Skip to main content

Bagaimana Jika

Bagaimana jika aku memilih untuk menarik jarak darimu
Memilih tak lagi mengunjungi kehidupanmu
Menutup keran-keran pertemuan denganmu
Tidak mengubris sedikit pun hal yang berkaitan denganmu

Bagaimana jika aku memilih tak peduli denganmu
Bagaimana jika kamu tak lagi mampu tahu posisi GPSku dimana
Tak lagi mengetahui bagaimana kabarku
Bagaimana jika kutempatkan dirimu pada blank spot yang tak mampu menjangkau keberadaanku
Radarmu tak mampu lagi menangkap sinyal merah yang aku pancarkan

Bagaimana jika aku menutup segala saluran yang mampu membuatmu mengetahui adanya diriku
Memblokmu dari segala sarana informasi yang mampu membuatku mengetahui jejakku di bumi
Menghilangkan orbitku dari bumi dan menghilang seperti layaknya para illusionist
Kau tak mampu menjangkauku….

Bagaimana jika...aku
Menjauh darimu, tak mengingatmu dan tak mengenalmu

Bagaimana denganmu?
Adakah kamu akan merasa kehilanganan
Adakah kamu merasakan lubang menganga di hatimu karena kepergianku

Menurutku, kamu akan baik-baik saja
Karena sejatinya aku hanyalah sebuah ilusi bagimu…

Comments

  1. a question for you:

    "bagaimana jika ia tidak peduli? how does it feel?"

    ReplyDelete
  2. @ emma : tuh, itu jawabannya dibawah,

    "Menurutku, kamu akan baik-baik saja
    Karena sejatinya aku hanyalah sebuah ilusi bagimu…"

    karena memang ia tidak peduli sama sekali...hanya kita yang memedulikannya. Berhentilah menjadi pecinta, karena ia melemahkanmu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Terjebak di Smallville

Postingan sebelumnya  yang saya bilang saya akan menuliskannya setelah saya menuntaskan 10 season Smallville sepertinya harus saya langgar. Salahkan cerita season 6 yang begitu mengaduk-aduk perasaan hingga kemudian saya merasa hampa dan kehilangan gairah. Sebelumnya, mari kuceritakan padamu kenapa saya baru menonton serial ini, padahal sudah menahun ia bulukan? Here's the thing. Suami saya yang somehow sangat suka dengan cerita superhero sudah mengikuti  serial ini sejak tahun 2006, waktu dia kuliah di UI. Kemudian dia mengikutinya serial ini hingga tamat di tahun 2011. Saya, yang di tahun 2017 lalu baru daftar Indihome tiba-tiba kegirangan melihat Smallville season 1 dan 2 ditayangkan di Iflix. Daripada skroll handphone ga jelas, mungkin lebih baik saya menonton satu episode atau dua. Begitulah awalnya. Kemudian, saya jatuh cinta pada cara Clark memandang Lana, vice versa. Kisah anak SMA yang begitu manis dibumbui dengan kekuatan super. Membuat saya rela streami...

Indecent Proposal

sumber foto : tvtropes.org Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi. Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi menginga...