Skip to main content

Teru-Teru Pink


Jimat penangkal hujanku sudah mencoba menjajal tempat yang bagus buat menggantung diri. Hehehehehe. Itu takdirnya untuk digantung. Bukan aku yang begitu tega. Nah, aku memilihkan satu tempat untuknya. Di pohon kelor depan rumah. Bertetanggaan dengan pohon sukun dan pohon pepaya. Tapi dia terlalu cantik untuk menggelantung di atas pohon kelor yang langsung terpapar matahari. Sejak awal april, hujan tak lagi turun di sini. Padahal aku merindukan dinginnya pagi yang menyenangkan, atau sore yang melelapkan.

Jadi si Teru-teru Pink aku pindahkan ke jendela kamar. Nongkrong di situ, temaniku menulis. Kata Etta, kalo loncengnya lebih besar, bagus di gantung di sawah buat usir burung pipit. Hahahahahaha. Ini juga yang menjadi obrolanku dengan yang mengirimiku teru-teru semalam. Harusnya di budaya bugis dibuat juga ya jimat seperti ini. Tapi sepertinya bebegig atau orang-orang sawah sudah seperti Teru-Teru Bozu versi gede :).

Comments

  1. Lucu kak :D
    ada loncengnya, jadi sebagai pemanggil angin juga.

    ReplyDelete
  2. iya..pas digantung...pagi sore hari hujan turun. Senangnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dari Cafe Ke Cafe

Hmmm…..menyenangkan. seperti band saja yang pentas dari café ke café. Seperti itu pula aku melewati dua hariku belakangan ini. Mengikuti k yusran dan k riza yang sibuk buat proposal ke jepang yang harus dikerjakan dengan cara-cara elit. Dan akhirnya, aku pun ikut juga (dengan cara sedikit memaksa dan penuh ancaman). Kemarin di Balls Cafe dan hari ini di Dunkin Donuts . Hmmmm…..nice!!!! Hari ini curi wifi gratis dari Black canyon cafe yang tepat di atas dunkin donuts Mtos…hehehehe

Hajimemashite

Saya sangat menyukai film Chibi Maruko Chan.   Banyak adegan yang berkesan di kepalaku. Dengan cerita keseharian tentang seorang anak kelas 3 SD. Disini, saya tak akan membedah film itu. Saya hanya ingin meminjam satu scene dalam adegan itu. Saat Maruko bersama teman-temannya belajar bahasa Inggris di taman.Mereka dengan senang melafalkan kalimat-kalimat dalam bahasa inggris. How are you, School boy,school girl, Nice to meet you.  Mas Depp Wanna be Nice to meet you atau dalam bahasa jepang Hajimemashite . Biasanya hanya digunakan jika seseorang melakukan tatap muka dengan orang lain. Adakah pertemuan tanpa harus tatap muka? Aku mengenal seorang teman. Belum cukup enam bulan mengenalnya. Itupun lewat sarana Online dan jejaring social virtual. Jika dulu sahabat pena adalah saling berkirim surat secara intens dan berbagi kabar. Di jaman teknologi yang begitu memudahkan maka anggaplah ini juga adalah sebuah ritual bersahabat pena tanpa ro...

tentang buku

"...u can buy many book,but u can't buy a knowledge" 081383118xxx pesan itu sampai ke ponselku beberapa saat setelah aku mengeluh pada seseorang tentang buku "detik-detik menentukan" BJ.Habibie yang tak berhasil aku peroleh dari peluncuran bukunya di hotel clarion hari ini. iya mungkin benar...aku terlalu mengharapkan buku yang ditulis mantan presiden ketiga ini.padahal ku punya begitu banyak buku yang bertumpuk di kamar. Belum pernah aku jamah sedikit pun. aku tak tahu beberapa hari terakhir ini aku begitu jauh dari buku. jauh dari para pengarang-pengarang besar dengan segala masterpiece-nya. akuy begitu malas membaca. malas membuka tiap lembar buku tebal itu dan memplototi huruf-hurufnya yang kecil. "tahu tidak...buku bisa membawa kesuatu tempat tanpa kamu harus bergesr se-inci pun" kata-kata itu selalu keluar jka aku mengeluh sedang malas baca buku... entahlah aku begit malas mengetahui tiap isinya. aku hanya terpesona pada banyak tumpukannya di kam...