Skip to main content

Mendekorasi Pintu



Karena aturannya di white house nda boleh coret-coret dinding dan Ara sepertinya sudah bisa mengikuti aturan tersebut, maka solusi yang paling baik dari Ara adalah coret-coret di kertas. Hasil coretan itu kemudian dipajang di daun pintu yang material catnya seperti cukup kuak untuk tidak terkelupas pada perekat selotip biasa. 

Kemudian saya memberinya saran untuk membuat papan nama pemilik kamar dari kertas-kertas Kokoru. Beberapa bulan lalu kami membeli kertas-kertas ini dan saya sedikit malas membuatkan Ara kreasi. Padahal waktu itu sudah sampai membeli buku kreasinya. 

Belajar dari kreasi di buku maka saya dan Ara membuat gantungan nama pemilik kamar. Kami ( lebih banyak saya yang kerja sih) membuat gambar Hello Kitty kesayangan Ara. Terus saya menambahkan kreasi untuk menulis nama-nama kami di sana. 

Ara lebih banyak mainnya daripada membantunya. Sampai dua buah kertas yang saya siapkan dia robek-robek dan dijadikan mainan. Berpeluh-peluh mengerjakannya. Si anak sibuk main jual-jual mata mainan. 

Akhirnya selesai juga saya membuat gantungan nama itu. Tapi ternyata Ara tidak suka. Tidak sesuai redaksi yang ia mau. Dengan kreatif ia pun mengambil kertas notes dan meminta saya menuliskan kalimat sesuai maunya. 

Karena dia sudah malas nulis dibawa tekanan saya harus menulis kalimat yang ia diktekan. "Tulis kamarnya Ayah. Kamarnya Ara", katanya. Dengan sedikit mengedit, saya hanya menuliskan "Kamar Ayah" dan "Kamar Ara". Saya menambahkan gambar paku untuk dekorasi kertas kamar Ayah dan menggambar sosok pria. Ara menggambar bunga pelangi dan gambar mama dan Ara di kertas kamar Ara. Kemudian ditempel deh di  dinding.

Ya Ara...Kalo yang dia maksud sesimple itu 10 menit juga udah selesai. Nda perlu ribet pake kertas kokoru, bikin pola, hingga gunting tempel.-_____-

Bogor, 16 Juni 2015

Comments

Popular posts from this blog

tentang buku

"...u can buy many book,but u can't buy a knowledge" 081383118xxx pesan itu sampai ke ponselku beberapa saat setelah aku mengeluh pada seseorang tentang buku "detik-detik menentukan" BJ.Habibie yang tak berhasil aku peroleh dari peluncuran bukunya di hotel clarion hari ini. iya mungkin benar...aku terlalu mengharapkan buku yang ditulis mantan presiden ketiga ini.padahal ku punya begitu banyak buku yang bertumpuk di kamar. Belum pernah aku jamah sedikit pun. aku tak tahu beberapa hari terakhir ini aku begitu jauh dari buku. jauh dari para pengarang-pengarang besar dengan segala masterpiece-nya. akuy begitu malas membaca. malas membuka tiap lembar buku tebal itu dan memplototi huruf-hurufnya yang kecil. "tahu tidak...buku bisa membawa kesuatu tempat tanpa kamu harus bergesr se-inci pun" kata-kata itu selalu keluar jka aku mengeluh sedang malas baca buku... entahlah aku begit malas mengetahui tiap isinya. aku hanya terpesona pada banyak tumpukannya di kam...

Misteri Sepatu Menggantung di Kabel Listrik

Sumber : Athens News Sepasang sepatu menggantung lunglai di tiang listrik. kabel listrik tempatnya bergantung kokoh tak ingin melepaskan sepatu itu menghujam bumi. Pertama kali tiba di Athens, saya cukup heran dengan sepatu-sepatu yang tergantung di kabel-kabel listrik itu. Kutanya ke seorang teman bule tapi ia tak memberi jawaban yang memuaskan. Kupikir sepatu-sepatu itu dilempar begitu saja karena sudah dirusak atau tidak dipakai. Atau asumsiku yang lain adalah sepatu itu milih olahragawan yang berhenti dari profesi dan memilh menggantung sepatu. seperti pemain sepakbola. Tapi sepertinya asumsi olahragawan itu tidak benar, karena sepatu-sepatu yang menggantung di tiang listrik cukup mudah ditemukan. Jalan-jalanlah di seputaran Athens dan kau akan mendapati sepatu-sepatu menggantung di tiang listrik.  Uniknya sepatu yang digantung itu hanyalah sepatu-sepatu kets. Fenomena ini disebut Shoefiti dan terjadi diberbagai tempat di Amerika. Nyatanya bukan hanya saya saja yang pen...

Belajar Mencintai

Hidup adalah fana. Segala benda yang ada di semesta hanyalah materi yang akan hilang suatu saat kelak. Daging yang membungkus tubuh akan menyusut dan kemudian kembali ke asal. Semua akan menjadi debu. Dan debu menjadi tiada. Lantas mengapa kita selalu sedih pada setiap kehilangan? Mungkin jawabnya karena cinta adalah abadi. Dan ketika cinta adalah abadi, apakah ia tak lagi mampu tumbuh dan berkecambah. Menjadi pohon-pohon cinta yang lain? Aku yakin cinta takkan pernah mati. Ia kekal dan melingkupi tiap benda di semesta. Ia ada dan terus berkembang. Bertumbuh dan berjumlah seluas semesta. Kehilangan memang menyakitkan. Memantik rasa di hati. Membuat senyum berubah ke derajat 180. Membuat mata kehilangan binar. Membuat wajah tak berona. Membuat hari menjadi suram dan tak bersemangat. Tapi hati punya penawar. Ia bernama waktu. Biarkan waktu menyembuhkan sakit. Biarkan waktu mengeringkan airmata. Karena waktu bisa mencarikan pengganti. Waktu bisa member ikan cinta yang lain. Manusia akan b...