Skip to main content

Mr. Icon’s Birthday

www.yahoindo.com
Apa yang paling aku ingat dari dia. Setiap pesan singkat dan percakapan di room chat selalu menggunakan icon. Jarang aku menemukan sms tanpa icon smile kalem, nyengir, atau menjulurkan lidah. Begitu juga di ruang-ruang percakapan dunia maya.Icon-icon itu menulariku. Bahkan mulai aku gunakan setiap mengirim pesan singkat atau sekedar ngobrol di chat room. Rasanya kurang nyaman tanpa icon. Padahal icon sejatinya adalah lambang penuh makna. Nantilah kuceritakan lagi tentang icon ini. Kali ini biarkan aku menceritakan tentang Mr. Icon.

Aku mengenalnya satu setengah tahun lalu. Saat aku masih bekerja di salah satu bank swasta baru di Bone dan menjadi Frontliners. Ia adalah nasabah di kantor kami. Nasabah yang paling akrab dengan seluruh karyawan kantor. Seorang teman bahkan menyebutnya sebagai “nasabah prioritas frontliners”. Bukan kenapa-kenapa, hanya karena dia cukup rajin bertransaksi di kantor dan cukup rajin menyapa para frontliner. Mulai dari satpam, CS, hingga Teller. Bahkan supervisor pun mengenalnya. Selain akrab dia jugalah satu-satunya nasabah yang paling menyenangkan dijahili di banking hall. Bukan karena dia sabar tapi karena dia bisa mengerjai balik.
Saat di Bira-2010

Bahkan jika ada acara kantor, biasanya dia turut serta. Outing ke Bira tahun 2010 dia pun turut ikut andil sebagai perserta outbond. Kadang juga sering nongkrong bersama sekedar ngopi di café. (Tapi kalo ini aku jarang ikut, biasanya pulang kantor aku lebih suka nongkrong di tempat tidur).

Nah selain menyenangkan dan enak diajak ngobrol, biasanya kalo dia habis keluar kota selalu ada oleh-oleh yang dibawakannya untuk para frontliners. Pernah sekali dibawakan coklat dari Malaysia. Aku yang lumayan cerewet dan biasanya selalu dapat double. Waktu itu selain dapat coklat aku dapat buku panduan jalan-jalan ke Malaysia. Hehehehehehe.

Kalo pun ada promo-promo tabungan semisalnya voucher belanja, jika banyak dia tak segan-segan membaginya. Hihihihihi. Biasanya kalo aku yang layani transaksinya, aku yang kebagian vouchernya. Lumayanlah. (Hmmm….seperti aku adalah tipe frontliner yang perlu dihindari bank hehehehe. Tapi kan nda separah Melinda Dee:P).Dia nasabah yang cukup mudah dilayani. Nda terlalu rewel. Kalo ada masalah dan dijelaskan sedikit biasanya dia bisa memaklumi. Setahun kerja di bank, menurutku pantaslah dia menjadi nasabah favorite frontliners. Bahkan ketika ia tidak lagi berdomisili di kota bone, teman-teman frontliners selalu berharap kedatangannya ke kantor. Entah itu bertransaksi atau sekedar datang bertegur sapa dengan teman-teman kantor.

Sudah setahun aku resign dari kantor, tapi kami masih sering berhubungan. Via Sms atau online. Bahkan masih suka mengerjainya. Yang paling khas dari dirinya adalah smsan ato ngobrol online yang selalu dibarengi dengan icon, =)), :0., ;), :P .Bahkan tak jarang kalo sudah tidak tahu lagi harus ngobrol apa icon yang mengambil alih percakapan. Aku selalu menyebutnya sebagai perang icon. Apalagi lewat sarana Yahoo Messenger yang memang menyediakan banyak icon-icon lucu.

Foto pas dia kuliah.Masih lugu :D

Aku belum menyebutkan nama nasabah prioritas itu ya? Namanya Romin Lai. Keturunan cina yang kalo ngakak matanya segaris. Hihihihihihi. Aku akrab memanggilnya Ko Romin. Ia cukup mudah akrab dengan orang lain. Ajak saja ngobrol lucu-lucu atau nonton OVJ. Dia menyenangkan diajak gila-gilaan. Tapi juga peduli dengan teman.
Mengenalnya merupakan sebuah anugerah^^

Selamat ulang tahun Ko…

Pic : Diambil diam-diam, tapi sudah ijin dari fbnya :)

Comments

  1. Hahaha makasih yah buat Tulisan Bdaynya Dwi :)

    ReplyDelete
  2. gak lama lagi dwi akan ke Bank Mega untuk urus Bank Guarantee

    ReplyDelete
  3. @ ray : xixixixixxi

    @ k yusran :harus nabung dulu. kayakx tabungan yang kemarin sudah batas minimal.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...

Cowok Cakep Yang Merasa Cakep Itu Bikin Ilfil

sumber :  lockhartfanclub.livejournal.com Judul postingannya panjang dan jelas. Cowok cakep yang merasa cakep itu bikin ilfil. Saya menarik kesimpulan entah sejak kapan. Mungkin sejak kuliah. Saya pernah punya pengalaman tentang cowok cakep yang merasa cakep yang makin mengukuhkan kesimpulanku itu. Waktu semester akhir kuliah, saya sering membantu senior saya menjadi front office di setiap acara yang diadakan LSMnya. Karena LSM ini fokusnya pada bidang demokrasi dan politik maka yang peserta pelatihannya adalah kalangan anggota Dewan atau anggota partai. Nah, pernah suatu hari yang menjadi peserta pelatihan adalah orang-orang muda berbagai parpol. Maka berdatanganlah para anak-anak muda yang kutaksir umurnya sekitar 25 sampai 30an tahun. Beberapa sekampus dengan saya. Tugas saya adalah memastikan mereka mengisi daftar hadir dan membagikan seminar kit. Isinya buku catatan, polpen, dan bahan materi. Karena kerjaan saya sekedar front office maka selesai membagikan seminar k...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...