Skip to main content

Trial and Error Pisang Ijo

Karena tradisi berbuka dengan pisang ijo selalu menyenangkan, maka saya melatih diri membuatnya. Kuliner Makassar satu ini sangat enak disajikan dengan es batu dan sirup DHT, sirup khas dari Makassar. Jika berjalan-jalan di restoran makassar, sajian ini selalu ada di daftar menu. 

Di Bogor sendiri, ada beberapa tempat makan khas makassar. Tapi hanya ada dua tempat makan yang pernah saya kunjungi. Pertama kedai anting-anting Pisang ijo di Ah Poong, Sentul, yang kedua kedai makanan makassar di Bellanova Mall (agak lupa namanya). Di Bellanova ada dua warung yang menyajikan menu pisang ijo. Tapi favoritku adalah di warung daeng (kalo nda salah namanya). Lebih enak dan lebih gurih. Sirupnya pun DHT asli. Kalo di Ah Pong rasanya nda terlalu enak. Setiap porsi pisang ijo rata-rata dijual seharga Rp.15.000/porsi. 

Sebenarnya pisang ijo adalah cemilan  yang kadang dikategorikan minuman. Soalnya dibeberapa warung sering disebutkan dengan nama Es pisang ijo. Kalo nda pake es sebenarnya tetap enak, selama sirup DHTnya ada. 

Nah, resep pisang ijo sendiri ada dua macam cara membuatnya. Di kampungku, pisang ijo dibuat dengan  mendadar kulit ijonya kemudian dibungkus ke pisang yang sudah di kukus. Seperti membuat dadar gulung. Cara kedua dengan mengukus adonan kulit kemudian pisang dibungkus adonan kulit tersebut terus dikukus lagi. Cara kedua ini adalah yang paling sering ditemukan di warung-warung khas makassar. 

Mamaku biasanya membuat dengan cara didadar. Dan sepertinya ia tidak pernah tahu kalo ada varian lain dari membuat pisang ijo. Cara didadar sebenanya lebih gampang, tapi kemudian ketika saya mempraktekkannya yang terjadi adalah disaster. Cara kedua gimana? 

***
Sebulan yang lalu, saya mendapat sejirgen sirup DHT dari Kak Riza. Merah dan sangat mengundang selera. Saya pun tertarik untuk mempraktekkan membuat pisang ijo. Sebenarnya maunya pas ulang tahun suami, tapi suami mau ke luar daerah jadi saya pun membuatnya sebelum dia ulang tahun ( yang kemudiab saya syukuri). 

Setelah puluhan tahun membantu di membuat pisang ijo di dapur rumah, saya cukup yakin bisa menyelesaikan dengan mulus dan enak. Tapi yang terjadi adalah dadarnya amburadul dan kuahnya mengeras. Hiks. Syukurlah saya tidak memention ke suami kalo pisang ijo itu sebagai perayaan ulang tahunnya. 

Saya mencatat, kesalahan ada pada wajan anti lengket yang sudah tidak lengket lagi berakibat tidak sempurnanya kulit dadarnya. Kuahnya kebanyakan tepung terigu dan kekurangan air. Oke! Lesson learned. 

Percobaan kedua terjadi kemarin. Kali ini entah mengapa saya mencoba membuat pisang ijo dengan cara dikukus. Terlalu percaya diri bisa bikin atau terlalu bodoh? Saya memilih opsi lain, coba-coba. 

Googling resep terus lengkapi bahan. Kalo liat resepnya sih lumayan gampang. Tapi eksekusi bahan-bahan adalah persoalan lain. Kekurangan panci kukus, ketidaktahuan akan penampakan adonan kukusan, hingga bagaimana bentuk matangnya. Setelah itu gimana kukusan setelah pisangnya sudah ditutupi adonan ijo. Belum lagi kuahnya yang kalo merujuk pada resep yang menggunakan tepung beras yang ternyata rasanya tidak seenak  kalo pake tepung terigu. 

Trial kedua sukses gagalnya. Bisa dimakan sih, cuma rasanya nda seenak yang dijual di warung-warung. Huuufftthhh. Belajar dari kesalahan kedua sepertinya adonan kukusannya tunggu sampai bening dan mengeras baru diangkat. Kukusannya harus bagus agar masak merata. Kuahnya pake tepung terigu lebih enak dan jangan kebanyakan santan. 

