yang kuikutkan dalam beberapa partisipasi menulis biasanya adalah tulisan lama. Karena kadang kalo disodori tema dengan deadline waktu yang sempit rasanya semua ide melayang hilang. Hehehehehe. Sisa ambil koin ditabungan. Dan...tadddaaaa....ikut berpartisipasi menulis deh. Begitulah, men...

Romantisme Bengo- Makassar

Aku berdomisili di Bone. Tepatnya di sebuah kecamatan kecil bernama Bengo. Dari kota Watampone berjarak 120 km. Jika kamu ke Bone dari Makassar via Camba maka kamu akan melewati rumahku. Rumahku cukup gampang didapat. Kamu cukup tahu di mana desa Bengo, pasar Bengo, dan Mesjid Bengo. Nah, rumahku berada di belakang mesjid pas samping pasar. Penanda yang lain adalah satu-satunya Bank tempat transaksi warga kampung berada di bengo. Jadi Cukup mudah sebenarnya jika kamu ingin mencariku di kampung sekecil Bengo.Asal jangan mencariku dengan nama Dwi :P. Dari SD sampai SMA, aku bersekolah di sini. SD dan SMP dengan berjalan kaki karena lumayan dekat dari rumah. Satu kilometerlah dari rumah. Sedangkan saat SMA harus pake angkot ke sekolah. 20 menit dari rumah. Cukup jauh. Karena SMAku berada di kecematan sebelah. Aku tak pernah mengecap sekolah di kota. Kampung menyenangkan sih…hehhehehehe.  Pas kuliahlah aku baru harus ke Makassar. Tahun 2004- 2008 akhir. Masa-masa transisi segala maca...

Virus Jelek, Kutuk Kau!!!!!!

Baiklah, ini yang terjadi seminggu ini. Tuan Laptopku yang tersayang terkena virus stadium entah berapa sampai mozilla, internet explorernya, serta segala macam yang bisa membuatku terkoneksi dengan internet terblokir. Nah, karena tidak ada kerjaan yang lain saya pun menulis catatan-catatan ringan di laptop. Nabung tulisan isitlahnya. Jadi nanti bisa langsung posting banyak.  Permasalahannya adalah tulisan-tulisan itu bersarang di laptop yang full virus dan beum diinstal ulang sampai sekarang. Bapak speedy yang datang ke rumah buat ngecek speedy bahkan bilang " Kayaknya ada container di dalam laptop ta. Terlalu berat buat akses internet". Huuaaaa.....Laptop adalah barang terakhir yang saya liat sebelum tidur kala malam. Pokoknya saya sama laptop sudah in love. Nda bisa lagi terpisahkan. Nah, saat laptopnya kak Ipah sudah baik (ini juga sudah melalui perawatan terhadap begitu banyak virus) maka kembalilah saya berinternet. Masalahnya adalah bagaimana memindahkan tulisan-tu...

Speedy Sembuh...Yipppiii!!!!

Akhirnya setelah hampir seminggu tidak pernah online lewat laptop, saya bisa melakukannya sekarang. Jaringan speedyku sudah bagus dan laptop yang bisa dipakai sudah ada. Bagaimana hidup tanpa internet? Hihihiihi, jika tidak bisa mengaksesnya lewat handphone, terutama facebook, maka hampalah duniaku.  Teknologi benar-benar telah membuat saya ketergantungan. Tak bisa hidup tanpanya. Andai tak ada teknologi, mungkin hidup tidaklah begitu galau. Yang jauh tetaplah jauh dan yang dekat tetaplah dekat. Imaginary prince tetaplah menjadi imaginary prince tanpa perlu ia turun ke bumi untuk menjadi pada syata. Tak perlu merasa kehilangan sesuatu yang tak pernah dimiliki. Dunia tak perlulah menjadi absurd. Dan nyata, maya, dan khayalan punya garis batas jelas di semesta. Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan. Ia seperti sandang, pangan, papan, dan internet. Ia menjadi primer. Tak lagi sekunder atau tersier. Apalagi barang mewah. Dan inilah aku ketika bertemu kembali dengan internet....

Belajar Pada Om Google

Wow, akhirnya saya belajar pada om Google. Selama ini saya malas untuk membaca petunjuk dan tata cara. Saya adalah tipe orang belajar yang harus didampingi oleh ibu atau bapak guru. Saya punya begitu banyak pertanyaan dan butuh jawaban secepatnya. Saya paling malas harus membaca buku teks. Saya lebih menyukai bertanya langsung pada seseorang dan mendapatkan penjelasan. Karena itu terkadang pengetahuan-pengetahuan yang saya dapat adalah pengetahuan tak utuh. Bagi saya membaca buku teks cukup memusingkan. Sama halnya dengan membaca buku How To. Paling malas baca buku seperti ini, saya terlalu angkuh dengan menggunakan caraku sendiri yang serba tidak tahu. Hari ini saya belajar dari om Google. Beberapa waktu lalu saya telah belajar bagaimana mendownload film. Laman yang diberikan Aniki Joy ( Dia meminta tidak dipanggil Sensei, Aniki adalah sebutan untuk kakak lelaki di Yaukza) adalah the-blind-assassin.blogspot.com . Laman ini cukup menyediakan banyak film-film lama dan juga film-film ...

