Skip to main content

Pride and Prejudice : I’m Bewitched



Tak pernah kusangka saya akan jatuh cinta pada film Pride and Prejudice. Waktu kuliah dan masa-masa belum punya anak, saya tidak pernah tergerak untuk menonton film ini. Prasangka saya terhadap film ini sudah tumbuh sejak memiliki versi Film India di tahun sebelumnya. Mungkin karena hal itu saya kemudian tidak tertarik menontonnya.  

Namun karena episode-episode drama korea yang aku nonton udah habis, ditambah kebosanan pada topik medsos yang masih heboh dengan pilpres, dan juga pengaruh hari valentine yang menyebabkan algoritma lapak streaming merekomendasi film-film romantis menjadi sebab akhirnya saya menonton film ini

Semuanya berawal dari ketidaksengajaan menonton Atonement yang diperankan oleh Kiera Knightley. Film ini cukup bagus, meski di tengah jalan saya udah kena spoiler via wikipedia dan rada senewen dengan endingnya. Tapi kecantikan Kiera Knightley tetap mampu membuat saya menyelesaikan film itu sampai detik terakhir.

Saking senewennya dengan ending Atonement, saya pun memulai melirik Pride and Prejudice. Dari sutradara yang sama Joe Wright dan pemeran wanita yang sama Kiera Knightley, film ini berhasil memuaskan saya.

Berlatar abad ke 18 di Inggris, Ellizabeth Bennet dan saudari-saudarinya didukung oleh ayah ibu, berusaha mencari mempelai pria untuk dinikahi. Mereka bertemu dengan Mr. Darcy pada sebuah pesta dansa, namun begitu banyak kesalahpahaman yang terjadi.

Film ini mengingatkan saya pada serial Bridgerton di Netflix. Namun Pride and Prajudice ini lebih menyenangkan buatku dari segi cerita. Saya belum pernah membaca Pride and Prajudice versi buku, jadi saat menonton film ini ada ketakutan endingnya bakal sedih. Saya belum mencari tau lagi gimana endingnya versi buku, namun untuk sekarang saya sudah cukup berbahagia dengan versi film.

Dialog-dialog aristokrat ala bangsawan Inggris yang terasa begitu nigrat dan romantis. Terlebih scene pernyataan cinta di bawah hujan yang mampu memberikan ledakan-ledakan cinta bagi para penonton.

“I Love you. Most Ardently. Please do me the honor of accepting my hand”

Tiba-tiba aku langsung jatuh cinta pada Mr. Darcy. Mr. Darcy mengingatkan saya pada karakter Snape yang dingin namun sangat peduli. Ini didukung dengan tata busana dan make up Matthew MacFadyen yang sangat mirip dengan Mr. Snape.

Sepertinya saya harus menonton lagi dalam versi subtitle bahasa Inggris dan membeli novel versi bahasa aslinya. >.<

 

Bogor, 15 Feb 2024

 


Comments

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...