Berikutnya mungkin saya harus kembali mencoba membuat pisang ijo yang didadar saja.

 Better luck next time!

Bogor, 23 Juni 2015

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keajaiban Malam Bulan Biru

Judul : Keajaiban Malam Bulan Biru Penerbit : Pustaka Ola Harga : Rp. 20.000 Peter melangkah gontai masuk ke apartemennya. Ia baru saja dipecat. Toko tempatnya bekerja bangkrut. Dari sebuah apartemen ia mendengar kakek Tom merintih memanggil cucunya. Peter melangkah masuk dan membantu kakek Tom. Kasian kakek Tom sendirian dan sakit-sakitan sementara cucunya jarang menjenguk. Di apartemen sebelah Rossy di kursi rodanya meminta Peter memperbaiki kotak musik balerinanya. Rossy sangat ingin menjadi balerina sayang kakinya lumpuh.  Bulan berwarna biru malam itu. Ted yang terbangun dari tidurnya sibuk memikirkan dirinya yang dipecat dan begitu miskin. Hingga akhirnya ia bertemu peri dan memberinya tiga permintaan.  *** Buku kumpulan dongeng ini berisi sebelas cerita dongeng yang kisahnya menarik. Kamu akan bertemu Grook-grook si sapi, Riko si kurcaci yang ingin jadi peri, serta bertualang di dunia mainan.  Selain ceritanya yang seru juga mengandung nilai moral. Misalnya mensyuk...

First Journey With Ara

Bajunya : Off  To Grandma's Karena neneknya Ara berkunjung ke Makassar, maka saya pun harus membawa Ara ke Makassar untuk bertemu neneknya yang telah datang jauh-jauh dari Bau-bau. Sekalian bertemu dengan tante (Kak Atun) dan sepupunya, Cakra untuk pertama kali. Ara baru 40 hari lebih. Belum cukup dua bulan. Ini adalah perjalanan pertama kami berdua. Saya hanya membawa satu ransel baju. Sudah dengan pakaianku dan pakaiannya. Sedapat mungkin pakaian yang dibawa sedikit mengingat saya membawa bayi dan agak susah mengangkat tas sekaligus. Semua orang yang saya temui akan heran dan terkejut melihat saya hanya berdua dengan bayi saya yang umurnya belumlah cukup dua bulan. Saya cukup tangguh? Tidak juga, hanya keadaan yang memaksa demikian. Untungnya Ara tidaklah terlalu rewel diajak pergi-pergi. Selama perjalanan Bone-Makassar dia hanya dua kali terbangun untuk minum Asi, sisanya ia memilih tidur.  Mobil yang kutumpangi overload sebenarnya, tapi untungnya penumpang yang berdamp...

Mari Membersihkan Rumah Dengan Dwi

Dwi adalah gadis kecil yang bekerja di kota. Tiap pekan dia pulang ke rumahnya di kampung. Di sana dia selalu melakukan kegiatan bersih rumah yang tiap pekan menjadi tugasnya. Di rumahnya tinggal kakak, ponakan, dan bapaknya. Tapi semua sibuk dengan kerjanya masing-masing. Kakaknya seorang dokter yang harus melayani para pasien. Ponakannya baru berumur 2 bulan. Kerjanya hanyalah menangis, minum susu, pup, pipis dan tidur. Sebuah awal hidup yang menyenangkan. Ponakannya menambah daftar kerja primer kakaknya. Menjaga anak, melayani pasien, memasak, dan main facebook;-). Bapaknya sibuk melakukan aktivitas sosial seperti berkunjung ke rumah nenek, rumah keluarga, dan juga rumah saudara. Semua sibuk dengan daftar primer menurut pribadi masing-masing. Rumah sesekali hanya dibersihkan apa adanya. Bahkan terkadang diniatkan untuk dibersihkan nanti oleh Dwi. Rumah bisa seperti kapal pecah meski hanya dengan satu ponakan yang berumur 2 bulan. Nah, jika ditambah dengan anak kecil usia 3 tahun ya...