Susah Jadi Tukang Download

Baru-baru ini saya belajar mendownload film dari Bang Joy ( mountainmama.blogspot.com ). Apa yang saya dapat? Seorang yang mendedikasikan dirinya di dunia download film adalah seseorang yang tak memiliki kerjaan, lelah berselancar di internet, tak tahu lagi mo browsing apa, memiliki pribadi yang sabar, stamina yang kuat, dan pemahaman di dunia download mendownload. Bagaimana dengan saya? Baiklah pada point-point awal saya memiliki persyaratan tersebut. Tak ada kerjaan, capek online tidak jelas, dan tidak tahu mo mengklik situs apalagi. Mulai dari youtube, komik, hingga, hal-hal misteri. Tak jarang tersesat di situs porno. Kadang bosan juga untuk melihat,menyimak, dan mengetahui hal-hal itu saja. Atau ketika tak lagi memiliki gairah untuk menulis dan hanya tersesat di laman blog milik sendiri. Bahkan untuk memberi makan ikan di kolam blogku pun saya mulai malas. Saya adalah pribadi yang cocok untuk memulai karir mendownload film. Memiliki pribadi yang sabar dan stamina yang kuat? Ini...

Mencari Wangsit

Beberapa hari terakhir ini hidupku lumayan normal. Berjalan sesuai yang aku rencanakan. Bangun pagi, sarapan, bersih-bersih rumah, mandi, menulis. Semua berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Tulisanku pun tak sekedar tulisan pendek serupa curhat. Manurut poinku luamayanlah karena ia telah bersarang di imajinasiku beberapa dan akhirnya berhasil dituliskan.  Namun hari ini rasanya aku kehilangan wangsit buat menulis. Aku punya daftar tulisan-tulisan yang harus aku selesaikan namun hari ini aku tidak memiliki kalimat awal dan perasaan nyaman untuk menuliskannya. Aku telah mencoba untuk menonton film dulu, namun saja otakku tak mengalami pencerahan. Mungkin aku perlu menonton film yang menginspirasi atau film-film romantis. Namun persediaanku hanyalah DVD korea yang aku yakin jika aku nonton akan menyita waktu. Alternatif lain adalah membaca buku. Namun buku yang aku punya cukup berat. Tak cukup untuk dibaca sepintas. Aku perlu wangsit buat menulis. Setiap hari aku harus menulis. A...

January Oh January

Janus, God Of Beginnings Pagi ini, di semesta yang berputar di sekitarku penanggalan masehi yang disepakati adalah 1 Februari. Namun seperti memiliki dunia lain di blog, penanggalan tertera di sana masihlah januari. Mungkin karena blog ini disetting dengan waktu Amerika, sehingga postingan hari ini masih juga terhitung masuk pada bulan Januari. Januari beranjak. 31 hari dalam 2011 telah berlalu. Apa yang aku dapat? Beberapa misi awal tahun gagal terlaksana. Hanya karena sebuah penyakit. Malas. Oh Tuhan, mengapa sifat ini melekat pada manusia? Aku punya beberapa ide tulisan yang menurutku cukup bagus. Hanya saja ide itu hanyalah bersarang di kepala. Tak ada upaya aksi gerak tangan mengetik ribuan abjad yang menjadikannya sebuah cerita utuh. Akhirnya ide itu hanya mampu aku nikmati sendiri. Tak dibagi lewat blog ini kepada orang lain. Tidak pula dikirim pada sebuah media, hitung-hitung mengadu nasib. Itu baru misi bulan Januari. Aku punya sebuah visi yang tiap tahun selalu sama. Ha...

Serasa Mabok

Saya belum pernah merasakan mabuk oleh alkohol. Di Jakarta sempat ingin mencobanya -hmmm mencicipi alkohol- tapi tidak kesampaian (bukan berarti pengaruh ibukota yang begitu keras sehingga mempengaruhi cara hidupku :p).Paling hebat saya mabuk kendaraan. Apalagi kalo laut. Rasanya dunia telah berputar ke arah sebaliknya. Dengan kecepatan naik turun dan sesekali ngerem. Hari ini, lebih parah dari itu. Saya tidak melakukan perjalanan apapun. Saya hanya tinggal di rumah dan mencoba untuk tidur. Saya berhasil tidur. Jam 10 malam. Namun sayang, jam biologis tubuhku selalu terbangun di jam 12 malam. Dan semalam berjalan dengan rutinitas itu. Saya terjaga. Namun yang terjadi adalah saya tak lagi mampu memejamkan mata hingga pagi menjelang. Benar-benar tidak tidur.  Saya membayarnya dalam tidur pagi. Namun, tidur malam lebih nikmat dari tidur manapun. Empat jam kulewati dengan tirai-tirai kamar yang tak kusingkap agar terangnya pagi tak juga membangunkanku. Namun itu tidak cukup. Kepalaku...

Selamat Menikmati Pagi

Ilustrasi Ada malam panjang yang kulewatkan sendirian. Terjaga tanpa terinterupsi oleh tidur. Ada lelah yang menggantung diujung malamku. Ada mata yang meminta untuk beristirahat. Namun masih kusempatkan membuka jendela kamarku. Merasakan pagi mencumbui pori-poriku. Ada gerimis yang membasahi jendela kamarku. Ada sebuah damai dalam pagi hari ini.  Dinginnya menyejukkan. Mampu membuaiku kea lam mimpi. Bau tanah badah menyeruak menusuk hidung. Dedaunan yang hijau dan berkilau karena tetes embun dan air hujan. Ada rintik yang begitu pelan mengalun. Serupa nyanyian untuk menemani lelapku. Langit kelabu. Tapi aku yakin hari tetap akan cerah. Ada rindu yang terlepaskan pagi ini. Ada cinta yang menyapa pagi dengan lembut. Kasih semesta menyelubungi pagi. Ada banyak kasih sayang yang berlimpah hari ini. Seperti kokok ayam yang membangunkan satu kampong untuk merasakan sebuah cinta pagi ini. Kicauan burung yang tak ingin ketinggalan menyapa pagi. ...