Skip to main content

Bagaimana Jika

Bagaimana jika aku memilih untuk menarik jarak darimu
Memilih tak lagi mengunjungi kehidupanmu
Menutup keran-keran pertemuan denganmu
Tidak mengubris sedikit pun hal yang berkaitan denganmu

Bagaimana jika aku memilih tak peduli denganmu
Bagaimana jika kamu tak lagi mampu tahu posisi GPSku dimana
Tak lagi mengetahui bagaimana kabarku
Bagaimana jika kutempatkan dirimu pada blank spot yang tak mampu menjangkau keberadaanku
Radarmu tak mampu lagi menangkap sinyal merah yang aku pancarkan

Bagaimana jika aku menutup segala saluran yang mampu membuatmu mengetahui adanya diriku
Memblokmu dari segala sarana informasi yang mampu membuatku mengetahui jejakku di bumi
Menghilangkan orbitku dari bumi dan menghilang seperti layaknya para illusionist
Kau tak mampu menjangkauku….

Bagaimana jika...aku
Menjauh darimu, tak mengingatmu dan tak mengenalmu

Bagaimana denganmu?
Adakah kamu akan merasa kehilanganan
Adakah kamu merasakan lubang menganga di hatimu karena kepergianku

Menurutku, kamu akan baik-baik saja
Karena sejatinya aku hanyalah sebuah ilusi bagimu…

Comments

  1. a question for you:

    "bagaimana jika ia tidak peduli? how does it feel?"

    ReplyDelete
  2. @ emma : tuh, itu jawabannya dibawah,

    "Menurutku, kamu akan baik-baik saja
    Karena sejatinya aku hanyalah sebuah ilusi bagimu…"

    karena memang ia tidak peduli sama sekali...hanya kita yang memedulikannya. Berhentilah menjadi pecinta, karena ia melemahkanmu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...

Cowok Cakep Yang Merasa Cakep Itu Bikin Ilfil

sumber :  lockhartfanclub.livejournal.com Judul postingannya panjang dan jelas. Cowok cakep yang merasa cakep itu bikin ilfil. Saya menarik kesimpulan entah sejak kapan. Mungkin sejak kuliah. Saya pernah punya pengalaman tentang cowok cakep yang merasa cakep yang makin mengukuhkan kesimpulanku itu. Waktu semester akhir kuliah, saya sering membantu senior saya menjadi front office di setiap acara yang diadakan LSMnya. Karena LSM ini fokusnya pada bidang demokrasi dan politik maka yang peserta pelatihannya adalah kalangan anggota Dewan atau anggota partai. Nah, pernah suatu hari yang menjadi peserta pelatihan adalah orang-orang muda berbagai parpol. Maka berdatanganlah para anak-anak muda yang kutaksir umurnya sekitar 25 sampai 30an tahun. Beberapa sekampus dengan saya. Tugas saya adalah memastikan mereka mengisi daftar hadir dan membagikan seminar kit. Isinya buku catatan, polpen, dan bahan materi. Karena kerjaan saya sekedar front office maka selesai membagikan seminar k...