Skip to main content

Teruntuk Seseorang

Adakah kita telah memulai sebuah perjalanan?
Apakah aku dan kamu benar-benar telah berpijak di bumi?
Apakah sayap-sayap kita pun telah patah sehingga kita tak pernah lagi akan menjangkau langit?

Semua begitu melelahkan. Bahkan sesaat ketika kita memulai.
Apa kabar duniamu yang maha luas? Bukankah bentang alam cukup luas untuk kaki-kaki kecilmu?
Takkan habis kau jelajahi hingga waktu memelukmu erat.

Tapi mungkin kita tak pernah lupa pada tempat yang membuat kita satu.
Tempat yang akan tetap mampu kita rasa meski ingatan telah membuangnya dalam lubang terdalam.
Masihkah kau menyimpan siluet senja dan tentang pilihan akhir cerita yang kita mulai?
Mungkin seperti Adam dan Hawa yang terpisah jauh saat turun ke bumi
Pada akhirnya mereka bertemu dalam bilangan tahun yang begitu lelah
Namun mereka selalu meyakini pada sebuah pertemuan.

Aku masih mempercayai pada sebuah senja dan siluet itu
Pada pantai yang mendekap ombak dan menyapu jejak
Pada sebuah akhir yang berujung pertemuan...





Comments

Popular posts from this blog

Aku Berprasangka Baik

Allah SWT berfirman : "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat - Ku ketika ia sendirian, maka Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam kelompok, niscaya Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Jika ia mengingat - Ku dalam jarak sejengkal, maka aku mendekatinya dengan jarak satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan mendekat padanya dalam jaran satu depa. Apabila ia datang kepada - Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (HR Ibnu Majah ; hadist sahih).

Bertemu Kawan Lama

Aku bertemu kawan lama. Seseorang yang padanya aku pernah iri akan cara penulisannya. Kami pernah belajar sama-sama tentang bagaimana menulis itu. Ia akan beranjak pergi. Meninggalkan Makassar dan menjadi orang yang dituntut oleh dunia kerja.Seperti aku yang juga telah beranjak. Tapi kami berjanji untuk terus menulis. Sebuah upaya yang paling merdeka yang masih kami punya semagai manusia merdeka. Yang menjadi tameng kami melawan lupa.

Pertemuan

Adakah pertemuan begitu penting? Ketika seorang manusia bertemu dengan manusia lain maka aksi reaksi terjadi. Aku bertemu denganmu dan kamu bertemu denganku. Kita berdua kemudian berbagi tentang diri kita. Nama, pekerjaan, hobi, alamat, semacam sebuah curriculum vitae lisan. Kita berbagi banyak hal. Kesamaan dan juga perbedaan. Kita akan meminimalisir perbedaan. Menggali banyak kesamaan. Namun sesekali kita akan mengungkapkan perbedaan agar kita saling memahami dan mengerti bahwa perbedaan bukanlah sebuah halangan. Dari perbedaan itu pula kita akan saling berbagi pengetahuan. Mengisi kekosongan pengetahuan. Di akhir pertemuan kita akan berkata selamat tinggal atau mungkin berkata sampai ketemu lagi. Beberapa pertemuan hanya terjadi sekali. Beberapa manusia hanya terjalin pada satu interaksi. Aku kadang bingung yang bertemu meski sekali itu adalah sebuah yang perlu disyukuri atau tidak. Mungkin si A mengenal si B, entah lewat sarana apa. Namun si ...