Skip to main content

Ramadhan Hari Pertama

Ramadhan is coming!!!! Allhamdulillah. Ramadhan kali ini saya lalui kembali bersama Ara dan suami. Di sebuah rumah kecil di sudut kota Bogor. Jika tahun lalu kami melalui ramadhan di apartemen kecil di pusat Depok yang cukup banyak kulinernya (pilihan berbuka dan sahur bertebaran di jalan) maka kali ini feel-nya sebagai mamak-mamak lebih terasa. 

Bangun subuh untuk mempersiapkan makanan. Pas berbuka sibuk ngurus takjil. Karena rumahnya nda seluas lima langkah ke dapur lima langkah ke WC lagi, maka sholat jamaahnya lebih menyenangkan. 

Ramadhan kali ini menjadi bahan obrolan yang menyenangkan buat Ara. Meskipun ia belum tahu apa artinya puasa tapi ia cukup menyimak tiap kali saya menjelaskan tentang puasa itu. Kebetulan kemarin di toko buku nemu buku Diary Ramadhan untuk anak. Jadi saya pun membacakannya pengertian Ramadhan dan apa saja yang menyangkut puasa. 

Ia mulai belajar mengenal huruf hijayyah. Meskipun moment belajarnya selalu ditengah-tengah saat saya ngaji. Itu pun di beberapa menit pertama. Selanjutnya ia memilih untuk bermain-main dan tidak fokus lagi. Slow down. Menghadapi anak-anak belajar haruslah mengikuti moodnya dan tidak memaksanya saat ia ingin main. Moment serius beberapa menit benar-benar harus diseriusi dengan menanggapi dengan sungguh-sungguh. 

Selalu menyenangkan ketika Ramadhan datang. Best partnya adalah saat berbuka puasa setelah seharian bermain bersama anak. Selain mengajarkan bertaqwa, saya memetik hikmah yang lain, bahwa puasa adalah mensyukuri keadaan sesederhana apapun. Merasakan nikmat Tuhan ketika seharian kelaparan, kehausan, dan kelelahan yang terasa melegakan dengan segelas air. Jika saja dengan segelas air yang mampu melepas dahaga sudah terasa seperti surga, bagaimana lebih membahagiakannya surga itu sendiri? 

Bogor, 18 Juni 2015

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...

Cowok Cakep Yang Merasa Cakep Itu Bikin Ilfil

sumber :  lockhartfanclub.livejournal.com Judul postingannya panjang dan jelas. Cowok cakep yang merasa cakep itu bikin ilfil. Saya menarik kesimpulan entah sejak kapan. Mungkin sejak kuliah. Saya pernah punya pengalaman tentang cowok cakep yang merasa cakep yang makin mengukuhkan kesimpulanku itu. Waktu semester akhir kuliah, saya sering membantu senior saya menjadi front office di setiap acara yang diadakan LSMnya. Karena LSM ini fokusnya pada bidang demokrasi dan politik maka yang peserta pelatihannya adalah kalangan anggota Dewan atau anggota partai. Nah, pernah suatu hari yang menjadi peserta pelatihan adalah orang-orang muda berbagai parpol. Maka berdatanganlah para anak-anak muda yang kutaksir umurnya sekitar 25 sampai 30an tahun. Beberapa sekampus dengan saya. Tugas saya adalah memastikan mereka mengisi daftar hadir dan membagikan seminar kit. Isinya buku catatan, polpen, dan bahan materi. Karena kerjaan saya sekedar front office maka selesai membagikan seminar k...

Logan Gullef : Chef Muda Yang Menginspirasi

Memegang tropi Masterchef Junior (Foto : Logan's Instagram) Senyumnya manis. Gayanya trendi dengan dasi kupu-kupu yang menjadi ciri khasnya. Umurnya baru 12 tahun, tapi ketika ia mengolah makanan di dapur tingkahnya seperti chef profesional. Saya yang mengidolakannya dari layar televisi dibuat berdecak kagum. Dan juga jutaan mata yang menyaksikan kecakapannya menggunakan peralatan dapur dan meramu makanan. Keahliannya memasak membawanya pada tropi paling bergengsi dan gelar paling dimimpikan para chef rumahan junior di Amerika di laga Masterchef Junior season 2, desember 2014 silam. Yah, saya sedang membahasa Logan Gullef. Anak muda yang sangat cerdas dan sangat menginsipirasi.  November 2014 silam, saya selalu membuat reminder setiap hari rabu sore di stasiun tv fox. Saya menandai acara Masterchef junior season 2. Saya tidak ingin melewatkan satu episode pun. Mengingat acara ini hanya berselang beberapa jam dari jam tayangnya di Amerika, saya pun cukup deg-degan...