Skip to main content

Menulislah Sebelum Bobo

Aku mendapati tulisan ini di lapak kompasiana milik Om Jay. Menulislah sebelum bobo. Sebuah resep yang bagus sebenarnya. Menulis sebelum tidur adalah upaya untuk mempertahankan otak tetap waras. Setelah seharian lelah dengan hiruk pikuk yang memusingkan. Mungkin menulis itu seperti layaknya berdo sebelum tidur. Bercerita pada Tuhan. Mengucap syukur dan kemudian merapalkan dengan lirih pemohonan dan harapan tentang esok hari.

Hari ini tak banyak yang aku punyai. Biarlah aku meneruskan ujian Aprilku yang lumayan menyesakkan. Semoga aku berhasil menyelesaikan satu proyek idealis yang tak begitu bagus namun cukup memanjakan diri. Semoga aku bisa menyelesaikannya setidaknya untuk diriku sendiri. Tak peduli hasil akhirnya bagaimana. Setidaknya aku ingin meniti di titian jembatan dan sampai di ujungnya. 

Semoga benar-benar bisa selesai.Amin!!!!!

Comments

  1. hmmm... Semacem bikin review apa2 yang terjadi hari ini dan harapan esok hari. Boleh2

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...